
Kevin terlihat sudah membuka matanya saat Caroline dan Santoso sampai dirumah sakit. Caroline tersenyum senang melihat Kevin sudah siuman. Selama ini dia dipenuhi rasa khawatir karena ia pernah mengalami masa koma yang sangat panjang, ia selalu berpikir bagaimana jika Kevin mengalami hal yang sama dengan dirinya. Bagaimana dengan kehidupan Lisa jika hal itu terjadi. Dahulu Santoso bertahan menjaga Caroline karena ada Kevin yang menjadi tujuan agar mereka sama-sama bertahan. Tapi Lisa dan Kevin baru saja menikah alam hitungan bulan. Apakah mereka bisa sama-sama mempertahankan rasa cinta mereka dalam kondisi Kevin yang tidak sadarkan diri. Syukurlah Kevin sekarang ini sudah sadar, semua ke khawatiran Caroline sudah sirna.
Caroline mencium kening Kevin, matanya berkaca-kaca. "syukur kamu sudah sadar anak ku, Lisa pasti sangat senang melihat kamu sudah sadar." Caroline ingin membangunkan Lisa, tapi Kevin menghalanginya dengan menggeleng lemah.
Caroline mengangguk paham, Lisa pasti sangat lelah menjaga Kevin semalaman. Santoso datang dengan dokter Roy. Dokter Roy datang dengan perawat dan memeriksanya. Dokter Roy tersenyum puas "selamat datang kembali"
Kevin melihat kearah infus. Ia ingin melepaskan infus dari tangannya.
Caroline mencegahnya "kamu masih perlu perawatan, jangan lepas infusnya."
Dokter Roy berkata "kalau kita tidak melepaskan infusnya, dia pasti akan melepas paksa. Kamu lihat tatapannya, benar-benar tatapan manusia serigala."
Kevin melihat Roy dengan tatapan dingin,
"Selesaikan sesuai keinginannya." kata Roy kepada perawat. Salah seorang perawat ingin membangunkan Lisa karena ia menggenggam tangan Kevin yang terpasang infus. Kevin menatap dingin kearah perawat itu, membuat perawat itu merasa takut melakukan tugasnya.
"Sudah..sudah...aku saja. Kamu bisa-bisa dimakan oleh dirinya, apalagi kalau kamu menganggu wanitanya." Roy berkata sangat serius membuat perawat itu merasa takut.
"apa kalian tahu kalau saat bulan purnama ia akan berubah jadi serigala. Itu alasan aku tinggal ditempat yang sama dengan dia. Jadi ketika ia sudah berubah menjadi serigala. Aku akan memberikannya suntikan khusus agar ia kembali mejadi manusia." lajut Roy berusaha meyakinkan.
Perawat yang disebelah Roy segera mundur menjauh. "kalian pernah melihat film tentang manusia serigala kan? Ia terlihat tampan ketika dalam bentuk manusia. sama seperi pria ini. Dia sangat tampan, tapi ketika sudah berubah kalian akan merasa menyesal."
Kedua orang perawat mengangguk dengan cepat, kemudian melihat orang-orang disekitar Kevin. Pikiran mereka diracuni oleh dokter Roy. Cindy, Leo, Caroline dan Santoso hanya tersenyum mendengar candaan dokter Roy. Pria ini adalah seorang profesor dan dosen terkenal, perkataan pasti benar karena dokter Roy terkenal dokter yang tidak banyak bicara dan ketika bicara selalu tentang hasil riset dan penelitian ilmiah mengenai dunia kedokteran.
Roy melepaskan infus ditangan Kevin, tanpa menganggu Lisa tidur. Selesai mengganti perban Kevin dan melepas infus Roy berkata "hari ini kamu sudah bisa pulang, untuk mengganti perban akan aku lakukan dirumah saja nanti 2 hari kedepan."
__ADS_1
"benarkan sudah bisa pulang hari ini??" tanya Caroline berusaha meyakinkan.
"Caroline, kamu jangan khawatir dia sangat kuat. Bukan kah kami bertetangga, aku akan mudah mengontrolnya." kata dokter Roy.
"mohon bantuannya ya dokter." kata Caroline
"tidak masalah, dia memang sering merepotkan aku." jawab Roy tanpa sungkan. Roy dan kedua perawat meninggalkan ruangan setelah selesai memeriksa Kevin. Sambil berjalan dokter Roy berkata kepada kedua perawat itu "yang aku katakan tadi jangan sampai disebarkan kepada orang lain. Orang tadi punya kekayaan dan kekuatan melebihi yang kalian pikirkan. Dalam waktu singkat, ia bisa membuat kalian menghilang dari dunia ini tanpa terlacak oleh siapapun."
