
Lisa menengadah, melihat seorang pria tinggi berdiri disebelahnya. Lisa segera mengambil tasnya yang diletakkan di bangku sebelahnya. Lisa melihat sekelilingnya semua bangku sudah hampir penuh, sangat wajar jika pria ini duduk disebelahnya. Beberapa mahasiswi nampak berbisik melihat pria ini, wajah termasuk kategori tampan. Walau menurut Lisa masih jauh lebih tampan suaminya, Leo dan juga pengawalnya. Bagaimanapun setiap orang memiliki selera masing-masing terhadap lawan jenisnya.
Lisa melihatnya sambil tersenyum dan berkata "silahkan"
Pria itu melihat Lisa memindahkan tas kepangkuan nya. Ia melihat cincin bunga dijari manis Lisa. Setelah itu ia duduk dan menjulurkan tangannya."salam kenal, namaku Arkana.". Pria itu menebarkan senyum manis, lesung pipinya langsung terlihat jelas di pipinya. Menambah pesona ketampanannya.
"Lisa." jawab Lisa dengan singkat, saat ini dia tidak bisa banyak bicara karena ponselnya dalam kondisi sedang aktif panggilan dari Kevin. Pria ini meminta Lisa tidak memutuskan sambungan panggilan darinya selama kuliah. Jadi isi tas Lisa disamping buku pelajaran juga ada 3 power bank yang disiapkan Kevin dalam kondisi penuh daya. Tidak ada pilihan bagi Lisa. Dari pada melihatnya di kampus atau membuat Kevin menghubungi pihak kampus untuk memberitahukan istrinya kuliah di kampus ini atau malah membuat Lisa seperti istri bos mafia yang diikuti pengawal berjaket kulit yang akan mengikutinya kemana pun ia bergerak.
Berharap kehidupan normal seperti yang lain seperi hal mewah bagi Lisa. Sangat sulit didapatkan.
"kamu juga mahasiswa baru??" tanya Arkana.
Lisa mengangguk tanpa menjawab. Diujung panggilan sana langsung merespon "jangan terlalu dekat dengannya." kata Kevin.
Lisa sedikit menjauhkan handfree bluetooth nya dari telinga, sedikit membosankan mendengar Kevin yang mengomel mengenai lawan jenis Lisa. Kemudian memasangkannya lagi setelah ia merasa tidak ada yang bicara diujung telepon sana. Setelah itu Lisa kembali menutupi dengan rambutnya yang tergerai agar tidak terlihat ia mengenakan handsfree
"kamu mendengarkan musik..." tanya Arkana yang melihat handsfree ditelinga Lisa
"ya..." jawab Lisa sambil kembali fokus ke podium. Profesor yang mengisi mata kuliahnya sudah masuk dan mulai mengabsen mahasiswa yang hadir.
Dosen yang masuk kali ini memang sesuai dengan yang dibicarakan mahasiswa, dosen yang sangat detail dan ketat dalam hal pelajaran. Baru pertama kali memberikan mata kuliah, profesor ini langsung memberikan tugas mengenai pemasaran internasional dan dikumpul minggu depan. Beberapa mahasiswa ada yang terlihat mengeluh karena biasanya diawal perkuliahan sangat jarang dosen memberikan tugas. Bagi Lisa ini adalah sebuah tantangan, dipikirannya mulai memikirkan setelah pulang kuliah ia ke perpustakaan dulu. Mencari bahan pelajaran yang akan ditulisnya nanti.
''di kantor dan dirumah ada buku mengenai pemasaran internasional. Kamu tidak perlu ke perpustakaan." kata Kevin yang menguping keseharian Lisa.
Lisa pura-pura tidak mendengar, akan terlihat canggung didepan orang apabila ia terlihat berbicara terus-menerus dengan ponselnya. Hari ini hanya satu mata kuliah, tapi rasanya bagai mendengarkan kuliah 3 mata pelajaran langsung. PIkiran Lisa benar-benar terkuras dihari pertama kuliah. Begitu selesai memberikan mata kuliah, dosen pelajaran pemasaran internasional pun keluar dari kampus. Lisa menarik nafas lega akhirnya selesai juga pelajaran kali ini.
Masih baru menikmati kebebasan dari mata kuliah hari ini, beberapa mahasiswi sudah berkumpul dihadapannya. Lisa bingung melihat para wanita dihadapannya, ternyata mereka ingin menyapa Arkana. Lisa dengan cepat membereskan buku pelajarannya dan keluar dari kerumunan orang.
