Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
malam yang panjang 2...


__ADS_3

"aku tidak akan biarkan orang lain menyakiti anak perempuanku. Terlebih lagi dari anggota keluarga, jika memang ada mereka yang melakukannya. Lakukan embargo ekonomi terhadap mereka." Caroline menatap tajam kearah Santoso. Santoso memang terkenal tegas dan keras, tapi ketika melihat istrinya marah, keberaniannya bisa hilang sama sekali.


"kamu tenang saja sayang... sebaiknya kembali kedalam kamar." bujuk Santoso


"bagaimana bisa tenang, mana kado itu??" tanya Caroline sambil menoleh kesana kemari mencari petunjuk.


"jangan, sebaiknya jangan. Nanti kamu tidak selera makan selama seminggu."


Caroline yang tadi terlihat marah, tiba-tiba menjadi sedih. "kalau kamu bilang aku yang tidak menerima teror saja seperti itu, bagaimana dengan keadaan anak perempuanku.." wajah nya terlihat Sedih membuat hati Santoso tidak tenang.


"aku mau lihat..." pinta Caroline


"fotonya saja. Boneka itu benar-benar bau. Ada bangkai tikus didalamnya." kata Santoso


Caroline menutup mulutnya, ia tidak percaya ada orang yang tega melakukan hal itu. Boneka dengan cetakan wajah  pernikahan Kevin dan Lisa, ada tali yang mengikat leher boneka tersebut. Ada tikus dan kecoa mati didalamnya. Terlihat seperti darah diboneka tadi. Lisa tidak habis pikir, siapa yang begitu jahat mendoakan pernikahan saudara sendiri dengan hal buruk seperti ini. Benar-benar bukan manusia. Batin Caroline.


"aku akan menemui Lisa sekarang," kata Caroline sambil mengikat tali jubah tidurnya


"aku akan menemani.."kata Santoso


"Tidak. Kamu, putra kamu dan kalian semua yang ada disini tetap disini dan jangan ada yang berani keluar. Kalau sampai matahari terbit belum mendapatkan jawabannya, aku yang akan memberi kalian semua hukuman. PAHAM." Suara tegas Caroline menggema diruangan, Santoso hanya tertunduk tidak berani melihat sang istri marah.  Sang suami saja takut, apalagi orang lain yang ada diruangan itu. Kevin tidak terlalu mendengarkan perkataan maminya, ia masih sibuk dengan kertas dan rekaman pengawas.


Caroline berjalan dengan angkuhnya. Bukan karena sombong, tapi karena ini adalah waktunya menunjukkan bagaimana jika seorang wanita marah. Tidak akan ada seorangpun yang berani menganggu nya. Semua harus ada jawabannya, dan malam ini juga harus sudah selesai semuanya. Tidak perduli apapun resikonya. Berani menganggu anak perempuan dan anak laki-lakinya sama degan menggangu kehidupan pribadinya. Semua harta kekayaan dari keluarga Caroline adalah karena bantuan dari suaminya, dan itu hasil dari bujukan yang sangat panjang dengan Santoso agar keluarganya bisa memegang usaha dari Sun Group di Eropa. Jika benar ada dari mereka yang melakukan hal jahat ini, sungguh bukan manusia. Tidak tahu cara berterima kasih. Pikir Caroline.


Caroline berjalan diikuti asisten pribadinya "kamu pesankan semua jenis kue kesukaan Lisa, coklat hangat dan es teh susu. Sekarang antar keruangan Lisa."


Asisten pribadi Caroline mengangguk dan segera menghubungi bagian hotel untuk menyiapkan semua pesanan Caroline.

__ADS_1


Caroline mengetuk pintu kamar Lisa dan dibukakan oleh Leo.


"bagaimana Lisa?" tanya Caroline


"masih berbicara dengan Cindy sekarang. Sudah lebih tenang dari pada sebelumnya."


"sebelumnya bagaimana???"


"dia tidak berhenti berkata 'aku tidak takut, tidak takut..benar-benar tidak takut.' kata -kata itu diulang berkali-kali. Semakin dia mengatakan dia tidak takut, aku malah semakin mengkhawatirkannya." jelas Leo


Caroline mengusap pundak Leo "bagaimana pun ini adalah kesalahan keluarga kami, kami akan bertanggung jawab menangkap pelakunya. Aku tidak akan membiarkan dia kabur begitu saja." kata Caroline dengan mata berapi-api.


