
Lisa menangis dan Frans memberikan tisu kepada Lisa. Kevin yang baru siap belanja, bingung melihat Lisa menangis tersedu-sedu. Rasa sesak di dadanya membuat Lisa susah mengatur nafasnya.
Kevin masuk kedalam mobil dan menutup pintu. Lisa langsung menyandarkan kepalanya di dada Kevin.
Kevin bingung, tapi instingnya sebagai seorang pria terpanggil. Kevin memeluk Lisa dan mengelus kepalanya dengan lembut. Kevin tidak bertanya apa pun. Ia hanya membiarkan Lisa menangis, melepaskan semua emosi dalam hatinya.
Frans memarkirkan mobilnya di taman kota. Kemudian keluar dari dalam mobil, memberikan kesempatan kepada bosnya untuk menenangkan istrinya.
Ketika suasana hatinya sudah mulai tenang, Lisa menyandarkan kepalanya di bahu Kevin.
Bersama pria ini dia merasa tenang dan nyaman. Dia bisa mengeluarkan semua emosi dalam dirinya. Padahal selama ini Lisa tidak pernah menunjukkan kesedihan nya pada orang lain. Bahkan dengan Leo, Lisa tidak pernah menangis. Selalu menunjukkan sisi wanita mandiri. Kenapa dengan pria ini,,, apa yang istimewa darinya?
Kevin menyandarkan kepalanya diatas kepala Lisa. Tangannya menggenggam tangan Lisa.
"apa mama ada mengatakan sesuatu???" tanya Lisa
"ya.. mama minta keluar dari rumah sakit."
"apa kata dokter?"
"sel kanker sudah menyebar."
Air mata Lisa kembali mengalir. Kevin menghapus air mata Lisa dengan ibu jarinya.
"aku benci papa. Kenapa dia harus meninggalkan uang begitu banyak tapi dengan jaminan membawa mama bersamanya..."
"jangan berkata seperti itu. Ini adalah jalan dari Tuhan untukmu. Selama ini kalian sudah hidup susah. Tuhan ingin memastikan hidup kamu baik baik saja dengan meninggalkan warisan yang sangat banyak dan keluarga baru yang akan menyayangi dan melindungi kamu seperi yang dilakukan mama dan almarhum papa."
"aku mau mama sehat, tidak perlu yang lain."
"tidak ada yang kekal didunia ini. Tidak hanya manusia, tumbuhan dan hewan juga mati. Kita hanya tinggal menunggu waktu saja."
"aku mau mama sehat, setidaknya dia bisa melihat cucunya lahir, masuk sekolah dan tumbuh besar."
"dimana pun mama berada, dia pasti bisa melihat kamu dan anak kita kelak."
Lisa mengahapus air matanya dan membersihkan cairan hidungnya.
"anak kita??" tanya Lisa
Kevin bingung apa yang salah dengan perkataan nya..... "kamu menikah denganku sudah pasti melahirkan anakku."
"Mr K. kamu terlalu percaya diri!'
"jadi kamu mau melahirkan anak siapa ...."
Perkataannya memang benar, tapi Lisa kesal orang ini terlalu menyebalkan.
Kevin membuka kaca dan memanggil Frans agar melanjutkan perjalanan. Frans masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Kevin baru menyadari bungkusan yang dibawanya dari mini market belum diberikan kepada Lisa.
Kevin mengangkat bungkusan plastik dikakinya kepada Lisa tanpa berbicara,
Mata Lisa berbinar senang dan senyumnya mengembang.
"terima kasih. waahh.... banyak sekali isinya." Suasana hati Lisa langsung berubah 180 derajat. Rasa emosi Lisa yang memuncak mendadak sejuk seperti musim semi. Banyak bunga yang bermekaran dihatinya.
Keripik kentang,roti isi sosis, coklat, wafer, biscuit stick semua makanan kesukaan nya ada di Bungkusan besar yang dibeli Kevin. Lisa memberikan keripik kentang dan coklat kepada Frans.
Frans takut menerima dari tangan Lisa. Karena tatapan mata Kevin mengintai dari belakang. Lisa paham, Frans segan menerimanya.
"kamu tenang saja,suami ku orangnya baik."
Kevin melihat keluar jendela mobil, perkataan wanita ini merupakan pengakuan pertama kali. Hati Kevin melambung tinggi. Kata 'suami' bagi Kevin sangat lembut terdengar masuk dari telinga dan masuk kedalam hati dengan hangatnya. Kevin menahan senyum bahagianya.
Lisa sibuk dengan makanan nya. Lisa melahap roti sosis dengan semangat. "kamu mau??" Lisa berbicara sambil memberikan roti kearah mulut Kevin.
"buka mulut, cepat....."
