
Lisa berdiri didepan toko pakaian disalah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, Kevin sudah masuk kedalam. Kaki Lisa berat melangkah kedalam. Ia tahu tempat yang akan dimasukkan nya sekarang adalah toko pakaian dengan harga yang fantastis. Lisa hanya berdiri dan tidak ada niat masuk kedalam
Kevin menggerakkan kepalanya memberikan kode kepada Lisa agar ia segera masuk. Lisa menggelengkan kepalanya melihat Kevin.
Kevin mengerutkan alisnya melihat Lisa, bukan kah ia menginginkan membeli pakaian, kenapa tidak mau masuk?
Lisa berbalik badan dan berjalan meninggalkan Kevin yang masih berdiri melihat dirinya. Karena Lisa menjauh, Kevin segera mengejar Lisa
"kenapa??"
"harga baju disitu sangat mahal." jawab Lisa jujur
"lantas??" tanya Kevin bingung. Apa yang salah dengan harga, bukan kah ia sanggup membelinya.
"dari pada aku menghabiskan uang untuk satu pakaian dengan harga fantastis, aku bisa membeli lusinan baju untuk anak-anak panti asuhan."
Kevin memijat dahinya sudah hampir setahu menikah sikap hemat Lisa masih tetap sama. Walau bukan dirinya yang mengeluarkan uang untuk berbelanja.
"disitu saja...." Lisa menunjuk salah satu toko pakaian yang sedikit ramai.
"terlalu banyak orang, berbahaya untuk kamu." Kevin kembali menunjukkan sikap posesifnya kepada Lisa.
"kalau tidak disitu, aku tidak jadi membeli pakaian." jawab Lisa menantang Kevin
Kevin menarik nafas panjang "baiklah..." Kata Kevin sambil mengeluarkan ponselnya dan terlihat berbicara dengan seseorang. Lisa hanya berdiri menunggu Kevin yang sedang menelpon. Tidak lama kemudian, Lisa melihat orang yang berbelanja ditempat itu keluar semua dan pegawai toko membalikkan papan yang menggantung di pintu menjadi 'tutup'. Lisa terlihat murung, karena toko yang ingin dikunjunginya sudah tutup.
"ayo kita kesana..." kata Kevin
"sudah lah....tidak jadi. Tokonya baru saja tutup."
Kevin tersenyum sambil mencium pipi Lisa. "ayo kesana..."
__ADS_1
Lisa menatap Kevin, apa pria ini karena tidak memakai kaca mata tidak bisa melihat tulisan tutup pada pintu toko...
"kamu li....." belum selesai Lisa menyelesaikan kalimatnya salah seorang pegawai toko membuka pintu untuk Lisa dan Kevin
"selamat datang pak Kevin dan bu Lisa.... silahkan berbelanja." sambut para pegawai toko
Lisa tercengang sambil melihat Kevin, pria ini benar-benar luar biasa. Memiliki akses hingga ke toko pakaian kecil seperti ini.
Kevin menemani Lisa berbelanja pakaian. Ukuran M yang biasa dikenakan Lisa kali ini harus diganti dengan ukuran XXL.
"apa aku sangat gemuk??" tanya Lisa
"tidak... kamu sangat sexy..."
"bagaimana jika setelah melahirkan aku jadi sangat gemuk. Apa kamu akan mencari wanita lain??" tanya Lisa sambil memilih pakaian.
"waktuku hanya untuk kamu dan anak kita. Tidak ada waktu untuk wanita lain." jawab Kevin lugas
Lisa tersenyum puas mendengar perkataan Kevin.
"baju apa??"
"minggu depan ada acara peringatan pernikahan papa dan mami ke 37. Mereka akan mengundang kerabat dekat dan relasi bisnis mereka. "
"oh ya.... kado apa yang akan kita beri??"
"kamu tidak perlu berpikir masalah itu. Aku sudah memesan set perhiasan untuk mami. Dan alat pancing untuk papa." jawab Kevin
"pancing???" tanya Lisa tidak yakin. Lisa sering bersama dengan papa mertuanya tapi tidak pernah sekalipun ia pergi memancing. Lisa sangat yakin itu.
kevin mengangguk "hobi baru papa..."
__ADS_1
"oh..." jawa Lisa singkat.
