
Melihat Lisa yang berdiri dengan tegak didepannya Kevin menjadi sangat kesal. Ia mengangkat Lisa dibelakangnya, dengan gerak cepat pengawal Lisa berdiri didepan Lisa dan Kevin.
"aku saja...." kata Lisa dengan penuh semangat
"sehebat apapun kamu sebagai wanita, tugas pria yang melindungi mu. PAHAM." Kata Kevin kesal.
Dengan satu gerakan mudah, pengawal Lisa dan Kevin bisa menangkap kedua penjahat itu dengan mudah.
"aku juga bisa...'' kata Lisa pelan dengan wajah cemberut.
Ibu yang dompetnya dirampok akhirnya berada dihadapan Lisa dan Kevin, wajahnya kemerahan karena mengejar perampok tadi. Lisa meremas lengan Kevin dengan kuat ketika melihat wanita tadi, sangat mirip dengan mamanya. Emosi Lisa seketika meluap.
Kevin merasa sakit di lengannya melihat kearah Lisa dan kemudian melihat kearah pandangannya. Sama dengan Lisa, Kevin juga tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Kevin menggosok matanya dengan jari telunjuknya untuk memastikan orang yang dihadapannya.
Wanita ini benar-benar nyata, hanya usianya sepertinya sekitar 40 tahunan. Lisa perlahan melihat Kevin, dan mereka saling bertukar pandangan. Lisa melihat lagi kearah wanita tadi dan melihat Kevin lagi. Tidak percaya tapi itu yang terlihat dimatanya sekarang.Jangan-jangan ia bermimpi lagi...pikir Lisa
Hujan mendadak dengan sangat deras. Lisa menampung hujan dengan telapak tangannya, ini kenyataan bukan mimpi batin Lisa.
__ADS_1
Lisa yang terdiam diposisi nya membuat Kevin bergerak cepat membawa Lisa masuk kedalam mobil. Dua orang pengawal Lisa dan Kevin masih mengamankan perampok itu menunggu polisi datang ke lokasi.
Lisa masih terdiam didalam mobil, begitu mobil berjalan Lisa melihat kearah belakang. Menatap wanita itu dengan perasaan penasaran. Orang berkata setiap manusia ada 7 orang kembaran yang sama di dunia ini. Apakah ini maksud dari perkataan ini..... Lisa duduk kembali dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Kevin menggenggam tangan Lisa.
"apakah kamu ingin mendapatkan informasi tentang wanita tadi??" tanya Kevin
Lisa menggelengkan kepalanya dengan cepat. "tidak perlu,, mama sudah meninggal, aku tidak ingin mengungkit apapun tentang mama. "
Kevin menyandarkan kepala Lisa dipundaknya. Sebagai suaminya, Kevin sangat paham, menerima mamanya meninggal dunia dunia adalah hal tersulit yang dialami Lisa. Apalagi pelaku yang menyebabkan meninggal mamanya adalah orang yang masih berhubungan darah dengan dirinya. Semua terjadi dengan begitu cepat dan Lisa harus merelakan semuanya, walau dalam hatinya masih belum bisa memaafkan semua orang yang terlibat didalamnya. Tidak ada pilihan lain, kecuali menerima dengan lapang dada. Ia tidak bisa membiarkan istrinya bersedih hati hanya karena hal itu.
"kamu ingin makan sesuatu??" bujuk Kevin
Kevin menggenggam tangan Lisa sambil melihat kearah luar jendela. Hujan turun semakin deras dan suara petir bersahutan. Tidak lama berselang, mereka sampai di apartemen. Kevin menggendong Lisa, dan dari sudut mata terlihat air matanya mengalir. Kevin hanya diam, dan Lisa mengalungkan tangannya di leher Kevin.
"kamu mau langsung tidur??" tanya Kevin tanya Kevin didalam lift
Lisa menggeleng "aku mandi dulu...." jawab Lisa dengan mata terpejam sudut matanya masih meneteskan air mata.
__ADS_1
Ia merindukan sosok mamanya selama ini, tiba-tiba melihat seseorang yang mirip dengan mamanya semua kenangan ketika ia hidup kembali berputar di kepala Lisa. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika melihat mamanya membeku dihadapannya itu merupakan hal terburuk yang pernah dialaminya.
