
Ardi masih memeluk istrinya yang menangis karena dari tadi meminta sate kambing, bahkan menurut Ardi ngidam yang sangat aneh, istrinya paling benci dengan daging kambing, tapi kali ini, istrinya menginginkan sate kambing, lalu ia langsung melepaskan pelukannya
" Mommy sayang, Yoga sekarang sedang beli, sudah dong jangan cengeng."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia membicarakan tentang pekerjaan suaminya yang akan pergi ke luar kota dua hari lagi, ia tidak ingin suaminya pergi, karena mengingat ucapan suaminya saat Intan dan Yoga belum menikah
" Pih, aku tidak ingin kau pergi ke keluar kota."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, kemarin istrinya memperbolehkan pergi ke keluar kota, asal dengan syarat setelah itu suaminya harus mengajaknya liburan ke Bali, dan sekarang istrinya melarangnya, membuat ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap istrinya
" Ternyata sulit untuk di mengerti saat Lisa hamil, kadang pikirannya selalu saja berubah-ubah, semenjak usia kandungan Lisa memasuki 4 minggu, Lisa juga menjadi susah di atur, dan di bilang jangan masak, tetap saja masak, aku juga memang lebih suka masakannya, tapi aku tidak ingin Lisa capek, tapi tetap saja Lisa tidak bisa di atur." batin Ardi
Setelah berpikir, Ardi langsung menjawab ucapan istrinya
" Mommy sayang, kenapa tidak boleh?"
" Aku tidak mau papih pergi, papih juga bilang aku sudah tidak cantik lagi saat itu, nanti papih mencari wanita lain di luar sana."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, andaikan waktu bisa di putar lagi, ia tidak ingin bercanda seperti itu pada istrinya, apa lagi istrinya sangat sensitif saat hamil
" Tidak mommy, ucapan saat itu hanya becanda."
" Aku tidak mau tau, tidak boleh pergi hiks...hiks..."
Ardi langsung memeluk istrinya lagi, sambil membelai rambut istrinya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Baiklah, papih tidak akan pergi mommy, papih akan membatalkan pekerjaan itu."
Lisa langsung melepaskan pelukan suaminya, lalu ia langsung menatap mata suaminya dengan mata yang berbinar, setelah itu ia langsung bertanya pada suaminya
" Benarkah pih?"
" Iya mommy sayang."
Lisa langsung memeluk suaminya dengan erat. Ardi mencium puncak kepala istrinya, ia juga sebenarnya ingin selalu bersama istrinya, dan bisa menemani istrinya di saat hamil, tapi karena banyak pekerjaan, ia tidak bisa apa-apa, apa lagi Yoga juga belum masuk ke kantor lagi. Tidak lama telpon Ardi berbunyi, ia langsung mengambil ponselnya dengan tangan kirinya, tanpa melepaskan pelukannya pada istrinya, ternyata yang menelepon adalah Yoga, ia langsung mengangkat telponnya, lalu langsung berbicara lebih dulu
" Hallo, bagaimana Yoga?"
" Beres, pesanan istrimu sudah dapat, sekarang sedang di siapkan oleh BI Asih."
" Terimakasih Yoga, aku minta maaf karena merepotkanmu."
__ADS_1
" Tidak apa-apa Ardi, aku paham bagaimana perasaan ibu hamil, iya sudah aku tutup dulu telponnya."
" Iya Yoga."
Ardi dan Yoga langsung memutuskan sambungan telponnya. Ardi langsung melepaskan pelukan istrinya, lalu langsung berbicara pada istrinya kalau Yoga sudah mendapatkan sate kambing
" Mommy sayang, Yoga sudah.mendapatkan sate kambingnya."
" Benarkan pih?"
" Iya sayang."
Tidak lama ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Ardi yang mendengar ketukan pintu, ia langsung berdiri, lalu langsung berjalan ke arah pintu hingga ia sampai di pintu, ia langsung membuka pintu itu. BI Asih yang melihat tuan mudanya, ia langsung menyapanya sambil menyerahkan sate kambingnya
" Malam tuan muda, ini sate kambingnya."