"apa kamu....yakin aku hadir di acara itu??" tanya Lisa
"tidak sebenarnya." jawab Kevin jujur. Ia sendiri merasa takut kejadian yang dulu akan terulang lagi. Tapi kali ini setiap tamu yang datang harus melakukan konformasi tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga satu orang pasangan yang dibawanya. Nantinya masing-masing mereka harus menunjukkan kode barcode pada aplikasi Sun Group. Jika memang mereka adalah tamu yang diundang makan mereka bisa masuk kedalam. Jika tidak, maka jangan harap bisa lolos dari penjaga pintu depan.
Proses ini bukan tanpa pemikiran panjang Santoso, ia tidak ingin kesenangan keluarga berubah menjadi bencana seperti yang terjadi pada kehamilan Lisa dulu. Ia sendiri juga merasa bersalah karena tidak memikirkan keselamatan menantunya dalam acara tersebut. Tapi kali ini Santoso dan Kevin benar-benar meningkatkan keamanan untuk Lisa. Kevin belum menjelaskan secara detail rencana yang sudah disusun Kevin dan Santoso. Karena khawatir menjadi beban pikiran Lisa
"kalau begitu aku tidak datang??" tanya Lisa ragu.
"tidak mungkin kamu tidak hadir dalam acara sepenting ini. Apalagi mami dan papa sangat menyayangimu." Kevin mencium kening Lisa yang terlihat sibuk melihat warna pakaian yang ingin dibelinya
"aku sudah gemuk seperti ini, apakah tidak masalah ikut acara tersebut.."
Lisa menghayal, tubuh Caroline sangat bagus, walau usianya sudah menginjak 50an tahun tapi tubuhnya seperti wanita yang belum pernah melahirkan. Belum lagi kulit mulusnya, sangat terawat dan terlihat kencang walau tanpa operasi. Lisa melihat tubuhnya dari samping. Bokongnya sudah besar, dadanya apa lagi. Ini baru 3 bulan, masih ada bulan lagi tersisa. Akan sebesar apa tubuhnya.... Lisa merinding membayangkan tubuhnya gemuk seperti acara yang pernah dilihatnya 'wanita tergemuk di dunia'. Tanpa sadar Lisa merinding dibuatnya
Kevin memperhatikan Lisa yang merinding, memeluknya dari samping kemudian mencium lehernya. "Berhenti berpikiran yang tidak-tidak sayang.. Aku sudah berjanji akan menjaga mu lebih baik dari sebelumnya."
Lisa mengangguk dengan cepat, bukan menjaga dengan sangat baik, tapi benar-benar membuat dirinya tidak bisa bergerak dengan sangat baik.
Pelayan toko mendapat hiburan gratis dari Lisa dan Kevin. Kemesraan mereka berdua membuat hati orang yang melihatnya merasa iri. Memiliki suami yang tampan, kaya dan sangat perhatian. Lisa merasa segan dengan tatapan mata yang mengarah kepada mereka. Lisa melepaskan pelukan Kevin. Wajah Lisa sudah memerah karenanya. Sejak hamil Kevin menjadi sangat perhatian kepadanya, selalu menunjukkan sisi kelembutan ketika mereka berdua. Tapi ketika Lisa sudah memiliki permintaan pergi keluar atau ingin pergi ke suatu tempat sendiri, Kevin mulai menjadi sangat posesif. Ia tidak akan membiarkan Lisa pergi dari hadapannya, tidak jarang pria ini juga akan mempersulit Lisa sehingga Lisa memutuskan untuk tidak jadi pergi.
Kevin memeluk Lisa lagi "sebentar lagi...." kata Kevin
"kamu membuat anak-anak kita terjepit." protes Lisa
"maaf." kata Kevin melepaskan pelukannya dan berpindah kebelakang Lisa. Memeluknya dari belakang.
"sudah lepaskan,,,, banyak yang menonton kita. Apa kamu tidak malu..."
"tidak.." jawab Kevin tanpa berpikir.
__ADS_1
Lisa menunjukkan tumpukan baju didepan Lisa yang akan dibelinya. "bagaimana dengan semua ini...." tanya Lisa dengan sungkan
" tidak masalah, ambil saja apapun yang kamu mau.." jawab Kevin sambil memberikan ciuman di pipi Lisa