
Malam semakin larut, banyak informasi yang Lisa dapatkan. Semuanya benar-benar diluar dari dugaan nya selama ini. Kevin terlihat sudah lebih baik..Walau tiba-tiba masih berpandangan kosong, tapi Lisa mengatasinya dengan menanyakan banyak hal kepada Kevin.
Dalam waktu singkat, Kevin dan Lisa sampai ke hotel. Lisa berbelok ke arah restoran hotel sambil tersenyum menunjukkan barisan gigi depannya yang tersusun rapi. Kevin paham maksud istrinya, jalan pada malam hari membuat makan malam yang makannya habis terkuras. Ia memerlukan energi tambahan dengan makanan.
Kevin tidak berkomentar, ia sudah sangat paham dengan istri nya. Lisa memesan makanan dengan kalori yang cukup tinggi menurut Kevin. Lisa menanyakan apakah Kevin ingin makan lagi..... Kevin menggelengkan kepalanya.
Lisa paham, bagi Kevin proses makan berhenti di jam 8 malam. Setelah itu dia tidak akan mau makan apapun lagi. Sikapnya sangat bertolak belakang dengan Lisa yang tidak peduli jam berapapun, jika lapar maka ia harus makan. Walau Lisa termasuk wanita yang suka makan, tubuhnya selalu terlihat proporsional. Tidak gemuk dan tidak kurus, tubuh nya berisi dengan sempurna. Benar-benar idaman seluruh wanita, banyak makan bukan jadi masalah dengan berat badan.
Lisa selesai makan, terlihat sepupu Kevin mendatangi nya dan mengajaknya berkumpul dengan mereka. Lisa menatap bingung kearah Kevin. Pria ini sudah pasti tidak akan membiarkan istrinya dibawa pergi begitu saja.
"apa yang kalian lakukan.....' tanya Kevin
"kami hanya ingin mengadakan ritual kebiasaan keluarga kita. Acara penyambutan anggota keluarga baru" jawab Jennie.
'aku tidak bisa tidur tanpa dirinya." rengek Kevin
"kami tidak akan lama, begitu selesai aku akan menghubungi kakak sepupu untuk menjemput nya.'
"paling lama 2 jam ya...." pinta Kevin
__ADS_1
"baiklah...' kata sepupu Kevin dengan kompak.
Lisa baru berdiri, sepupu pria Kevin datang mendekat. " Kakak sepupu, hari ini kita akan mengadakan acara pelepasan masa lajang"
Kevin mengerutkan keningnya. " aku sudah tidak lajang lagi.Untuk apa dirayakan..."
"maafkan kami terlambat mengadakan acara ini karena kalian menikah tidak mengundang kami. Walaupun begitu kami akan tetap membuat acara ini sebagai dokumentasi keluarga kita." kata Patrick yang sudah terlihat sembuh.
"hanya 2 jam ya....tidak lebih. besok pagi aku dan istriku ada rapat virtual." pinta Kevin
Kevin dan Lisa dibawa dengan menggunakan lift yang berbeda. Lisa dibawa kelantai 15 sedangkan Kevin dilantai 14. Didalam ruangan kamar hotel Lisa melihat ada 5 orang sepupu Kevin sudah menunggunya.
"maafkan kami tidak bisa menghadiri acara pernikahan kalian" kata Jannie.
"tidak perlu meminta maaf, karena kami memang tidak mengadakan acara pernikahan kami. Hanya mengambil sertifikat pernikahan, tidak ada acara yang dibuat." kata Lisa
"bagaimana kalau kita buat saja acaranya sekarang....'
Lisa menggeleng dengan cepat dan berkata "hidup rukun dengan Kevin sudah merupakan hadiah terindah dalam hidupku. Tidak perlu perayaan apa pun.
__ADS_1
Jannie makin merasa bangga dengan kesederhanaan hidup Lisa dan Kevin. "kalian adalah cinta pertama masing-masing pihak dapat dipertemukan lagi adalah sesuatu yang indah.''
