
"aku perlu handphone baru." Ujar Lisa
"baik kita beli sekarang."
"bukannya kamu tidak bawa uang sekarang??"
"uang bukan masalah." Kevin sibuk menghubungi Frans. Dan Lisa masuk kedalam mobil terlebih dahulu.
"maaf pak, boleh aku tahu nama bapak?"
"saya andi bu."
"pak andi boleh saya pinjam kotak obat?"
"apa ibu terluka?? " tanya Andi
"tidak pak bukan saya."
Andi memberikan kotak obat yang diambilnya dari bagasi belakang mobil. Kevin melihat Andy membawa kotak obat segera masuk kedalam mobil.
Kevin memegang tangan Lisa dan memeriksanya. "apa ada yang terluka???
"kamu yang terluka, bukan aku."
Lisa meletakkan tangan Kevin ke pangkuannya dan sambil membuka kotak obatnya.
Lisa membuka perban yang membalut tangan Kevin.
"kenapa kamu bisa terluka?"
"tadi malam waktu membongkar rumah kata tidak sengaja terkena pecahan kaca."
Mata Lisa berkaca- kaca. "kenapa tidak hati-hati?"
"maaf membuatmu khawatir."
"lain kali berhati-hati."
"hm" jawab Kevin singkat.
"Luka ini dijahit,,,"
"ya.." Lisa ingat tadi Kevin menggendongnya pasti tangannya berdarah karena itu.
"berapa jahitan??"
"aku lupa 7 atau 8 jahitan dalam dan luar."
Lisa tahu, karena perkataannya tadi malam yang mengatakan tidak mau melihat strawberry lagi, pria ini pasti semalaman membongkar semua rumah kaca dan mencabut semua tanaman strawberry. Semua dilakukan demi dirinya.
"terima kasih." ujar Lisa
"kenapa?"
"karena kau sudah begitu sabar kepadaku."
__ADS_1
Kevin tidak berkata apapun, hatinya sangat senang Lisa sudah kembali seperti dirinya.
Lisa selesai mengobati luka Kevin dan menyerahkan kotak obat kembali kepada Andi.
Kevin bersandar di bahu Lisa.
"terima kasih kamu sudah kembali, satu harian melihatmu menangis bahkan sampai kamu tidur dana ketika kamu bangun tidak mempedulikan ku rasanya duniaku runtuh." ujar Kevin sambil memejamkan matanya.
Lisa tersenyum tipis, sambil melihat keluar jendela. Lisa dan Kevin sampai di mall terbesar dikotanya.
"aku mau melakukan banyak hal hari ini." Ujar Lisa sambil menyingkirkan poni dari dahinya.
"aku mau belanja, kemudian nonton dan makan sepuasnya. Aku mau mama melihatku dari atas sana yakin kalau aku baik-baik saja."
Kevin mengangguk.
Frans berjalan dibelakang mengikuti bosnya yang sedang berkencan dengan istrinya bersama dua orang pengawal. Kevin meminta agar mereka tidak terlalu dekat dengan mereka.
Di toko handphone Lisa berkata kepada penjaga toko.
"keluarkan tipe handphone paling baru dan paling mahal," perintah Lisa
Penjaga toko itu melihat kearah Kevin dan Lisa bergantian.
"lakukan saja apa yang diinginkan istriku." kata Kevin meyakinkan.
Lisa tersenyum puas.
Pelayan toko memberikan tipe handphone terbaru. Handphone android yang bisa dilipat layarnya.
"Akhirnya aku mempunyai handphone seperti ini. Kamu tahu di drama korea yang aku lihat para pemerannya sudah menggunakan handphone seperti ini. Keren sekali bukan???" ujar Lisa
"tentu saja ganti handphonemu. Biar seperti oppa oppa korea itu."
Pelayan toko mendengar perkataan Lisa tersenyum.
"Keluarkan satu lagi handphone tipe yang sama beda warna."
"tapi bagaimana membayarnya bukankah kamu tidak membawa dompet??"
"tenang saja ada Frans yang akan mengurusnya."
Frans tersenyum dibelakang Kevin.
"bagaimana kalau Frans jatuh miskin kamu habiskan semua uangnya..."ujar Lisa polos.
"itu gunanya Frans diberikan gaji yang besar. Karena dia harus mentraktir kita."
"Bos bilang akan ganti" rengek Frans.
"aku tidak ada mengatakan hal itu." Kevin tertawa nakal.
Ketika proses pembayaran dikartu ATM terlihat nama Kevin Santoso. "ini kan punya kamu, bukan punya Frans.."
Kevin tertawa. " ATM untuk keperluan pribadi tertinggal di desa bunga. ATM yang dipegangnya adalah khusus penggunaan kebutuhan bisnis. Misalnya membayar makan relasi bisnis."
