
Ardi sampai di rumah lalu ia langsung berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki sangat malas karena akan bertemu lagi dengan Intan yang menurut dirinya ulet bulu, dirinya masih mengingat kejadian malam itu Intan tanpa malu naik ke atas ranjang Ardi, tapi bersyukur Kalau Intan tidak berbuat ulah saat itu. Ardi melihat mamah, istirnya dan Intan yang sedang duduk sambil menonton televisi
" Sore mah, sore istriku, sore Intan."
" sore juga anak mamah."
" Sore juga kak Ardi."
Intan baru saja berdiri, tapi Lisa langsung lari ke arah suaminya, bahkan tidak menjawab sapaan dari suaminya, dirinya langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya sambil mengangkat kedua kakinya. Ardi juga tidak menyangka istrinya seperti anak-anak sekarang. Lisa menatap mata suaminya
" Apa hari ini capek kaka?"
" Tidak istriku."
" Oh, aku sangat rindu jadi lupa kalau di sini ada mamah dan ada Intan."
Lisa langsung turun dari suaminya, ia langsung menunduk malu, dirinya memang bukan untuk membuat Intan cemburu karena mereka adalah sepupu, hanya saja rindu yang sudah menggebu-gebu dari tadi siang itu membuat dirinya langsung memeluk suaminya. Ardi hanya tersenyum melihat istrinya termasuk Mirna yang tersenyum hanya Intan yang marah melihat orang yang dirinya cintai harus di pelukan Gadis lain
" Tidak apa-apa nak."
" Iya istriku, ngapain harus malu sama mamah dan Intan, mereka ibu mertua dan sepupumu sayang."
" Iya mamah, iya Kaka."
Intan langsung duduk lagi, awalnya dirinya ingin sekali memeluk Ardi karena dirinya sangat merindukannya, tapi apa yang ia dapatkan hanya menonton adegan romantis
" Sial kau Lisa, kau benar-benar sudah merebut orang yang aku cintai." Batin Intan
" Mah, Ardi ke kamar dulu."
" Iya sayang."
" Ayo ke kamar."
" Iya Kaka."
Ardi melebarkan kedua tangannya. Lisa mengerti maksud suaminya ia dengan malu-malu mengalungkan tangannya pada leher suaminya lalu Ardi langsung menggendong istrinya menaiki tangga. Intan semakin marah melihat orang yang di cintainya sudah nyaman dengan wanita lain, karena Intan tidak tau kalau Lisa adalah mantan kekasih Ardi, yang Intan tau Ardi hanya mencintai mantan kekasihnya, tapi ternyata yang Intan lihat sekarang bukan seperti Ardi yang dulu, bahkan sekarang sangat perhatian pada istrinya membuat dirinya semakin marah
" Lihat saja wanita sialan, aku akan merebut kembali yang harus jadi milikku." Batin Intan
Ardi sampai di kamar ia langsung menurunkan istrinya di atas ranjang lalu dirinya ikut duduk di samping istrinya, lalu kedua saling berpandangan satu sama lain. Lisa langsung memeluk suaminya. Ardi juga membalas pelukannya
__ADS_1
" Kaka, aku sangat rindu hari ini, entahlah kita berpisah hanya satu hari, tapi seperti sudah 7 tahun."
" Iya sayang, maafkan aku karena hari ini pulang telat, di kantor banyak kerjaan."
Lisa hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, dirinya masih terus memeluk suaminya. Ardi melihat jam yang sudah menujukan pukul 17.47 WIB
" Sayang, aku mandi dulu."
" Tidak mau."
Lisa semakin mempererat pelukan itu, entahlah apa yang Lisa rasakan saat ini, dirinya tidak ingin jauh dari suaminya. Ardi hanya menuruti apa kata istrinya, tapi pikiran Ardi semakin tidak tenang dengan sikap Lisa yang seperti ini, dirinya memiliki rasa takut, takut akan terjadi sesuatu di rumah tangga dirinya. Ardi harusnya melihat perubahan sikap Lisa bahagia, tapi dirinya semakin kuatir. Lisa melihat jam yang sudah menunjukkan pukul17.51 WIB, lalu dirinya melepaskan pelukannya
" Ya sudah, Kaka mandi, tapi jangan lama-lama."
