Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
Cemburu


__ADS_3

Selesai sarapan Lisa mandi dirumah sakit dan bersiap-siap pergi kekantor. Semua pakaiannya sudah dibawa oleh Caroline semalam, jadi Lisa tidak terlalu lelah harus pulang mempersiapkan pakaiannya. Setelah berpamintan dan menitipkan mamanya kepada Caroline, Lisa pergi ke kantor diantar Kevin dan Frans sebagai supirnya.


Setelah turun dari mobil Lisa berjalan kearah gedung kantornya. Dari belakang Lisa dipeluk oleh seorang pria, dia bernama Leo. Leo adalah teman Lisa dari sekolah dasar sampai kuliah di semester awal. Leo harus pergi keluar negeri karena papanya dipindahkan tugas.


Leo adalah sahabat terbaik Lisa, karena perjalanan hidup Lisa yang tidak mudah Leo adalah satu-satunya orang yang membantu dan membela ketika ada saja teman sekolah yang menjelek-jelekanya.


Leo juga mengajarkan bela diri kepada Lisa disela-sela jam istirahat sekolah. Katanya, setiap wanita harus bisa melindungi dirinya sendiri.


Tidak ada rahasia diantara mereka, benar-benar hubungan persahabatan.


Leo mengacak-acak rambut Lisa dengan geram.


"sana kamu..." Lisa mendorong Leo.


Lisa memperbaiki rambutnya yang berantakan dengan jarinya.


Kemudian Leo menyenderkan kepalanya dibahu Lisa, membuat Lisa hilang keseimbangan.


Leo menariknya dengan cepat, kemudian merangkulnya dengan kuat.


"dasar lemah, bagaimana kamu bisa menjaga ibumu kalau kamu seperti ini."


"sana,,,,," Lisa berusaha melepaskan rangkulan Leo yang kuat.


"kenapa kamu selalu menyebalkan?" Lisa kesal.


"aku sangat sedih belum bisa menjenguk ibu dirumah sakit. Jangan kasar padaku, nanti aku adukan kamu sama ibu."


"iissshh..... sanaa..kamu liat orang pada melihat kita." Lisa masih berusaha melepaskan rangkulan Leo


"biar saja..sebentar saja. Tidak usah pedulikan mereka."


Sementara tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengintai mereka berdua.


Sampai didepan pintu masuk. Leo melepaskan Lisa.  "Mari kita bekerja". Semangat Leo keluar. Ia menjadi orang yang berbeda ketika sudah memasuki pintu kantor.


Begitulah mereka berdua, ketika diluar mereka benar-benar seperti sahabat. Tapi ketika sampai dikantor mereka akan menjadi atasan dan bawahan.


Leo adalah manager pemasaran sedangkan Lisa adalah salah satu admin dibagian pemasaran yang sering disiksa Leo dengan tumpukan berkas yang harus dikerjakannya.


Benar dugaan Lisa, begitu duduk dikursinya dan Lisa masih menghidupkan komputernya Leo datang dengan tumpukan berkas.  "Ini akibatnya kalau kamu permisi tidak masuk"


"maaf pak, saya bukan tidak masuk semalam. Tapi saya permisi." jelas Lisa


"intinya kan kamu tidak balik kekantor, berartikan tidak masuk."

__ADS_1


"jangan menjawab saja, kerjakan semua ini sebelum jam 5 sore." sambung Kevin


"baik pak.."  ujar Lisa pasrah


Lisa sudah berkali-kali protes dengan Kevin, kenapa selalu sering memberikan tugas yang terlalu banyak kepadanya. Kenapa dia membeda-bedakan dengan yang lain?


Leo hanya berkata .. "kalau bukan kamu yang aku siksa lantas siapa lagi???" dengan senyum liciknya.


Lisa tidak pernah mengetahui, ternyata Leo sudah menyadari kedekatan mereka membuat banyak berita yang berkembang.


Ada yang mengatakan Lisa mendekati Leo agar bisa masuk bekerja di perusahaan.


Ada yang mengatakan Lisa itu wanita simpanan Leo.


Bahkan ada yang mengatakan Lisa tidak mempunyai keahlian apapun, bisa bekerja hanya karena Leo.


Banyak cerita yang tidak sengaja didengar Lisa secara langsung.


Ia juga lelah menangis dengan semua tuduhan itu, saat itu Lisa berniat untuk mengundurkan diri. Tapi Leo mencegahnya,


"kenapa kamu harus menjadi sampah, kalau kamu bisa menjadi berlian?"


