
Roy tertunduk sedih, semua sudah terjadi rasa cintanya pada Merry tidak seharusnya menjadi sikap yang begitu arogan untuk memilikinya. Roy yang pertama kali mengenal Merry, tapi mengapa hubungan mereka hanya sebatas teman dan tidak berkembang menjadi sebuah pernikahan seperti hubungan Merry dengan Randy. Cinta Merry yang begitu besar kepada Randy yang bahkan telah meninggal dunia tidak pernah padam. Ketika Roy memintanya menikahinya setelah seminggu kematian abang kandungnya, Merry menolaknya.
Roy sangat marah dan tidak bisa menerima, apa hebatnya Randy?? Roy memutuskan mengusir Lisa dan Merry dari rumah Randy semata-mata hanya ingin membuat Merry memohon padanya agar tidak mengusir mereka dan bersedia menikahinya. Tapi Roy salah, Merry tidak takut dengan ancaman Roy dan membuatnya tega mengusir Merry dari rumah suaminya sendir.
"taukah kamu?? Randy dan Merry sebenarnya sudah bertemu lama sebelum ia bertemu denganmu. Kami adalah sahabat ketika masih sekolah. Merry waktu itu adalah adik kelas kami, wajahnya yang cantik, pintar dan sikapnya yang lemah lembut banyak murid laki-laki yang menyukainya. Salah satunya adalah Randy. Tapi sayangnya Merry tidak memperdulikan dia. Walau mereka berdua adalah siswa terpintar dan selalu mendapatkan juara umum tapi Merry tidak pernah memberikan perhatian kepada Randy. Setelah mereka bertemu kembali yang kebetulan jalannya dari kamu mereka kembali dekat dan akhirnya memutuskan menikah." kata Santoso menjelaskan masa lalu hubungan Merry dan Randy.
Lisa mengangkat tangannya, ia hendak menampar Roy saat ini. Kevin berdiri di depan Lisa sambil menggelengkan kepalanya mengisyaratkan agar Lisa tidak melakukannya.
"jangan halangi aku, aku tahu semuanya...."
"apa yang kamu ketahui??" tanya Kevin
"Dia akan melakukan hal tidak bermoral kepada mama waktu itu kan??
Kevin tertegun. Dari mana Lisa bisa mengetahuinya, padahal hasil visum sudah disimpan Kevin didalam berangkas dan hanya dia sendiri yang mengetahui kodenya.
Pada waktu itu, Sehari setelah pemakaman Merry. Lisa yang sedang sakit secara tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Kevin dan Frans. Bagaimana mamanya hampir mengalami pelecehan seksual, untungnya Kevin dan polisi datang tepat waktu menyelamatkan mamanya.
Lisa sangat marah waktu, kenapa hal seperti itu Kevin tidak memberitahukannya dan menyimpanya sendiri Bagaimana pun ia adalah putrinya yang berhak menerima semua info tentangnya.
__ADS_1
****
Siang itu Kevin menemukan handphone milik Merry yang sudah hancur dibuang dipinggir jalan. Sepertinya handphone itu sengaja dibuang untuk mengelabui pihak kepolisian yang sedang mencari keberadaan Merry. Tapi untungnya Merry menggunakan jeket Lisa. Setiap baju Lisa dibagian kancing bajunya dipasang alat gps. Kevin sengaja memasangkan peralatan tersebut karena dia tidak mau terjadi hal yang dulu terulang lagi, mereka harus menemukan mereka bertahun-tahun lamanya.
Lokasi Merry diperkirakan ada ditengah hutan dikaki gunung, hari sudah menjelang sore dan kabut dipegunungan sudah mulai turun. Jarak pandang semakin pendek. Polisi memutuskan untuk menunda pencarian karena kondisi yang tidak menguntungkan untuk melakukan pencarian. Kevin memaksa tetap melakukan pencarian, bagaimana pun keselamatan Merry dipertaruhkan.
Kevin tidak bisa melihat wanita kesayanganya sedih. Dari informasi GPS mereka berjalan menelusuri hutan dengan berjalan kaki selama lebih kurang 30 menit. Bukan tempat yang mudah untuk dilalui. Dari kejauhan terlihat sebuah gubuk kecil sesuai dengan tempat petunjuk dari GPS.
Kevin memantau lokasi dan terlihat ada 5 orang berjaga diluar gubuk kecil itu. Dengan keahlian yang sudah terlatih, para pengawal berhasil mengatasi para penjaga sebelum polisi bertindak. Benar-benar gerakan yang cepat.
