Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 99. Ungkapkan hati yoga


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari Intan, Yoga langsung ingat saat itu, Intan mengatakan ruangan ini sangat panas saat ada Karina, lalu ia juga langsung mengingat ucapan Karina, kalau Intan mencintainya, tapi saat itu percaya dan tidak percaya karena belum mendengar dari mulut Intan, tapi sekarang ia sudah mendengar dari mulut Intan, membuat Yoga juga merasa lega, kini cintanya tidak lagi bertepuk sebelah tangan. Intan dan yoga masih saling berpelukan, tidak lama ada ketukan pintu


Tok-tok


Intan yang mendengar ketukan pintu, ia mencoba melepaskan pelukannya, tapi tidak bisa, karena Yoga semakin mengeratkan pelukannya, lalu ia langsung bilang pada Yoga agar melepaskan pelukannya


" Yoga, tolong lepaskan pelukanmu, ada orang yang mengetuk pintu."


" Tidak, aku tidak ingin melepaskanmu."


Yoga masih terus memeluk Intan, rasanya ia tidak ingin jauh lagi dari Gadis yang ia cintai selama ini, hingga terdengar ketukan pintu lagi


Tok-tok


Setelah mendengar ketukan pintu lagi, Yoga langsung menyuruh masuk, tanpa melepaskan pelukan itu


" Masuk."


Karina yang mendengar teriakan dari dalam ia langsung masuk hingga ia melihat Yoga yang sedang memeluk Intan


" Maaf aku tidak tau."


Setelah mengatakan itu, Karina langsung melangkahkan kakinya lagi ke luar, Intan yang mendengar suara Karina, ia langsung melepaskan pelukan itu dengan sekuat tenaga, lalu langsung mengejar Karina yang berjalan keluar dengan terburu-buru, hingga ia sampai di depan Karina


" Karina, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku sama Yoga tidak memiliki hubungan apa-apa."


Karina mengerti maksud ucapan Intan, mungkin Intan salah paham atas kedekatan ia dengan Yoga, lalu ia langsung membalikkan badan menghadap ke arah Yoga yang masih duduk santai di sofa. Yoga tau maksud tatapan Karina, itu adalah tatapan bertanya, apa lagi tadi Intan terus saja mengatakan tidak ingin mengganggu hubungannya dengan Karina, lalu Yoga hanya menjawab tatapan Karina dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Setelah mendapat jawaban dari Yoga, Karina langsung membalikkan badan lagi, kini ia menatap mata Intan sambil tersenyum


" Kak Intan, apa kau dengan kak Yoga sudah pacaran?"


Intan yang mendapat pertanyaan dari Karina sambil tersenyum membuat ia bingung, bukan'kah harusnya Karina itu marah, tapi sekarang bahkan tersenyum membuat Intan hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Karina. Karina langsung bertanya lagi karena belum mendapat jawaban dari Intan


" Apa kak Intan sudah pacaran dengan kak Yoga?"


Intan yang mendapat pertanyaan lagi, ia langsung bertanya balik pada Karina, tanpa menjawab pertanyaan dari Karina

__ADS_1


" Apa maksudmu?, kenapa kau tidak marah?"


Karina yang mendengar pertanyaan dari Intan ia langsung tertawa


" Hahaha, kak Intan, aku dengan kak Yoga, tidak memiliki hubungan apa-apa, iya sudah lanjutkan peluk-pelukanya."


Intan yang mendengar jawaban dari Karina, ia benar-benar tidak mengerti, kenapa Karina mengatakan tidak ada hubungan apa-apa, tapi saat itu mereka berpelukan berkali-kali, bahkan Yoga hingga mengatakan rindu, tapi sekarang Karina bilang tidak memiliki hubungan, bukan'kah sangat aneh, lalu ia memutuskan untuk bertanya lagi


" Bukan'kah saat itu kalian?"


" Kak Intan, hubunganku dan kak Yoga hanya sebatas Kaka, adik, tidak lebih dari itu."


Setelah mendengar jawaban dari Karina, Intan mengerutkan keningnya, ia benar-benar tidak percaya dengan jawaban Karina, walaupun Yoga orang yang sangat ramah, tapi ia tidak pernah dekat dengan wanita. Karina yang melihat Intan mengerutkan keningnya, lalu ia langsung membalikkan badan lagi menatap Yoga


" Kak, jelaskan semuanya sama Kak Intan, aku pamit."


Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Setelah mendapat jawaban dari Yoga, Karina langsung membalikkan badan lagi, lalu langsung memutuskan berpamitan pada Intan


" Kak Intan, aku pamit dulu, yang jelas hubunganku sama kak Yoga hanya sebatas Kaka adik."


Karina langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Yoga, sedangkan Intan masih diam di tempat sambil melihat Karina yang keluar dari ruangan itu. Yoga langsung berdiri lalu ia berjalan mendekati Intan hingga ia sampai di samping Intan


" Intan, aku memang dengan Karina tidak memiliki hubungan apa-apa selain hubungan Kaka dan adik."


Intan langsung memeluk Yoga, ia merasa sangat senang, setelah mendengar ucapan dari mulut Karina dan sekarang dari mulut Yoga. Yoga juga membalas pelukan itu, sambil tersenyum. Penantian selama 5 tahun itu ternyata tidak sia-sia, sekarang Intan benar-benar sudah mencintai dirinya. Intan yang belum mendengar jawaban dari Yoga, iya atau tidak ia langsung melepaskan pelukan itu, lalu langsung menatap mata Yoga


" Yoga, apa kau masih mencintaiku?, atau tidak?"


Yoga yang mendengar pertanyaan dari Intan hanya tersenyum. Intan yang hanya mendapat senyuman dari Yoga, ia langsung bertanya lagi


" Apa kau masih mencintaiku?"


Yoga tidak menjawab pertanyaan dari Intan, melainkan langsung menyentil kening Intan sambil tersenyum. Intan yang mendapat sentilan ia sedikit mencibir


" Sakit tau, kau sama saja seperti kak Ardi, suka menyentil keningku."

__ADS_1


Yoga yang mendengar ucapan dari Intan, ia penasaran kenapa Intan sampai di sentil oleh Ardi


" Memang apa yang kau tanyakan sampai Ardi menyentilmu?"


" Aku hanya bertanya, apa Kaka tidak normal hingga baru melakukan malam pertama semalam."


Yoga yang mendengar jawaban dari Intan, ia langsung menyentil kening Intan lagi. Intan yang mendapat sentilan dari Yoga langsung berkata


" Tuh'kan di sentil lagi, kalau di sentil pakai bibir tidak apa-apa."


Walaupun ucapan Intan saat bilang pakai bibir itu sangat lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Yoga


" Jangan mesum."


Setelah mendengar ucapan Yoga, Intan langsung menundukkan kepala karena malu, ia pikir Yoga tidak akan mendengar ucapannya, tapi ternyata masih bisa di dengar oleh Yoga, lalu ia ingat kalau Yoga belum menjawab pertanyaan dirinya. Intan langsung mengangkat kepalanya lagi, lalu menatap mata Yoga


" Kenapa kau belum menjawab pertanyaanku, iya atau tidak?"


" Apakah sangat penting bagimu Intan?"


" Tentu saja, aku butuh jawaban darimu Yoga."


" Intan, dari aku mengenalmu di Inggris hingga sekarang aku tetap mencintaimu, hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai."


" Kenapa kau tidak pernah mengasih kabar padaku? kalau kau masih mencintaiku, kau pasti bohong Yoga?"


Setelah mendengar pertanyaan dari Intan, Yoga langsung memegang kedua tangan Intan, lalu langsung menatap mata Intan


" Aku memang sangat mencintaimu Intan, tapi aku tidak ingin kau terganggu olehku, untuk itu, aku berhenti mengasih kabar padamu, tapi hatiku tetap masih mencintaimu hingga saat ini."


" Lalu kenapa kau tidak lagi mengatakan cinta selama aku di sini, kenapa Yoga?"


" Aku tidak ingin kau tidak nyaman padaku, aku tidak ingin kau membenciku, cukup bisa melihat kau tersenyum, aku sangat bahagia Intan, itulah cinta yang aku miliki, karena cinta tidak akan ada kata egois."


Setelah mendengar ucapan dari Yoga, Intan langsung melepaskan tangan Yoga lalu ia langsung berjinjit sedikit karena Intan sedang memakai sepatu tanpa hils, setelah itu langsung mendekati wajah Yoga, mata mereka masih saling menatap, lalu ia langsung mencium bibir Yoga sekilas, setelah mencium bibir Yoga, Intan langsung menjauhkan wajahnya lagi

__ADS_1


" I Love you Yoga."


__ADS_2