
Kevin masih berdiri menunggu istri bekerja dengan posisi berdiri sambil menyilang kan satu kakinya. Kedua tangannya masih dilipat di dadanya. Lisa sibuk mengetik dan mencetak surat pernyataan kalau semua orang yang masuk pada malam hari ini tidak akan membocorkan masalah yang terjadi dengannya dan Angel kepada siapapun. Sangsi skorsing hingga surat peringatan akan diterima bagi siapa yang melanggarnya.
Kevin tidak menyangka pertemuan Lisa dengan makhluk lain akan membuat dirinya lembur hingga jam 10 malam dengan wajah karyawan yang sudah sangat tertekan dibuatnya. Kevin menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan-lahan.
"sayang, sudah malam...mari kita pulang."
"kamu duluan saja,masih ada yang harus aku selesaikan."
Kevin menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menarik dari wajahnya dengan menahan emosi. Ia sedikit kesal dengan Lisa, bukankah ini hanya masalah kecil kenapa harus dibesar-besarkan.
"sayang.... ini hanya urusan kecil."
"apa kamu merasa ini urusan kecil?? bagiku tidak. Karyawan yang terpaksa lembur karena ada kerjaan mendesak akan merasa takut untuk berada didalam kantor. Ia akan merasa takut, kemudian kinerjanya bisa terganggu. Kinerja karyawan terganggu mempengaruhi perusahaan. Apa kamu tidak tahu itu??" kata Lisa sambil terus mengetik surat pernyataan. Rambutnya yang tadi tergerai sudah disanggul lagi keatas olehnya karena sibuk mengetik.
Kevin menggelengkan kepalanya, hanya karena makhluk tidak kasat mata istrinya jadi seperti ini. "apa perlu aku mendatangi lantai 3 dan mencari makhluk itu??" kata Kevin kesal.
"bagus jika kamu bisa temui mereka sekarang. Aku akan membuat surat pernyataan untuk 'mereka' apabila berani menganggu ketenangan karyawan ku aku tidak segan-segan melakukan tindakan yang lebih."
Kevin mengerutkan keningnya. Ia semakin tidak paham dengan keinginan istrinya. Lisa biasanya bertindak yang seperti ini ketika lapar atau sedang mengantuk. Para petugas keamanan jadi merasa serba salah dibuat Lisa.
"sayang...besok kita ada rapat penting." Kevin berusaha membujuk Lisa.
"katanya kamu mau menemui makhluk itu, temui dulu sana.." kata Lisa sambil terus mengetik.
"jika dia cantik sepertimu aku mau. Karena kamu bilang pria, aku tidak ada selera," kata Kevin sembarang sambil memainkan ponselnya.
Para petugas keamanan menahan tawa mendengar perkataan Kevin. Lisa melirik mereka dan Kevin secara bersamaan. Petugas keamanan kembali berwajah serius.
"aku penasaran, benar-benar penasaran. " kata Lisa lagi sambil menggelengkan kepalanya.
"sayang, kamu hanya kelelahan. Jangan terlalu dipikirkan. Hanya ilusi."
"kenapa ilusi bisa terjadi disaat yang bersamaan dengan kami berdua??" tanya Lisa
"ya karena kalian berdua sama-sama lelah bekerja."
Seorang pegawai kemananan yang sudah berusia 50 tahunan masuk kedalam ruangan ia terlihat dari kamera pengawas tadi menemani orang yang melakukan perawatan lift.
"memang ada penunggu dilantai 3" katanya
__ADS_1
Pegawai keamanan yang tadi memberikan kode agar ia tidak berbicara seperti itu kepada sang pegawai tua tadi.
Lisa yang tadi sibuk mengetik menghentikan kegiatannya seketika dan melihat pria tua itu. "bapak jangan memberikan berita seperti itu." kata Lisa kesal
"maaf, kalau ibu tidak berkenan mendengarkan cerita saya. Tapi benar adanya, saya sudah bekerja berpuluh tahun di gedung ini." kata petugas keamanan itu.
Kevin menatap dingin pria tua itu. Gara-gara perkataanya bisa-bisa ia tidak pulang sampai besok pagi. Suasana diruangan mendadak menjadi hening dan dingin. Mereka melihat kearah Kevin yang tatapannya sangat menusuk kedalam hati,
Lisa tiba-tiba berdiri membuat suasana hening dan dingin menjadi lebih mencekam. Lisa melihat kearah Kevin.
"temani aku kelantai 3 sekarang.."
"untuk apa??" tanya Kevin berjalan mendekati Lisa
"untuk membuktikan bahwa hal itu tidak benar. Ya....walau tadi...." Lisa tidak melanjutkan perkataannya dalam lubuk hatinya sebenarnya merasa takut dengan kejadian tadi. Logika harus diatas segalanya. Jangan sampai masalah seperti ini merusak dirinya menjadi orang yang penakut.
