
Ardi yang baru saja selesai miteeng, ia langsung merogoh saku celananya, untuk mengambil ponselnya, karena ia akan menghubungi istrinya, untuk menanyakan sudah pulang atau belum. Ardi langsung melihat layar ponselnya, di situ ada panggilan dari asisten istrinya hingga 19 kali
" Ada apa Dandi menelponku hingga berkali-kali." batin Ardi
Ardi langsung menelpon balik pada Dandi. Setelah di angkat, Ardi langsung bertanya lebih dulu
" Dandi, ada apa kau menelpon saya?"
" Tuan muda, saya dan nona muda ada di rumah sakit R D Cempaka."
" Apa yang terjadi dengan istri saya?"
" Nona muda masih di tangani dokter."
" Baik, tunggu saya di situ."
" Baik tuan muda."
Ardi langsung buru-buru keluar dari kantornya, lalu ia langsung menghentikan taksi
" Taksi."
Ardi langsung masuk ke dalam taksi tersebut, lalu langsung menyuruh taksi itu untuk ke rumah sakit R D Cempaka
" Pak, kita ke rumah sakit R D Campaka."
" Baik tuan muda."
Supir itu langsung melanjutkan mobilnya ke arah yang di tuju. Ardi hanya diam sambil meneteskan air mata, ia takut istri dan kandungannya kenapa-napa, dan ia juga bingung kenapa tiba-tiba mereka masuk rumah sakit, jelas-jelas ia baru saja meninggalkan istri dan asisten istrinya 3 jam yang lalu, tapi mereka sudah masuk rumah sakit. Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, Ardi sampai di rumah sakit tersebut, ia langsung memberikan uang pada supir taksi tersebut
__ADS_1
" Ini pak, terimakasih."
Ardi langsung lari masuk ke dalam rumah sakit, sebelum pak supir itu berbicara, hingga Ardi sampai di depan Resepsionis. Dandi yang melihat tuan mudanya, ia langsung mendekati tuan mudanya, lalu langsung menyapa tuan mudanya dan langsung memberi tau tempat nona mudanya di rawat
" Siang tuan muda, nona muda di rawat di sana."
" Iya Dandi."
Ardi langsung lari ke arah yang di tujukan asisten istrinya, ia langsung membuka pintu ruangan itu. Ardi melihat istrinya yang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit, lalu ia langsung lari menghampiri istrinya, hingga ia sampai di sana, setelah itu, ia langsung memeluk istrinya yang masih berbaring. Ardi langsung bertanya pada istrinya masih sambil memeluk istrinya
" Mommy sayang tidak apa-apa?"
" Mommy baik-baik saja pih."
" Bagaimana dengan calon anak kita?"
" Calon anak kita juga baik-baik saja pih, tadi mommy hanya syok terlalu berat, hingga membuat mommy pingsan, tapi tidak apa-apa, mommy juga sudah di tangani oleh dokter, beruntung Dandi juga baik-baik saja."
" Dandi, bagaimana dengan kepalamu?"
" Saya baik-baik saja tuan muda, hanya saja saya sedikit heran dengan rem mobil tuan muda."
" Apa maksudmu?"
" Tuan muda, sebelumnya saya saat mengemudi mobil tuan muda menuju moll, mobil itu baik-baik saja, tapi saat mengemudi menuju untuk pulang, rem mobil tuan muda tiba-tiba saja blong, dan tadi nona muda menyuruh saya untuk menabrakkan mobil itu ke kereb jalan."
" Bagaimana mungkin mobil saya blong?, Dandi kau tidak perlu memikirkan itu, saya akan menyuruh orang untuk meminta melihat cctv di parkiran tadi."
" Baik tuan muda, tapi mobil tuan muda masih di jalan, dan sekarang juga tuan muda sudah datang, saya akan membawa mobil itu ke bengkel dulu."