"apa tadi, kenapa ada ramai-ramai?" tanya Kevin
"hanya sekumpulan mahasiswi yang ingin berkenalan dengan pria yang duduk di sampingku." jelas Lisa sambil berjalan keluar ruangan kampus.
__ADS_1
"apa dia sangat tampan..." tanya Kevin
"tidak setampan dirimu tentunya" jawab Lisa santai
"permisi...." dua mahasiswi mendatangi Lisa dan mengajaknya bicara.
"apa kamu ada kontak mahasiswa disebelah mu tadi...." tanya mereka.
"tidak." jawab Lisa
"oh begitu...." jawab salah satu dari mereka sambil melihat cincin pernikahan Lisa.
"cincin kamu bagus..."
"cincin pernikahan ku." jawab Lisa beramah tamah.
"kamu sudah menikah...." tanya salah seorang dari mereka dengan semangat.
"perkenalkan nama ku Santi dan dia Mei..."
Santi berambut pendek tapi terlihat sangat feminim dari cara berpakaiannya. Sedangkan Mei mengenakan kaca mata dan menyukai gaya kasual. Mei terlihat memiliki Kepri yang hampir sama dengan Lisa. Dari berkenalan tadi ia hanya diam dan mendengarkan Lisa dan Santi bicara.
"kami adalah sahabat dari SMA sampai kuliah. Benar-benar soul mate kan...'' kata Santi sambil merangkul Mei.
Lisa mengangguk tanpa menjawab.
''sepertinya istri ku punya teman baru" kata Kevin diujung telepon sana. Lisa menggeser handsfree nya agar tidak mengganggunya berbicara dengan teman barunya.
"jadwal kuliah kita hari Rabu diganti menjadi hari Kamis. Aku yakin kamu belum tahu " kata Mei dengan wajah tanpa ekspresi.
"benarkah...." kata Lisa tidak percaya. Informasi penting seperti ini bisa dilewatkannya begitu saja.
__ADS_1
"sebaiknya kamu bergabung di forum kampus. Banyak informasi penting yang bisa kamu dapatkan." kata Mei dengan canggung.
Lisa memperhatikan Mei dengan bingung, wanita ini terlihat cuek, tapi kenyataan ia sangat baik dan tidak pelit dengan informasi yang didapatkannya. Lisa mengeluarkan ponselnya, dan mereka berdua bisa melihat dilayar ponsel Lisa panggilan sedang berlangsung dengan 'suami'.
Santi dan Mei saling bertukar pandangan. Benar-benar romantis, ketika kuliah pun mereka berdua tetap berkomunikasi.
Lisa merasa canggung melihat layar ponsel nya menjadi perhatian 2 kenalan barunya.
"aku matikan dulu panggilannya." kata Lisa, tanpa ijin dia langsung menekan tombol tutup telepon.
Sementara Kevin yang diujung telepon sana merasa kesal diabaikan oleh Lisa hanya karena teman barunya.
"bagaimana cara bergabung di forum sekolah...." tanya Lisa sambil memberikan ponselnya kepada Mei.
Mei menerima ponsel Lisa dan mendownload aplikasi kampus mereka di ponselnya. Setelah selesai ia menyerahkan kembali ponselnya kepada Lisa sambil menjelaskan fitur yang ada pada aplikasi tersebut. Mei menjelaskan dan Lisa mengangguk paham. Sepertinya ia harus bergaul untuk menghindari kesalahan dalam jadwal kuliah atau pun informasi kampus lainnya.
Lisa mengucapkan terima kasih kepada Santi dan Mei yang sudah membantu nya. Dan mereka pun bertukaran kontak agar bisa tetap berkomunikasi.
Mei dari tadi melihat ponsel Lisa dan cincin dijari manisnya.
"kamu bekerja...." tanya Mei
"ya. Aku harus kembali ke kantor karena aku hanya ijin sampai jam 1'' jelas Lisa
"sepertinya kamu orang kaya. Ponsel mu sangat mahal. " kata Mei tanpa basa basi.
Lisa tersenyum canggung, " ini hadiah dari ikut acara kantor" jawab Lisa merendah.
"bukankah cincin pernikahan seharusnya berbentuk polos dan tidak banyak motif....setahuku jika cincin pernikahan terlalu banyak motif maka pernikahannya akan banyak cobaan." kata Mei dengan wajah tanpa ekspresi.
Mendengarkan perkataan Mei, Lisa diam sejenak. Jantungnya berdetak lebih kencang....
__ADS_1