
Sampai di apartemen Lisa protes kepada Kevin kenapa tidak menunggu selesai dahulu urusan kantor baru pulang kerumah. Lisa cemberut sepanjang perjalanan dari lantai dasar ke lantai 10 rumahnya. Lisa membuka sepatunya dengan paksa dan mencampakkannya begitu saja.
Kevin memperhatikan istrinya yang uring-uringan memperbaiki sepatu Lisa dan menyusunnya didalam lemari sepatu. Lisa menghentak-hentakkan kakinya ketika naik ke tangga, agar Kevin tau dia sangat kesal sekarang. Bagaimana pun suatu masalah harus langsung diselesaikan, mengulur waktu hanya akan menambah masalah lain datang dan menumpuknya,
Kevin memperhatikan Lisa naik tangga dan masuk kedalam kamar tidur, Kemudian ia mengeluarkan ponsel menghubungi Frans
"aku sudah meninggalkan pesan kepada petugas keamanan agar yang melakukan perawatan lift membantu mengganti semua ruangan dengan lampu pintar. Bantu dengan anggaran, gunakan anggaran pribadi saja."
"baik pak...." kata Frans menutup panggilan.
Frans tidak mengerti kenapa malam-malam harus mengganti lampu satu kantor dengan lampu pintar. Perintah bos adalah hal utama yang harus dijalankan. Kevin melihat sudah jam 11 malam. Jika ditanya dengan jujur, apakah mau kekantor dengan perhitungan kerja lembur atau dirumah saja... jawaban Frans pasti dirumah saja. Ia terlalu takut datang kekantor, apalagi belakangan ini walau tidak setiap hari ia sering melihat penampakan. Terkadang ia merasa berbicara dengan seseorang, setelah diperhatikan dengan baik ternyata bukan.
Paranormal yang ditemuinya mengatakan tidak bisa menutup seluruhnya indera ke enam Frans yang terbuka secara tiba-tiba ketika dirumah sakit. Paranormal itu berpesan kalau indera keenamnya kembali terbuka apabila kondisi energi Frans sedang rendah atau ketika ia sedang kelelahan. Jadi, ia harus memastikan kondisinya sekarang dalam keadaan baik. Frans merasa kondisinya baik saat ini. Tapi hatinya ragu, sebaiknya melakukan pemantauan dari ruangan kontrol kamera pengawas. Frans yang biasa sendiri mengendarai mobil, sejak kejadian itu ia memiliki supir dan satu orang pengawal pribadi yang disiapkan Kevin untuknya.
Sampai di kantor, kakinya rasa berat ketika ingin masuk kedalam. Suasana kantor sudah gelap. Diruangan resepsionis hanya ada lampu redup yang menyinari nama perusahaan dibelakangnya. Setelah meyakinkan diri, Frans turun ditemani pengawalnya. Frans tampil kasual dengan celana jeans panjang dan jaket bahan denim.
Frans melihat bangunan yang tinggi dan kokoh, gelap malam membuat suasana sedikit mencekam. Frans menelan ludah dan berkali-kali menarik nafas panjang menghilangkan ketakutan dalam hatinya. 'Setiap orang punya rasa takut, jangan terlalu mengeksploitasi rasa takut dalam hati' Kevin mengucapkan ini dengan suara pelan berkali-kali di mulut dan hatinya.
"anda baik-baik saja pak??" kata pengawal Frans
"kalau aku bilang tidak baik, tetap saja harus aku kerjakan." jawab Frans sambil menunjukkan wajah meringis.
Pengawalnya menahan senyum melihat pria disampingnya. Pengawalnya memberikan jalan kepada Frans agar berjalan lebih dahulu. Telapak tangan Frans sudah dingin dan berkeringat. Petugas keamanan yang menjaga jam malam kantor sudah menunggunya didepan pintu dan langsung mengarahkan ke ruangan kontrol kamera pengawas.
__ADS_1
"sudah sampai lantai berapa selesai??" kata Frans
"lantai 1 sampai 4 sudah selesai, sekarang pengerjaan dilantai 5.." jawab petugas keamanan
"berapa lama lagi pengerjaan??"
"sebelum jam 2 malam sudah selesai pak."
"apa ada kendala??" tanya Frans
"tidak ada pak,,,, dipastikan tidak ada," jawab mereka dengan tegas seperti orang yang sedang mendapatkan tekanan.
