
Sampai dikamar hotel Lisa benar-benar melihat ada dapur kecil terlihat disudut sebelah kanan ruangan. Kulkas besar juga ada diruangan itu. Padahal sebelumya hanya ada kulkas portabel dikamar hotel ini. Ruangan dicat dengan wana merah muda yang lembut dipandang mata. Lisa tidak percaya dengan pandangan matanya dan melihat kearah Kevin.
"beberapa kali kamu mengatakan kalau aku membuatmu marah, maka kamu akan menginap disini. Jadi aku berpikir untuk mendekorasi ulang ruangan ini sesuai dengan keinginanmu."
"bahkan untuk tempat persembunyian dibuat senyaman ini, apa kamu tidak takut aku akan tinggal disini selamanya??" kata Lisa sambil tersenyum menyindir Kevin.
"itu tidak akan terjadi. Aku akan menyewa excavator untuk merubuhkan dinding ini kemudian membawa kamu keluar dari sini." kata Kevin sambil tersenyum licik.
"bukan kah hotel ini milikmu??"
Kevin mengangguk, "Tidak lagi, aku sudah merubahnya keatas namamu. Dan seperti yang kamu tahu tidak sembarang orang bisa masuk didalam sini. Jika kamu menghapus data ku, maka aku tidak akan bisa masuk kedalam lagi."
Pupil mata Lisa membesar "bisa seperti itu???" kebahagian tiba-tiba muncul diwajah Lisa. Perasaan Kevin jadi tidak enak melihat wajah Lisa.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak." kata Kevin sambil menyentil kening Lisa dengan pelan.
Lisa cemberut melihat Kevin yang berjalan kearah kulkas dan menyusun makanan yg dibeli tadi kedalam kulkas.
"aku akan siapkan makan malam, kamu mandi saja." kata Kevin.
Lisa lagi-lagi tercengang dibuat pria ini. "kamu bisa masak??" tanya Lisa tidak percaya
"aku terbiasa hidup sendiri dari kecil. Bagaimana mungkin aku tidak bisa memasak."
"oh..." Lisa balik badan berjalan kearah kamar mandi dan beberapa kali melihat kearah Kevin. Hati Lisa tidak tenang membiarkan Kevin di dapur sendiri. Jika Lisa membantunya, sudah pasti tidak akan diizinkan karena apapun yang dikatakan Kevin ada sebuah undang-undang tidak tidak tertulis. Lisa mandi tapi pikirannya masih memikirkan Kevin dan dapur. Selesai mandi dan berpakaian Lisa keluar dari kamar dan mencium aroma makanan yang sangat menggoda selera. Dimeja makan sudah tersaji makan steak daging, lengkap dengan salad sayuran dan ada kentang goreng kesukaan Lisa.
Lisa bertepuk tangan melihat hasil masakan Kevin. Benar-benar luar biasa. Dapur juga sudah bersih tidak ada piring kotor di dapur. Pria ini memang perlu mendapatkan banyak pujian. Hebat dalam urusan kantor dan dapur. Tidak sia-sia Lisa melamarnya.
__ADS_1
Lisa berjinjit mencium pipi Kevin sambil berkata "terima kasih". Ternyata rasanya seperti ini menjadi istri yang dimanja oleh suami. Benar-benar menyenangkan.
Kevin tersenyum puas istrinya menghargai kerja kerasnya. "mari kita makan.."
Lisa dengan cepat duduk di depan pantry. Dikamar hotel hanya ada 1 kamar dan ruang tamu yang cukup luas. Tidak ada ruang makan, dapur yang dibuat memiliki pembatas yang dibuat setinggi pinggang orang dewasa berfungsi sebagai meja makan. Kevin duduk disebelah Lisa.
Lisa mulai mencicipi masakan Kevin dan rasa ternyata memang luar biasa. Ia jadi teringat perkataan Cindy kalau Kevin adalah seorang manajer restoran ditempat papanya sampai sekarang. Pantas saja masakannya sangat enak. Lisa makan dengan gembira dan tidak bicara sama sekali. Ia sangat fokus dengan makannya sekarang.
Selesai makan Kevin langsung mencuci piring, Lisa tersenyum puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Kevin malam ini. Selesai makan langsung menyiapkan televisi untuk ditonton dan camilan dimeja sudah tersusun dengan sempurna oleh Kevin.