__ADS_1
Lisa mengangguk. "kalau begitu aman untuk masalah uang. mari lanjut berkeliling." Ujar Lisa sambil melingkarkan tangannya di lengan Kevin.
Selesai membeli handphone mereka di bioskop dan menonton film action . Hal yang tidak pernah dilakukan Kevin sebelumnya. Makan hot pot bersama dengan Frans dan 2 pengawal dilakukan mereka. Pada awalnya mereka sangat canggung. Tapi Kevin mengirimkan pesan kepada mereka agar bersikap natural seperti sedang makan dengan teman agar Lisa senang.
"Aku ingin belanja kesitu" Lisa menunjuk kearah supermarket.
Kevin mengangguk. Lisa dengan semangat memasukkan semua jenis makanan ringan favoritnya kedalam troli belanjaan yang didorong Kevin. Hanya untuk makanan dan minuman ringan Lisa troli Kevin sudah penuh. Wajah Lisa murung, Kevin paham istrinya perlu belanja banyak. Frans datang dengan troli kosong, wajah kembali Lisa tersenyum. Mereka ketempat sayuran. Lisa membeli bahan makanan untuk dimasaknya, semua jenis ikan dan daging diambilnya. Sayur dan buah favoritnya juga dibelinya. Langkahnya terhenti di tempat strawberry. Kevin paham Lisa belum bisa mengatasi luka hatinya. Kevin mengajak Lisa menjauh, tapi Lisa menolak. Dengan tangan bergetar, Lisa mengambil strawberry itu dan memasukkannya kedalam troli. Kevin sedikit takut emosi Lisa kembali tidak stabil. Diluar dugaan, Lisa tersenyum kearah Kevin.
"kita beli cake???"
"ok.."
Mrs Kevin sangat puas hari ini.
Lisa dan Kevin pulang ke rumah,
"mami.. Lisa pulang" ujar Lisa sambil memamerkan handphone barunya.
Santoso melihat putranya dan 8 orang menyertainya dari belakang semua membawa bungkusan besar belanja.
"wah, putri papa sepertinya sangat senang hari ini. " Ujar Santoso sambil menanyakan keadaan Lisa dengan isyarat mata. Kevin membalas dengan senyum, hati Santoso jadi tenang.
Santoso duduk disebelah Lisa yang sibuk memamerkan handphone barunya. Kemudian Lisa menceritakan film yang tadi ditontonnya dengan Kevin. Lisa menceritakan dengan antusias, membuat Caroline dan Santoso menyimak semua perkataan Lisa.
Barang belanjaan Lisa dan Kevin sudah disusun rapi dalam kulkas oleh Nita. Ketika Lisa sibuk bercerita kepada mertuanya.
Caroline dan Santoso yang sebelumnya khawatir dengan keadaan Lisa dan Kevin kini bisa bernafas lega. Akhirnya Lisa kembali lagi menjadi dirinya.
Caroline dan Nita sibuk menyiapkan makan malam. Lisa yang sudah selesai mandi duduk di ruang tamu disebelah Santoso.
"pa..apa tawaran bekerja yang tadi pagi papa katakan masih berlaku??" Tanya Lisa ragu.
Santoso menutup koran yang dibacanya kemudian berkata : "tentu saja. tempat kamu bekerja Growth Ltd 30% sahamnya sekarang adalah milik kamu. Sebelumnya atas nama papa kamu."
"benarkah...." Lisa tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ternyata cerita di kantor yang sering didengarnya tentang salah satu pemegang saham tidak pernah terdengar kabarnya adalah almarhum papanya. Benar-benar luar biasa.
"kalau tidak salah undangan rapat pemegang saham Minggu depan. Nanti akan papa tanya sama Kevin detail nya."
Kevin turun dari tangga setelah selesai mandi. Pulang dari berkencan dengan Lisa ia langsung bekerja dengan Frans diruangan kerja lantai 2.
"nah...itu dia sudah turun." ujar Caroline
"kalian mencari ku...." tanya Kevin
"kapan rapat pemegang saham nak...." tanya Santoso
" Minggu depan, 5 hari lagi. Kenapa...."
"apa aku boleh ikut..." tanya Lisa ragu.
"tentu saja boleh. Kebetulan akan ada serah terima deviden saham dari perusahaan ke ahli waris." jelas Kevin.
"horee....dikasi pa...." ujar Lisa senang seperti anak kecil yang diberi hadiah coklat dari orang tuanya.
"kamu bantu urus semuanya ya."
__ADS_1
"sudah selesai urusannya hanya tinggal serah terima saja."
Semua urusan dikeluarga ini sepertinya sangat mudah, apapun yang Lisa mau seperti sebuah perintah yang harus dilaksanakan