
Setelah Yoga pulang, Lisa langsung menaiki tangga lagl hingga dirinya sampai di kamar lalu dirinya mengambil handuk kecil dan air hangat untuk mengelap badan suaminya, setelah itu Lisa mengelap badan suaminya sambil memikirkan perkataan Yoga, yang mengatakan kalau cinta maka buktikan, harus buktikan bagaimana?, apa cinta yang dirinya berikan pada suaminya itu masih saja belum cukup?, harus bagaimana membuktikan cintanya kalau suaminya saja hanya diam. Setelah selesai mengelap tubuh suaminya, Lisa langsung membaringkan tubuhnya di samping suaminya, sambil terus memandangi wajah suaminya. Lisa sangat merindukan pelukan dan kasih sayang suaminya hingga tidak terasa air mata dirinya itu mengalir di pipi
" Kak, apa salahku?, apa perhatianku selama ini tidak bisa membuktikan rasa cintaku padamu?, aku benar-benar sangat mencintaimu, tapi aku juga tidak tau kenapa kau seperti sangat membenciku." Batin Lisa
Lisa terus menatap wajah suaminya sambil memeluk tangan suaminya hingga dirinya juga ikut tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Ardi bangun lebih dulu, lalu dirinya melihat ke arah istrinya yang tertidur pulas di samping dirinya sambil memeluk tangan dirinya. Ardi langsung melepaskan pelukan tangan istrinya dengan sangat hati-hati, setelah itu dirinya langsung turun dari ranjang, saat akan melangkah Lisa pun terbangun dan langsung memeluk pinggang suaminya dari belakang dengan posisi dirinya yang masih di atas ranjang. Ardi hanya berdiri diam tanpa bergerak sedikitpun. Namen jantung dirinya berdetak lebih kencang, dirinya juga sangat merindukan pelukan hangat istrinya dan perlakuan manja istrinya, namen dirinya mencoba terus saja bertahan dalam keadaan yang tidak pernah memberi penjelasan pada istrinya, dirinya takut jika pertanyaan dirinya itu di benarkan oleh istrinya, membuat dirinya hanya bisa diam. Lisa mempererat pelukannya pada suaminya sambil meneteskan air mata yang sudah mengalir deras di pipi sebelum dirinya berbicara karena melihat perlakuan suaminya masih saja sama seperti kemarin-kemarin, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada suaminya
" Kak, apa salahku?, kenapa kau selalu menghindariku?, aku sangat merindukanmu, aku mohon jangan pernah jauhi aku."
Ardi tidak menjawab pertanyaan istrinya, dirinya masih berdiri dan mencoba melepaskan tangan istrinya yang melingkar di pinggang dirinya, namen istrinya semakin mempererat pelukan itu. Lisa benar-benar sedih, bahkan suaminya masih saja tidak ingin menjelaskan apa salah dirinya
" Kak, bukan'kah kau pernah bilang jika menghindar itu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi kenapa sampai sekarang kau menghindariku, kau adalah kepala keluarga, jika memang aku salah, maka beritahu aku apa yang salah, jika kau ingin aku menjadi wanita yang kau inginkan, maka katakanlah padaku agar aku bisa memperbaikinya, tapi tolong jangan pernah menghindariku karena aku sangat mencintaimu, apa pun akan aku lakukan selama kau memberitahu aku harus menjadi wanita seperti apa?"
Ardi yang mendengar pertanyaan istrinya membuat dirinya sangat sedih, tapi dirinya masih saja hanya diam, dirinya masih tidak ingin membuka suara. Lisa yang tidak mendengar jawaban dari suaminya, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi
" Kak, apa kau mencintai wanita lain? hingga kau tidak pernah lagi peduli denganku."
Setelah mendengar pertanyaan itu Ardi terpaksa membuka suara, namun dirinya tetap berdiri masih membelakangi istrinya
" Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, aku sangat lelah."
__ADS_1
" Jika lelah kenapa tidak istirahat dulu? kenapa harus Kaka paksaan pergi ke kantor?"
