Hey Kamu... Tuan Kevin

Hey Kamu... Tuan Kevin
bunga kampus


__ADS_3

Lisa merasa ada orang yang sedang memperhatikannya. Ketika Lisa membalikkan badan, terlihat Kevin memandangi dirinya sambil melipat kedua tangannya di dadanya dengan pandangan yang sulit dijelaskan oleh Lisa. 'apa dia mendengarkan apa yang aku katakan tadi??' Lisa mulai bertanya dalam hati. Tapi ia tersenyum sambil melihat Kevin.


Kevin membuka pintu kaca kearah Lisa dan berdiri didepannya sambil memeluknya. "kenapa kamu diluar malam-malam begini,,," Kevin memegang hidung Lisa


"hidung kamu sudah merah karena dingin.. ayo kita masuk."  ajak Kevin


"Sebentar lagi,,,,," kata Lisa sambil membalikkan badan melihat lampu kota yang sangat cantik.  Kevin memeluk Lisa dari belakang dan membenamkan wajahnya dipundak Lisa memberikan kehangatan untuk istrinya tercinta.


***


Seminggu ini Lisa sibuk dengan karya ilmiah sebagai syarat masuk pendaftaran S2 di kampusnya. Kevin yang ingin membantu ditolak Lisa mentah-mentah. Ia ingin menunjukkan kemampuannya sendiri dalam perkuliahan. Jika Kevin ikut campur, pasti tanpa karya ilmiah Lisa sudah bisa masuk dengan mudah.


"hari ini aku akan ke kampus untuk menyerahkan tugas." kata Lisa kepada Kevin


"baiklah, aku akan ikut." kata Kevin


Lisa terdiam sejenak, dipikirannya masih terbayang beberapa hari yang lalu. Kevin yang berdiri menunggu Lisa di luar mobil menjadi pusat perhatian banyak mahasiswi. Wajahnya yang tampan sangat sulit untuk tidak menjadi objek perhatian banyak mata. Lisa melihat kearah Kevin lagi dan makalahnya.


"aku sendiri saja.." kata Lisa


"aku ikut."


"tidak perlu. Aku bisa sendiri." jawab Lisa tegas


"apa kamu ingin menjadi bunga kampus??"


Lisa melihat Kevin dengan pandangan aneh. Bukankah dia yang menjadi bunga kampus, kenapa mengalihkan semuanya kepada dirinya?? Benar-benar tidak masuk akal. Jelas-jelas dia yang menjadi pusat perhatian banyak mahasiswi kenapa jadi dirinya yang dijadikan korban.

__ADS_1


"pokoknya, kamu jangan ikut aku ke kampus. Kamu kerja saja. Paling lama hanya 30 menit waktu yang aku butuhkan untuk menyerahkan tugas ini." kata Lisa


Kevin memilih mengabaikan perkataan Lisa dan mengikutinya sampai ke kampus. Tidak mudah bagi Lisa membujuk Kevin agar tidak ikut kedalam kampus dan memilih berdiam diri didalam mobil. Mata Kevin tidak berhenti mengikuti arah Lisa berjalan masuk kedalam kampus, hatinya tidak tenang membiarkan Lisa masuk sendirian kedalam kampus tanpa dirinya dan pengawal yang biasa mengikutinya.


Kevin berkali-kali melihat kearah jam tangan dan pintu masuk kedalam kampus. Setelah menunggu 20 menit, akhirnya ia bisa melihat Lisa berjalan keluar dari dalam kampus menuju ke parkiran.


Dengan wajah sedih Lisa masuk kedalam mobil. Perasaan Kevin tidak enak melihat ini.  Kevin membesarkan hati Lisa dengan memberikannya pelukan.


"tidak masalah, jika memang harus direvisi nanti aku akan bantu mengkoreksinya." kata Kevin sambil menepuk perlahan pundak Lisa


Wajah Lisa menahan senyum, ternyata pria ini bisa juga ditipu. Lisa mengulum bibirnya dan melepaskan pelukan Kevin. Pandangannya tertuju kepada karya ilmiah yang dibuatnya selama seminggu ini. Bahkan ia harus tidur sampai larut malam demi menyelesaikan semua data yang diperlukan.


Lisa menggigit bibirnya "kamu tahu,,,," kata Lisa


"sudahlah tidak apa-apa, aku tahu seminggu ini kamu bersusah payah mengerjakannya. Aku akan menghubungi pihak kampus mengenai hal ini." kata Kevin sambil mengusap kepala Lisa


"apa??" tanya Kevin ingin memastikan kembali kalimat yang didengarnya dari Lisa


"aku berhasil. Karya ilmiah ku mendapatkan nilai A+ " kata Lisa sambil menunjukkan hasil penilaian kepada Kevin dengan bangganya.


