
Lisa dan Kevin pulang setelah berakhirnya acara famili gathering di kantor. Lisa melihat jam tangannya menunjukkan pukul 8 malam. Lisa melihat kearah lift. Perasaan Lisa selalu tidak tenang setiap melihat lift pada malam hari.
"Tidak akan terjadi apapun, sekarang sangat ramai. Jadi berhentilah memikirkan yang tidak-tidak." kata Kevin memberi semangat kepada Lisa.
Lisa mengangguk kemudian berkata "aku tidak takut. Kamu tenang saja."
******
Sampai dirumah Lisa langsung menuju ke lantai 2 untuk mandi sementara Kevin menggunakan lantai 1 untuk membersihkan dirinya. jam 9 malam ia ada rapat video bersama dengan para pimpinan perusahaan di Eropa. Mereka tidak lain adalah saudara Kevin seluruhnya. Ada yang merupakan sepupu ada juga paman Kevin. Kevin mandi lebih cepat dibandingkan dengan Lisa. Begitu selesai berpakaian, ia langsung menghidupkan komputer diruang kerjanya dan mulai tenggelam dengan kesibukan kerjanya.
Lisa yang sudah selesai mandi, mengintip dari celah pintu. Terdengar Kevin sudah mulai rapat dengan para petinggi Sun Group di Eropa. Lisa masuk kedalam ruangan Kevin dan meletakkan buku yang dibelinya tadi di rak buku. Lisa tidak menunggu Kevin selesai rapat, Kevin terlalu sibuk untuk diajak bicara. Ia langsung naik ketempat tidur. Hari ini sangat menyenangkan dan juga melelahkan bagi Lisa.
Tengah malam Lisa terbangun. Kevin terlihat sudah tertidur dengan lelap disebelahnya sambil memeluknya. Lisa perlahan-laham melepaskan tubuhnya dari pelukan Kevin dan membuka pintu ruangan kerja Kevin. Lisa mulai membuka buku pelajarannya tadi dan menghidupkan laptopnya.
Jari lentik Lisa mulai mengetik tugas yang diberikan dosen dengan sangat lancar. Tidak sulit bagi Lisa mengerjakan tugas mengenai pemasaran internasional. Proyek yang dikerjakannya dengan One Future Ltd adalah salah satu pemasaran yang sudah masuk ke dunia internasional. Apa saja yang harus dikerjakan dan faktor penting keberhasilan dalam peluncuran suatu produk diluar negeri sudah terekam jelas dipikiran Lisa. Ia hanya tinggal menuangkannya dengan baik didalam ketikan tugasnya.
Lisa membaca buku, kemudian membuka email pribadi dirinya. Mencoba menghubungkan antara materi dengan kenyataan yang dialami perusahaan dalam pemasaran internasional. Lisa menyelesaikan tugasnya sampai pukul 3 pagi. Ia selesai mencetak laporannya dengan sempurna dan tersenyum dengan lega.
"kenapa kamu tidak tidur??" suara Kevin mengejutkan Lisa di malam yang sunyi.
Lisa mengelus dadanya, karena jantung Lisa berdetak tidak teratur akibat ulah Kevin yang mengejutkannya. "kenapa kamu mengagetkanku??" tanya Lisa
"aku tidak mengejutkanmu."
"kalau tidak ingin mengagetkanku. Kenapa berdiam diri. Kamu tidak lihat aku sibuk mengerjakan tugas.." kata Lisa kesal.
Aku sudah berdiri disini beberapa menit yang lalu. Tapi kamu terlihat sangat sibuk dengan ketikan dan cetakan tugasmu. Apakah aku salah??"
"jelas salah. Sekali salah tetap salah." protes Lisa. Lisa mengomel sambil merapikan tugas miliknya, kemudian merapikan meja kerja Kevin dan mematikan laptop miliknya.
"Sudah selesai..." tanya Kevin
"sudah"Â jawab LIsa sambil tersenyum puas. Lisa memasukkan tugasnya kedalam tas dan kemudian meletakkan kembali tas dan laptopnya kedalam lemari.
__ADS_1
"ayo tidur lagi..." kata Kevin sambil merangkul Lisa dan membawanya kembali ketempat tidur.
Walau hanya tidur selama beberapa jam Lisa merasa sangat lelap dalam tidur. Ia tadi tidak bisa tidur dengan lelap, dipikirannya selalu terbayang tugas yang diberikan oleh dosennya. Begitu menyelesaikannya, hati dan pikiran Lisa sangat tenang.
*****
Pagi hari bi Rita sudah menyiapkan sarapan dimeja makan. Lisa makan dengan cepat karena semalam ia sama sekali tidak menyentuh pekerjaan pasti ada bertumpuk berkas yang harus diperiksa nya.
