
Kevin merasa ini adalah cara yang tepat agar Lisa mau mengungkapkan isi hatinya. Memberi sedikit siksaan kepada wanitanya.
“tidak ingin mengatakannya….” Kevin meningkatkan intensitasnya
“baiklah…”jawab Lisa mengalah… “aku menyukaimu…sangat menyukaimu.” sambil membalikkan badan
menghadap Kevin
Kevin memandangnya dengan serius “kalau mau menyukai kenapa kamu menyuruhku melakukan hal yang aneh-aneh??”
“aneh bagaimana??” tanya Lisa berusaha berakting menjadi seorang yang amnesia selektif.
Kevin semakin mendekat kepada Lisa, aura ancaman semakin terasa. Lisa perlahan mundur agar tidak menjadi mangsa Kevin.
“Hei,,, Mr K. Berhentilah jahat kepada ku.” Lisa mulai gugup.
“aku tidak mungkin jahat denganistriku sendiri.” Kevin memeluk Lisa tubuhnya masih terasa panas.
“jangan pernah mengulangi hal yang sama. Menyuruh suamimu menikah dengan orang lain, dan mendekati wanita lain. Aku benci kau mengatakan hal itu.” jelas Kevin
“aku tidak….” Kevin kesal Lisa mengatakan kata ‘tidak’ baginya Lisa harusnya menjawab ‘oke atau baiklah’. Kevin mencium bibir Lisa dengan lembut dan perlahan membuat Lisa terbawa arus dalam permainan Kevin. Kevin tersenyum puas atas kemenangannya memonopoli perasaan Lisa.
“apa kamu masih berani memaksaku melakukannya …. dengan wanita lain…” bisik Kevin sambil bermain ditelinga Lisa. Lisa menggigit bibirnya dengan kuat untuk menghindari mengeluarkan suara ******* dari mulutnya.
“bagaimana….” Kevin makin mengintimidasi membuat Lisa harus menyerah sebelum semakin dalam permainan.
Lisa mendorong Kevin dengan nafas terengah-engah. Walau hampir 1 tahun menikah, Lisa masih belum terbiasa jika melakukan ciuman bibir dengan Kevin. Apalagi jika Kevin melakukan ciuman yang dalam dan lama, Lisa
merasa kehabisan nafas.
Tangan Lisa masih di dada Kevin. Kevin memperhatikan wajah istrinya yang memerah dan keringat yang keluar dari dahi Lisa membuatnya terlihat sangat lucu dan sexy dimata Kevin. Sementara Lisa masih sibuk mengatur nafasnya dengan baik. Lisa menatap tajam Kevin. ‘pria ini kalau sudah melakukan hal ini kenapa selalu mendominasi…benar-benar menyebalkan’ pikir Lisa
__ADS_1
Kevin menaikkan alisnya, menunggu Lisa menjawab pertanyaan darinya
Lisa menyipitkan matanya melihat Kevin. Lagi-lagi Kevin menaik turunkan alisnya sambil tersenyum menggoda Lisa.
“aku,,,,” Setelah kata itu diucap Lisa ia langsung diam. Kevin masih menanti kelanjutan kalimat Lisa dalam keheningan suasana kamar.
Tidak ada lagi kalimat yang keluar dari mulut Lisa, lidahnya kaku mengakui kesalahan. Sementara Kevin menunggu dengan tidak sabar.
“sayang, kau tahu aku seperti apa. Aku bukan orang yang sabar. Saat ini hanya sisa 10% tingkat kesabaran ku setelah sampai 0% aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi.”
Lisa menelan ludahnya, ia mulai berpikir bagaimana cara melarikan diri dari pria ini. ‘bukan kah aku sedang sakit. Sedikit melebih-lebihkan keadaan ku rasa tidak ada masalah’ batin Lisa.
“kepala ku pusing” Lisa menyandarkan kepalanya ke dada Kevin yang tidak mengenakan baju. Kevin merasakan tubuh Lisa yang seperti bara api. Ketika Kevin akan membuka pakaian dalam yang tersisa ditubuh Lisa. Ia mendorong Kevin dengan wajah cemberut dan berkata “tidak mau…”
Kevin membentangkan kedua tangannya memeluk Lisa. Ponsel Kevin berdering, ia melihat panggilan masuk dari Caroline dan langsung mengangkatnya “halo mami….”
Terdengar suara omelan dari Caroline karena Kevin tidak menjemputnya di bandara. Kevin menjauhkan
“maaf mi,,,, mungkin tadi malam aku terlalu bersemangat berbulan madu kedua dengan wanitaku. Sekarang Lisa demam. Dia sedang tidur dalam pelukanku, aku sudah meminta Jennie untuk menjemput mami. Kalau tidak salah seharusnya dia sudah sampai bandara.”