Kevin tersenyum puas "aku tahu kamu pasti akan berhasil. Tapi kenapa wajah kamu seperti itu??" tanya Kevin


'aku hanya merasa senang, kamu tahu...dari dulu aku selalu berkata kepada mama kalau aku akan melanjutkan kuliah S2 ku. Tapi semua bisa terwujud setelah mama sudah tidak ada."


"secara fisik dia memang sudah tidak ada. Tapi dia ada selalu didalam hatimu. Jadi jangan terlalu bersedih." hibur Kevin


Lisa tersenyum sambil mengangguk "perkuliahan akan dimulai hari Senin. Jadwal kuliahku tidak setiap hari, mulai kuliah dari jam 8 sampai jam 10 pagi saja. Satu hari saja ada yang sampai jam 12 siang. Dalam seminggu aku hanya masuk selama 3 hari. Aku tidak tahu kalau jadwal kuliahnya tidak terlalu padat seperti kuliah S1."

__ADS_1


"baiklah, aku akan mengatur jadwalku selama 3 hari dalam seminggu kekantor mulai jam 11 siang." kata Kevin sambil mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi Frans.


"kamu mau apa??" tanya Lisa sambil memegang ponsel Kevin masih masih digenggamnya.


"menghubungi Frans untuk mengatur jadwalku." jawab Kevin santai


Lisa dengan cepat merebut ponselnya "tidak perlu. Kamu jangan merusak jadwal kerja kamu karena aku. "


"aku harus menemanimu. Kamu tidak mau ada pengawal disekitar kampus. Bagaimana aku bisa bekerja dengan tenang." protes Kevin


"Mr K. Jangan membuat aku merasa tidak tenang. Aku akan sering absen masuk kerja. Setidaknya kamu bisa gantikan aku selama aku tidak ada. Bagaimana mungkin bisa jika kita berdua tidak ada di kantor bersamaan??" sanggah Lisa.


Kevin mengabaikan Lisa, "pak Andi, jalan..."


Lisa mengomel sepanjang jalan kekantor meminta agar Kevin mengikuti keinginannya. Lisa tidak suka ketika sedang fokus belajar ada orang yang menunggunya diluar sana. Walau tidak melihat langsung, tapi ia mengetahui ada yang menunggunya di parkiran. Belum menjalani, hanya sebatas memikirkan membuat Lisa merasa gerah dengan Kevin.


Diskusi panjang di dalam mobil tidak berhenti diajukan Lisa,berharap kelapangan hati Kevin membiarkannya belajar dengan tenang. Setelah negosiasi panjang, akhirnya Kevin menyetujuinya ia akan ikut Lisa ke kampus pada hari Sabtu. Karena hari Sabtu, jadwal kuliah Lisa sampai jam 12 siang.


Lisa memijat keningnya, ia pusing mengerahkan kemampuan negosiasi nya kepada pria yang keras kepala ini. Walau hasilnya tidak seperti yang diinginkan. Setidaknya ada 2 hari jadwal Lisa bisa bernafas dengan lega. Kuliah tanpa diikuti oleh suaminya.


Lisa melihat keluar jendela, ia masih kesal dengan Kevin. Kevin tersenyum senang, karena ia berhasil melakukan negosiasi dengan hasil yang memuaskan. Selama Kevin tidak ikut ke kampus, akan ada 2 pengawal saja yang mengikuti Lisa. Tapi hanya berjaga didalam mobil dan tidak boleh masuk kedalam kampus.


*****


Hari Senin tiba, Kevin pergi mengantar Lisa ke kampus kemudian langsung berangkat kerja. Lisa langsung masuk kedalam ruangan kuliah, sudah banyak orang yang hadir di ruangan. Informasi yang Lisa terima dari mencuri dengar pembicaraan mahasiswa didepannya, profesor yang mengajarkan mata kuliah kali ini sangat mementingkan absensi dan ia juga sangat ketat dengan pelajaran.


Lisa mengangguk, ini adalah informasi yang penting diterima Lisa. Agar kedepannya Lisa mengatur waktu dengan tepat. Tidak boleh bolos Dimata kuliah ini. Lamunan Lisa hilang seketika ketika ada seseorang bicara kepadanya "boleh aku duduk disini....." kata seorang pria

__ADS_1


__ADS_2