Kevin mengenal Lisa dengan baik, wanita ini terlihat kuat diluar tapi sebenarnya hatinya sangat rapuh. "aku akan menghubungi pengawal kita." Kevin mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan terlihat berbicara kemudian menunjuk kearah kamera pengawas yang di ada dinding. Lisa melihat dari televisi pengawal Lisa D E dan F masuk kedalam lift dan kemudian Lisa melihat kearah kamera pengawas di dalam lift. Begitu sampai dilantai 3 Lisa melihat mereka menyetel jam tangannya dan sinar menyala dari jam tangannya
Lisa tercengang. "wah... seperti yang ada di detektif conan" kata Lisa spontan
Kevin menahan tawanya, istrinya memang sangat polos dengan hal-hal seperti ini.
Lampu diruangan menyala secara tiba-tiba. Pengawal Lisa nampak saling memunggungi dan melihat kearah yang berlainan. "kenapa lampunya hidup sendiri??" tanya Lisa bingung.
"kantor kita menggunakan fitur lampu pintar." jawab Kevin santai
"benarkah??kenapa diruangan ku tidak??" Lisa memiringkan kepalanya kearah kiri berusaha mengingat kalau setiap ia masuk kedalam ruangan lampu sudah dalam keadaan menyala begitu juga di ruangan Kevin.
"hanya diruangan tertentu" jawab Kevin santai. Para karyawan keamanan melihat kearah Kevin. Kevin mengedipkan mata kearah mereka dan mereka pun diam tidak bicara
"tidak ada apa-apa bukan?? " lanjut Kevin.
"bisa ke tangga darurat???" kata Lisa
"disana tidak ada kamera pengawas sayang." jawab Kevin
"lakukan panggilan video." perintah Lisa kepada Kevin
"sayang....."
__ADS_1
"sudah lakukan saja...kamu mau cepat pulang kan???" ancam Lisa
Kevin memenuhi paru-parunya dengan oksigen sebanyak-banyaknya, tidak boleh mengeluh ketika nona besar Lisa sudah memerintah.
"video call" kata Kevin singkat dan mematikan panggilan suara menjadi panggilan video.
Lisa berdiri disebelah Kevin melihat dengan serius melihat layar ponsel. Suasana redup di tangga darurat dapat dilihat Lisa dan Kevin.
"ada seorang pria tidak disana?" tanya Lisa
E terlihat kearah tangga atas dan mengarahkan jam tangannya keatas "lapor, tidak ada orang." jawab E
"kami akan segera turun" kata D
D memegang ponselnya dan tiba-tiba Lisa melihat ada yang aneh "berhenti.." kata Lisa dengan kuat membuat suasana di kantor dan di tangga darurat menjadi hening seketika
"kalian bertiga kan??" tanya Lisa
"benar." jawab D
Lisa menunjuk layar kepada Kevin "ada empat orang" kata Lisa jujur
Kevin mendekatkan ponselnya kearahnya, beberapa karyawan kemanan penasaran ingin melihat ponsel Kevin juga. Tidak mungkin hal itu dilakukan mereka karena akan sangat tidak sopan dengan atasan mereka.
"arahkan kamera ke E" Kata Kevin karena E posisinya paling belakang,
"lapor tidak ada orang dibelakang saya" jawab E dengan tegas
"kamu dengarkan sayang, itu hanya bayangan mereka."
"tidak...kamu juga tadi melihatnya.. ada orang dibelakang E." Lisa mempertahankan argumennya.
"saya sudah katakan....memang ada penunggu dilantai 3" kata petugas keamanan tua tadi.
Kevin membesarkan matanya melihat kearahnya. Pada saat yang bersamaan A masuk membawa kopi yang dipesan Kevin untuk karyawan nya yang bekerja pada malam ini. Dan menyerahkan es teh susu dan kue tiramisu kepada Lisa.
Mata Lisa berkilauan melihat makanan dan minuman kesukaannya. Kevin memanfaatkan keadaan tersebut untuk mematikan sambungan video dan membawa Lisa keluar dari ruangan.
Sebelum keluar ruangan Kevin berkata kepada salah seorang karyawan keamanan "malam ini ganti lampu di lantai 3 dengan lampu pintar, minta para teknisi perawatan lift menggantinya malam ini. Frans akan mengurus pembayarannya."
__ADS_1
Petugas itu mengangguk. Kevin dan Lisa keluar dari kantor dan masuk kedalam mobil untuk pulang kerumah. Lisa sejenak lupa dengan pekerjaan yang akan dilakukannya apabila sudah menemukan makanan dan minuman favoritnya. Kevin paham benar dalam memanfaatkan kelemahan istrinya.