__ADS_1
" Tidak perlu Dandi, kau lebih baik istirahat saja, saya akan menyuruh orang untuk membereskan masalah tentang mobil itu, dan saya sangat berterimakasih, karena kau bisa menjaga istri saya dengan baik."
" Tuan muda tidak perlu berterimakasih, itu adalah tugas saya sebagai asistennya."
" Saya tau, tapi kau adalah orang yang berpengalaman menggunakan kendaraan, mungkin kalau tidak berpengalaman, akibatnya akan patal."
Dandi hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia bingung harus menjawab apa lagi, saat tuan mudanya memujinya, pedahal ia sudah menjelaskan kalau ia di suruh nona mudanya, karena ia tidak berpengalaman, tapi ternyata tuan mudanya masih memujinya. Ardi langsung mengambil ponselnya, ia langsung menghubungi bawahannya yang ada di kantor, yaitu bernama Padli, dia adalah orang yang biasa Ardi percaya untuk mengawasi orang-orang di kantornya. Ardi langsung menelpon Padli, setelah di angkat ia langsung berbicara lebih dulu
" Padli, tolong kau sekarang ke moll Set of Cempaka, kau minta untuk melihat rekaman cctv di parkiran mobil, sekitar 2 jam yang lalu."
" Baik pak CEO."
" Satu lagi, kau suruh Heri untuk membereskan mobil saya, di jalan A 1 Cempaka."
" Baik pak CEO."
Ardi langsung memutuskan sambungan telponnya, lalu langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, ia langsung memegang tangan istrinya lagi sambil berpikir
" Siapa yang sengaja membuat rem mobilku blong, apa jangan-jangan orang itu mengincar untuk membunuh istriku." batin Ardi
Ardi langsung berpikir orang itu ingin membunuh istrinya, karena mobil itu sering di Kendari Ardi, ia baik-baik saja, ia belum pernah memiliki kerusakan dalam mobil itu, sedangkan saat di kendari istrinya, tiba-tiba saja rem mobil itu blong, kalau bukan mengincar ingin membunuh istrinya, tidak mungkin itu semua sebuah kebetulan, tapi ia juga tidak tau, siapa orang yang tega melakukan itu, apa lagi istrinya tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun, termasuk ia, ia juga tidak memiliki masalah dengan siapapun, bahkan bisnisnya saja berjalan dengan lancar, semuanya tidak ada yang menjanggal menurut ia. Dandi masih berdiri diam, ia juga sama seperti Ardi, ia memikirkan siapa orang yang tega ingin membuat nona mudanya kecelakaan, kalau saja jalanan itu rame, mungkin tadi sudah tabrakan dengan mobil lain, tapi Dandi bersyukur, di jalanan itu sangat sepi, ia bisa leluuasan membawa mobil itu
" Siapa yang ingin membuat nona muda kecelakaan, apa mungkin wanita itu yang ingin membuat nona muda kecelakaan." batin Dandi
Dandi memang tidak mengetahui siapa orang yang ada di foto bersama tuan mudanya, saat nona mudanya salah paham, tapi ia tetap mengingat foto itu, dan menurut Dandi mungkin wanita itu, karena di sini juga yang menjadi korban adalah nona mudanya, dan setau Dandi, nona mudanya tidak memiliki masalah dengan siapapun, karena dari saat ia menjadi asisten pribadi nona mudanya, belum pernah ada orang yang melabrak nona mudanya, atau bertengkar dengan nona mudanya. Ardi yang menyadari Dandi terus berdiri, ia langsung menyuruh Dandi untuk duduk, tanpa menengok ke arah Dandi
" Dandi, kau duduk saja di ruang tunggu, jangan terus berdiri, kau harus istirahat juga, atau kau mau pulang lebih dulu?, kalau mau pulang, saya akan memesan taksi untuk kau pulang."
" Tidak perlu tuan muda, saya akan duduk di ruang tunggu saja."
__ADS_1
" Baiklah."
Dandi langsung keluar dari ruangan rawat nona mudanya