"kenapa kamu haru mendengarkan pembicaraan semua orang? kalau memang mau, silahkan kamu dengarkan. Tapi jangan masukkan kehati. Masukkan kedalam lambungmu, biar nanti proses usus dan menjadi kotoran yang harus dikeluarkan tubuh."


"apa yang kamu dapatkan kalau terlalu mendengarkan pendapat orang? ambil saja yang positif sedangkan yang negatif buang jauh."


Pada awalnya Lisa mau menjerit kesal pada Leo. Tapi ia berusaha memahaminya hal sesulit apapun dia pasti bisa mengatasinya dengan sangat baik. Lama kelamaan Lisa sudah terbiasa dengan ritme pekerjaan yang diberikan Leo


Selama 2 tahun berturut-turut Lisa juga selalu mejadi karyawan teladan, semua itu berkat kesabaran Lisa dan Leo yang selalu menyiksanya.


Jam makan siang, Lisa masih belum siap mengerjakan semua tugasnya. Ketika rekan kerjanya mengajaknya untuk istrahat Lisa memilih untuk melanjutkan pekerjaannya, agar bisa cepat pulang dan melihat mamanya.


Waktu berjalan dengan sangat cepat jam 5 waktunya untuk pulang, Lisa berhasil menyelesaikan semua tugasnya.


Lisa meletakkan semua semua laporan dimeja Leo


"ini semua laporannya sudah selesai pak."


"materi persentase untuk meting hari senin belum kamu kerjakan???"


"sudah pak.."Lisa berbicara sambil menyerahkan flash disk kepada Leo.


"silahkan bapak periksa dulu semua laporan saya. Permisi." Lisa keluar dari ruangan Leo.


Setelah keluar dari ruangan Leo, Lisa membereskan meja kerjanya dan bersiap pulang.

__ADS_1


"sudah aku periksa semuanya sangat sempurna seperti biasa. Terima kasih."


"bapak yakin sudah memeriksanya?? saya baru keluar dari ruangan bapak kurang dari 5 menit"  lisa tidak yakin dengan perkataan pria ini.


.


"kamu kan tahu, saya atasan yang cerdas dan jenius. ESQ saya sangat tinggi diatas rata-rata. Tidak perlu kamu ragukan."


Lisa menarik sudut bibirnya sambil berlalu meninggalkan Leo yang sibuk membanggakan dirinya sendiri.


"Lisa, saya belum siap bicara." Leo kesal


Lisa tidak memperdulikannya. Dan terus berjalan sambil menekan angka 1. Leo mengejar Lisa dan berhasil membuka pintu lift yang nyaris tertutup.


Lisa hanya membungkukkan badannya dan tidak berkata apapun.


Leo berusaha mengatur nafasnya dengan baik karena lelah berlari mengejar Lisa.


Leo adalah seorang berwajah oriental, kulitnya putih bersih mata hitam, rambut lurus dan gaya playboy.


Jangan tanya keahliannya, Lisa yang selalu jadi tempat cerita kehidupan pribadinya terkadang lupa nama wanita yang jadi pacarnya sekarang, karena setiap cerita selalu berbeda nama yang disebutkan.


Para pegawai wanita selalu mendekatinya, kalau sudah seperti ini Lisa biasanya akan mundur kebelakang pelan-pelan dan segera kabur. Setiap  hari selalu sama.


Keluar dari kantor Frans menyapa Lisa dengan senyum lega sambil melambaikan tangan "kakak ipar".


Lisa tersenyum dan ketika akan berjalan kearah mobil, langkah Lisa terhenti.


"kamu sudah nikah??" Leo mengerutkan keningnya.


"iss,,nanti malam aku hubungi."


"nanti dulu, jelaskan dulu sama aku." Leo penasan sambil mengenggam tangan Lisa


"aku janji nanti malam akan hubungi kamu. oke. Sekarang tolong lepaskan aku karena mama butuh aku sekarang."


"ibu sakit apa?"


"kanker ovarium stadium 4. Mungkin secara resmi aku akan mengundurkan diri besok."


"apa....." Leo tidak percaya.


"nanti malam akan aku hubungi oke,,,,"


Lisa melepaskan tangan Leo dan berjalan kearah Frans

__ADS_1


Leo masih membeku diposisinya


Dia masih tidak habis pikir, kenapa hal sepenting ini bisa luput darinya. Biasanya Leo adalah orang pertama yang tahu tetang semua hal yang terjadi pada Lisa.


__ADS_2