Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
sang penggoda


__ADS_3

Lisa kembali kekantor setelah dua minggu lebih bekerja di rumah. Leo dengan semangat menyambut Lisa didepan kantor. Kebetulan mereka sampai kantor disaat yang bersamaan.


"kamu sepertinya belakangan ini semakin gemuk." kata Leo


"hati-hati kamu, berani menyinggung istri CEO akan dipindahkan ke cabang lain yang jauh dari Cindy." ancam Lisa


"suami sudah baik, istrinya malah semakin parah sakitnya."


"biar saja.." Lisa mengejek Leo dan ia berjalan lebih cepat masuk kedalam kantor. Didalam kantor semua mata melihat kearah wanita cantik dengan rok mini dan rambut panjang. Baju belahan rendah menonjolkan sisi keperempuanan yang sangat jelas. Benar-benar wanita yang sexy. Kevin terlihat berjalan keluar dari dalam mobilnya ke kantor sedangkan Lisa sudah berdiri didepan lift menunggu  pintu lift terbuka.


Wanita itu mendekati Kevin dan memeluknya. Terlihat wajah Kevin tidak nyaman dengan wanita didepannya dan langsung mendorongnya dengan cepat. Wanita itu tidak putus asa, dia kembali mendekati Kevin dan pura-pura terjatuh. Jas Kevin terkena lipstik merah yang dikenakannya. Kevin menghindar dan kemudian wanita itu mengeluh sakit dikakinya


"kenapa kamu seperti itu?" tanya wanita itu


"perhatikan sikap kamu, ini kantor." Kevin bicara sambil memperbaiki jasnya dan mengulurkan tangannya kepada wanita itu. Wanita itu pun berdiri dan secara tiba-tiba mencium pipi Kevin. Semua orang yang melihat tercengang kemudian melihat kearah Lisa yang sedang melihat adegan tidak pantas suaminya bersama wanita lain.


Pintu lift terbuka, Lisa masuk bersama dengan Leo. Raut wajah Leo dan Lisa dengan wajah tanpa ekspresi. Kevin melihat Lisa dan mengejar kearah lift. Lisa sudah berusaha menutup pintu lift agar tertutup, sayangnya gerak Kevin lebih cepat walau jaraknya dari lift sejauh 3 meter.


"kenapa kamu tidak menunggu?" tanya Kevin dengan nafas memburu.


Lisa pura-pura tidak mendengarkan Kevin. Wanita yang tadi ikut masuk kedalam lift dengan santainya kemudian memeluk lengan Kevin. Kevin melepaskan lagi lengan wanita tadi. "kamu ini, sebagai wanita harus menghormati dirimu sendiri. Yang kamu lakukan sekarang membuat kamu seperti wanita murahan." sahut Leo dari belakang.


"kamu tidak tahu siapa aku?" kata wanita itu sambil mengibaskan rambutnya dan memeluk tangan Kevin.


"kalau tahu siapa kamu apakah bisa membeli perusahaan Growth Ltd?" sindir Leo


"Kevin, karyawan kamu mulutnya jahat sekali." Wanita itu bermanja-manja kepada Kevin dan menempelkan tubuhnya ke tubuh Kevin. Lisa merinding melihatnya.


Lisa melihat sudah sampai lantai 50, ia langsung keluar dari dalam lift tanpa berkata satu katapun. Leo mengikuti Lisa dari belakang. Ia sangat kesal melihat kedua orang itu. Sampai diruangan Leo mengeluarkan kekesalannya

__ADS_1


"kamu diam saja suami kamu seperti itu dengan wanita lain....."


Lisa diam saja sambil meletakkan tas dan menghidupkan komputer kerjanya.


"Lisa, jangan terbiasa menyimpan kekesalan mu sendirian." Leo kesal dengan Lisa yang tidak berlaku tegas.


Lisa melihat dari kaca ruangan Kevin wanita itu memeluknya dari belakang. Kesabaran Lisa mulai habis.  Ia langsung berdiri dan membuka pintu penghubung ruangan Lisa dan Kevin. Wanita itu langsung berkata "pegawai kamu tidak ada etika, masuk tanpa mengetuk pintu. Sepertinya dia perlu diberi pelajaran."


Lisa menaikkan alisnya, berani sekali wanita ini berbicara seperti itu, tidak ada etika. "sebaiknya anda keluar, ini sudah waktunya bekerja."


Wanita itu mendorong tubuh Lisa dengan tangannya. "kamu tahu siapa aku? aku Lucy...Anak Walikota kota ini. Dan dia adalah kekasihku."


Lisa menaikkan lagi alisnya. Lisa menjulurkan tangannya "aku Lisa anak Randy dan Merry". Tangan Lisa tidak disambut baik oleh Lucy. Lisa tersenyum mengejek dan berkata dengan pelan tapi sangat jelas terdengar ditelinga "katanya tidak beretika, tapi orang membelikan salam tidak direspon" Lisa menggelengkan kepalanya sambil menarik tangannya.