Selama 2 jam mereka menanyakan kisah cinta Kevin dan Lisa. Lisa jujur kalau awal pertemuan dengan Kevin ia sudah terpesona dengan ketampanannya. Tapi tidak ada niat untuk menjalin suatu hubungan dengan Kevin. Lisa saat itu melamar Kevin hanya dengan tujuan membuat mamanya senang, tidak ada niat lain. Niat awal akan berpisah setelah kondisi mamanya pulih, ternyata Kevin menanggapi perkataan Lisa dengan serius. Ia menginginkan menikah dengan serius dan tidak ingin pernikahan asal-asalan. Sejenak waktu Lisa sedikit takut, detak jantungnya berdetak tidak terkontrol, darahnya berdesir tidak karuan,
Dipikiran Lisa saat itu sudah berpikir untuk menulis surat perjanjian kontrak pernikahan. Ide cemerlang itu hilang begitu saja, begitu Kevin mengatakan 'pernikahan baginya adalah seumur hidup dan tidak ingin bercerai selamanya. Lisa merasa mendapat tamparan diwajahnya, pernikahan adalah menjalin hubungan dengan lawan jenis yang legal dari segi hukum dan agama. Bukan sesuatu yang bisa dipermainkan begitu saja.
Awalnya Lisa tidak mempercayai Kevin mencintainya karena dia sendiri tidak memiliki perasaan apapun kepada Kevin, bagaimana mungkin bisa mengatakan kalau ia mencintai dirinya dalam waktu beberapa menit setelah bertemu. Belakangan setelah pernikahan mereka, Lisa baru mengetahui bagi Kevin, Lisa adalah cinta pertama Kevin, tapi waktu berjalan sudah sekian lama. Apa mungkin bisa bertahan dengan selama itu, mencintai tanpa mengetahui fisik orang yang dicintainya?? Menurut Lisa sangat tidak logis dan setiap orang bisa berubah walau hanya 1 hari.
Tapi inilah yang terjadi dalam hidup Lisa. Sekarang ia dan Kevin masih belajar untuk menerima satu sama lain. Pernikahan bukan hanya menyatukan dua hidup orang yang berbeda, menyatukan pemikiran apa yang akan dilakukan kedepannya. Proses belajar terus menerus dan saling memahami satu sama lain tanpa kenal lelah. Paling sulit adalah menekan masing-masing ego demi keharmonisan rumah tangga. Lisa belajar banyak dalam waktu hampir 1 tahun ini.
Dalam waktu yang masih sangat kecil, ditinggal oleh papanya. Lisa tidak pernah hidup dilingkungan keluarga yang lengkap. Ia tidak tahu bagaimana seharusnya keluarga itu. Pernah tinggal bersama Leo dan keluarg, tapi waktu itu kakek Lisa sangat kaku orangnya. Lisa sangat jarang melihatnya bicara. Ketika itu, Lisa masih berpikir rumah tangga hanya sekedar tinggal bersama dan memiliki anak. Tidak ada memerlukan perasaan yang dalam. Sangat berbeda dengan yang dialaminya saat ini.
Sepupu Kevin sangat puas mendengar cerita hidup Lisa dan Kevin. Lisa mendapat banyak kado dari sepupu Kevin, Jannie meminta pelayan hotel membawa troli untuk mengantar semua hadiah kekamar Lisa. Lisa sangat senang mendapatkan penyambutan yang hangat dari keluarga Kevin.
Kevin sudah menunggu dikursi tamu sambil memegang tab nya. Dikamarnya juga sudah banyak kado dan balon berwarna pink.
"lihat lah kamar kita seperti ruangan kamar anak." kata Kevin sambil tersenyum dan memamerkan suasana kamar.
"Aku sangat suka dengan suasana kamar yang penuh balon, menurutnya sangat cantik dibandingkan kelopak mawar yang ditebar dilantai dan tempat tidur." Lisa mengingat kejadian ketika merka berada di Jepang.
__ADS_1
Lisa tidak mengetahui kalau sebenarnya, sepupunya tadi sudah mempersiapkan hal yang sama. Kevin yang menerima poto dari sepupunya langsung mengatakan Lisa tidak menyukai dekorasi dengan bunga mawar. Kelopak mawar merah dan putih yang sudah disiapkan harus diganti dengan dekorasi serba balon. Mereka luar biasa, dalam waktu kurang dariĀ jam mereka bisa membersikan semua dan mengganti dengan dekorasi manis seperti ini.