Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kalimat yang sangat ditunggu.


__ADS_3

Kevin mengeluarkan sebuah surat dari dalam tas kerjanya dan meletakkan dimeja.


"kamu baca saja. Ini yang kamu inginkan, maka akan aku berikan. Jika kamu merasa bahagia lepas dariku, pergilah. Aku akan memenuhi semua keinginanmu. Jika ada yang tidak kamu setujui masalah pembagian harta silahkan tuliskan saja yang kamu mau. Aku pergi dulu." Kevin mematikan televisi dan berjalan kearah gantungan jaket.


"Maaf" kata Lisa pelan tapi terdengar jelas ditelinga Kevin. Kevin tidak jadi mengenakan jaketnya dan menoleh kearah Lisa, pipinya sudah dibasahi air matanya sambil menatapnya


Hati Kevin luluh seketika. Ia duduk dibawah sambil memegang tangan Lisa, satu tangan lagi mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


"jangan menangis" Kevin memeluk Lisa. 3 hari ini bukan hal yang mudah bagi Kevin. Mendiamkan Lisa selama ini juga membuatnya menderita. Lisa adalah cinta pertamanya, ia selalu memperlakukan Lisa dengan sangat baik. Lisa baginya sangat penting dalam kehidupan Kevin. Tidak pernah baginya berpikir untuk berpisah dari wanita yang sudah dicintainya berpuluh-puluh tahun yang lalu.


Lisa memeluk Kevin  "maaf aku terlalu egois dengan diriku sendiri."


"aku tidak mau berpisah denganmu, aku juga tidak suka melihat dekat dengan wanita lain. Aku sebenarnya tidak rela menyuruhmu mendekati wanita lain atau menikahinya. Aku yang terlalu bodoh membiarkan semua ini selama ini. maafkan aku."


Kevin mengangguk,,,' "ku tahu sayang,,,,aku tahu..."


Lisa melepaskan pelukan Kevin "kalau kamu tahu, kenapa kamu tega memberikan surat cerai itu kepadaku??" tanya Lisa.


Kevin melihat berkas dimeja "itu bukan surat cerai. Tapi surat pembagian harta, aku ingin membagi kepemilikan hartaku dan merubahnya menjadi atas namamu." jelas Kevin


"benarkah.."


"ya..." jawab Kevin singkat sambil mengusap air mata Lisa


" bagaimana jika setelah diubah atas namaku kamu mengajukan perpisahan kita??" tanya Lisa


"seperti yang aku katakan, kamu bisa menambahkan pilihan yang kamu inginkan. Kamu bisa menuliskan kalau aku menikah lagi semua harta atas namaku akan berpindah menjadi milikmu secara otomatis."

__ADS_1


"bukankah itu sangat kejam..." kata Lisa sambil menyeka air matanya


"tentu saja tidak, aku tidak ada niat untuk menikah lagi. Untuk apa merasa itu kejam. Aku juga sudah menambahkan poin penting dalam perjanjian ini. Apabila kamu berselingkuh, semua harta yang sudah diubah atas namamu secara hukum akan berubah menjadi atas namaku."


"hei Mr K, ternyata kamu sangat perhitungan denganku." protes Lisa


Kevin mendekati wajah Lisa "tidak ada satu orang suami yang mau istrinya mendekati pria lain. Kamu adalah wanitaku dan selamanya akan begitu." Kevin mengusap pipi Lisa dengan lembut, terasa hangat kemudian memegang keningnya.


"kamu demam??" tanya kevin


"tidak" jawab Lisa


Kevin menggendong Lisa ketempat tidur dan menyelimutinya. Kevin terlihat menghubungi seseorang dan kemudian keluar kamar. Lisa memegang keningnya merasa tidak ada yang salah dengan tubuhnya saat ini. Hanya kepalanya sedikit berat, mungkin karena kurang tidur. Lisa memejamkan matanya dan kembali tertidur.


Lisa terjaga dari tidurnya, suasana sangat sunyi dan sepi. Salju masih turun dan menutupi jalanan dan atap rumah penduduk. Lisa menyingkirkan selimutnya dan berjalan keruang tamu,kosong tidak ada siapapun disini, Lisa kembali kedalam kamar, duduk sambil menatap keluar jendela, 'apa tadi hanya ilusi?? bukankah tadi ia sudah baikan dengan Kevin... Semuanya terasa sangat nyata, Jika nyata kenapa ia meninggalkan ku sendiri lagi....pasti tadi aku sedang bermimpi....' Lisa memegang keningnya terasa hangat... 'ya... pasti mimpi..' batinnya lagi.


