
Kevin menatap Cindy dengan tatapan tajam. Lisa dan Leo melihat arah pandangan Cindy ikut terkejut Kevin entah sejak kapan berdiri didepan pintu mendengar pembicaraan mereka. Lisa bangkit dan mendekati Kevin, bagaimana pun saat ini hanya Lisa yang bisa menenangkan hati Kevin
"sayang,,,,sejak kapan kamu bangun" tanya Lisa dengan manja
Wajah Kevin yang tadi tenang berubah menjadi hangat "apa yang terjadi...." tanya Kevin
Lisa memeluk Kevin dan mencium pipinya "aku tadi sangat takut melihat kamu pingsan." Lisa bermanja pada suaminya.
Kelemahan pria ini adalah Lisa yang bersikap manja. Seorang serigala yang buas mendadak akan berubah menjadi seekor anak kucing yang lucu ketika istrinya bermanja-manja kepadanya.
Lisa mengajak Kevin duduk disebelahnya "apa kamu pusing sayang??" tanya Lisa
"tidak..." jawab Kevin melihat kearah Lisa kemudian melihat Cindy dengan tatapan tajam "lanjutkan cerita tadi"
Lisa menggenggam erat tangan Kevin.
"Cerita sudah selesai" jawab Cindy.
"dimana dia sekarang??" tanya Kevin lagi
"aku tidak tahu, berita terakhir yang aku dengar katanya dia ada di kota ini." jelas Cindy
Kevin mengangguk "aku harus menemuinya." Kevin bicara sambil menepuk tangan Lisa
"Kamu yakin tidak apa-apa??" tanya Lisa
"selama ini aku ini aku insomnia, karena setiap kali tidur selalu memimpikan hal buruk. Aku seperti berlari bersama seorang anak laki-laki lain. Kami dikejar beberapa orang sambil membawa pedang. Aku sangat ketakutan, tapi ketika aku bersama mu, entah kenapa kalau aku bersamamu, tidak ada rasa takut dalam hatiku. Mimpi buruk itu juga tidak ada muncul sama sekali." kata Kevin sambil menggenggam tangan Lisa
Lisa menyandarkan kepalanya di dada Kevin, selama beberapa bulan ini ia sudah sangat kejam kepada Kevin. Membiarkannya dalam ketakutan yang menyelimuti pikirannya. Ia begitu tidak berperasaan mengabaikan Kevin yang mengalami trauma psikologis sendirian. Padahal pria ini tidak pernah membiarkannya sendiri.
"maafkan aku" kata Lisa sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipinya,
Kevin mencium kening Lisa. Lisa mengangkat kepalanya dan memegang pipi Kevin sambil berkata "mari kita hadapi semuanya bersama-sama."
"ya...." Kevin mencium bibir Lisa dengan lembut.
__ADS_1
"ehem... Ada orang tua disini..." Leo berkata menyadarkan kedua pasangan ini kalau saat ini mereka tidak hanya berdua.
Lisa dan Kevin menghentikan kegiatan mereka dan tertawa bersama sambil melihat kearah Leo.
"ayo kita kebawah" kata Kevin
"kamu yakin??" tanya Lisa
"kalau ada kamu aku yakin bisa melewati semuanya bersama-sama." Kevin sudah berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Lisa. Lisa menyambut tangan Kevin sambil tersenyum. Mereka berempat melangkah bersama keluar dari kamar hotel Lisa menuju ball room.
Suasana diruangan sangat mencekam ketika mereka masuk. Mereka berempat menjadi pusat perhatian keluarga yang masih berdebat masalah itu.
"kenapa kamu disini?" Tanya Santoso
"aku akan menghadapi semuanya, mencoba menggali ingatanku yang terhapus pa."
Perkataan Kevin membuat Santoso tidak bisa berbuat apa-apa. "apa kamu yakin??" tanya Santoso
"Ya... biarkan aku bertemu dengan Patrick sekarang." kata Kevin
Santoso memegang keningnya sambil melihat kearah Caroline. Caroline mengangguk, ia ingin memberikan kesempatan kepada Kevin untuk sembuh dari penyakit traumanya. Santoso menggelengkan kepalanya melihat Caroline, hatinya berat memberikan izin karena mengingat semua penderitaan Kevin bertahun-tahun karena ingin menyembuhkan penyakit psikologisnya. Caroline memeluk Santoso dan menatapnya dengan lembut "biarkan anak kita menjadi berani sepertimu."