Perawat tadi mengangguk ketakutan. Pengawal Lisa dan Kevin yang mendengar percakapan dokter Leo menahan senyum diwajah mereka.
Suasana ruangan sangat ramai membahas kesembuhan Kevin tapi Lisa tidak merasa terganggu ia masih tidur dengan pulas nya. Leo dan Cindy juga melihat kagum dengan Lisa yang tidak terganggu dengan suasana diruangan ini.
"senang melihat kamu sudah sadar, semoga kamu cepat sembuh Sudah jam 7, aku mau pulang dulu untuk pergi bekerja. Aku takut nanti perusahaan kamu akan jatuh bangkrut kalau aku tidak ada.." kata Leo sambil melambaikan tangannya.
"aku juga pulang dulu. Cepat sembuh manusia serigala." kata Cindy sambil mengandeng tangan Leo.
Semua orang tersenyum bahagia melihat kedua pasangan ini, mendapatkan akhir yang bahagia.
Leo dan Cindy meninggalkan ruangan. Santoso mengantar mereka berdua kedepan pintu. Setelah melihat mereka berdua masuk kedalam lift, Santoso berbicara dengan pengawal Kevin memastikan keadaan yang terjadi tadi malam. Santoso mempunyai kebiasaan seperti ini, setiap hari ia akan menanyakan tentang semua hal yang terjadi dalam keseharian Kevin dan Lisa. Setelah mendapatkan informasi, Santoso kembali masuk kedalam.
"kenapa lama sekali?" tanya Caroline
"seperti biasa," jawab Santoso singkat.
Caroline paham maksud suaminya, sudah pasti ia mencari informasi tentang kondisi tadi malam dengan pengawal Lisa dan Kevin selama mereka tidak ada.
__ADS_1
"apakah tidak apa-apa??" tanya Caroline.
Santoso tersenyum "anak perempuan kita kelaparan malam hari, ia mentraktir semua pengawal. Katanya jika ada yang tidak memesan makanan dan minuman dia akan mendiskon gaji pengawalnya."
Caroline tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kevin dan Lisa baru saja menikah beberapa bulan, bagaimana mungkin ia bisa dengan cepat meniru perbuatan Kevin yang suka menindas orang."
Kevin mengerutkan keningnya mendengarkan maminya menceritakan keburukan putra satu-satunya langsung didepannya. Caroline merasa ada aura tidak enak dari belakangnya. Ia melihat Kevin dengan perlahan, wajahnya sudah menatap maminya dengan dingin.
"tidak masalah,kemampuannya bisa kita tingkatkan. Bagaimana pun Sun Group perlu satu lagi penerus. Lisa harus kita didik dengan baik." kata Santoso.
"baiklah, maslah perusahaan kalian saja yang urus. Mami akan siap-siap karena kita akan pulang hari ini." Caroline barusaha cari aman, putranya sedang tersinggung karena dikatakan suka menindas orang.
Kevin memejamkan matanya lagi, ia merindukan istrinya seminggu berada diparis ditambah lagi kecelakaannya yang dialaminya membuatnya sangat merindukan wanita ini. Melihatnya tidur dengan lelap dipelukan Kevin membuat hatinya tenang.
"kamu mau sarapan anak ku??" tanya Caroline
Kevin menggeleng pelan.
"apa Kevin baik-baik saja? Kenapa dia dari tadi tidak berbicara, bagaimana jika kita panggil lagi dokter Roy untuk memeriksanya." Kata Caroline kepada Santoso sambil melihat kearah Kevin.
"ia sekarang sedang kelelahan, bukankah dia memang seperti itu. Ketika ia kelelahan ia tidak akan mau berbicara kepada siapa pun." jawab Santoso berusaha menenangkan istrinya.
"tapi setidaknya dia akan menjawab pertanyaan kita walau dengan kata 'ya,' 'hmm' 'ok' kali ini berbeda."
"karena saat itu dia tidak terluka sayang. Berhentilah mengkhawatirkannya, seperti kata dokter Roy ia adalah manusia serigala". Santoso tertawa mengingat cara dokter Roy bercerita tadi membuat para perawat mempercayai kalau dikatakan dokter Roy adalah benar.
__ADS_1
Kevin membuka matanya dan melihat kearah papanya. Kenapa kedua orang tua hari ini begitu tega membicarakan putranya sendiri.