Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
pertanyaan yang belum terjawab


__ADS_3

Lisa berjalan kearah meja pusat informasi. Angel masih memegang kuat tangannya.


"kamu sudah bisa lepaskan saya, kata Lisa."


"bu,,,antar saya sampai rumah" kata Angel sambil memohon


"Angel, kamu diantar oleh supir kantor."


"bagaimana kalau..... dia.....juga..." kata Angel terbata-bata.


"lama sekali keluar..." kata Kevin dan teriakan Angel terdengar bersamaan ditelinga Lisa.


Lisa menatap kesal kepada  Angel "kamu benar-benar membuat aku kesal malam ini." Lisa berjalan keluar dari dalam kantor dan meninggalkan Angel yang berlari mengejarnya. Kevin masih bingung apa yang terjadi dengan mereka kenapa Lisa sangat kesal dibuat Angel. Ia mengikuti mereka berdua keluar dari dalam kantor.


Lisa mendatangi mobil kantor dan memanggil supirnya. Lisa mencubit pria itu yang meringis kesakitan dengan cubitan Lisa


"maaf bu saya salah apa??' kata supir itu bingung begitu didatangi Lisa langsung dicubit lengannya


"maaf pak,besok saya akan kasi bapak bonus. Saya hanya ingin memastikan kepada sekertaris saya kalau bapak adalah manusia. Sama dengan orang yang kami temui tadi."kata Lisa penuh keyakinan.


Supir tadi langsung terlihat bersemangat mendengar perkataan Lisa dan tidak ingin memperpanjang keluhan dengan ulah bosnya.


"lihat..." kata Lisa sambil melihat Angel. Angel terlihat masih melihat kearah kiri dan kanan, seperti merasa ada yang mengikuti dirinya. Angel mengangguk cepat bercampur takut.


"antar sekertaris saya sampai rumah dengan aman ya pak.." kata Lisa sambil membuka kan pintu mobil kepada Angel yang enggan masuk kedalam mobil. Wajah memohon kepada Lisa sepertinya tidak berpengaruh. Lisa tetap menyuruhnya pulang.


"kamu. jangan berpikiran yang tidak-tidak. Berhenti banyak menonton film hantu" kata Lisa dengan intonasi penekanan.


Kevin yang melihat kejadian itu sudah bisa mengambil garis lurus apa yang dialami Lisa dan sekretarisnya secara garis besar. Lisa menutup pintu mobil sambil memijat kepalanya melepas kepergian Angel dengan mobil kantor.


"ayo kita pulang, sudah jam 9 malam" kata Kevin sambil merangkul Lisa


Lisa melihat tangan Kevin yang melingkar di tangannya dengan tatapan kesal. Ia akan menyingkirkan tangan Kevin, tapi diurungkan karena ada rencana besar di kepalanya. Lisa melihat salah satu petugas keamanan tadi yang dijumpainya di pintu lift keluar dari dalam kantor menerima pesan antar makanan.


"Aku mau menemui bapak itu dulu." kata Lisa kepada Kevin.

__ADS_1


Kevin hanya mengangguk dan mengikuti keinginan istrinya yang sedang memanggil petugas keamanan tadi.


"Pak..." kata Lisa sambil melambaikan tangan


Petugas keamanan itu menganggukkan kepala dan berjalan mendekati Lisa dan Kevin sambil memegang kopi yang dipesannya.  "ya bu.... Selamat malam pak." katanya menyapa Kevin dan Lisa bersamaan


Kevin hanya mengangguk, Lisa berkata "sudah diperiksa lantai 3??" tanya Lisa


"sudah bu. Tidak ada siapa-siapa dilantai 3" kata petugas keamanan.


"kalian yakin???" tanya Lisa tidak yakin kedua petugas ini melakukan pemeriksaan yang benar.


"yakin bu... satu rekan saya yang tadi sedang memeriksa kamera pengaman untuk memastikannya lagi."


"kalau mereka katakan sudah periksa, berarti sudah periksa." kata Kevin


"tapi tadi ada pria bersama kami yang naik dilantai 3, tidak mungkin hilang begitu saja. Aku yakin tadi setelah dia masuk selang 2 detik lift mati. Apa aku salah ingat, mungkin dia belum masuk tapi pintu lift sudah tertutup." Lisa memiringkan kepalanya berusaha mengingat kejadian tadi. Ia terlalu lelah bekerja jadi tidak begitu ingat kejadian tadi.


