Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
sengaja menjauh


__ADS_3

6 bulan sudah berlalu sejak Lisa keguguran, musim hujan sudah datang. Setiap hari langit selalu mendung dan hujan membasahi bumi. Udara terasa lembab dan dingin. Lisa semakin hari semakin menunjukkan kepintaran dalam menjalankan perusahaan.


Leo sudah pergi ke Paris untuk menjalankan usaha konveksi kakek Lisa. Sesekali Leo masih meminta bantuan Santoso dan Kevin yang sudah berpengalaman dalam menjalankan perusahaan. Hubungan Leo dan Cindy juga semakin baik, mereka akan melaksanakan pernikahannya hari ini. Konsep garden party yang direncanakan sebelumnya harus batal karena cuaca. Lisa dan Nancy sangat sibuk dengan persiapan pernikahan Leo dan Cindy.


Lisa dan Nancy sudah selesai melakukan pemeriksaan di lokasi acara, Lisa kembali keruangan Cindy, ia terlihat cantik dengan gaun putih bermodel simple, dan head piece bunga yang kenakan Cindy.


"bibi kecil....kamu sangat cantik"


Cindy tersenyum malu "terima kasih pujiannya" jawab Cindy


"apakah kamu sudah siap menikah orang yang menyebalkan seperti pamanku??"


Cindy tertawa sambil menutup mulut dengan tangan kanannya. "bukan kah ia pamanmu???kenapa bicara buruk tentangnya??"


"karena aku tau keburukannya maka dari itu aku ingin memastikannya lagi." Kata Lisa sambil menahan tawa.


"aku sangat gugup" kata Cindy sambil memegang dadanya.


Lisa duduk disebelah Cindy sambil memegang tangannya dingin "jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. Kelak jika dia menindas mu katakan kepada ku. Aku akan memberikan pelajaran untuknya.  Kata Lisa sambil mengepalkan tangannya dihadapan Cindy


"syukurlah ada kamu yang akan melindungi ku." Cindy tertawa senang karena mendapat dukungan dari keluarga inti.


******

__ADS_1


Sementara diruangan lain, Leo dan Kevin sedang bersama.


"apa kamu merasakan hal yang sama ketika menikah dengan Lisa?"


"merasakan apa?" tanya Kevin balik


"aku sangat gugup sekarang." Leo berjalan mondar-mandir diruangan ganti pakaian.


"Berhentikan berjalan bolak-balik, kamu sudah bisa mengelilingi bumi dengan berjalan kaki kalau terus melakukan itu." kata Kevin


"kamu memang tidak sensitif." protes Leo


"ketika menikahi Lisa aku tidak banyak berpikir, dia mengatakan mau menikah dengan ku. Ya,,,sudah kami menikah langsung. Tidak perlu banyak berpikir." jelas Kevin


"kalian berdua memang sama." Leo memijat dahinya sambil terus berjalan mondar mandir.


"kamu baik-baik saja??" tanya Leo


Kevin menggelengkan kepalanya sambil menarik nafas panjang. Leo berhenti berjalan dan duduk disebelah Kevin


"terjadi sesuatu dengan kalian berdua? karena ia selalu menghindari setiap aku bertanya tentang hubungan kalian."


Kevin mengingat kejadian terakhir ketika mereka menginap dirumah Leo, waktu itu Kevin memeluk Lisa dari belakang dan mencium lehernya.  Lisa mengalungkan lengannya dileher Kevin. Ciuman yang singkat tapi sangat lembut. Tapi ketika masuk ketahap berikutnya mendadak Lisa menangis. Tubuhnya bergetar hebat, keringat mengalir dari dahinya. Lisa sangat ketakutan ketika akan memulai hubungan intim mereka.Tiga kali berturut-turut Lisa mengalami hal tersebut. Kevin memutuskan mengajak Lisa ke dokter kandungan untuk memastikan apakah efek samping dari keguguran yang dialami Lisa dengan hubungan suami-istri mereka.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan dengan Lisa tidak ditemukan ada masalah dengan fisik Lisa. Dokter menyarankan agar sebelum melakukan hubungan mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Kevin dan Lisa selalu mencoba, hingga 5 bulan yang lalu tiba-tiba Lisa mengatakan ia tidak bisa meneruskannya.