Ardi langsung mengambil sate kambing yang di serahkan oleh BI Asih sambil menjawb sapaan BI Asih
" Iya malam juga Bi."
" Iya bi."
BI Asih langsung pergi dari situ. Ardi langsung menutup pintu kamarnya, lalu langsung berjalan mendekati istrinya, hingga ia sampai di samping ranjang, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Mommy sayang, sate kambingnya sudah datang, apa kau yakin akan memakan sate kambing ini?"
" Iya yakin pih."
Ardi langsung duduk di atas ranjang, lalu ia langsung menyuapi istrinya memakan sate kambing. Lisa langsung bertanya apa suaminya mau mencobanya
" Papih tidak ingin mencobanya?"
" Tidak mommy sayang."
" Enak tau pih."
" Kalau entak, mommy sayang harus habiskan sate kambingnya."
__ADS_1
" Iya pih."
Ardi menyuapi istrinya sambil tersenyum, ia tidak menyangka kalau istrinya sekarang benar-benar mau memakan sate kambing. Setelah istrinya selesai memakan sate kambing, ia langsung mengambil sikat gigi, pasta gigi dan air, lalu langsung memberikannya pada istrinya
" Bersihkan sisa makanannya mommy sayang."
" Pih, aku juga bisa ke kamar mandi sendiri, tidak perlu seperti ini."
" Mommy sayang, hanya malam papih ada waktu buat mommy, jadi tolong jangan membantah."
" Iya pih."
Lisa langsung mengambil sikat gigi yang sudah di beri pesta gigi oleh suaminya, lalu ia langsung menyikat giginya, setelah selesai ia langsung memberikannya pada suaminya lagi
" Ini pih."
Ardi langsung mengambil sikat gigi yang di berikan istrinya
" Iya mom."
Setelah meletakkannya di kamar mandi, ia langsung menyuruh istrinya untuk tidur lagi
" Mommy ayo tidur, papih besok pergi harus ke kantor jam 07.21."
" Iya pih."
Ardi langsung membaringkan tubuh istrinya, lalu langsung menyelimutinya, setelah itu ia juga ikut berbaring sambil memeluk istrinya hingga ia tertidur. Yoga sampai di dalam kamar ia melihat istrinya yang sudah tidur, ia langsung tersenyum saat mengingat kejadian tadi, saat istrinya yang menikmati permainannya, lalu ia langsung mengganti bajunya, memakai baju tidur lagi, setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya di samping istrinya, sambil memeluk istrinya. Intan merasa ada orang yang memeluknya, ia pun langsung terbangun, saat membuka mata, ternyata benar, suaminya sudah pulang, lalu ia langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 00.21 WIB, ia hanya menghela nafas berat, lalu langsung bertanya pada suaminya
" Apa tadi sangat susah mencari sate kambingnya suamiku?"
Yoga yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menjawab pertanyaan istrinya
" Iya sayang, tapi bersyukur sate kambingnya ada, kau kenapa bangun sayang, apa aku tadi mengganggu tidurmu?, karena aku memelukmu?"
Intan yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu ia mengingat saat suaminya memainkan dadanya, lalu ia menikmati permainan suaminya, membuat ia malu, seketika wajahnya menjadi merah. Yoga yang melihat wajah istrinya merah karena malu, ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa kau sedang memikirkan hal tadi?, kenapa wajahmu menjadi merah?"
Intan yang mendengar pertanyaan suaminya, ia langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya, tanpa menjawab pertanyaan suaminya. Yoga yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum, karena begitu banyak perubahan istrinya sekarang, dari dia sudah menjadi baik dan sekarang istrinya juga menjadi wanita pemalu, lalu ia langsung berbicara pada istrinya
" Kenapa harus malu sayang, bukan'kah saat masih pacaran kau sangat mesum, selalu saja ingin menciumku?"
__ADS_1
Intan yang mendengar pertanyaan lagi dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya lagi, melainkan ia langsung menggigit pelan dada suaminya. Yoga yang merasa di gigit ia sangat geli
" Iya sayang, aku becanda sayang, hentikan, ini sangat geli."