"aku mandi dulu, kamu pilih saja film yang ingin dilihat." kata Kevin sambil menyerahkan remote televisi kepada Lisa.
"bukankah menonton itu paling enak di bioskop...." Protes Lisa
"aku sudah katakan, aku paling tidak suka kamu bersama pria lain. Jangan bersama pria lain, melihat kamu dilihat saja aku keberatan. Aku belum melakukan perhitungan dengan yang namanya Arkana itu." Kata Kevin sambil menunjuk Lisa.
Lisa menelan ludah, keselamatannya kembali terancam. Lisa melihat kearah pintu dan mulai berpikir untuk kabur.
Ah, pria ini benar-benar xavier sang pembaca pikiran manusia. Jangan-jangan memang dia adalah salah satu anggota x-man. Lisa kembali meragukan Kevin adalah manusia biasa. Pria ini terlalu sempurna untuk ukuran manusia biasa. Pasti ada rahasia yang tidak diketahuinya. Pikiran Lisa mulai menghayal ke hal yang tidak-tidak.
Kevin selesai berpakaian dan Lisa terlihat masih sibuk dengan camilannya. Lisa banyak sekali makan, tapi tubuhnya selalu langsing. Kadang Kevin tidak habis pikir dengan Lisa, wanita nya tidak suka berolah raga. Tapi sangat suka makan. Makan sebanyak apapun tidak akan berpengaruh kepada gemuk tubuhnya.
Lisa menonton sambil tertawa sendiri. Kevin mendekati Lisa, melihat acara apa yang dilihat istrinya.
"korea...."
Lisa menaikkan alisnya sambil terus tertawa dan mengunyah kripik kentangnya. Kevin mengambil keripik ketang dari tangan Lisa dan memberikan potongan buah yang sudah disiapkannya dimeja. "kurangi makanan seperti ini, cobalah perbanyak makan buah."
__ADS_1
"hmm" jawab Lisa santai sambil terus mengunyah.
"aku dengar Arkana itu yang mengikuti kami dari kampus sampai ke toko buku semalam ya..."
"menurut A dan B seperti itu. Aku tidur sepanjang perjalanan. Tidak tahu." Lisa cuek menjawab pertanyaan Kevin.
"sudah berapa lama kenal...."
"1."
"1 tahun...."
"1 hari Mr K." jawab Lisa mulai kesal karena Kevin menganggu ia menonton six sense acara reality show Korea.
"alamat, bekerja dan status pernikahan dia....."
Lisa mulai kesal dengan pertanyaan Kevin yang bertubi-tubi.
''hei Mr K. Kamu kira aku bekerja di dinas kependudukan.... Aku tidak perlu tahu siapa dia. Yang dia perlu tahu, aku sudah menikah dan sudah milik kamu sekarang. Paham.."
Kevin tersenyum puas. Kata 'milik' yang dikatakan Lisa sangat baik diterima ditelinga dan masuk kedalam hati Kevin.
Lisa yang kembali fokus menonton merasa ada yang salah dengan perkataan yang diucapkan nya tadi. Mata Kevin sudah berkilat memancarkan keinginannya untuk menelan tubuh Lisa bulat-bulat.
Lisa menurunkan kakinya dari sofa, bersiap kabur dari Kevin secepat yang dia bisa. Sayangnya, Kevin lebih cepat darinya. Kevin berbisik ditelinga Lisa... "kamu adalah milikku."
Darah Lisa berdesir hebat ketika Kevin mulai membisikkan kata cinta dan betapa cantiknya Lisa dimatanya hari ini. Tidak hanya hari ini, dulu dan dimasa yang akan datang baginya Lisa adalah wanita yang tidak tergantikan.
__ADS_1
Ciuman di leher, telinga dan bibir membuat malam Lisa menjadi sangat panjang dan melelahkan. Pria ini akhirnya kembali menunjukkan taringnya sebagai pria terkuat yang bergelut dengan tubuhnya.
Memohon untuk melepaskan dirinya hanya sebuah perkataan sia-sia. Kevin semakin bersemangat menandai teritorialnya ditubuh Lisa. Ia ingin semua orang mengetahui wanita ini adalah miliknya. Jangan berusaha mendekat.