"Aku akan berganti pakaian dulu. Kamu tunggulah dilobi hotel sejenak." Kata Lisa sambil keluar dari ball room.
Lisa dengan cepat menuju kekamar dan mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan kemeja panjang. Jaket tebal dibawa Lisa untuk dirinya dan juga untuk Kevin. Kevin menunggu dilobi hotel, bersama anggota keluarga lain. Lisa melihat ada 10 mobil lebih berjajar parkir.
"apakah mereka semua ikut??" tanya Lisa
"ya...." kata Kevin
Lisa naik mobil SUV bersama Leo dan Cindy. Kali ini Leo yang membawa mobilnya, Lisa dan Kevin ada duduk di bangku belakang. Kevin menyandarkan kepalanya di kepala Lisa. Bukan hanya hati Lisa yang dipenuhi kegalauan,Kevin yang mengalami semua masalah ini juga tak kalah galau dibandingkan Lisa.
"bagaimana jika ketika aku mengingatnya ternyata aku adalah seorang pembunuh" kata Kevin
Lisa memutar kepala Kevin perlahan dan menghadap kearahnya "aku tidak percaya kamu seperti itu, Kamu ada sosok seorang pelindung dan penyayang. Kamu tidak pernah berniat menyakiti seseorang apabila orang itu tidak menyakiti orang yang kamu sayangi. Jangan berkata jika aku,,,,, aku tidak mau mendengar kata-kata itu." kata Lisa sambil mencium bibir Kevin dengan cepat dan lembut.
__ADS_1
"aku hanya ingin memastikan apakah kamu bersedia menungguku..."
"aku adalah istrimu, tentu saja aku hanya akan menunggumu." jawab Lisa dengan jelas.
Cindy dan Leo hanya berdiam diri mendengar kedua pasangan dibelakangnya yang sedang saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.
"Bisa kah aku tidur??Aku sangat mengantuk sekarang" kata Lisa.
Kevin menepuk-nepuk pahanya agar Lisa berbaring di pangkuannya. Lisa merebahkan dirinya dan tertidur dengan lelap. Udara yang dingin ditambah kondisi tubuh yang belum sembuh, membuat Lisa selalu mengantuk.
Lisa tidak tahu berapa lama ia tertidur, begitu bangun ia tidak menemukan Kevin dan Cindy.
"kemana Kevin....." tanya Lisa
"dia sudah didalam bersama Cindy." jawab Leo.
"untung kamu segera bangun kalau tidak pengawal mu akan jadi boneka salju. "
Lisa melihat keluar, 6 orang berdiri mengelilingi mobil. "kita harus segera masuk. Kevin membutuhkan ku." kata Lisa sambil membuka pintu mobil.
Leo mengikuti Lisa, begitu juga para pengawalnya. Lisa menghubungi Kevin karena i tidak tahu ada dilantai berapa Patrick dirawat. Kevin tidak mengangkat panggilan dari Lisa.
"aku tidak bisa menghubungi Kevin." kata Lisa kepada Leo.
"Ponsel Cindy ada bersamaku." kata Leo sambil menunjuk tas Cindy.
"A bantu aku mencari kemana Kevin. " kata Lisa kepada pengawalnya.
"mari ikuti saya nona.." kata A membuka jalan kepada Lisa
Lisa sampai dilantai 8, tempat Patrick dirawat. Lantai 8 sangatlah sunyi. Belakangan Lisa baru tahu kalau lantai 8 ini sudah disewa semua oleh Santoso. Lisa melihat Kevin yang ragu membuka pintu kamar.
Lisa menggenggam tangan Kevin "ada aku jangan takut."
"kamu sudah bangun....." tanya Kevin
__ADS_1
"sudah....aku merasa lebih enakan karena sudah mendapatkan energi dari kamu." Lisa berjinjit dan mencium pipi Kevin.
Pria ini sangat tegang sekarang, Lisa paham sekali tentang hal ini. Perlahan-lahan Lisa dan Kevin sama-sama membuka pintu kamar...