
Lisa dan Kevin sampai di hotel, Kevin mau masuk kedalam tapi Lisa menolaknya. "sebaiknya kamu tidak masuk, langsung kekantor saja."
Kevin tidak mengerti kenapa Lisa menyuruhnya pergi sedangkan tadi sepertinya mereka sudah dalam kondisi baik-baik saja."apa aku ada melakukan kesalahan lagi?" tanya Kevin
"untuk saat ini aku sangat malas bertemu dengan mu. Silahkan kamu pergi saja." Lisa meninggalkan Kevin dan masuk kedalam hotel ditemani 3 orang pengawalnya.
Kevin kembali bersedih, istrinya tidak menginginkannya saat ini. Kevin masuk kedalam mobil dan tidak memberikan arahan kepada Andi kemana tujuan berikutnya. Andi tidak berani bertanya karena wajah suram bosnya. 15 menit sudah mereka masih berada didalam mobil, ponsel Kevin berdering dari Lisa. Wajah Kevin sangat senang melihat layar ponselnya. "baik...baik..."
Andi melirik dari kaca spion, "pak, kita pergi beli teh susu sekarang." Senyum kembali merekah dibibir Kevin, pria ini terlihat sangat tampan ketika tersenyum. Sampai di toko teh susu langganan Lisa, Kevin menjadi buah bibir para pelanggan dan penjaga toko. Karena ketampanannya, membuat wanita mana saja akan menyukainya. Kevin memesan 5 teh susu untuk Lisa dan begitu pesanan datang, Kevin langsung pergi meninggalkan toko.
Beberapa wanita mendekati Kevin, pengawal Kevin langsung menghadang mereka. Kevin langsung masuk kedalam mobil tanpa melihat kearah mereka lagi. Satu kalimat yang didengar Kevin adalah 'apakah dia artis? dia sangat tampan tidak mungkin kalau dia bukan artis terkenal. Ada bodyguard disekelilingnya benar-benar keren.'
Toko langganan Lisa kebetulan memang tidak jauh dari hotel dan kantor. Dalam waktu singkat Kevin sudah kembali lagi ke hotel dan masuk dengan penuh semangat. Ketika sudah sampai di hotel Lisa terlihat sedang makan pizza dan spaghetti ukuran besar sudah habis 3 kotak. Selera makan istrinya benar-benar diluar kebiasaanya.
Lisa melihat teh susu ditangan Kevin langsung memberikanya senyuman manisnya "terima kasih suami...."
Kevin bernafas dengan lega, akhirnya Lisa sudah tidak marah lagi. " Kamu mau??" Lisa menyodorkan satu potong pizza kepada Kevin. Kevin langsung menggigit pizza yang diberikan Lisa. Mood Lisa seperti biasanya, senang ketika ada makanan yang diinginkannya. Semua emosinya akan sirna karena makanan. Caroline melihat mereka berdua dengan senyum. Senang melihat Kevin dan Lisa akur kembali.
Sambil makan Lisa berbicara kepada Kevin. "Besok aku akan mulai kekantor."
"baiklah, makanan apa yang harus disiapkan??"
__ADS_1
"sepertinya apel berwarna merah cerah harus ada dimeja kerjaku. Jangan lupa teh susu dan jus buah."
"ya... nanti Frans akan menyiapkan semuanya."
Lisa cemberut melihat Kevin "kamu yang harus siapkan. Kenapa menyuruh orang lain. Ini anak kamu, bukan anak Frans." Melihat mulut Lisa yang penuh dengan makanan ditambah wajahnya yang cemberut terlihat sangat lucu.
Kevin mengusap rambut Lisa "baiklah, aku akan siapkan semuanya."
Lisa mengangguk dan tersenyum puas semua keinginannya harus dipenuhi oleh Kevin sendiri. Lisa menerima panggilan dari Leo. Leo sudah mengirimkan data hasil uji coba ponsel terhadap permainan yang akan mereka luncurkan. Lisa baru ingat tidak ada laptop yang dibawanya.
"sayang....ambilkan laptopku dikantor..." Lisa tersenyum manja kepada Kevin
"baik..." Kevin mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Frans.
Kevin tersenyum "baiklah istriku tersayang, suamimu ini pergi ambil laptop ya.."
