Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
keluarga yang tak dirindukan 2


__ADS_3

Lisa, Leo, Cindy dan Kevin masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Satu persatu mereka memberikan pertanyaan. Kevin meminta agar dia mendampingi Lisa dalam memberikan keterangan dengan alasan kesehatannya. Pihak polisi memberikan ijin kepada Kevin. Lisa tampak sudah kelelahan dengan pertanyaan dari polisi. Ia harus mengingat semuanya dan emosinya karena kehilangan anak yang dikandungnya masih terlintas jelas dipikirannya dan membuatnya sedih.


Kevin tidak tega melihat Lisa seperti ini. Cindy masuk kedalam ruang pemeriksaan Lisa sebagai pendamping psikolog dari keluarga. Cindy menepuk pundak Lisa dan mengusapnya perlahan."tidak masalah, katakan saja semuanya kamu berhak dengan rasa marah itu. Kamu adalah orang yang bertanggung jawab dengan emosi yang kamu ekspresikan. Tidak masalah, semua akan melindungi mu sekuat tenaga."


Lisa mengusap air matanya dan ia mulai menceritakan  semua yang terjadi pada acara siang itu. Selesai memberikan keterangan Lisa berkata kepada polisi yang menginterogasinya "apakah boleh bertemu dengan tersangka?" tanya Lisa penuh keyakinan


Kevin menggelengkan kepalanya. Ia hanya ingin Lisa memberikan kesaksian sebagai korban. Bukan sebagai pengunjung tersangka. Lisa meyakinkan Kevin kalau ia akan baik-baik saja dan bisa menghadapi semua dengan baik.


Dalam ruangan yang cukup besar ada beberapa orang yang Lisa ingat. Mereka adalah orang yang melempar Lisa dengan telur busuk di kantor.


"kenapa mereka ada disini??" tanya Lisa


"bukankah mereka berhubungan dengan kasus yang berbeda?"lanjut Lisa


Polisi memberikan informasi kalau semua masalah yang terjadi padanya adalah satu garis lurus yang saling terhubung. Lisa masih belum paham dengan penjelasan polisi Roy masuk kedalam ruangan itu sambil tersenyum licik melihat Lisa. Polisi itu memberikan informasi lanjutan kepada Lisa. Yang melakukan penyerangan kepada Lisa adalah orang suruhan nenek Lisa. Anak Roy adalah orang yang melempar Lisa dengan batu dan yang kena pada saat itu adalah Nita. Lisa hanya diam mendengarkan perkataan polisi tersebut.

__ADS_1


Dengan santai ia menegur Lisa "apa kabar keponakanku kenapa kamu masih hidup.."


Lisa tersenyum melihat Roy "tentu saja karena Tuhan sangat baik kepadaku."


Roy tertawa sangat kuat "jika Tuhan sayang denganmu tidak mungkin kamu kehilangan anakmu." Roy tersenyum bangga dengan kemenangannya.


"aku tidak khawatir karena ia sudah dibawa bersama mama dan papaku. Ada yang menjaganya diatas sana untuk apa bersedih."


Roy memandang Leo "kamu anak haram itu??"


Wanita tua itu langsung menatap sinis kepada Leo "kalian menggambil harta kami. Semua yang kamu miliki adalah milik kami. Wanita pelacur itu merebut semuanya."


Leo tidak terbiasa terpancing emosi. Bertahun-tahun ia bersama Lisa ia belajar bagaimana mengatur emosinya dengan stabil. "terserah apa yang anda katakan. Tapi aku yakin hati anda tahu persis apa yang terjadi sebenarnya. Jadi berhentilah berpura-pura."


"selama ini aku selalu merasa sendiri terutama setelah kepergian mama. Sulit bagiku menerima semuanya. Aku sangat malu dengan keluarga suamiku yang sangat hangat menyambutku. Memperlakukan aku seperti anak kandung mereka sendiri. Aku begitu takut menerima cinta mereka yang besar sedangkan keluargaku malah menghancurkan kehangatan yang seharusnya tetap ada. Aku kehilangan tempat pulang ketika pertama kali aku bertemu denganmu." kata Lisa sambil melihat Roy.