Kevin menggendong Lisa sampai ke kamar mandi, kemudian ia keluar dan menutup pintunya. Lisa mandi lebih cepat dari biasanya. Rambutnya masih basah dan tergulung oleh handuk tidak dipedulikannya. Ia berbaring dan menutup matanya dengan cepat. Berharap ketika bangun ia sudah lupa dengan kejadian yang dialaminya malam ini.
Kevin masuk kedalam kamar dan menemukan Lisa sudah meringkuk ditempat tidur masih dengan jubah mandi dan handuk di kepalanya. Kevin berjalan ke ruangan pakaian dan membawakan baju tidur Lisa dan hair dryer. Kevin mengganti baju Lisa dan mengeringkan rambutnya dengan sabar. Setelah itu ia berbaring disebelah Lisa.
Lisa merebahkan kepalanya di dada Kevin dan memeluknya. Kevin mencium kening Lisa dan mereka pun tertidur.
Lisa tidak bisa tidur dengan nyenyak, walau mulutnya berkata tidak ingin mengetahui tentang wanita tadi, hati kecilnya sangat penasaran dengan dirinya. Bagaimana jika ia seperti Roy, tidak hanya nama yang sama ternyata mereka juga kembar tidak identik. Tapi Lisa belum pasti dengan semuanya, karena ia secara pribadi menolak tes DNA dengan Roy.
Lisa melihat Kevin sudah tidur dengan lelap. Lisa melihat Kevin sejenak, kemudian membuka selimutnya. Dengan perlahan-lahan Lisa membuka pintu balkon kamarnya sambil melihat kearah Kevin. Ia tidak ingin membangunkan Kevin tengah malam begini. Udara sangat dingin karena selesai hujan. Lisa merapatkan baju tidurnya dan melihat lampu dari rumah dan bangunan. Pikiran Lisa tenang seketika. Lisa melihat kearah langit sangat gelap, tidak ada bintang malam ini.
'ma...tahukah kamu, malam ini aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip denganmu. Hanya saja dia terlihat lebih muda dari pada dirimu. Rambutnya juga lebih panjang dari rambutmu. Sepertinya ia lebih rajin merawat rambutnya daripada dirimu.' Bibir Lisa mengembangkan senyumannya sambil melihat langit.
'tahukah kamu, aku sangat penasaran dengan dirinya. Tapi kata hatiku mengatakan akan ada masalah lagi kalau aku mencari tahu apapun tentang keluarga kita. Jadi biarkan aku hanya menyimpannya dalam hati saja. Jika memang kami adalah saudara, ya,,,, berarti aku memiliki saudara selain Leo. Jika tidak berarti itu hanya sebuah kebetulan saja. Aku rindu mama.... Aku rindu kalian berdua.... Bagaimana dengan bintang, pasti dia sangat rewel sekarang. Bersabarlah menjaga dirinya demi diriku...' air mata Lisa menetes di pipinya tanpa disadarinya.
Lisa berbicara sambil melihat ke langit, seolah-olah mamanya ada dihadapannya dan mendengarkan semua keluh kesahnya. Walau tidak mendengarkan respon apapun Lisa sudah merasa puas dengan bercerita seperti itu. Ada kepuasan dalam hatinya yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
__ADS_1
Sementara Kevin yang terjaga dan tidak menemukan Lisa, langsung duduk ditempat tidur. Ia melihat kearah balkon, Lisa berdiri sambil menatap kearah atas. Kevin membuka selimutnya dan berjalan kearah balkon. Samar-samar Kevin mendengar semua perkataan Lisa.
Mata Kevin berkaca-kaca ketika Lisa berkata tentang Bintang, nama anak mereka yang meninggal dunia. Rasa sedih tidak bisa dibendung oleh Kevin. Kevin sangat senang dengan kehamilan Lisa waktu itu. Ia mungkin terlalu berharap banyak dengan kehamilan Lisa. Dan ketika kehilangan, rasanya ada bagian dalam hati yang kosong. Kevin ingin keluar menghibur Lisa, tapi saat ini dia belum siap. Apalagi yang berhubungan dengan kehilangan anak mereka. Kevin hanya bisa memandangi punggung Lisa yang dingin.