Lisa tersenyum puas "oke,,,"
Caroline duduk disebelah Lisa "kamu tidak merasakan mual nak?"
Lisa menggeleng "tidak. Aku bahkan tidak merasa kalau sekarang sedang hamil. Tidak ada perbedaannya mi."
__ADS_1
Caroline mengusap rambut Lisa "sehat-sehat ya sayang. Kamu mau makan apa untuk makan siang??"
Lisa masih merasa kenyang "tidak ma, aku masih kenyang. Nanti saja dipikirkan mau makan apa."
Lisa merubah posisi duduknya, ia menghadap kearah Caroline sambil menaikkan kakinya ke sofa. Kedua kakinya bersila sambil memeluk bantal sofa. "mami, ada yang salah denganku." Lisa bicara dengan serius
Caroline mengikuti posisi Lisa dan mereka saling berhadapan "apa sayang??" tanya Caroline
"rasanya aku tidak ingin melihat Kevin ada didekatku. Tapi begitu dia pergi sebentar saja rasanya aku merindukannya. Benar-benar tidak masuk akal. Setiap melihatnya, rasa aku ingin mengusirnya jauh dariku."
Caroline menahan tawanya "tidak masalah, proses kehamilan membuat perubahan hormon. Wajar jika tiba-tiba kamu merasa kesal tanpa alasan. Atau kamu sedih untuk hal yang tidak perlu . Mungkin juga bisa kamu senang secara tiba-tiba tanpa alasan khusus."
"dulu mami juga seperti itu. Ketika hamil Kevin, mami selalu menempel sama papa. Kalau papa tidak ada, mami akan menangis seperti anak kecil ditinggal orang tuanya." lanjut Caroline
Lisa mengingat mimpinya beberapa bulan yang lalu dan menceritakan kepada Caroline. Lisa bermimpi bertemu mama dan papanya di suatu ladang bunga yang sangat luas dan cantik. Banyak kupu-kupu berterbangan dan aroma wangi bunga sangat kuat diciumnya saat itu. Lisa mengingat ada satu bintang kecil yang bersinar terang ditangan mamanya dan diberikan kepada Lisa. Mereka berpesan untuk menjaga bintang tersebut dan harus membuat bintang itu tetap bersinar. Lisa tidak paham dengan keinginan kedua orang tuanya. Kemudian seingat Lisa, bintang itu dimasukkan kedalam perut Lisa.
Kemudian Lisa terbangun satu kata terakhir yang dikatakan mamanya adalah 'satu bintang akan kembali ke langit, dua bintang akan selalu menyinari hidupmu. Genggam lah ia selamanya. Jangan mendekati orang tua karena ia sangat jahat'
Lisa menanyakan kepada Caroline maksud mimpinya. Ia juga tidak paham arti mimpi Lisa. Orang tua Lisa sekarang adalah Caroline dan Santoso mereka sangat menyayangi Lisa seperti anak sendiri, mana mungkin mereka akan menyakiti dirinya.
Kemudian Lisa berkata kepada Caroline ketika Kevin keluar dari rumah sakit ia melihat kedua orang tuanya melambaikan tangan kepadanya sambil tersenyum. Lisa sangat senang saat itu, mama dan papanya terlihat sama dengan foto yang tergantung dilantai 1 apartemen Kevin tempat Lisa biasa bekerja dirumah.
__ADS_1
Caroline menepuk pundak Lisa dengan lembut "mungkin papa dan mama mau kamu hidup dengan baik dan ingin kamu tahu kalau mereka saat ini dalam kondisi sangat baik. Kamu tidak perlu bersedih lagi dan teruskan hidupmu dengan sebaik-baiknya. Karena setiap orang tua pasti memiliki pemikiran yang sama kepada anak-anaknya. Ia akan selalu melindungi anaknya dengan sayap mereka."
Lisa mengangguk, suatu hari kelak ia pun akan menjadi orang tua dan akan melakukan hal yang sama demi anak-anaknya. Lisa sangat berharap anak-anaknya kelak akan mendapatkan hal yang lebih baik darinya. Dan menjaga mereka dengan sekuat tenaga. Memastikan mereka tidak dalam kesusahan seperti yang dialaminya dahulu