Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 90. Apa hubungannya denganku?


__ADS_3

Ardi masih terus saja mencium bibir istrinya. Lisa langsung mendorong dada suaminya. Ardi langsung memberhentikan ciuman itu


" Kaka! Sekarang itu siang."


" Memang kenapa kalau siang?, kita juga di kamar sayang."


" Tapi aku tidak mau kak, aku sudah sangat lelah."


" Sayang, aku hanya menciummu, aku tidak akan melakukan lebih dari itu, besok-besok aku harus pergi ke kantor, jadi sekarang biarkan aku mencumbumu hingga aku lelah."


Setelah mendengar ucapan suaminya, Lisa hanya bisa pasrah. Walaupun dirinya masih benar-benar sangat lelah, bekas semalam, tapi dirinya juga tidak mau kalau suaminya kecewa pada dirinya, dan dirinya takut hubungan itu akan renggang lagi


" Baiklah kak."


Ardi yang sudah mendapat persetujuan dari istrinya, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya lagi. Lisa juga membalas ciuman semuanya, hingga ciuman itu berubah menjadi l*mutan dan sesekali tangan kiri Ardi mengelus-elus paha istrinya. Lisa yang biasanya memakai baju tidur piyama, tapi sekarang dirinya hanya mengenakan baju tidur sexy lingerie, karena dirinya pikir juga suaminya sudah tau semua lekuk tubuh dirinya membuat dirinya tidak malu lagi pada suaminya. Ardi dan Lisa terus saja berciuman hingga nafas mereka sudah memburu. Ardi yang sudah tidak bisa menahan nafsu birahinya, dirinya memutuskan untuk menghentikan ciumannya, dirinya takut kalau harus memaksa istrinya yang mungkin menurut dirinya juga sangat lelah, dirinya juga tidak tau, karena semalam adalah pengalaman pertama dirinya dan istrinya. Lisa juga sebenarnya sangat bergairah dan membuat menginginkan hal yang semalam, tapi mengingat rasa yang semalam, rasa sakit membuat dirinya sedikit takut dengan hal itu. Lisa masih rebahan di tangan kanan suaminya, mereka berdua saling bertatap mata sambil tersenyum. Lisa yang masih rebahan, dirinya merasakan benda tumpul suaminya sangat keras membuat dirinya merasa bersalah dengan pakaian yang dirinya pakai sekarang, seharusnya suaminya itu fokus bekerja, tapi sekarang pasti suaminya tidak bisa fokus bekerja lagi karena ulah dirinya yang menggunakan baju tidur sexy di siang bolong. Lisa langsung duduk, dirinya langsung memeluk suaminya dengan erat. Ardi membalas pelukan istrinya sambil membelai rambut istrinya yang terurai


" Kenapa sayang?"


" Tidak kenapa-kenapa kak, aku hanya ingin memelukmu. Aku takut kau sibuk bekerja lagi dan tidak peduli lagi denganku. Aku minta maaf kak, tidak bisa membantumu di kantor."


" Tidak perlu minum maaf sayang, di kantor itu adalah tugasku, dan tugasmu cukup di rumah saja, menunggu aku pulang dari kantor."


" Iya kak."


Lisa masih memeluk suaminya dengan erat, rasanya sekarang dirinya tidak ingin jauh satu langkah pun dari suaminya, entah kenapa dirinya juga tidak tau, walaupun saat pacaran dirinya sangat mencintai suaminya, tapi sekarang perasaan itu berbeda, dan andaikan suaminya itu tidak memiliki ke sibukan, dirinya hanya ingin selalu seperti hari ini, selalu menghabiskan waktu hanya berdua di dalam kamar. Ardi mengusap wajahnya dengan kasar, nafsu birahi dirinya itu memang sudah memuncak, apa lagi sekarang istrinya memeluk dirinya, dirinya merasakan dada istrinya, membuat nafsu birahinya bertambah


" Ardi, kenapa sekarang selalu memikirkan hal mesum. Lisa juga kenapa di siang bolong begini dia memakai baju tidur sexy, apa lagi aku tidak pernah melihat Lisa memakai baju tidur sexy, biasanya hanya memakai baju tidur piyama dan memakai bandu kelinci, tapi bukan salah Lisa juga, Lisa dari habis mandi memang sudah menggunakan baju ini." batin Ardi

__ADS_1


Ardi dan Lisa melepaskan pelukannya, mereka berdua masih saling menatap mata sambil tersenyum, senyuman Ardi dan Lisa tidak pernah pudar. Lisa memutuskan untuk tidur siang


" Kak, aku ingin tidur."