"siapa wanita ini??" tanya Lisa menoleh kearah Kevin


"kenalan keluarga" jawab Kevin


"halo mami....apa mami kenal dengan wanita bernama Lucy dia mengaku anak walikota dan kata Kevin dia kerabat keluarga." Lisa mengaktifkan speaker ponselnya


"tidak sayang,papa menemui kedua orang tuanya beberapa kali, kebetulan keluarga mereka itu kerabat dekat kakek Kevin. Kemudian mereka menginginkan Kevin menikah dengan anak perempuannya yang bernama Lucy itu dari mulai mereka masih kecil sampai besar. Tapi papa sudah menolaknya. Apa ada masalah sayang?"


"tidak ma, hanya diruangan ini terlalu banyak nyamuk. Ia menggigit kulit ku. Bagaimana ini??" Lisa berkata sambil bermanja kepada Caroline.


"apa dikantor tidak ada obat anti nyamuk? Mami akan hubungi Kevin untuk pastikan diruangan kamu tidak ada nyamuk. Tidak ada yang boleh menggigit anak mami tersayang."


"ok mami, Lisa kerja dulu ya.." Lisa mematikan sambungan teleponnya. Sepertinya kamu tidak terlalu berkuasa disini. Sebaiknya segera tinggalkan ruangan ini."


"kamu berani sekali berkata seperti itu. Kamu tidak tahu kekuasaan apa yang bisa aku lakukan untuk mu??" ancam Lucy

__ADS_1


Lisa mendekati Kevin dan membuka jasnya kemudian menekan tombol darurat diponselnya. 5 orang pengawal Lisa langsung masuk kedalam ruangan.


"bakar jas ini dan singkirkan wanita terhormat ini dari perusahaan. Dan jelaskan kepadanya Kevin sudah memiliki istri dan sahamnya diperusahaan ini lebih dari 30% sebaiknya jangan mengganggu." Lisa bicara sambil memberikan jas Kevin kepada A.


"Kevin sudah menikah???" Lucy tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Lisa tersenyum bangga. Kevin merangkul Lisa "wanita hebat ini adalah istriku. Jadi berhenti melakukan hal seperti tadi. Karena walau orang tuamu adalah walikota aku tidak segan-segan melakukan pembalasan."


"Kevin, kenapa kamu berubah menjadi kasar kepadaku, bukankah selama ini kamu selalu baik kepadaku. Apakah wanita ini yang membuatmu menjadi seperti ini?" kata Lucy


Lisa tertawa melihat keanehan wanita ini, benar-benar tidak tahu malu. Lisa memberi kode kepada pengawalnya agar membawa Lucy keluar dari ruangan Kevin.


"kamu lihat saja, aku akan menyerah dengan semuda itu." ancam Lucy


Lisa mengangguk sambil melambaikan tangannya "bye bye..."


Pengawal Lisa membawa Lucy keluar dari ruangan Kevin dan membawanya keluar dari kantor. Lucy merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Lisa. Ia tidak bisa menerima semua perbuatan Lisa kepadanya.


'lihat saja, kamu akan menerima balasan untuk perbuatanmu teriak Lucy dari luar kantor


Lisa menyingkirkan tangan Kevin dari pundaknya, sambil melihat sinis kearahnya. Lisa kemudian keluar ruang Kevin dan menemui Frans "panggil keamanan dan HRD keruangan ini sekarang juga."?


"baik kakak ipar" jawab Frans. Sorotan mata tajam Lisa lebih mengerikan dan mematikan dibandingkan Kevin. Frans langsung menghubungi bagian terkait dan dalam kurang dari 5 menit mereka sudah berkumpul diruangan Kevin. Lisa duduk di meja tamu Kevin. Lisa melipat kedua tangannya di perutnya.


"terima kasih sudah datang" kata Lisa


Wajah kepala HRD dan security kantor tampak tegang terbawa suasana dengan kondisi Lisa.  Leo, Kevin dan Frans berdiri dibelakang Lisa. Membuat suasana hati mereka menjadi lebih tertekan. Semua petinggi kantor memandang mereka dengan sangat serius.


"Saya langsung saja ke inti masalahnya. Kedepannya, saya tidak mau ada tamu yang masuk seenaknya kedalam kantor. Walaupun itu kenalan Pak Kevin sekalipun. Karyawan yang masuk wajib memiliki Id card. Bagi tamu yang datang silahkan meninggalkan identitasnya kemudian berikan id card visitor. Jangan biarkan tamu mengenakan pakaian tidak sopan seperti itu masuk kekantor. Saya akan memberikan sangsi tegas bagi yang melanggar."

__ADS_1


"Baik bu, kami akan laksanakan" jawab kedua manager tersebut.


"Jika sudah paham segera kembali ketempat masing-masing. Apabila saya keliling dan ada karyawan yang tidak mengenakan id card saya akan segera beri hukuman. Anda berdua juga tidak mengenakan id card. Anda lihat saya selalu memakai ini ketika saya dikantor. Konseling semua karyawan yang tidak menggunakan id card hari ini. Termasuk orang yang ada dibelakang saya . Segera lakukan." perintah Lisa


__ADS_2