Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 153 Ketakutan Ria


__ADS_3

Pagi hari Ardi bangun lebih dulu, ia juga sudah rapih, sekarang ia sedang duduk di atas ranjang sambil menunggu istrinya bangun. Tidak lama Lisa juga bangun, lalu ia langsung duduk sambil menatap wajah suaminya. Ardi langsung tersenyum saat istrinya bangun, lalu ia langsung menyapa istrinya


" Pagi sayang."


" Pagi juga kak."


Ardi langsung mencium kening istrinya, lalu ia menyuruh istrinya untuk mandi


" Mandilah dulu sayang, itu baju gantimu, tadi aku sudah menyuruh Intan untuk mengirim baju gantimu."


" Iya kak makasih."


" Apa cuma mau bilang terimakasih saja?"


Lisa langsung mencium pipi kanan dan pipi kiri suaminya, setelah itu ia langsung beranjak dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ardi masih tersenyum, ia sangat bahagia, andaikan saja, ia tidak sibuk, ia ingin sekali setiap pagi bermanja-manja dengan istrinya. Setelah 20 menit Lisa selsai mandi, ia langsung mendekati suaminya, hingga ia sampai di depan suaminya


" Kaka, bisakah aku tidak pergi ke rumah mamah?, bisakah Kaka saja yang mengambil barang-barangku?"


Ardi yang mendengar permintaan istrinya, ia sangat kecewa pada istrinya, ia langsung berpikir tentang istrinya


" Lisa, apa kau sangat benci pada mamah?, hingga kau tidak ingan bertemu dengan mamah, kenpa sekarang suasananya menjadi semakin kacau. Lisa sudah memaafkan aku, tapi Lisa tidak bisa memafkan mamah." batin Ardi


Setelah berpikir, Ardi langsung menjawab permintaan istrinya


" Baiklah sayang, aku juga tadi sudah pesan hotel, kita pergi ke sana dulu, setelah itu, aku pulang."

__ADS_1


" Iya kak."


Ardi dan Lisa langsung keluar dari kamar, ia melihat Ria yang sudah setia duduk menunggu sepasang suami istri itu. Ria saat melihat sahabatnya sudah berbaikan dengan suaminya, ia langsung tersenyum, ia berharap rumah tangga mereka tidak lagi ada kesalahpahaman. Ardi dan Lisa langsung duduk. Ardi langsung membuka pembicaraan


" Ria, terimakasih, maaf aku dan istriku sudah merepotkanmu."


" Tidak perlu berterimakasih, yang penting kalian sudah baikan. Ardi, tolong jaga Lisa baik-baik, kesehatan dia juga sangat buruk, aku juga sangat heran dengan pola hidup Lisa, bagaimana mungkin seorang dokter, dia tidak bisa menjaga kesehatannya sendiri."


" Ria, sekarang Lisa bukan seorang dokter lagi, apa lagi Lisa juga sedang hamil, jadi wajar untuk itu, aku pasti akan menjaga Lisa dengan baik."


Lisa yang mendengar jawaban suaminya ia hanya tersenyum. Ria yang mendengar jawaban dari Ardi, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sekarang sepertinya suami dari sahabatnya sudah mencoba untuk lebih memahami keadaan istrinya. Lisa langsung membuka pembicaraan


" Ria, kapan kau akan menikah?"


" Apa kau belum memiliki pria yang di sukai?"


" Tidak tau Lisa, sudah jangan terus bertanya, lebih baik kau sarapan."


" Aku tidak lapar Ria, aku ingin segera ke hotel, agar kak Ardi, bisa langsung mencari rumah."


Ria yang mendengar jawaban dari sahabatnya, ia langsung tersenyum, ia sangat bahagia karena sahabatnya akan pindah rumah, ia juga memang sedikit kuatir. Jika harus tinggal satu rumah dengan ibu mertua, apa lagi ibu mertuanya yang memiliki rasa takut, takut Lisa menghianati putranya, sedangkan Lisa, dia adalah wanita yang memiliki sikap keras kepala, dan itu sulit untuk di mengerti, bukan hanya keluarga Ardi, bahkan ia saja yang kenal dari kecil, sangat sulit untuk mengerti sikap Lisa, hanya dengan kesabaran yang super sabar, yang bisa mengerti sikap Lisa


" Baiklah Lisa."