" Baiklah sayang, kau tidurlah, aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku."


" Baik kak."


Ardi langsung mengecup kening istrinya sekilas


" Sayang, aku lanjutkan pekerjaanku di ruang kerja saja iya?"


" Tidak boleh, aku mau di temenin tidurnya."


" Sayang, aku masih banyak pekerjaan."


Ardi menghela nafas panjang, setelah mendengar jawaban istrinya yang tidak mau mengerti dirinya, dirinya sangat banyak pekerjaan, apa lagi sekarang nafsu birahi Ardi memuncak, membuat Ardi semakin kesal, tapi Ardi tetap hanya bisa mengalah pada istrinya, dirinya tidak ingin menjadi masalah lagi, cuma karena masalah sepele


" Baiklah, aku akan bekerja di atas ranjang."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa sangat bahagia, lalu dirinya langsung mencium bibir suaminya sekilas, setelah itu dirinya langsung rebahan di bantal sambil menatap wajah suaminya. Ardi hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, lalu dirinya langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya agar dirinya fokus bekerja. Lisa yang di kasih selimut, dirinya langsung membuka selimut itu


" Kaka, aku tidak ingin pakai selimut."


Ardi langsung menutup tubuh istrinya lagi memakai selimut


" Pakai saja sayang, kalau tidak pakai selimut, aku tidak bisa fokus bekerja."

__ADS_1


" Memang kenapa kak?, apa hubungannya denganku?"


" Sudah tidak perlu bertanya lagi, katanya mau di temenin, jadi sekarang sayang harus nurut sama aku, harus memakai selimut, atau aku bekerja di ruang kerja saja?"


" Baiklah, aku akan memakai selimut."


" Sekarang sayang tidur."


" Iya kak."


Lisa langsung mengejamkan mata. Ardi langsung turun dari ranjang lalu dirinya berjalan mendekati meja, hingga dirinya sampai di meja. Ardi mengambil laptop itu, lalu langsung berjalan lagi mendekati ranjang, dirinya langsung naik lagi di atas ranjang. Ardi langsung membuka laptop itu, lalu dirinya langsung memulai pekerjaan yang tertunda tadi sambil sesekali melihat istrinya yang terlelap. Ardi bersyukur karena istrinya mau menuruti dirinya. Jika istrinya tidak bisa menuruti dirinya, dirinya pasti tidak bisa fokus bekerja lagi, karena pikiran dirinya di penuhi oleh hal mesum. Setelah 1 jam Ardi selesai menyelesaikan pekerjaan itu, lalu dirinya langsung meletakkan laptop itu di meja lagi, dirinya memutuskan untuk tidur. Ardi langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya, lalu dirinya langsung memeluk istrinya hingga Ardi juga ikut terlelap. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Lisa bangun lebih dulu. Saat Lisa membuka mata, dirinya melihat suaminya yang tertidur sambil memeluk dirinya. Lisa langsung tersenyum, rasanya benar-benar sangat bahagia sekarang, lalu tangan dirinya mengusap lembut bulu mata suaminya. Ardi yang merasa ada tangan di bulu matanya, dirinya terbangun, tapi dirinya masih tidak membuka mata, dan tidak bergerak sama sekali, dirinya membiarkan istrinya yang memainkan bulu matanya


" Kaka, seandainya saja kita tidak memiliki salah paham terlalu banyak, mungkin aku juga sudah mengandung anakku, karena mengingat pernikahan kita yang sudah dua bulan, tapi sekarang bahkan malam pertama saja baru semalam, tapi tidak apa-apa, kita nanti punya anak banyak, iya'kan kak?"


Walaupun ucapan istrinya sangat lirih, tapi dirinya masih bisa mendengar ucapan istrinya lalu dirinya langsung menjawab ucapan istrinya


" Iya sayang."


Lisa yang mendengar jawaban dari suaminya, dirinya langsung menghentikan permainannya yang mengusap bulu mata suaminya, lalu dirinya langsung duduk


" Kak, sejak kapan kau bangun?, apa aku mengganggu tidurmu?"


" Tidak sayang."


Ardi langsung menarik istrinya yang sedang duduk untuk rebahan lagi, lalu dirinya langsung memeluk istrinya


" Tidurlah, aku masih sangat ngantuk sayang."

__ADS_1


" Baik kak."


__ADS_2