Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
kembali dengan tenang


__ADS_3

Tidak masuk akal, tapi itu yang memang dilakukan kedua orang tua ini. Mereka menatap Frans dengan pandangan antara percaya dan tidak.


"sekarang dia dimana?" tanya Pria tua itu


"dia ada sebelah kiri anda." jawab Frans.


Pria itu merasa tangan kirinya dingin seketika dan tangan kanan wanita itu masih merasa dingin "sekarang dia berada diantara kalian berdua dan sedang memegang kedua tangan anda bersamaan" kata Frans.


Lisa memandang Frans dan kedua wanita itu 'apakah yang dikatakan Frans benar atau tidak...' Lisa benar-benar penasaran sekarang.


Kedua orang tua itu melihat tangan mereka hanya terasa dingin, entah karena sentuhan seperti yang dikatakan Frans atau karena cuaca tidak ada yang bisa memastikannya. Yang pasti, rasa dingin dari telapak tangan mereka berdua hanya terasa dingin di satu tangan saja sama seperti yang dikatakan Frans.


"maaf, tapi kami tidak bisa memastikan kalau yang kamu katakan adalah benar." kata wanita tua itu, menahan air matanya.


"saya tidak minta anda percaya kepada saya, saya hanya diminta menyampaikan perasaannya kepada anda." Frans diam sejenak seperti sedang mendengarkan seseorang yang bicara.


"jangan meninggalkan makanan didalam microwave dapur. Karena makanan itu tidak pernah aku makan." kata Frans kepada wanita tua itu.


Pria tua itu melihat istrinya. Wanita tua itu menangis lagi, dia memang selalu meninggalkan makanan untuk anak perempuannya, apabila ia pulang setidaknya ada makanan yang bisa dihangatkan untuknya. Wanita itu benar-benar percaya kalau anak perempuannya ada dihadapan mereka sekarang. Sedangkan pria tua itu tidak percaya istrinya selama ini melakukan hal itu.Ia sendiri bahkan tidak pernah tahu mengenai hal ini.


"kamu melakukannya??" tanya Pria tua itu kepada istrinya dengan tatapan tidak percaya


Wanita tua itu mengangguk sambil menangis.

__ADS_1


" kamu benar-benar melihatnya??" kata pria tua itu lagi ia hanya ingin memastikannya lagi.


Frans diam sejenak dan kemudian berkata lagi "waktu itu aku masih dirumah sakit, aku menangis karena mama memaksaku untuk makan sayuran. kemudian kamu berbisik kepadaku, setelah mama pergi kamu akan memberiku sekantung permen coklat dan malam harinya kamu menepati janji. Besok paginya kita berdua dimarahi mama karena aku makan coklat dengan banyak."


Kedua orang tua itu saling berpandangan semua yang dikatakan pria ini adalah benar. Tidak mungkin ia bisa mengetahui semua seluk beluk kehidupan mereka begitu dalam. Mereka berdua saling berpelukan dan menangis bersama.


"terima kasih untuk semua yang sudah kalian berikan. Papa hanya seorang supir truk dengan penghasilan sedikit. Aku paham kalian sudah bekerja keras demi merawat ku. Aku tidak menyalahkan siapapun. Ini sudah seharusnya terjadi." kata Frans.


"dan kamu..." lanjut Frans sambil melihat Kevin


"kamu sudah melakukan hal tepat. Terima kasih sudah menemaniku selama ini. Aku memang sudah tidak sanggup lagi hidup karena seluruh tubuhku rasanya sakit..sangat sakit. Kau sudah membantuku menghilangkan semua rasa sakit itu. Lepaskan lah aku, aku ingin kembali ke kehidupanku yang lebih baik."


Kevin melihat dengan tajam kearah Frans, ia tidak mempercayai satu katapun yang keluar dari asisten pribadinya.


Frans hanya diam. Bosnya adalah orang yang lebih mementingkan akal sehat dibandingkan hal-hal berhubungan dengan irasional. Ia melihat 'wanita' berada dihadapan Kevin. Frans melihat wanita itu terlihat murung karena Kevin tidak mempercayai keberadaannya sekarang.