"Bi Rita tolong hari kamis siapkan sandwich dan susu vanila untuk bekal kuliah ku ya..." kata Lisa sambil berpamitan degan Rita dan Juli yang sedang membersihkan kamar tidur lantai 1.
Hari ini Kevin berangkat lebih pagi karena Khay sore hari akan pergi ke Inggris. Kevin ingin memastikan rencana pemasaran dengan matang. Lisa membawa bekal sarapan untuk Kevin yang tidak sempat sarapan dirumah.
Jam setengah 8 pagi Lisa sudah sampai di kantor. Lisa membuka sedikit pintu penghubung ruangan Kevin dan Lisa. Ada Khay, Frans, dan 3 orang staf kantor bagian pemasaran. Mereka terlihat sibuk dengan berkas yang menumpuk dimeja tamu ruang kerja Kevin.
Lisa mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mengirim pesan kepada Kevin
'sudah sarapan....'
'belum.'
'lama lagi selesainya....🙄'
'setengah jam lagi.'
'ok. aku membawa sarapan. Kalau sudah selesai keruangan ku. 😊
'🥰'
Lisa terpana dengan emoji yang dikirim Kevin. Ini pertama kalinya ia mengirim pesan dengan emoji. Satu kemajuan pesat pikir Lisa.
Lisa mulai sibuk dengan berkas yang ada di mejanya. Lisa membaca satu persatu berkas dan kemudian menandatangi nya. Ia memisahkan mana berkas yang perlu di perbaiki dan mana yang sudah sesuai. Selesai meletakkan semua berkas Lisa dikejutkan dengan Kevin yang sudah duduk dihadapannya.
'kapan kamu datang..." Lisa mengatur nafasnya dengan teratur. Pria ini sudah mengagetkan Lisa dua kali dalam 24 jam ini saja.
__ADS_1
''aku sudah memanggil namamu beberapa kali. Tapi kamu sibuk dengan berkas dihadapanku. Aku diam saja sambil melihat kamu bekerja." jawab Kevin tanpa merasa bersalah.
Lisa menyerahkan semua berkas kepada Angel dan kemudian mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya. Menyusun semua makanan yang dibawanya di atas meja. Sandwich dan salad buah kesukaan Lisa ada dimeja. Lisa dengan semangat menyuapi Kevin dengan sandwich yang dibawanya.
Mata Kevin tidak berhenti memandang Lisa, merasa ada yang salah dengan pandangan Kevin...Lisa menyerahkan sandwich ditangannya kepada Kevin.
Kevin dengan cepat menolaknya. "aku sangat senang istriku sangat menyayangi ku."
Lisa merasa malu Kevin terlalu memujinya. "kamu makan sendiri saja." kata Lisa sambil menghindari pandangan mata Kevin.
Lisa menyembunyikan wajahnya dibalik layar komputernya yang besar.
''aku ingin dimanja oleh istriku. Suapi aku.'' Kevin mulai bersikap aneh, ia menjadi kekanak-kanakan. Tidak ada pilihan bagi Lisa selain menyuapi Kevin sampai selesai makan.
Lisa tidak ada kerjaan sampai jam 1 siang nanti, jadi ia memutuskan pergi ke salon untuk merubah penampilannya. Setelah permisi dengan Kevin, Lisa langsung pergi ke salon rekomendasi dari Caroline. Tempatnya sangat mewah. Lisa berdiri didepan salon, tempat ini sangat mewah. Lisa merasa tidak cocok berada ditempat ini.
Salah satu karyawan salon mengenali Lisa yang pernah datang ketempat ini bersama dengan Caroline. Caroline adalah pelanggan tetap. Ia tercatat sebagai anggota prioritas di salon ini. Dengan cepat ia menyambut Lisa dan mempersilahkan Lisa masuk kedalam, Lisa terlambat untuk melarikan diri.
Pegawai salon mulai bertanya. "ada yang bisa dibantu...." kata pemilik Salon tersebut.
"kami adalah menantu Bu Caroline bukan..." kata pria itu lagi.
Lisa mengangguk.
"kamu ingin gaya rambut seperti apa ...."
Lisa tersenyum dan menjawab "aku ingin gaya yang baru. Bisa membuatku lebih terlihat segar."
"serahkan kepada kami...." kata pria yang gemulai itu.
Dengan tangannya yang lembut. Pria itu mulai melakukan eksperimen dengan penampilan Lisa.
Pria ini memiliki tangan yang halus. Benar-benar seperti tangan seorang wanita. Bahkan tangan Lisa tidak selembut tangan pria ini.
__ADS_1