
Suasana sejenak menjadi hening, Lisa bersandar di tempat tidur dan Kevin merebahkan kepalanya dipangkuan Lisa. Lisa mengusap rambut Kevin perlahan.
"apa wanita itu membuatmu takut dengan wanita itu?? kata Lisa memecah kesunyian diantara mereka berdua.
"tidak ada rasa takut ketika dia ikut berlari di sebelahku. Hanya saja dia seperti akan mengatakan sesuatu yang tidak aku pahami maksudnya saat itu. Sekarang aku baru paham, ia ingin aku mengikutinya saat itu."
Lisa diam sejenak, pikirannya mulai menebak. Menurut Patrick yang kehutan hanya mereka berdua. Tapi diingatan Kevin dia berlari dengan seorang wanita. Apakah mungkin itu adalah wanita yang terjebak dengan Kevin?? atau jangan-jangan dia adalah hantu yang dibicarakan Patrick tadi. Lisa ingin membuka mulutnya untuk bertanya kepada Kevin tapi ia tidak cukup berani menambah beban pikirannya saat ini.
"aku rasa dia bukan manusia" kata Kevin dan mendadak ruangan menjadi sangat dingin. Lisa merinding mendengar perkataan Kevin.
Kevin mengalami hari yang luar biasa, berjumpa hantu dan penjahat disaat yang bersamaan. Kalau ia yang mengalaminya mungkin langsung jatuh pingsan dan langsung pasrah dengan apa yang terjadi. Pikir Lisa.
Lisa tidak ingin membahas masalah hantu itu dengan Kevin lagi. Teror yang dialaminya saja baru beberapa jam berlalu. Aroma tidak sedap dari kado yang dibuka serasa masih menempel dihidung Lisa. Apalagi ditambah cerita hantu Kevin makin membuat Lisa merinding.
"bagaimana kamu bertemu dengan wanita yang terikat lehernya itu??" tanya Lisa mengalihkan pembicaraan
"Tidak ingat. Aku hanya merasa ada seseorang yang memukul aku dari belakang. Aku tidak sadarkan diri sampai sinar matahari membangunkan ku. Pria itu sudah mengikat tanganku, menyeret ku ditanah. Awalnya wanita itu diikat dipohon besar itu, dia berkata akan membuat permainan menjadi sangat menyenangkan. Aku dan wanita itu saling melihat, sepertinya dia sudah lama disiksa olehnya . Bibirnya pucat dan terlihat sangat tidak berdaya. Awalnya tidak paham dengan apa yang dilakukannya ternyata hal yang jahat sudah ada di kepalanya sejak awal. Aku menahan diri untuk tidak duduk ketika lelah aku hanya bisa mendekati pohon dan bersandar. "
"Aku takut melukai wanita itu, dia berkata mati sekarang juga tidak masalah karena umurnya sudah tidak panjang lagi. Saat itu aku berpikir wanita itu sudah sangat frustasi dengan keadaanya sehingga pasrah walau pria itu mengambil nyawanya. Ia berkali-kali berkata 'bunuh saja aku'. Pria itu hanya tertawa mendengarkan wanita itu bicara kepadanya." lanjut Kevin
"aku selalu merasa kehidupanku benar-benar tidak adil. Kenapa ada orang yang selalu bahagia dengan keluarganya tapi aku tidak. Mendengar cerita mu hari ini, aku sangat bersyukur mamaku menjaga aku seperti harta karun berharga. Walau dia lelah, dia tidak pernah mengeluh kepadaku. Ada orang lain diluar sana yang lebih kesulitan dari ku." kata Lisa
"walau sudah lelah menjalani kehidupan setidaknya tidak menyerah menjalaninya. Jujur dalam hatiku masih merasa bersalah, mengambil nyawa yang seharusnya masih bisa dipertahankan." kata Kevin
"bagaimana jika begini... Kamu tidak menyelamatkan Patrick, dia bisa saja meninggal pada saat itu. Kamu dan wanita itu selamat. Intinya semua kejadian bisa saja terjadi, mungkin itu lah yang harus kalian bertiga hadapi. Kehidupan sudah ada yang mengatur. Jangan bersedih...."
"hari ini kamu berbicara dengan sangat baik." Kevin mengusap pipi Lisa
__ADS_1
"sejak sering bersama dengan bibi kecil aku rasa pengetahuanku tentang psikologis lebih baik. Sepertinya dia berhasil mencuci otakku menjadi seseorang yang lebih baik." jawab Lisa sambil tersenyum bangga.
