Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
memanjakannya...


__ADS_3

Lisa masih digendong Kevin ketika ia masuk kedalam ruangan. Lisa merasa tubuhnya sudah lebih berenergi, Kevin merasa masih perlu menjaga istrinya dengan sangat baik.


Semua bagian terkait sudah tiba diruangan. Mereka memulai rapat, dan semangat kerja Lisa kembali membara. Membahas mengenai pemenang tender bukan hal mudah. Semua hal harus dilihat dan diteliti dengan cermat. Fisik Lisa sudah kelelahan, kali ini otaknya yang harus bekerja keras memikirkan masalah pekerjaan. Untungnya ada Kevin yang ikut dalam rapat kali ini. Pria ini sangat berpengalaman dalam hal pekerjaan seperti ini.


Lisa melihat profil perusahaan Arkana, Home Run Ltd semuanya sangat baik untuk proposal yang disampaikan begitu juga dengan miniatur bangunan yang dibuat mereka. Lisa sangat tertarik dengan konsep yang ditawarkan mereka 'kembali ke alam'. Belakangan ini semua orang sudah mulai perduli dengan segala sesuatu yang ramah lingkungan. Lisa menunjukkan hal itu kepada Kevin, Kevin mengabaikan pendapat Lisa.


"aku rasa mereka sangat bagus,"kata Lisa dengan kepada Kevin


"saya rasa juga begitu." kata manager pemasaran.


Ide mereka sebenarnya juga disukai oleh Kevin, tapi orang yang terlibat didalamnya yang tidak disukai olehnya. Kevin menatap manager keuangan dan pemasaran yang mendukung pendapat Lisa. Mereka merasa bersalah karenanya.


"kita break 15 menit" kata Kevin


Tidak lama suster datang melakukan pemeriksaan darah kepada Lisa untuk mengecek kadar gula dalam darah Lisa. Para peserta rapat baru mengetahui kalau Lisa ternyata sedang sakit.  Pantas saja dari tadi Kevin menggendongnya kemana pun ia pergi. Dari mulai masuk kantor sampai masuk keruangan rapat. Pria ini selalu menggendong istrinya. Beberapa orang menyangka mereka sedang pamer kemesraan di kantor, ternyata tidak seperti yang dipikirkan banyak orang.


"kondisi kadar gula dalam darah ibu sudah normal. Jika ibu ada merasa keluhan sesak di bagian dada segera hubungi dokter ya bu." kata perawat sambil melekatkan plester ditangan Lisa yang baru diambil darahnya. Setelah selesai membereskan peralatannya, perawat itu undur diri daru ruangan rapat.


Kevin memegang tangan Lisa yang baru diambil darah, "apakah sakit??"


"sedikit." jawab Lisa sambil tersenyum. Kevin mengusap rambut Lisa.


"kenapa ibu masuk kerja kalau sedang tidak enak badan?"

__ADS_1


"pertanyaan bagus." kata Kevin sambil melirik Lisa.


Lisa tertawa "tidak parah, hanya sedikit kecelakaan mobil pagi ini. Mungkin aku terkejut, jadi kadar gula langsung turun."


Lisa begitu santai mengucapkan kecelakaan mobil, bagi Kevin itu lebih kearah bunuh diri. Sedangkan di mata karyawan lain seperti mimpi buruk. Sudah mengalami kecelakaan masih bisa bekerja seperti biasa. Benar-benar integritas tanpa batas. Jika bos mereka setelah mengalami sakit bisa tetap bekerja, itu berarti ancaman bagi mereka. Mereka dituntut untuk tetap sehat.


Angel masuk membawakan es teh susu kesukaan Lisa dan kue kesukaan Lisa. Semua yang ikut rapat juga mendapatkan latte dingin dan tiramisu.  Tidak menunggu aba-aba, Lisa langsung makan dan minum semua bagiannya. Lisa melihat Kevin berjalan kearah jendela sambil berdiskusi kecil dengan Frans, setelah Frans pergi, Kevin masih berdiri melihat kearah jalan raya yang ramai dengan kendaraan.


Lisa tahu, inilah saatnya membujuk Kevin. Lisa memegang proposal Home Run Ltd.


