Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
biarkan berjalan seperti air


__ADS_3

Lisa memperhatikan Valen dan Khay yang pergi meninggalkan lokasi acara, tidak lama kemudian Valen kembali dengan wajah sedih. Lisa mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Valen. Lisa meminta agar Valen menemaninya sebentar karena Kevin sudah bersama relasi bisnisnya yang lain.


Valen melihat kearah Lisa sambil tersenyum. Samar-samar Lisa bisa melihat Valen menghapus air matanya sambil berjalan kearah Lisa. Begitu sampai di samping Lisa ia berkata "kakak ipar butuh sesuatu??"


"tidak aku hanya bosan sendirian kamu temani aku ya..." jawab Lisa sembarang.


Valen terlihat seperti memikirkan sesuatu. Lisa merangkul Valen dan berkata " ada yang ingin kamu katakan???"


Valen dengan semangat mengangguk, tiba-tiba dengan menggeleng dengan lemas. Ada dua alasan Valen enggan bicara, pertama karena Kevin tidak suka membahas Khay dan kedua karena terlalu malu bercerita masalah ini kepada Lisa.


Lisa tersenyum melihat reaksi lucu Valen "apa karena ad hubungannya dengan Khay jadi kamu bersikap seperti ini??"


Valen membesarkan matanya melihat Lisa. Ia tidak menyangka tebakan Lisa benar-benar mengenai sasaran.


"dari mana kakak ipar tahu??"


"tempat ku sekarang lebih tinggi 15 cm dibandingkan tempat para tamu. Tentu saja aku bisa melihat segala sesuatu di bawah sana. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Khay menatap mu ketika kamu sedang sibuk berbicara dengan anggota kita. Wajahnya sangat kesal,aku ingin mengambil gambarnya, tapi malas jika terlihat oleh Kevin. Kamu tahu dia kan??" jelas Lisa


"benarkah dia seperti itu??" Valen merasa ada angin segar berhembus dihatinya. Dalam hati Valen ada perasaan ingin memastikan yang ia dengar dari mulut Khay adalah benar adanya.


Lisa mengangguk, "lihat lah kedepan sekarang, ia sedang mencari keberadaan mu. " Lisa menunjuk Khay dengan bibirnya yang terlihat sedang mencari seseorang.


Valen semangat melihat kearah bibir Lisa "mungkin bukan mencari ku..." jawab Valen sambil menunduk sedih. Ia tidak berani terlalu berharap.


"Tidak lama lagi dia akan menghubungi." kata Lisa dengan semangat karena ia melihat Khay mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

__ADS_1


Benar sesuai dengan perkataan Lisa, ponsel Valen berdering dari Khay. Valen hanya melihatnya kemudian mematikan ponselnya.


"kenapa dimatikan/?" tanya Lisa


"saat ini aku sedang marah, aku tidak ingin mengatakan hal-hal yang tidak ingn aku ucapkan ketika sedang emosi." Valen berbicara melihat Lisa kembali menunduk sedih.


Lisa hanya mengangguk, berbeda sekali dengan dirinya. Apabila ia sedang marah ia akan mengeluarkan semua apa yang ada didalam hatinya. Dulu Lisa lebih suka menyimpan semua masalahnya dalam hati. Sejak sering berbicara dengan Cindy kebiasaanya berubah. Jika sedang marah, Lisa lebih suka berbicara apa adanya. Mengeluarkan isi hatinya membuat perasannya jauh lebih baik dibandingkan dengan memendamnya sendiri dalam hati.


"apa yang aku lakukan salah??" tanya Valen sambil melihat Lisa


"semua orang benar dengan pikiran merkea masing-masing. Kamu melakukan hal ini pasti punya pertimbangan khusus. Aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu." Lisa menepuk pundak Valen kemudian sibuk makan lagi dengan camilan  buah dihadapannya.


"kamu sangat baik kakak ipar...  Frans sering berkata kepadaku, saat ia akan diintimidasi oleh kak Kevin kamu selalu menyelamatkannya. Ternyata memang benar kata kak Frans, kamu seperti malaikat baginya." puji Valen


"benarkah...." tanya Lisa apakah memang seperti itu dirinya Dimata Frans....