Lisa dan Ardi langsung berdiri. Ria juga langsung berdiri, ia langsung memeluk sahabatnya, sambil berbicara dengan lirih pada sahabatnya

__ADS_1


" Lisa, kau harus sabar, dan tidak boleh benci pada ibu mertuamu, ingat, suamimu adalah anaknya, dan ingat, anak yang kau kandung adalah cucunya, jangan buat anak dalam kandunganmu kenapa-napa, jangan terlalu di pikiran atas ucapan ibu mertuamu."


" Ria, aku tidak membenci ibu mertuaku, aku hanya kecewa padanya, kekecewaan itu sangat besar, aku sudah menganggapnya seperti ibu kandungku sendiri, aku tidak pernah menganggap mamah, seperti ibu mertua, tapi ternyata, ibu mertuaku mengecewakanku, ternyata selama ini kebaikan ibu mertuaku hanya palsu, atau mungkin aku ini wanita jahat, hingga ibu mertuaku tidak mempercayaiku."


Setelah menjawab ucapan dari sahabatnya, Lisa langsung menangis di pelukan sahabatnya hingga tersedu-sedu. Ria menjadi merasa bersalah, tidak seharusnya ia menasehati sahabatnya yang memang sangat kecewa pada ibu mertuanya, bahkan sekarang ia membuat sahabatnya menangis lagi. Ardi yang di samping istrinya, ia mendengar ucapan dari istrinya, ia menjadi serba salah, ia sebagai suami tidak bisa bersikap tegas, ia ingin mengatakan jangan seperti itu, dia juga ibu mertuamu, tapi ia takut kalau istrinya marah, dan di sisi lain, ia bingung harus menjelaskan apa pada ibunya, ia bingung haruskah ia mengatakan jujur pada ibunya, kalau Lisa sangat kecewa dan tidak ingin bertemu lagi, atau haruskah ia bilang Lisa butuh ketenangan, tapi ia juga tidak ingin berbohong dengan ibunya, membuat ia bimbang dengan perasaannya


" Ternyata semakin rumit masalahnya, di sisi lain, dia adalah istri, dan di sisi lain lagi, dia adalah ibuku, kenapa menjadi seperti ini, masalah yang sangat sepele, tapi menjadi sangat besar." batin Ardi


Ria dan Lisa langsung melepaskan pelukannya. Ria langsung menghapus air mata yang ada di pipi sahabatnya, sambil berbicara


" Sudah, jangan menangis lagi, dan jangan terlalu di pikiran, masalah itu tidak penting, yang terpenting kau harus menjaga kondisi tubuhmu, agar janinmu juga selalu sehat, dan satu lagi, aku minta kau jangan terlalu dekat dengan Arga."


Entah kenapa, Ria memiliki perasaan yang tidak enak pada sahabatnya tentang Arga, ia juga tidak tau, apa yang akan terjadi, tapi yang jelas, ia sangat takut, ia takut Arga menghancurkan rumah tangga sahabatnya. Walaupun ia tau, Arga adalah pria baik-baik, tapi tiba-tiba saja, perasaan takut itu muncul, untuk itu ia langsung menasehati sahabatnya. Lisa langsung menjawab ucapan dari sahabatnya


" Iya Ria, kau tidak perlu memikirkan hal itu, aku dan Arga, hanya memiliki hubungan antara dokter dan pasien, aku juga tidak berteman dengannya, aku tidak ingin masalah baru datang lagi karena masalah Arga."


" Iya Lisa."


Walaupun Ria sudah mendengar jawaban dari sahabatnya, tapi tetap ia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, lalu ia langsung berbicara pada Ardi


" Ardi, apa pun yang terjadi nanti, kau tetap harus percaya dengan istrimu, istrimu tidak akan pernah mencintai pria lain, selain kau, kau adalah satu-satunya pria yang di cintai istrimu, jadi tolong jaga Lisa lebih baik lagi."


" Baiklah Ria."


Lisa yang terus mendengar ucapan sahabatnya, ia menjadi bingung, kenpa sahabatnya begitu menghawatirkan rumah tangganya, apa lagi sampai-sampai, mengatakan Arga, yang jelas-jelas Arga tidak mungkin mencintai ia, karena ia sekarang sudah memiliki suami, jadi tidak mungkin Arga masih terus mencintai ia, hanya itu dalam pikiran Lisa. Lisa tidak mikir ke sana dan ke sini, baginya itu sangat tidak mungkin kalau Arga masih terus mencintnya, karena Arga orang baik

__ADS_1


__ADS_2