Lisa menghapus air mata di pipinya menyesali semua perbuatannya. Ia mengambil ponselnya dan mencari nomor Kevin. Lisa ragu menekan nomor Kevin untuk dihubungi. Dengan sisa keberaniannya Lisa menghubungi Kevin, tidak ada jawaban. Lisa mencoba lagi dan sama. Kevin tidak bersedia menerima panggilannya.


Lisa mengirimkan pesan kepada Kevin


'kamu dimana...' pesan tidak dibaca.


'sudah la...lebih baik tidur.' batin Lisa.


Lisa tertidur dan terbangun ketika langit sudah gelap. Tirai jendela masih terbuka, lampu kamar juga masih belum menyala. Lisa melihat ponselnya lagi, tidak ada panggilan dan pesan hanya dibaca tidak dibalas. Hati Lisa sangat sakit. Kemana Kevin sebenarnya.


Ia membuka selimutnya dan berjalan keruang tamu. Hanya ada buah dimeja, dan sekarang ia sangat lapar. Lisa berjalan kearah kulkas dan mengambil susu cair kemudian menuangkannya kedalam gelas. Selesai minum susu dan memakan apel, Lisa kembali kedalam kamar dan tidur kembali. Jalan dengan perlahan,  dan merebahkan dengan sembarang tubuhnya ditempat tidur.

__ADS_1


Lisa merasa tubuhnya melayang,ia membuka matanya dan pandangannya kabur seperti melihat Kevin dihadapannya.


Bibir Lisa berbisik "aku merindukanmu..." kemudian ia terlelap dalam tidurnya.


Suhu badan Lisa semakin panas, Kevin mencairkan obat dan memasukkan kedalam mulutnya, kemudian memberikan kepada Lisa secara langsung dengan mulutnya. Kevin membuka baju Lisa dan memeluk tubuhnya dengan erat.


******


Hari masih gelap dan Lisa merasa tubuhnya memeluk seseorang. Lisa merasakan nafas di keningnya kemudian ia mengangkat kepadanya dan menemukan Kevin ada didepan matanya. Hati Lisa sangat senang, ia memegang wajah Kevin untuk memastikan kali ia bersama Kevin bukan hanya mimpi belaka.


Lisa mencium bibir Kevin, kemudian ia tersenyum puas. Akhirnya kali ini Lisa bisa membuktikan kalau yang dialaminya bukan mimpi. "aku mencintaimu..." Lisa mencium lembut bibir Kevin sambil tersenyum senang.


"aku juga mencintaimu.."jawab Kevin yang tiba-tiba membuka matanya. Lisa terkejut dan mundur dengan cepat. Kapan pria ini bangun? batin Lisa. Rasa malu memenuhi hati Lisa sekarang, dengan cepat ia memunggungi Kevin.


Dengan cepat Kevin menarik Lisa kearahnya dan memeluknya dengan erat. Ia mulai mencium leher Lisa dan telinganya. Lisa merasakan sensasi berbeda ditubuhnya. Ia merindukan setiap sentuhan Kevin.


"kenapa membalikkan badan..apa kamu sangat ingin menerima ciuman disini..." Kevin mencium pundak Lisa berkali-kali. Lisa merasa geli ditubuhnya.  Lisa menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara *******.


Kevin mulai nakal dengan sentuhan ditubuh Lisa.


"kemana saja kamu..." tanya Lisa


"tadi aku mencari toko obat sialnya mobil tergelincir karena jalan licin. Kamu merindukanku,,," tanya Kevin sambil mencium telinga Lisa


Lisa berusaha keras agar tidak terpancing dengan sentuhan Kevin. Kevin berhenti mencium tubuh Lisa.


"kamu mencintaiku,,,"tanya Kevin tanpa menyentuh tubuh Lisa

__ADS_1


Lisa hanya diam,  tidak berani menjawab. Suasana kamar mendadak menjadi sangat  sunyi. Hati Lisa mulai khawatir, bagaimana jika Kevin tidak memperdulikannya lagi. Bagaimana jika dia tidak menyukainya lagi,,, batin Lisa.


Pikiran Lisa masih menghayal jauh, Kevin tiba tiba mencium leher Lisa. Tanpa persiapan, bibir Lisa mulai mendesah. Kevin tersenyum puas melihat istrinya......


__ADS_2