" Lelah dengan sikapmu yang selalu kanak-kanakan, lelah dengan semua kebohongan yang kau berikan padaku, aku ini hanya manusia biasa, aku bukan robot yang tidak memiliki perasaan, sampai kapan kau akan terus membohongiku? lalu kapan kau akan mencintaiku sepenuhnya, kau pikir aku tidak lelah dengan semua ini?. Aku benar-benar lelah dengan rumah tangga kita yang terus saja kau bohongi, dan jangan pernah kau ucapkan kata cinta lagi padaku."
" Apa maksudmu kak?, kapan aku membohongimu?"
" Kau masih pura-pura tidak tau?, atau kau pura-pura polos padaku?"
" Kak, aku benar-benar tidak tau apa yang Kaka katakan, tapi tolong jangan pernah bersikap dingin padaku dan aku ingin tanya, kebohongan apa yang aku buat padamu hingga Kaka sangat marah, aku benar-benar tidak tau, apa maksud kaka?"
" Kau masih mencintai pria lain dan memiliki hubungan dengan pria lain selain aku, dan kau tidak benar-benar mencintaiku, mungkin saja kau hanya menghargaiku sebagai suamimu."
" Kak, aku tidak pernah mencintai pria lain dan memiliki hubungan dengan pria lain selain Kaka, dan siapa pria yang Kaka maksud? aku benar-benar tidak tau."
Lisa tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, namen air mata dirinya semakin deras, entah apa maksud dari suaminya, kenapa suaminya mengatakan dirinya mencintai pria lain dan memiliki hubungan dengan pria lain selain suaminya, jelas-jelas dirinya hanya di rumah saja, dari suaminya yang akan pergi ke luar kota hingga sekarang dirinya hanya pergi ke rumah ibunya dan ke kantor suaminya, tapi kenapa seolah-olah di sini dirinya yang salah, termasuk Yoga juga semalam menanyakan pria lain selain Ardi membuat Lisa bingung dan sedih. Bingung karena tidak di kasih penjelasan dan sedih karena suaminya selalu bersikap dingin pada dirinya, lalu sekarang bahkan suaminya menyalahkan dirinya yang tidak tau apa-apa. Ardi tau kalau istrinya sedang menangis walaupun tidak terdengar suara tangisannya, tapi air mata istrinya itu membasahi pinggang dirinya, membuat dada Ardi sangat sesak setiap kali mengetahui istrinya menangis, namun dirinya masih saja bersikap dingin pada istrinya
" Jangan menangis, aku tidak suka dengan wanita cengeng dan bersikap kanak-kanakan."
" Aku minta maaf kak, aku tidak akan cengeng lagi, tapi tolong jangan bersikap dingin padaku."
__ADS_1
" Tidak perlu minta maaf, cukup kau tidak pernah menangis lagi di hadapanku."
" Baik kak, aku tidak akan menangis."
" Lepaskan tanganmu dari pinggangku, aku harus mandi karena sebentar lagi aku akan bertemu Kelayan."
" Tidak, aku tidak mau kak, kenapa kau masih saja bersikap dingin padaku?"
" Sudah aku bilang aku tidak menyukai wanita cengeng, dan itu artinya aku juga tidak menyukai wanita manja."
" Kenapa kaka sangat membenciku?, aku sungguh tidak tau apa maksud dari perkataanmu, aku tidak memiliki hubungan dengan pria lain, aku tidak pernah menghianatimu."
" Kau pikirkan kesalahan apa yang kau buat terhadapku, dan jangan pernah menanyakan padaku, karena aku yakin kau tau maksud perkataanku."
" Tidak, aku tidak tau kak."
" Sudah cepat lepaskan tanganmu dari pinggangku."
Ardi terus mencoba melepaskan tangan istrinya yang ada di pinggangnya, namen istrinya mempererat pelukannya membuat dirinya tidak bisa melepaskan tangan istrinya, dan jika dirinya melepaskan tangan istrinya dengan kasar, dirinya takut tangan istrinya sakit membuat dirinya hanya berusaha melepaskan dengan tenaga kecil. Lisa sangat kecewa dan sedih hingga sekarang dirinya masih saja belum menemukan jawaban apa penyebab marah suaminya melainkan dirinya hanya mendapatkan lontar yang sangat tidak mengerti apa maksud suaminya. Ardi sudah sangat lelah berdiri membuat dirinya memutuskan untuk ke dalam kamar mandi
__ADS_1
" Lepaskan tanganmu."
" Baik kak."