Caroline terdengar terkejut menantunya sakit disaat peristiwa yang penting dalam keluarganya. “pasti salah kamu, kamu itu kalau melakukan hal itu pelan-pelan. Berapa kali mami lihat tubuh Lisa lebam karena kamu. Awas kamu ya,,,, mami akan buat perhitungan sama kamu.” ujar Caroline kesal.
“baiklah,,,aku akan melakukannya sekali lagi dengan mengurangi tenagaku..” Kevin mengedipkan matanya ke Lisa yang sedang melihatnya menelepon Caroline
Kedipan mata Kevin membuat Lisa merinding, ia kembali memejamkan matanya dan bersandar di dada Kevin untuk menghindari masalah. Kevin tersenyum melihat Lisa yang terlihat sangat menggemaskan.
Kevin menutup panggilannya dengan Caroline. “mami berkata kalau aku harus lebih lembut melakukannya denganmu sayang…”
Lisa diam, tidak bergerak sama sekali. Ia pura-pura tidak mendengar perkataan Kevin
“kamu tahu,,,,semakin kamu seperti ini aku jadi semakin ingin melakukannya.” goda Kevin
__ADS_1
Lisa mendorong tubuh Kevin dan langsung duduk. “aku mau kekamar mandi.” Gerakan tiba-tiba membuat pandangan Lisa serasa berputar. Lisa memegang kepalanya dengan satu tangan sambil memejamkan matanya.
“kamu,,,, jangan bangun tiba-tiba. Kamu pusing sayang??” Kevin merebahkan tubuh Lisa perlahan.
“padahal suasana dingin begini paling cocok melakukan hal itu bersama mu.” kata Kevin
Lisa mencubit dada Kevin nyaris tanpa daging. Kulitnya sangat ketat sehingga sulit untuk disiksa. “jangan menggodaku lagi.” Lisa bicara dengan manja kepada Kevin membuat pria ini semakin ingin menelannya
bulat-bulat.
Tidak ada gunanya lagi menutupi semuanya. Lisa mulai membuka mulutnya untuk berbicara. “maafkan atas kebodohan ku. Aku pernah bermimpi mengatakan hal ini kepadamu. Maaf karena memintamu mendekati wanita lain dan memintamu meninggalkan aku. Salahku yang terlalu mendengarkan perkataan orang lain. Banyak orang diluar sana yang menganggap kalau aku bukan wanita yang cocok untukmu. Maafkan aku…”
Lisa merasakan Kevin menarik nafas panjang tapi tidak terdengar ditelinga nya. “aku paham bersama denganku kau pasti akan mengalami banyak masalah dan banyak mendengarkan perkataan orang lain. Aku hanya ingin mendengarkan perkataan mu bukan perkataan orang lain. Kau wanita ku, aku ingin menghabiskan seluruh usiaku bersama mu. Menghadapi semua masalah bersama.”
Air mata Lisa tidak lagi bisa dibendungnya “aku salah,,,, dan karena kebodohan ku. Aku hampir saja melewatkan mu dalam hidupku.”
“kalau kau berani melewatkan ku dalam hidupmu, aku akan mengikatmu diatas tempat tidur selamanya. Dan mengurung mu dalam kamar. Tidak akan aku biarkan kamu pergi dari rumah.”
“hei Mr K… kamu terlihat sangat arogan”
Kevin tertawa… “setiap pria ingin menjaga wanita yang dicintainya seumur hidup.”
Kevin menempelkan keningnya di kening Lisa “cepatlah sembuh… 2 hari mendiamkan mu seperti 20 tahun aku hidup tanpamu.”
Lisa tersenyum, matanya masih tertutup rapat “aku tidak mau kamu melakukan hal itu lagi.”
“kenapa??” tanya Kevin
“kenapa kamu menyiksaku terus,,,,aku mau tidur.” protes Lisa
“katakan dulu alasannya…kalau kamu tidak bicara, aku akan membuatmu tidak bisa tidur semalaman…” ancam Kevin.
__ADS_1
Lisa tidak menganggap hal itu sebagai ancaman. Kevin mulai menggila lagi menciumi tubuh Lisa tanpa kenal kata ‘ampun’. Lisa sudah mendorong tubuh Kevin dengan sekuat tenaganya, tapi sia-sia belaka. Pria ini dalam posisi siap menelan Lisa hidup-hidup. Mata Lisa dan mata Kevin saling bertemu.