"aku sangat mengantuk sekarang. Apakah bisa tidur sebentar...." tanya Lisa
"baiklah... mari kita tidur..."
Lisa dan Kevin hendak tidur, ponsel Lisa berdering dari Leo. Dengan malas Lisa menjawab panggilan dari Leo "ya...."
"bagaimana Kevin?"
"dia baik-baik saja, sudah sadar sekarang."
"ada hal yang mengejutkan terjadi disini. Benar-benar diluar logika ku. Jika kalian baik-baik, baguslah. Aku tu...."
"apa... yang terjadi" Lisa memotong pembicaraan Leo.
"sudahlah,,,, istirahat dulu."
Kevin menaikkan alisnya memberikan isyarat apa yang terjadi. "kami akan kesana sekarang." kata Lisa sambil menutup panggilannya.
"ayo kita kembali keruangan tadi." Lisa sudah berdiri dan memakan jaket panjangnya
"ada apa?" tanya Kevin masih duduk ditempat tidur, tubuhnya enggan untuk bangkit dari tempat tidur.
"ada hal besar terjadi kata Raja Kegelapan. Aku sangat penasaran." Lisa melihat Kevin masih duduk dan tidak ada niat untuk pergi bersamanya. "sudah lah...aku saja..."
"tunggu..." Kata Kevin sambil membuka selimut dan memakai jaket panjangnya dan berdiri dibelakang Lisa.
__ADS_1
Lisa tersenyum bangga dengan kemenangannya memaksa Kevin ikut dengannya. Kemudian ia memegang pipi Kevin "apa kamu sudah siap menghadapi semuanya??" tanya Lisa meyakinkan Kevin
"masalah besar bagaimana pun tetap harus kita hadapi." jawab Kevin
Lisa menggenggam tangan Kevin, ada rasa khawatir dihati Lisa bagaimana jika Kevin belum siap menghadapi semuanya. Tapi bagaimana pun ia tidak mau ketinggalan berita terpenting ini.
Lisa dan Kevin membuka pintu, Caroline berjalan mendekati mereka berdua "kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Caroline sambil memegang pipi Kevin
"Aku baik-baik saja,,," jawab Kevin
Lisa memandang seluruh wajah orang didalam ruangan. Mereka sangat tegang membuat Lisa lupa bagaimana cara menelan ludah dan bernafas.
"duduklah,,,"kata Caroline memecahkan lamunan Lisa
Caroline memegang tangan Lisa dan mengajaknya duduk ditempat yang tadi. Kevin kembali ke posisi duduknya juga. Patrick terlihat duduk disebelah Lisa. Wajahnya dari tadi menunduk kaku.
"kamu sudah sadar??" tanya Roy
"sudah...terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." jawab Kevin acuh tak acuh
Santoso terlihat berbisik ditelinga Kevin. Mata Kevin membesar sambil melihat kearah Patrick. Kevin melihat jam tangannya kemudian mengambil ponselnya dan terlihat sibuk menghubungi seseorang. Lisa yang melihatnya semakin penasaran dengan apa yang terjadi.
Kevin terlihat sedang menghubungi seseorang sambil melihat kearah Patrick. Patrick sesekali melihat kearah Kevin dan menunduk kembali.
Lisa merasa iba melihat Patrick yang sepertinya sangat tertekan. Lisa menggenggam tangan Patrick yang duduk disebelahnya, "tenanglah,,,tidak akan ada masalah. Semua akan baik-baik saja. Kevin memang seperti itu dia tidak marah sama sekali kepadamu." satu tangan Lisa menepuk-nepuk dengan lembut tangan Patrick. Tertidur sekian lama, walau tubuhnya semakin besar, bagaimana pun pikirannya pasti tidak jauh berbeda dengan dirinya yang dulu.
Dengan ragu dan suara pelan, Patrick berkata "aku yang menyebabkan semuanya, seandainya....."
__ADS_1
Lisa mengusap rambut Patrick "tidak ada kata seandainya. Hidup adalah kenyataan yang harus dihadapi. Kalau seseorang bisa memprediksi semuanya dengan sangat akurat, aku rasa tidak ada gunanya Tuhan ada diatas sana."
Lisa tidak sadar ada sepasang mata tajam yang mengintai dirinya....