"kalau pun lift tidak bisa digunakan dia bisa pakai tangga darurat sayang." kata Kevin berusaha menangkan Lisa


Lisa melihat Kevin "lantas siapa orang tadi??" tanya Lisa


Kevin menaikkan pundaknya "besok kita periksa kamera pengintai" kata Kevin


"ya....benar... ayo kita masuk lagi periksa kamera di dalam lift." kata Lisa sambil menarik tangan Kevin kedalam kantor


"sayang...besok saja." kata Kevin


"tidak bisa...aku sangat penasaran." kata Lisa sambil menyuruh petugas keamanan membawa mereka keruangan pemantau kamera keamanan.


Sampai diruangan, 5 orang ada didalam ruangan itu dengan TV sangat banyak di dinding. Pegawai kemanan itu berdiri dan memberikan hormat kepada Lisa dan Kevin mereka mengenali mereka berdua sebagai bos besar perusahaan mereka bekerja.


Tanpa basa basi Lisa langsung berkata "buka kamera dalam lift, kemudian kamera lantai 3 yang mengarah ke lift. Aku ingin memastikan siapa orang yang bersama dengan kami tadi didalam lift"


"baik." jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama, mereka membuka rekaman kamera pengawas. Tidak ada siapapun dilantai 3. Pintu lift memang terbuka dan terlihat Lisa melihat keatas dan Angel seperti berteriak sambil menutup telinganya. Lisa terlihat bicara dengan Angel dan tidak lama pintu lift tertutup. Tidak ada orang yang masuk kedalam lift seperti dikatakan Lisa.


Sedangkan dalam rekaman di dalam lift tidak jauh berbeda dengan yang terlihat di kamera pengintai diluar lift. Lisa tampak melihat keatas dan kemudian Angel berteriak dan Lisa terlihat marah kepada Angel, Lisa berbicara kearah samping kemudian kamera pengawas lift menjadi buram dan kemudian menjadi gelap. Selang beberapa detik senter ponsel Angel terlihat menyala dan ketika ada sinar didalam lift memang tidak ada orang lain. Hanya ada mereka berdua.


"tidak ada apa-apa bu. Hanya ada anda dan sekertaris anda didalam lift." kata pengawai tersebut


Lisa menarik nafas panjang "sepertinya aku dan Angel sangat lelah belakangan ini. Kami mulai mengalami halusinasi. Tapi tadi benar-benar manusia" Lisa kembali berbicara dengan dirinya sendiri. Memang tidak ada orang didalam lift. Para pengawal itu saling bertukar pandangan, mereka tidak berani berargumen kepada atasannya. Jika mereka berbicara dan membuat hati atasannya tidak senang, ancamannya adalah pekerjaan mereka sekarang.


"hapus rekaman ini. kalau besok sekertaris ku menanyakan mengenai hal ini bilang saja semalam ada perawatan sistem dan kebetulan kamera tidak hidup." perintah Lisa sambil menggigit bibirnya


"baik bu, akan kami lakukan.." pegawai tadi tampak menghapus rekaman diwaktu yang Lisa inginkan.


"berapa orang yang berjaga malam ini??" tanya Lisa


"sekarang ada 20 orang bu. Karena ada perbaikan jadi ditambah 5 orang untuk melakukan pengawasan kepada para petugas yang melakukan perawatan sistem bu."


"baiklah...aku minta jangan ada berita yang tida-tidak mengenai kejadian ini. Aku anggap jika berita ini tersebar adalah dari kalian semua. Paham." kata Lisa dengan tegas.


"baik bu. "


"lantai 3 selalu hidupkan saja lampu kalau perlu ada petugas keamanan yang berjaga dilantai itu setidaknya sampai jam 9 malam. Karena batas lembur di kantor kita hanya sampai jam 9. Ada pertanyaan..."


"berapa orang menjaga dilantai 3 bu??''


"terserah paling banyak 3 orang."


"lantai 3 ruangan HRD bukan?? " tanya Lisa kepada Kevin


"ya..." jawab Kevin sambil mengangguk.


"Karena bagian ini sangat mudah berita bocor pastikan jangan sampai ada yang mengetahuinya. Lakukan juga pemeriksaan ke setiap lantai untuk menghindari kecurigaan."


"baik bu." jawab mereka secara bersamaan


Kevin berdiri sambil bersandar didinding tangannya terlipat di dadanya sambil melihat serius kearah istrinya. Benar-benar sangat detail bahkan untuk urusan makhluk tidak kasat mata.

__ADS_1


__ADS_2