Kevin sedikit malu, tapi ia membuka mulutnya. Lisa pun menyuapkan roti itu kemulut Kevin.
Frans membawa mobil ke apartemen Kevin.
"kemana kita??" tanya Lisa sambil makan.
"ke rumah kita" jawab Frans
"mama sudah dirumah." jelas Kevin
"apa....." Lisa terkejut bagaimana mungkin mamanya keluar dari rumah sakit tanpa memberitahu terlebih dahulu.
"tadi aku sudah menghubungi kamu. Tapi kamu tidak mengangkat telepon dari ku "
Lisa buru-buru mengeluarkan handphone nya dan memeriksa daftar panggilan masuk.
Ada 50 Panggilan tidak terjawab. "ini nomor kamu...." tanya Lisa seperti orang tidak bersalah
Kevin mengambil handphone Lisa dan menambahkan kontaknya.
'suami'. Lisa memperhatikan Kevin. Melihatnya menuliskan suami Lisa protes. "kenapa tulis itu "
Kevin mengembalikan handphone Lisa. "jika kamu ganti. Aku akan bilang sama mama." ancam Kevin sambil keluar dari mobil. Senyum nakalnya membuat Lisa kesal
'berani sekali mengatur hidup orang. Dasar pria menyebalkan. Kenapa mama bisa pilih orang ini jadi suaminya??' batin Lisa
Kevin membuka pintu mobil untuk Lisa sambil mengulurkan tangannya. Lisa mengabaikannya keluar dari mobil. Dengan santai Lisa berjalan didepan Kevin. "memang kamu tahu, kita tinggal dimana??" sindir Kevin
"tidak" jawab Lisa santai
__ADS_1
Kevin tersenyum dan memegang tangan Lisa.
"Lift ada disebelah kanan. Kamu berjalan kearah tangga darurat gedung."
"kan bisa sekalian olahraga." jawab Lisa tidak mau kalah.
"kita tinggal di lantai 10, yakin mau naik tangga??"
"aku hanya menguji fisik mu, seperti nya kamu tidak cukup kuat baiklah jika begitu kita naik lift saja." Lisa bicara sambil merubah arah.
Kevin tersenyum sambil mengelengkan kepalanya. Wanita ini memang sangat keras kepala pikirnya.
Sampai dilantai 10, disebelah lift lagi-lagi Lisa melihat pria memakai jas hitam, lengkap dengan handfree bluetooth di telinganya. Lisa memegang kuat lengat Kevin. Ia tidak nyaman dengan para pria bertubuh kekar dengan gaya militer yang selalu ada disekitarnya.
"mengapa belakangan ini ada orang seperti ini di rumah sakit bahkan disini??" tanya Lisa
"kamu tidak perlu khawatir. Mereka team keamanan yang menjaga kita."
"apa kamu punya banyak musuh???" selidik Lisa
Kevin tersenyum. "sangat banyak, jadi kamu harus hati-hati."
mendengar perkataan Kevin,Lisa merinding.
"kamu tenang saja. Aku akan menjagamu dan mama dengan sebaik-baiknya dari musuh ku "
Kevin tersenyum nakal. Kali ini ia berhasil menakut nakuti Lisa.
"tidak bisakah kamu menjalankan bisnis legal.... Melihat gaya mereka kalau dari drama yang aku tonton sepertinya kamu seorang mafia."
Kevin akan membuka pintu, tapi tangannya ditahan Lisa.
"aku khawatir, kalau mama melihat banyak penjaga seperti ini, nanti bisa-bisa mama tambah sakit jantung kamu buat. Lebih baik kembalikan kami kerumah kami saja." bujuk Lisa.
"keamanan disini lebih baik. Cctv 24 jam, diseluruh lantai 10 ini sudah dibeli dan merupakan milik kita. Kamu tidak perlu khawatir."
"seribu kali kamu sebutkan jangan khawatir, itu malah membuat ku semakin takut." Lisa berkata jujur
"ada berapa jumlah mereka...." lanjut Lisa bertanya
"total ada 50 orang, dibagi 3 shift dan ada bagian masing-masing."
"apa tidak terlalu berlebihan menjaga 1 keluarga dengan orang begitu banyak."
Kevin tersenyum "besok akan aku perkenalkan dengan mereka semua."
"aku rasa tidak perlu" Lisa senyum getir
"tidak, bagaimana pun ada hal yang perlu diperhatikan dari proses pengamanan kamu dan mama."
__ADS_1
Lisa memandang Kevin tidak percaya. lagi-lagi hatinya bertanya.. 'kenapa harus dia ma... Apa benar seperti yang dikatakan Frans. Jangan-jangan usaha mafia yang dijalankannya. Seperti drama yang pernah ditonton itu'