Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
mencuri dengar


__ADS_3

Kevin menarik tangan Sabrina meninggalkan ruangan kamar Frans dan diikuti beberapa orang pengawalnya


"siapkan mobil, kita akan mengantar nona ini ke bandara sekarang." kata Kevin


"baik pak" salah seorang dari pengawal langsung meninggalkan Kevin dan rekan kerjanya yang lain yang sedang menuju kamar Sabrina.


"siapkan seluruh barangnya sekarang" perintah Kevin kepada asisten pribadinya. Kevin menunggu diluar kamar bersama dengan pengawalnya. Selang 10 menit kemudian Sabrina dan asistennya sudah siap dengan tas pakaian dan membawanya keluar kamar.


Sabrina hanya terdiam, ia sangat mendengarkan nasehat kedua orang tuanya. Memang ia didik dengan tegas dikeluarga tapi dia juga sangat dimanja kedua orang tuanya. Sebagai anak tunggal, tanggung jawab dalam bisnis keluarga ada ditangannya. Kedua orang tua Sabrina sebenarnya sangat nyaman dengan Khay yang pintar dalam bergaul dan dalam berbisnis. Selama beberapa tahun bersama, usaha keluarga Sabrina mengalami perkembangan yang cukup pesat karena peran serta dari Khay.


Mendengar putri kesayangannya memutuskan hubungan dengan Khay tentu saja kedua orang tuanya tidak menerima keputusan Sabrina, itu lah alasan Sabrina mendatangi Khay yang sedang berbicara dengan Kevin dan Lisa di restoran tadi. Ternyata hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya. Lisa yang masih emosi karena merasa dikhianati oleh orang yang dicintainya selama ini tidak bisa menahan rasa emosinya. Bagaimana mungkin seorang Kevin yang terkenal berhati dingin masih membiarkan istrinya yang jelas-jelas memiliki hubungan masa lalu dengan tunangannya rela mempertemukan mereka berdua lagi.


Sabrina benar-benar tidak habis pikir, apa hebatnya seorang Lisa hingga semua orang selalu memihak kepadanya. Gagal berbaikan dengan Khay membuat kedua orang tua Sabrina meminta terakhir kalinya agar ia berbicara baik-baik dengan Khay. Setelah mengetahui keberadaan Khay, ia segera datang ke ruangannya. Melihat seorang wanita lain sedang bersama  dengannya membuat hati Sabrina yang tadi sudah tenang menjadi kembali emosional.


Sungguh sangat memalukan bagi Sabrina yang seorang gadis terpelajar dan terkenal sangat sopan bisa kehilangan kendali ketika dirinya sedang emosi. Kata 'kecewa' yang diucapkan kedua orang tuanya seperti beban dalam pundaknya. Anak yang selalu dibanggakan karena kepintaran dan kesopanannya menjadi anak yang bisa berbuat seperti itu. Semuanya sudah terjadi, Sabrina hanya bisa menunduk menyesali semuanya.


"aku tahu, berat bagimu menerima semuanya. Kedepannya jika kau menemukan seorang pria lain. Jangan perlakukan dia seperti itu, Dia akan menjadi orang ku sekarang, aku sudah membicarakannya dengan papamu. Jika ada yang ingin kamu bicarakan dengan dia, lakukan setelah emosimu reda. mengerti??" tanya Kevin


Sabrina hanya mengangguk lemah dan tidak ingin bicara apapun sekarang. Tidak ada jalan baginya melepaskan Khay dari kehidupannya.


****

__ADS_1


Sementara itu diruangan kamar Frans, Lisa membantu Valen dikamar mandi. Khay berdiri dikamar mandi, hatinya antara senang dan sedih secara bersamaan. Sedih karena dirinya seseorang bisa terluka dan senang karena ini adalah pertama kalinya sejak ia bersama Sabrina ada seseorang yang menyatakan perasaan kepadanya. Dahulu waktu ia kuliah, semua wanita mengejarnya. Menerima surat cinta dan ajakan berkencan bukan hal aneh baginya. Walau hanya 1 orang wanita yang tidak memberikan perhatian kepadanya dan tidak menerima cintanya. Mungkin itu yang membuatnya mengejar Lisa, karena ia adalah wanita yang berbeda dengan wanita yang ia temui dalam kesehariannya.