" Iya sayang."
Ardi mencium kening istrinya sekilas, lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Lisa melihat suaminya yang menghilang dari pandangan dirinya
" Apa yang aku rasakan, kenapa aku takut kehilangannya, apa karena aku sangat mencintainya?, hingga aku memiliki rasa rindu yang menggebu-gebu." Batin Lisa
Ardi langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, dirinya mandi sambil terus berpikir dengan sikap Lisa, kalau di bilang bahagia dirinya juga sangat bahagia karena itu yang dirinya inginkan dari dulu, tapi sekarang karena ada Intan di rumahnya membuat pikiran Ardi tidak tenang
" Lisa, semoga rumah tangga kita jangan sampai ada orang ketiga lagi, sudah cukup selama 1 bulan ini memiliki banyak sekali kesalah pahaman di antara kita." Batin Ardi
" Kenapa sayang?"
Lisa tidak menjawab perkataan suaminya ia melihat bibir suaminya yang benar-benar seksi, hingga membuat dirinya menelan air liurnya sendiri. Ardi paham apa yang di pikiran istrinya, lalu dirinya langsung duduk di atas ranjang. Ardi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya ia mulai mencium lembut bibir istrinya. Lisa membalas ciuman suaminya bahkan sangat liar, entah apa yang ada di pikiran Lisa, hingga 5 menit mereka berciuman karena keduanya sudah hampir kehilangan nafas jadi keduanya menghentikan ciuman itu. Ardi mengusap bibir istrinya dengan lembut sambil tersenyum
" Apa sudah puas?"
" Belum Kaka, tapi aku sudah lapar, karena aku belum makan dari tadi siang."
" Kenapa tidak makan sayang?" Ardi membelai rambut istrinya
" Nunggu Kaka."
" Sayang juga tau aku kerja."
" Kalau aku tidak kerja boleh aku ikut ke kantor?"
" Tentu boleh sayang, kau adalah istriku, apa pun yang ingin kau lakukan maka lakukan selama membuat kau bahagia."
__ADS_1
Ardi mencium kening istrinya sekilas, dirinya memang sangat bahagia sekarang karena istrinya sudah bisa menerima dirinya 100%, walaupun dirinya memiliki rasa takut pada Intan, tapi memang sekarang dirinya sangat bahagia
" Semoga saja perburuan sikapmu bukan hal yang buruk untuk rumah tangga kita." Batin Ardi
" Kaka, ayo makan."
" Iya sayang."
Ardi merangkul pinggang Lisa keluar dari kamar mereka, keduanya keluar dengan dengan senyum di bibir mereka. Bi Ira yang melihat tuan muda dan nona muda langsung menyapa
" Malam tuan muda, malam nona muda." Sapa Bi Ira sambil membungkukkan badan
" Malam juga Bi."
Lisa hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu mereka melanjutkan kembali hingga mereka sampai di dekat maja makan
" Malam mamah, malam Intan." Sapa Ardi dan Lisa berbarengan
" malam juga anak mamah, dan menantu mamah."
" Malam juga Kaka Ardi, malam juga Lisa."
Ardi langsung menarik kursi untuk istrinya. " Silahkan tuan putri."
Lisa langsung duduk sambil tersenyum, lalu Ardi juga duduk
" Ayah, jam berapa pulang mah?"
" Tidak tau sayang."
" Oh, iya mah."
Lisa yang melihat Intan diam saja dirinya pun bertanya. " Intan, apa masakan tidak sesuai?
" Tidak Lisa, ini sesuai seleraku."
" Intan, Kalau tidak selera bilang saja, Tante juga sudah lupa makanan kesukaanmu."
" Tidak apa-apa Tante, ini juga selera Intan."
" Baiklah."
__ADS_1
Ardi melirik ke Intan sambil tersenyum, dirinya tau intan pasti kesal melihat dirinya dan istrinya yang sangat mesra, entah Ardi juga tidak tau kenapa istrinya sangat mesra hari ini, tapi dirinya juga tidak ingin di ambil pusing dirinya hanya menganggap ini adalah ke ajaiban dari Tuhan