"sayang...bukan kah mereka sangat bagus??" kata Lisa memulai negosiasi


Kevin melihat berkas ditangan Lisa, sudah paham apa yang dinginkan istrinya. "mereka sangat bagus, tapi tidak dengan orangnya." kata Kevin sambil melihat jauh keluar jendela ruangan rapat.


"kenapa orangnya...." tanya Lisa penasaran.


Lisa merasa banyak mata melihat kearahnya, membuat rasa tidak nyaman. Lisa tersenyum terpaksa melihat kearah para manager yang ada diruangan rapat. Mereka dengan cepat berakting seperti sedang berdiskusi satu sama lain. Lisa tahu itu hanya pengalihan saja. Kevin memang seseorang yang pencemburu. Tidak ada yang bisa merubah kebiasaanya yang satu ini.


Lisa melihat kearah Kevin "aku tidak bisa memaksakan seseorang menyukaiku atau tidak Mr K. Sekarang kita sedang bekerja bukan membahas perasaan pribadi." kata Lisa


"masalahnya, bulan depan aku akan ke Eropa selama 2 minggu. Bukan waktu yang singkat. Kalau dia yang terpilih sudah pasti kalian akan sering bertemu. Aku tidak mau itu."


Kevin berbicara dengan lantang membuat semua mata yang tadi pura-pura berdiskusi melihat kearah mereka berdua dengan serius.

__ADS_1


"lantas apa yang harus aku lakukan?" tanya Lisa


"kalau dia terpilih aku minta pastikan tidak ada waktu kalian berdua dan biarkan A dan B berada di sampingmu tetap berakting sebagai saudara laki-laki mu. Itu yang pertama. Kedua, setiap orang yang tadi menyarankan kalau Home Run Ltd itu bagus, maka aku minta mereka akan menjadi pengawas agar kamu tetap menjaga jarak dengan pria itu."


Kevin menatap mereka yang hampir seluruhnya mendukung keputusan Lisa. Mata mereka sudah beradu, mereka sudah terjebak dalam perdebatan suami-istri ini. Frans menahan senyum melihat raut wajah para manager yang serba salah dengan kondisi mereka. Untungnya Frans ikut rapat ke Eropa, posisinya aman dari ancaman hubungan ini.


"tidak tertarik, cari yang lain saja." protes Lisa sambil duduk kembali di bangkunya dengan wajah kesal.


Para manager saling bertukar pandangan, mereka jadi serba salah dalam memberikan keputusan. Kevin berjalan kembali ke tempat duduknya disebelah Lisa.


"mari lanjutkan." kata Kevin sambil meletakkan gelas americano nya kemeja.


"silahkan mengambil keputusan sebijak mungkin, jangan jadikan perkataan ku yang tadi sebagai batu sandungan untuk kalian semua. Besok panggil 3 kandidat terbaik untuk melakukan review ulang mengenai proyek kerja sama yang mereka tawarkan."


Perkataan Kevin seperti angin surga ditelinga setiap orang tapi pada kenyataannya adalah membuat mereka serba salah menentukan sikap kepada atasannya.


"besok aku ada kuliah,"sanggah Lisa


"baiklah, buat jadwal untuk Home Run Ltd pagi dan yang lainnya siang setelah jam makan siang. paham??"


Kata Kevin penuh ketegasan


Lisa masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya, ternyata pria ini benar-benar melakukan apa yang dikatannya. Bagaimana mungkin bisa membuat keputusan apabila ia tidak mendengarkan secara langsung. Lisa kesal sekali dengan pria disebelahnya sekarang, amarahnya akan meledak. Para anggota rapat sudah meninggalkan ruangan rapat dengan langkah seribu. Keadaan sangat tidak menguntungkan bagi mereka jika berlama-lama didalam ruangan.

__ADS_1


Lisa berdiri dengan tiba-tiba membuat pandangan matanya tiba-tiba berkunang-kunang. Lisa kembali duduk sambil menutupi wajahnya, Lisa merasa benda disekitarnya berputar-putar dimatanya.


Pria ini luar biasa membuat energi dan emosinya meluap-luap hingga ia jadi seperti ini.


__ADS_2