Leo baru kali melihat Caroline yang seperti ini, sosoknya selalu identik dengan keibuan dan seorang wanita feminim. Melihatnya emosi seperti ini sungguh membuat Leo tidak percaya wanita ini mempunyai kepribadian yang mengerikan dibalik sosok keibuannya yang hangat. Leo masih membatu melihat Caroline.


"aku tahu kamu sangat terpukul sebagai satu-satunya keluarga Lisa. Percayalah Lisa itu seperti anak kami sendiri. Kami tidak mungkin ada niat mencelakainya. Bahkan orang lain yang berani menganggu nya sama dengan mengganggu Sun Group, kami akan mematikan usaha dan menjatuhkan ekonomi keluarganya dalam waktu kurang dari 1 jam." Caroline bicara dengan mata besar.


Leo memang terpukul dengan peristiwa ini, tapi ia lebih terpukul melihat perbedaan sikap Caroline yang biasa dengan Caroline yang ditemuinya saat ini. Masih membatu dengan sikap dingin Caroline pintu kamar diketuk oleh seseorang. Caroline membuka pintu, karena Leo masih terlihat membeku di posisinya sekarang.


Asisten Caroline membawa banyak kue, coklat hangat dan es teh susu. Semua adalah makanan kesukaan Lisa.


"kamu sudah test, apakah makanan ini aman?? Suasana sedang tidak aman. Saya tidak mau mengambil resiko  untuk keselamatan putri saya." Kata Caroline dengan tegas


"sudah nyonya, saya sudah pastikan semuanya aman dimakan nona."


"kalau ada sesuatu terjadi dengan anak perempuanku, kamu yang akan menanggung resikonya. PAHAM."


Caroline benar-benar membuat suasana diruang tamu kamar Lisa menjadi sangat tegang dan dingin. Penekanan kata Paham benar-benar penuh makna, wanita cantik berdarah Eropa dan Asia ini benar-benar sangat tegas dari kelihatannya.

__ADS_1


Caroline membalikkan badannya melihat kearah Leo sambil tersenyum manis, tiba-tiba berubah kepribadian menjadi seorang wanita yang penuh kehangatan. "saya akan menemui anak perempuanku."


Leo mengangguk dengan cepat tanpa berkata-kata. Wanita ini benar-benar luar biasa. Sebentar dingin sebentar bisa menunjukkan sikap yang hangat.


Caroline membuka pintu kamar Lisa dengan membawa kue yang tersusun cantik di piring makanan yang dibawanya.


"mami boleh masuk?? " kata Caroline mengintip dari celah pintu kamar


"tentu saja, silahkan masuk mi..." tangan Lisa terlihat masih menggenggam gelas berisi air putih.


Caroline mengambil gelas dari tangan Lisa meletakkan  gelas itu dimeja samping tempat tidur. Caroline menunjukkan barisan kue kesukaan Lisa dengan hiasan yang sangat cantik. Mata Lisa berkilat-kilat melihat kue, coklat hangat dan es teh susu yang dibawa Caroline dan asisten pribadinya.


"mami,,,,," Lisa menyambut Caroline dengan senyum lebar.


"ayo kita makan bersama, " kata Caroline sambil menyusun kue ditempat tidur dan meletakkan coklat hangat dan es teh susu dimeja sebelah tempat tidur.


"oke..." Lisa langsung duduk dengan posisi tegak dan memilih tiramisu kesenangannya.


"mi, bagaimana jika Lisa jadi gemuk. Sekarang sudah dini hari."


"tidak masalah, nanti kita minum obat pelangsing atau lakukan akupuntur. Bukan kah begitu Cindy??"


"tentu saja tante...tidak masalah menjadi gemuk. kita sudah menikah. Kalau suami protes dengan berat badan kita, kita marahi saja mereka. Kenapa tidak menyesuaikan berat badannya dengan kita.


Caroline mengangkat tangan kanannya dan Cindy bersamaan mengangkat tangan dan menepuk telapak tangan satu sama lain. Mereka tertawa bersama sambil menikmati kue yang ada didepan mereka.


Melihat emosi Lisa sudah mereda, Caroline mulai bertanya,,,,,

__ADS_1


__ADS_2