Petugas keamanan saling bertukar pandangan mereka masih ingat bagaimana Lisa memberikan mereka surat peringatan karena tidak memeriksa kartu identitas pekerja beberapa bulan lalu. Kalau karena cerita hantu tersebar dan diketahui oleh bos besar wanita bisa-bisa mereka akan langsung mendapatkan surat peringatan lagi.
"baik pak..." kata petugas keamanan.
Frans bergerak bersama petugas keamanannya, langkahnya terhenti setelah baru saja berbalik badan, ia merasa ada pergerakan yang aneh pada layar yang dilihatnya. "kalian bilang dilantai 5 pengerjaan. Dilantai 3 itu siapa...." tanya Frans menunjuk kearah layar televisi.
Semua wajah yang sedang melihat Frans mengikuti arah jari telunjuknya dengan wajah tegang....
*****
Sementara di apartemen, Lisa langsung masuk kekamar mandi sambil mengomel, ia tidak sadar kalau Kevin tidak ada belakangnya seperti biasanya. Lisa mengisi bak mandi dengan air hangat dan berendam Aroma terapi mawar yang dipilihnya membuat pikirannya tenang.
__ADS_1
Suasana sangat hening, biasanya ia mendengar Kevin menelepon atau melihat televisi. Tapi suasana hening ini tidak wajar bagi Lisa. Lisa duduk dalam bak mandi.
"Kevin, apa kamu ada disitu???" tanya Lisa
Lisa menunggu jawaban dari Kevin tapi keheningan yang menjawab panggilan Lisa. Matanya menelusuri seluruh sisi kamar mandi. Lisa merasa ada orang mengawasi dirinya sekarang. Tapi ia tidak tahu dimana keberadaan orang tersebut.
"Kevin..."panggil Lisa. Mata Lisa masih mengawasi sekelilingnya.
Tidak ada sahutan sama sekali. Lisa menaikkan intonasi suaranya "Kevin.." tetap tidak ada respon.
Lisa segera berdiri dan mengambil jubah mandi dan memakainya dengan sangat cepat. Lisa berlari keluar dari kamar mandi. matanya masih memperhatikan sekelilingnya.
"Kevin......kamu dimana..." Lisa mulai panik dan ketakutan ia sendirian saat ini. Dikamar tidur tidak ada orang, Lisa keluar kamar dan masih memanggil nama Kevin tidak ada jawaban. Lisa menjadi sangat takut, bulu kuduknya mulai naik. Pikirannya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak, terutama kejadian di kantor tadi. Bayangan orang yang naik dalam lift tadi mendadak muncul di pelupuk matanya.
Lisa turun dari tangga terburu-buru ia mulai merasa ada yang mengikutinya. Lisa berteriak memanggil nama Kevin, yang tidak ada respon. Lisa sampai dilantai 1 dan melihat sekelilingnya sangat sunyi tidak ada tanda-tanda keberadaan Kevin.
Lisa berencana keluar dari dalam rumah. Langkahnya terhenti karena merasa ada beban dipundak kanannya. Lisa melihat 5 jari dipundaknya berwarna pucat, ia berteriak histeris membuat pengawal yang ada didepan pintu segera membuka pintu rumah dengan kunci darurat untuk memeriksa keadaan
"tenanglah,,, ini aku. Aku tadi mandi di kamar mandi lantai 1" kata Kevin sambil memeluk Lisa. Ia masih mengenakan handuk menutupi pinggangnya, mendengar Lisa memanggil namanya, Kevin mendengar namanya dipanggil berkali-kali oleh Lisa, ia segera memakai handuk dan keluar melihat apa yang terjadi. Kevin memanggil Lisa ketika ia memanggil namanya berkali-kali. Kevin memanggil Lisa balik tapi Lisa tidak mendengar sama sekali.
Pengawal yang masuk merasa canggung karena melihat kedua bosnya sedang berpelukan, Kevin memberi kode kondisi baik-baik saja dan mereka bisa keluar sekarang.
Tubuh Lisa masih bergetar ia sangat takut. "sudah lah...ayo kembali kekamar,,"
__ADS_1
Kevin mengajak Lisa berjalan, tapi tubuh Lisa masih bergetar. Ia yang tadi sangat berani mendadak menjadi sangat penakut. Tenaganya habis karena ketakutan. Kevin menggendong Lisa dan membawanya kekamar.