"jangan lihat dia, lihat saja aku dan pura-pura tertawa karena sekarang dia sedang melihat kearah mu." tulis Lisa kepada Valen.


Valen melihat layar ponsel Lisa dan paham apa maksud pembicaraannya. Valen dan Lisa tersenyum bersama dan dua pasang mata mengamati dari sudut pandang yang berbeda. Kevin penasaran apa yang dilihat mereka berdua dan terlihat begitu senang, sedangkan Khay melihat Valen dengan tenang. Setidaknya bersama Lisa hatinya tenang, tidak ada pria yang akan mendekati Valen karena Kevin tidak akan membiarkan istrinya berdekatan dengan pria mana pun.


"sepertinya ia masih melihatmu."kata Lisa


sambil tersenyum Valen berkata "dia membuatku bingung harus bersikap seperti apa."


"kalau begitu lakukan hal yang kamu mau. Biarkan semuanya mengalir bagaikan air. Dekat lah dengan banyak pria, lihat reaksinya lagi. Jika dia posesif terhadapmu berarti dia menyukaimu." kata Lisa sambil tersenyum kearah Kevin yang melihat kearahnya.

__ADS_1


"dia sudah melakukannya. Tadi dia marah kepadaku karena aku berbicara dengan pria. Tiba-tiba dia mengatakan dia menyukaiku. Padahal jelas-jelas 2 hari yang lalu aku mendengar dari mulutnya berkata kalau ia tidak menyukaiku.  Aku hanya dijadikan alat agar ia bisa  tetap bekerja." ujar Valen sedih


Lisa tidak menyangka Khay tega mengatakan hal yang menyakiti hati Valen begitu dalam. Lisa juga bisa memahami jika dirinya. "dia mengatakan hal itu kepadamu??" tanya Lisa memastikan lagi.


Valen mengangguk sedih. Ia juga ingin menyangkal kebenaran dari pendengarannya tapi sayangnya apa yang terjadi tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


"biar aku yang memberi pelajaran kepada nya." Lisa menggeser kursinya dan ingin memukul kepala Khay yang mungkin terkena benturan keras sehingga bicaranya sangat kasar seperti itu.


"jangan kakak ipar, biar aku selesaikan sendiri saja. Aku tidak mau kak Kevin marah kepada ku karena kakak berhubungan dengan kak Khay"  Wajah Valen kembali cemberut sedih mengingat wajah Kevin yang marah.


"Bagus kalau kau tahu" kata Kevin sambil menyentil kepala Valen.


Lisa dan Valen terlalu serius bicara sehingga tidak menyadari kalau Kevin sudah berada dibelakang mereka.


"sayang aku bawa Valen dahulu, aku mau dia bergabung dengan ayah dan salah seorang investor yang berniat menjadi salah satu penjual produk kalian. Apakah kau mengijinkannya??" tanya Kevin


Lisa memanjangkan lehernya mencari keberadaan Rajak "apakah pria tampan itu???" tanya Lisa penuh semangat


Kevin mengerutkan keningnya "kamu...sedang memuji pria lain didepan pria mu sendiri???" kata-kata Kevin penuh penekanan setiap kata.


"bukan begitu Mr K. Aku sedang mencari pria tampan untuk dikenalkan kepada Valen. Pria itu sepertinya lumayan, kamu silahkan bawa Valen kesana."


Kevin menatap tajam Lisa dan Valen secara bergantian. Instingnya mengatakan ada sesuatu antara mereka berdua yang tidak bisa diungkapkan Kevin dengan kata-kata.


"sudah sana pergi,..,,," kata Lisa sambil mendorong Kevin

__ADS_1


Lisa menjadi penonton satu-satunya dalam panggung ini. Wajah Khay kembali memerah menahan kesal. Lisa sangat puas dengan keadaan ini. Ia berharap Valen bisa menemukan orang yang tepat untuk hidupnya. Tidak masalah siapa orangnya, apakah itu Khay atau pria yang sedang ada didepan Valen saat ini. Bagaimana pun setiap orang pantas untuk bahagia.


__ADS_2