
"apa maksudnya...." tanya Caroline
"kita hampir kehilangan nona Lisa. Kami sudah berkali-kali menyelamatkan nya tapi selalu gagal. Pak Kevin berhasil memanggil nona Lisa kembali." jelas dokter kandungan Lisa.
Kevin tidak bisa menahan air matanya. Ia mengingat setiap detik bagaimana tubuh Lisa mulai mendingin. Tidak ada detak jantung dalam tubuhnya. Kevin berjanji tidak akan membiarkan orang yang membuat istrinya menderita bisa hidup dengan tenang.
Santoso pamit untuk mengurus pelaku yang menyebabkan menantu kesayangan mereka hampir kehilangan nyawanya dan juga mempersiapkan pemakaman untuk cucu yang belum dilahirkan Lisa. Caroline dan Leo ikut dengan Santoso. Bagi Leo wajah wanita yang menyerang Lisa tadi sepertinya tidak asing lagi. Tapi ia lupa siapa orang itu.
Sebelum pergi, Kevin dan Santoso berbicara sebentar. Kevin ingin agar pemakaman dilakukan didesa bunga, tepatnya diantara makam papa dan mama Lisa. Santoso mengangguk paham dengan keputusan putra nya. Ia segera menghubungi pihak terkait untuk mengurus pemakaman calon cucunya.
"***"
Hanya Lisa dan Kevin yang ada diruangan itu. Lisa memberikan isyarat kalau ia haus. Kevin memberikan Lisa minum. Mata Lisa tertuju pada Kevin. Ketika diruangan operasi Lisa bisa mendengarkan semua perkataan Kevin kepadanya. Kevin menyeka air mata di kelopak matanya.
"kenapa...." kata Lisa dengan suara lemah
Kevin menunduk " karena aku tidak bisa tanpamu. Makanya aku mengatakan hal itu."
"aku tidak suka" Air mata Lisa menetes dari sudut matanya.
"maaf sayang. Aku memang berpikiran dangkal. Bagiku lebih baik ikut mati bersamamu daripada harus hidup sendiri atau menikah dengan orang lain." Kevin berbaring disebelah Lisa, ia menyelipkan lengannya dibawah leher Lisa.
Lisa merebahkan kepalanya di dada Kevin. Kevin bisa merasakan ada air hangat yang menetes didadanya.
"jangan bersedih sayang....semua akan baik-baik saja. Kita masih bisa memiliki anak lagi"
__ADS_1
Lisa mengangguk. Ada rasa kesal dan sedih dalam hati nya. Bagaimanapun juga janin itu sudah jalan 3 bulan hidup dalam rahimnya. Bukan hal yang mudah bagi Lisa merelakan kepergian orang yang disayangi nya.
Kevin akhirnya menceritakan pengalamannya setelah setelah keluar dari rumah sakit kepada Lisa. Pada malam hari setelah Kevin keluar dari rumah sakit. Ia, Santoso, Frans dan beberapa pengawal mendatangi lagi ruangan inap Kevin. Kevin menceritakan kalau ia penasaran dengan sosok kedua orang tuanya yang terlihat dalam ruangan itu.
Ia mengatakan kalau pada malam itu, ia bertemu dengan papa dan mama Lisa. Kemudian mereka memberikan tiga buah cahaya ke tangan Kevin. Benda itu sangat berkilau, kemudian papa Lisa mengambil satu benda itu dan berkata "jaga Lisa dari keluarga ku." Pada saat itu wajah Randi tampak sangat sedih ketika menyebut kata keluarga".
Kevin merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keluarga Lisa. Hanya tersisa Leo, paman kecilnya. Sedangkan Roy adik Randi sudah masuk dalam penjara. Lisa sudah tidak mempunyai keluarga lagi selain dirinya. Kalau dikatakan akan melukainya jelas tidak mungkin. Karena Lisa sangat disayang oleh kedua orang tuanya.
Kevin tidak paham dengan ucapan mereka tapi berusaha menerima semuanya dan terus memikirkannya.