Frans didepan pintu mondar-mandir, hatinya pun sangat tidak tenang, bagaimana jika luka bakarnya parah. Ia pasti akan dimarahi oleh kedua orang tuanya  karena tidak menjaga adik perempuan satu-satunya.


"kenapa kamu begitu ceroboh??" kata Lisa.


Mendengar suara dari dalam kamar mandi, Khay dan Frans berdiri di pintu langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi yang tertutup. Mereka berdua saling berhadapan dan menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"aku tidak suka wanita itu sangat tidak sopan." jawab Valen kesal.


"kamu baru kali ini berkenalan bagaimana mungkin bisa bicara seperti itu. Lihat merah semua begini. Sebentar aku keluar sebentar untuk meminta obat kepada pihak hotel."


Mendengar Lisa mau keluar dari kamar mandi dengan gerakan cepat mereka berdua bubar dari pintu kamar mandi.


Mereka berdua masih sama-sama canggung, membuat Lisa jadi kesal melihat mereka tidak meresponnya. "kalian berdua dengar tidak?" kata Lisa dengan kesal.


Mereka berdua mengangguk dengan cepat dan langsung melaksanakan perintah Lisa. Lisa kembali masuk kedalam kamar mandi dan membiarkan air mengalir di punggung Valen untuk mengurangi efek samping luka bakar di kulitnya.


Frans mengetuk pintu kamar mandi, dan menyerahkan pakaian Valen kepadanya.  "terima kasih" kata Lisa sambil menerima pakaiannya dan menutup lagi pintu kamar mandi. Frans kembali menempelkan telinganya di pintu. Suara pintu dibuka membuat Frans bergerak dengan cepat menjauh dari pintu kamar mandi. Ia melihat Khay masuk kedalam dengan membawa kotak obat. Khay mengetuk pintu kamar mandi dan Lisa keluar mengambil kotak obat sambil berkata "terima kasih kakak senior" Lisa kembali menutup pintu dan menguncinya.


"bagaimana??" tanya Lisa

__ADS_1


Mendengar suara dari dalam kamar mandi lagi, Khay dan Frans berdiri di pintu langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi  dan menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"sudah lebih baik.." jawab Valen


mendengar kata 'sudah lebih baik' hari Frans sangat tenang. Syukurlah tida terjadi hal yang parah dengan luka adiknya, sama dengan Khay, ia juga senang lukanya tidak parah.


"kamu menyukai kakak senior???"


"kakak ipar memanggilnya kakak senior?? "


"ya...dia satu kampus dengan ku waktu kuliah dan dia adalah seniorku."


"oowh begitu" jawab Valen


"jawab pertanyaan tadi, kamu menyukainya??" tanya Lisa penasaran


"ya,,, kak Khay itu sangat tampan. Siapa yang tidak menyukainya." tanya Valen dengan wajah memerah


Mendengar perkataan adiknya Frans merasa tidak senang, matanya membesar melihat Khay yang merasa bersalah.


"waahh... wajah kamu memerah, bukan kah kamu baru pertama kali berjumpa dengan kakak senior?? bagaimana mungkin bisa jatuh cinta..." Selidik Lisa

__ADS_1


"kakak ipar tidak melihat? Tubuhnya sangat kekar walau memakai kemeja saja sudah terlihat bentuk tubuhnya bagus. Wajahnya juga sangat tampan.." Valen menutupi  pipinya yang kemerahan dari Lisa sambil tersenyum malu.


Sementara diluar, Khay perlahan-lahan menjauh dari pintu kamar mandi. Frans melipat kedua tangannya di dadanya sambil melihat Khay. Walau pun ia tahu posisi pria dihadapannya ini adalah rekan bisnis bosnya, tapi mendengar adiknya begitu mengagumi pria ini secara naluri sebagai seorang abang sulit baginya menerima


__ADS_2