__ADS_1


"Kau memberikan tahukan kalau suamiku suka bermain perempuan. Saat itu aku benar-benar termakan dengan perkataan mu. Aku tidak ingin pulang kerumahnya karena aku merasa tidak pantas bersama dengannya. Tapi aku tidak tahu kemana harus pulang. " Lisa mulai menangis mengingat semuanya.


"terlepas apapun motif kalian menyerang ku, aku hanya seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang masa lalu. Aku hidup dengan baik dan kalian merusak semuanya hanya demi ambisi yang tidak berujung. Kau sebagai seorang nenek harusnya bisa memberikan nasihat yang berguna untuk kehidupan cucumu. Kau seorang paman harusnya bisa menjagaku, kamu sebagai seorang sepupu harusnya bisa menemaniku bermain bersama. Dan kalian yang menerima perintah tidak baik dari seseorang dan menyebabkan kalian dipenjara saat ini bukan kah hal itu terlalu bodoh untuk kalian lakukan?"


"kalian tahu, saat ini aku tidak lagi bersedih, aku sudah memiliki paman kecil yang dari dulu selalu melindungi ku, selalu menjagaku walau kami seumuran, tapi ia benar-benar bisa menghadirkan sosok sahabat, abang dan papa sekaligus. Aku bersyukur memilikinya. Aku bisa dengan bangga mengatakan kepada semua orang aku memiliki keluarga. Aku memiliki tempat kembali apabila aku lelah. Aku memiliki seseorang tempat untuk berkeluh kesah. Dan yang terpenting aku memiliki tempat untuk berbagi kebahagiaan dalam hidupku. Karena itu lah keluarga sesungguhnya"


Lisa menyeka air matanya. Leo memegang tangan Lisa dan menatap semua tersangka bergantian. "Kita berasa dari darah yang sama. Jiwa kebaikan itu pasti ada dalam diri kalian masing. Gali lagi dan jangan dikubur. Jadilah orang baik. Berhentilah menyakitinya karena ada aku yang akan berdiri sebagai keluarga yang melindunginya. Pesan dari papaku sebelum meninggal adalah rangkul semuanya, jika tidak bisa maka selamatkan siapa yang bisa aku selamatkan." Mata Leo berkaca-kaca, sepanjang hidup papanya hanya memikirkan keluarganya yang terpecah dan menjadi iblis yang jahat.


Lisa terharu dengan perkataan Leo, ia menyeka air matanya "terima kasih sudah menyakiti kami. Aku berharap jangan sakiti orang lain apa lagi keluargamu sendiri. Aku berharap kita jangan bertemu lagi. Kalian benar-benar keluarga yang tidak dirindukan"


Lisa berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Leo. Leo tersenyum dan menerima tangan Lisa. Lisa dan Leo keluar dari ruangan pemeriksaan dengan perasaan lega. Kevin yang menunggu diluar awalnya sangat kesal karena Lisa tidak mengijinkannya masuk menemaninya. Cindy memberikan penjelasan kepada Kevin, ini adalah fase yang harus dilewati Lisa. Berani dalam mengatasi masalah keluarganya. Karena ini adalah akar permasalah Lisa dari dahulu sampai sekarang. Ia berkali-kali disakiti oleh keluarganya sendiri dan dengan keberanian ia harus mengungkapkan apa yang ada dihatinya. Apa yang diinginkannya dengan keluarganya.


Leo sudah memainkan perannya dengan sangat baik sebagai seorang paman.Selama ini ia berhasil menjalankan wasiat ayahnya untuk menjaga Lisa. Setelah mengetahui semuanya, ia akan mendapatkan kembali hak untuk mengelola perusahaan milik papanya. Leo tidak tertarik pada semua itu pada awalnya tapi sekarang setelah bicara banyak dengan Kevin dan Cindy. Ia adalah sosok paman kecil yang diandalkan Lisa. Ia adalah satu-satunya orang yang bisa menjaga Lisa, ia harus menjadi yang lebih baik. Tidak hanya dalam kepribadian tapi juga dalam hal pekerjaan.


Leo memtuskan setelah kejadian ini ia akan belajar memimpin usaha keluarganya bersama Lisa. Kalau pun Lisa tidak mau membantunya, tidak masalah ia akan memberikan kehidupan Lisa lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2