Lisa memandang Kevin, ia juga memiliki mimpi yang sama dengan Kevin. Hanya berbeda tempat, Lisa juga sudah menceritakan semuanya kepada Caroline. Dan detik-detik terakhir Lisa juga melihat kedua orang tua nya sedang menggendong seorang bayi laki-laki. Lisa mengikuti mereka dari belakang. Tapi papanya menyuruh Lisa kembali. Lisa tidak putus asa, ia berjalan lagi mengikuti mereka. Tapi kali ini mamanya mendorong tubuh ya dengan sangat kuat.
Lisa kembali keruangan operasi. Disitu ia mendengar Kevin menangis dan menjerit histeris. Ia membangunkan Lisa dengan menggoyangkan badan Lisa berkali kali. Lisa melihat kedua orang tua nya berjalan semakin jauh. Satu kalimat yang Lisa ingat "kembalilah sayang, belum Waktunya Kita untuk hidup bersama."
Lisa ingat kedua orang tua nya kembali mendekati nya dan menolak rohnya dengan keras kembali kedalam tubuhnya kembali. Detik -detik terakhir Lisa bisa merasakan kedua orang tuanya melambaikan tangan kearahnya. Mama nya menggendong bayi dilengannya.
Satu fase dalam hidup Lisa dan Kevin sama-sama bertahan hidup. Saling menguatkan dalam menghadapi semua masalah yang datang menghampiri kehidupan rumah tangga mereka.
Lisa memaksa Kevin membawanya pulang. Awalnya Lisa ingin tinggal di hotel. Tapi mengingat kondisi kesehatan Lisa yang masih harus dalam pengawasan. Kevin memutuskan untuk membawanya kembali ke apartemennya. Karena bagaimanapun dokter Roy tinggal di apartemen yang sama dengan nya. Akan sangat mudah bagi Kevin mendapatkan pertolongan pertama apabila terjadi sesuatu pada Lisa.
Mereka sampai di apartemen malam hari. Kevin menggendong Lisa dan memandikannya. Kemudian Kevin memakaikan pakaian dan mengeringkan rambut Lisa.
"aku tidak melihat mami dan papa." tanya Lisa.
Kevin masih sibuk mengeringkan rambut Lisa berkata "papa dan mami pergi ke desa bunga untuk melakukan pemakaman anak kita."
__ADS_1
"kenapa kamu tidak ikut..."
"anak kita berada ditangan yang tepat.. Diatas sana dia dijaga oleh kedua orang tuamu sedangkan dibumi, dia dihantarkan oleh kedua orangtuaku. Bukankah ia sangat dimanja sebelum dilahirkan...."
Lisa tersenyum "aku sudah merelakan kepergian anak kita"
Kevin memeluk Lisa dari belakang. "kita berdua akan menghadapi semua ini bersama-sama."
"ya...." Air mata Lisa menetes dari sudut matanya. Dukungan dari semua orang yang dicintainya sangat besar dan ia pun harus bertahan.
"kamu mau makan .." tanya Kevin.
""tidak..selera makan ku habis." kata Lisa jujur.
"baiklah... kamu istirahat saja." Aku akan mandi dulu.
Lisa mengangguk dan duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Lisa melihat trending topik dalam berita di internet. Menantu sun group keguguran. Ketika Lisa akan membuka berita itu, langsung terputus. Hanya Sun Group yang bisa melakukan hal ini.
Lisa berusaha mencari kata kunci 'menantu su group' muncul semua halaman tentang dirinya dan Kevin. Tidak ada hal negatif yang muncul dalam berita. Lisa merasa tenang, tidak ada yang mengusik kehidupannya. Keluarga Santoso menjaganya seperi sebuah kaca yang mudah pecah. Seperti perhiasan dengan harga fantastis. Harus jika dengan sebaik-baiknya agar tidak pecah, hilang da rusak.
Kevin keluar dari kamar mandi lebih cepat dari biasanya. Rambutnya masih menetes air. Lisa melihat heran kearah Kevin.
Kevin tersenyum sambil berkata "aku hanya tidak ingin meninggalkan dirimu lama-lama. Kedepannya mari tetap bersama. Dan jangan terpisah."
Lisa menarik sudut bibirnya. "selama ini bukannya kamu selalu ada didekat ku Mr K.??"
__ADS_1
Kevin tertawa "sekarang aku akan menempel kepadamu seperti lem, jadi kamu tidak bisa pergi kemanapun. Selalu bersama denganku."