Frans melihat tumpukan daun berguguran di kaki mereka. Kevin, Lisa dan kedua orang tua itu juga ikut melihat kearah tanah. Sehelai daun  tiba-tiba naik sampai lutut Kevin bertahan selama 2 detik dan jatuh lagi ketanah. Tidak ada angin dan daun yang lain tidak ada bergerak sama sekali yang ada di kaki mereka.


Kevin terdiam sesaat. Ia melihat Lisa dan Frans dengan tatapan tidak percaya. Kedua orang tua itu juga melihat kejadian aneh itu sambil menutup kedua mulutnya, mereka kini benar-benar percaya anak perempuannya yang melakukan hal itu.


Frans bukan orang yang bisa melakukan sulap. Lantas apakah memang 'wanita' itu yang melakukannya. Sepanjang hidup Kevin hanya kedua orang tua Lisa yang pernah dilihatnya setelah mereka meninggal dunia. Kevin bukan orang yang percaya kepada dengan hal seperti ini. Ia melihat Frans dan Frans melihat kearahnya sambil menganggukkan kepalanya seolah mengatakan 'cobalah percaya kali ini saja'.


Kevin menggeleng melihat Frans, hal seperti ini bisa saja dijelaskan dengan ilmu gravitasi menurutnya.

__ADS_1


"berhentilah mencoba menipuku dengan hal seperti ini. Besok aku akan pindahkan kamu kebagian yang lain." kata Kevin.


Lisa menarik tubuh Kevin agar pandangannya tertuju kepadanya "dia tidak minta kamu percaya kepadanya. Jadi jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri."


"Lisa, semua yang dikatakannya bohong. Dia pasti sudah melakukan penyelidikan sebelumnya dengan orang tua itu."


"Kevin sadarlah,,,, Frans mungkin tahu kamu mengalami masalah insomnia, tapi dia tidak tahu trauma apa yang kamu alami saat ini. Dia baru saja bersama dengan mu semalam. Apa yang terjadi tidak mungkin ia bisa tahu siapa nama korban itu. Karena yang melihat file kejadian 20 tahun yang lalu hanya kamu dan papa. Dia juga baru bertemu dengan kedua orang tua ini sekarang. Bagaimana mungkin ia bisa tahu kebiasaan wanita itu sedangkan suami yang satu rumah dengan dirinya saja tidak pernah tahu. Apakah kamu bisa berpikir???" tanya Lisa


"hal itu terlalu dibuat-buat." balas Kevin


"anggaplah dibuat-buat. Lantas apa penjelasan mu tentang daun tadi.??" tanya Lisa


"Lisa, itu bisa dijelaskan secara ilmiah."


"sudah lah...Mr K. aku lelah berdebat denganmu. Frans katakan kepada wanita itu apa yang ingin dikatakannya." Kata Lisa kesal


Pipi Lisa mendadak menjadi dingin. "terimakasih dan selamat tinggal itu katanya, dan sekarang ia sedang memegang pipimu."


Lisa tersenyum "terima kasih sudah memaafkan suami yang bodoh ini. Mungkin sangat menyebalkan bagimu berkomunikasi dengannya. Selamat tinggal." kata Lisa dengan seseorang yang tidak  tampak diwajahnya


Kevin tidak suka dengan perkataan Lisa dan menatapnya dengan tatapan tajam, Lisa tidak memperdulikan Kevin dan memegang kedua pipinya yang secara perlahan hilang rasa dingin tersebut. Tidak mempercayai hal gaib bukan hal yang aneh, tapi pilihan hidup. Terlepas benar atau tidak perkataan Frans tadi memang memberikan ruang dalam hati Kevin. Memaafkan diri sendiri ada kunci lepas dari semuanya. Kevin melihat kearah Lisa yang senyum-senyum sendiri.


Tiba-tiba suasana hutan menjadi sangat hening. Semua  orang yang ada di lokasi rekonstruksi diam bersamaan tanpa ada yang memberikan arahan. Suara keheningan itu seolah mengantar 'wanita muda' itu ke alam barunya yang lebih tenang. Hening bersamaan dengan perginya wanita itu dengan tenang.

__ADS_1


Lisa melihat ke awan, ia yakin mama dan papanya juga melihat anaknya disini dalam kondisi baik. 'aku harap kamu sampaikan salam ku kepada kedua orang tuaku dan anak ku diatas sana.' batin Lisa sambil tersenyum melihat awan.


__ADS_2