Kevin sangat terkejut dengan perkataan Lisa saat itu. Lisa merasa tidak sanggup dengan semuanya, baginya memulai hubungan suami istri sangat menakutkan. Setiap kali Kevin mendekatinya Lisa akan kabur dari Kevin. Selalu seperti itu, selama 5 bulan ini Lisa juga sudah tidur dilantai 1. Kevin sudah berusaha untuk membujuk Lisa agar tidak terlalu terbebani dengan kejadian masa lalu. Cindy yang sudah membantu memberikan terapis tetap tidak bisa merubah Lisa.


Kuncinya ada didalam hati Lisa. Saat ini dia sedang mengunci dirinya dalam dunianya. Dan yang bisa mengeluarkan dalam kegelapan itu hanya dirinya sendiri. Cindy juga meminta Kevin agar bersabar menghadapi Lisa, karena jika memaksa hanya akan memperburuk keadaan Lisa


Puncak semuanya adalah ketika Lisa meminta Kevin agar mereka berpisah. Tentu saja Kevin tidak bisa menerima keputusan Lisa yang sepihak. Lisa merasa tidak bisa memenuhi kebutuhan Kevin adalah suatu kesalahan.  Kemudian Lisa mengungkapkan hal gila lain yang membuat Kevin semakin tidak memahami Lisa. Ia meminta Kevin menikah lagi dengan wanita lain kalau ia tidak mau berpisah dengannya.


Leo langsung menegakkan posisi duduknya mendengar cerita Kevin "dia tidak ada bercerita apapun kepada ku tentang hal ini, Cindy juga tidak."


Kevin membuang nafas dengan kasar "karena kamu sangat sibuk dengan perusahaan. Mungkin mereka tidak ingin konsentrasi kamu terpecah."


"tapi ini bukan masalah yang kecil. Aku akan bicara dengan Lisa."  Leo segera bangkit dari tempat duduknya.


Kevin menahan Leo, belum sempat berbicara salah seorang anggota wedding organizer masuk keruangan Leo "acara akan segera kita mulai, silahkan ikut dengan saya."


Kevin berdiri sambil mengancing jasnya hitamnya "sekarang adalah acara yang terpenting dalam hidupmu. Jangan memikirkan hal lain." Kevin menepuk pundak Leo dan berjalan keluar ruangan. Leo mengikuti Kevin berjalan dibelakang. Walau dia mengatakan jangan memikirkannya, tetap saja tidak bisa kalau tidak dipikirkan.


Lisa duduk disebelah Nancy pada barisan paling depan. Leo menatapnya dengan tajam, Lisa dan Nancy saling bertukar pandangan mencari tahu apa arti tatapan mata Leo. Tapi mereka sama-sama tidak paham. Kevin berdiri disebelah Leo. Ia berbisik "jangan membuat istriku kabur dengan tatapan matamu."


Leo sadar kesalahannya, pengantin wanitanya sudah berjalan kearahnya. Seharusnya ia menyambutnya dengan senyum ceria. Bukan dengan tatapan aneh membuat para undangan memperhatikan dirinya yang tidak fokus kepada pengantin wanita yang sedang berjalan kearahnya.


Lisa memakai gaun berwarna pink muda, rambut panjangnya diikat kesamping dengan head piece dirambut bagian kanan. Seperti biasa Lisa sangat cantik walau tanpa berdandan, hari ini bukan hanya terlihat cantik. Tapi juga Lisa adalah salah satu pusat perhatian dari sekian banyak tamu yang hadir di acara itu.

__ADS_1


Setelah selesai mengucapkan janji pernikahan. Lisa berdiri disebelah Kevin sambil membawa nampan cincin pernikahan Leo dan Cindy. Leo dan Cindy saling bertukar cincin dan diakhiri dengan ciuman yang membuat semua undangan merasa iri dengan romantisme yang diberikan Leo dan Cindy.


Kevin adalah salah seorang yang cemburu dengan romantisme mereka. Betapa ia sangat merindukan Lisa. Jangankan untuk memegang tangan. Melihat wajah saja sangat sulit baginya sekarang. Lisa selalu menghindari Kevin.


__ADS_2