Kevin membuka pintu itu dan terlihat Roy sedang memaksa membuka pakaian Merry. Kevin menedang dan menghujaninya dengan pukulan. Roy ditangkap dan Merry terlihat sudah tidak berdaya terbaring di lantai. Tangan dan kakinya masih diikat. Bajunya sudah robek. Pada leher dan dada Merry ada bekas kemerahan.
Kevin menggendong tubuh kurus Merry dipunggungnya. Saat itu Kevin berusaha meyakinkan Merry bahwa ia akan baik-baik saja, ambulans sudah bersiap diluar hutan menunggu mereka dan akan menyelamatkan Merry
Kevin hanya bisa tertunduk. Dia tidak ingin membela diri, hanya satu kata yang keluar dari mulut Kevin "maaf,,,,"
"minta maaf tidak akan menyelesaikan masalah. Aku tidak suka dengan caramu yang suka mengambil keputusan sendiri. Apa yang terjadi pada mama, Kenapa kau tidak mengatakan padaku?" Lisa menggoyangkan lengan Kevin.
Kevin mengangkat kepalanya dan berkata :
__ADS_1
"Pada saat itu mama ada di punggungku, dia mengatakan bahwa almarhum papa sudah datang menjemputnya. Aku melihat sekitar hanya ada kami dan tidak ada siapa-siapa lagi. Kata mama, papa ada didepanku. Aku katakan itu hanya halusinasi mama. Tapi katanya itu nyata. Aku berteriak tolonglah untuk pergi. Jangan ganggu. Tapi,,,,," Kevin berhenti berbicara dan ia menangis. Kevin selama ini merasa beban menyimpan semuanya . Ia menyalahkan dirinya kenapa tidak lebih cepat datang ketempat Merry, kenapa ia tidak mengabaikan saja keinginan Lisa untuk pergi bersama pada waktu itu. Penyesalan karena gagal melindungi orang yang disayanginya.
Sampai diambulans, Merry kehilangan kesadarannya team dokter yang dibawa didalam ambulans melakukan CPR. Melihat Merry hati Kevin hancur. Ia benar-benar tidak berani kembali menemui Lisa apabila terjadi sesuatu pada Merry. Syukurnya saat itu Merry kembali sadar. Dalam keadaan lemah, Merry mengatakan kepada Kevin agar menjaga Lisa dengan baik dan lagi-lagi ia mengatakan kalau papa Lisa sudah datang menjemputnya. Kevin menangis ketika Merry lagi-lagi kehilangan kesadarannya.
Dalam hatinya berkata kepada almarhum papa Lisa,,, 'tolonglah jangan bawa pergi mama bersamamu. Lisa akan sangat sedih jika mengetahui mamanya tidak bersamanya lagi. Apapun akan aku lakukan, tapi tolong jangan bawa mama..'
Sekuat apapun ia memohon, Tuhan punya rencana dimasing-masing hidup manusia. Cinta sejati mereka lebih kuat dari apapun, ia bahkan sampai harus turun kebumi hanya demi menjemput cinta sejatinya.
***
Lisa memeluk Kevin, semarah apapun dia mamanya tidak akan kembali lagi. Tidak ada yang bisa dikatakanya, Lisa merasakan semua rasa sakit dihati Kevin.
"keserakahan kamu membuat mereka harus mengalami kesulitan. Saham yang kamu bicarakan memang dititipkan kepada ku. Karena Randy sudah menduga kamu pasti akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepada mereka. Kesalahanku karena harusnya dari awal aku sudah membawa mereka bersamaku. Aku tidak menduga kalau kamu benar-benar tega melakukan hal ini seperti perkataan Randy." Santoso berdiri dan mengelus kepala Lisa kemudian berkata kepada Roy
Roy tidak berkata apa-apa.
"sebenarnya Randy sudah menyiapkan sahamnya 10% untukmu dan 20% untuk Merry. Tapi,jika sesuatu terjadi pada Lisa dan Merry setelah ia meninggal maka saham tersebut batal diberikan kepadamu. Dia sangat sayang padamu sebagai Abang, dan sebagai seorang suami ia sangat bertanggung jawab. Jadi, disini sekaligus kami akan bacakan surat wasiat dari Randy untukmu" lanjut Santoso
Ruangan itu hening seketika.
__ADS_1