Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 178. Memafkan Arga


__ADS_3

Arga masih diam, ia belum menjawab ucapan dari asistennya, ia tidak menyangka kalau kesalahannya akan ada orang yang ingin menanggung kesalah ia, seharusnya ia tidak melakukan itu, tapi seandainya ia tidak melakukan itu, ia tidak akan pernah tau, kalau asisten pribadinya yang selalu ia suruh-suruh itu, ternyata menyayangi ia dengan tulus, lalu ia langsung berbicara pada asistennya


" Tidak bisa Romi, tolong berjanjilah untuk menemukan Jenni, dan kirim bukti-bukti korupsi mereka ke kantor polisi, agar polisi bisa menyelidiki kasus itu lebih lanjut, saya mohon Romi, saya tidak ingin Jenni kenapa-napa."


Arga memohon pada asistennya sambil meneteskan air mata, entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya menjadi rapuh, saat mendengar Erick kehilangan jejak Jenni, ia langsung terduduk di lantai masih sambil memegang ponsel. Romi yang melihat tuan mudanya meneteskan air mata, dan langsung terduduk di lantai, ia merasa sangat iba, tapi ia tetap tidak ingin tuan mudanya masuk ke dalam penjara


" Saya minta maaf tuan muda, tapi saya akan tetap bertanggung jawab atas kesalahan tuan muda."


Arga hanya diam, seandainya dulu ia tidak memiliki sikap egois, mungkin semuanya tidak akan seperti ini, ia tidak akan pernah kehilangan Jenni, ia melakukkan itu semata-mata untuk memberinya peringatan, tapi ternyata malah membuat nyawa Jenni terancam. Lisa yang melihat Arga, ia sangat kasihan, ia memutuskan untuk memafkan Arga, dan tidak akan memasukkan Arga ke penjara, Arga juga sudah mengakui kesalahannya, bahkan akan tanggung jawab atas kesalanya, jadi sudah seharusnya ia memberikan kesempatan kedua, semua orang memiliki kesempatan kedua, termasuk Arga. Lisa tau, Arga melakukan itu karena sangat mencintai ia, tapi cinta Arga pada ia, di dasari dengan rasa egois, hingga membuat Arga salah jalan, tapi Lisa tetap bersyukur, karena Arga langsung menyadari kesalahannya, ia berharap Arga tidak akan pernah membuat kesalah lagi. Lisa langsung mencoba untuk duduk, ia di bantu suaminya untuk duduk, setelah duduk ia langsung berbicara pada Arga


" Arga, aku memafkan semua kesalahanmu, aku juga baik-baik saja, tapi aku mohon, kelak kau jangan pernah melakukan itu lagi, bukan hanya denganku, tapi termasuk wanita lain, jangan pernah merusak kebahagiaan orang lain, apa lagi orang itu sudah menikah, kau seorang pria, kau harus memiliki sikap lembut, dan satu lagi, aku tidak akan melaporkanmu ke polisi, dan aku berharap kau bisa menjadi pria yang lebih baik, dan aku juga percaya, kau adalah orang baik . Arga, semoga kau bisa mendapatkan perempuan yang lebih segalanya dari aku, pergilah, cari Jenni, jangan sampai bawahanmu kenapa-napa, aku tau kau sangat kuatir pada Jenni, aku juga minta maaf, karena tidak pernah memberikan kesempatan untukmu, tapi cinta tidak pernah bisa untuk di paksakan."


Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung bertanya pada istrinya


" Mommy, kenapa mommy memafkan pria brengsek itu begitu saja?"


" Pih, semua orang memiliki kesempatan kedua, termasuk Arga, mommy tau, Arga pria baik-baik, mommy sangat kenal kepribadiannya, dan Arga juga sudah menyesali perbuatannya, jadi apa salahnya kalau kita memberikan kesempatan kedua."


" Tapi mom."


" Pih, sekarang bawahannya Arga sedang membutuhkan bantuan, biarkan Arga menyelamatkan bawahannya, kalau sampai kenapa-napa, Arga akan menyalahkan diri sendiri, karena mommy tau, Arga orang yang sangat baik."


Ardi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia mau tidak mau memaafkan Arga, ia tidak ingin berdebat panjang lebar dengan istrinya


" Baiklah mom."


Romi yang mendengar perdebatan nona Lisa dan suaminya, ia sangat kagum pada nona Lisa, menurut Romi tidak heran kalau tuan mudanya sangat tergila-gila pada nona Lisa

__ADS_1


" Tidak heran kalau tuan muda sangat tergila-gila pada nona Lisa, nona Lisa sangat baik, dia begitu mudah memaafkan orang lain." batin Romi


Arga yang mendengar perdebatan Lisa dan suaminya, ia sangat kagum, Lisa memang wanita yang sangat baik, begitu mudah memaafkan orang lain, lalu ia langsung bertanya pada Lisa


" Lisa, apa kata-katamu tadi benar?"


" Arga, tentu saja benar, aku tau kau pria baik-baik, aku minta jangan pernah membahayakan nyawa orang lain hanya untuk kepentingan sendiri."


" Terimakasih Lisa, kau sudah memaafkan aku."


" Sama-sama Arga, kau boleh pergi, dan semoga Tuhan selalu melindungimu."


" Baik, Lisa. Ardi sekali lagi aku minta maaf."


" Sudahlah, Lisa juga sudah memafkanmu, kenpa aku tidak."


" Iya Arga." jawab Lisa dan Ardi berbarengan


Arga langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat Lisa bersama Romi. Romi dan Arga sampai di mobil, lalu Arga langsung berbicara pada Romi


" Romi."


" Iya tuan muda."


" Saya minta maaf kalau selama ini saya selalu semena-mena terhadapmu, sekarang saya tau, kau menyayangi saya sangat tulus, terimakasih Romi."


" Tuan muda tidak perlu berterimakasih pada saya, saya tau, tuan muda orang yang sangat baik, saya harap dari kejadian ini, tuan muda bisa sepenuhnya merelakan nona Lisa. Tuan muda, saya mengatakan itu karena tidak ingin tuan muda melakukan kesalahan lagi, apa lagi nona Lisa orang yang sangat baik, nona Lisa tidak pantas untuk mendapatkan kesedihan itu, saya minta maaf tuan muda, saya telah lancang menasehati anda."

__ADS_1


" Tidak apa-apa Romi, saya mengerti maksudmu, Romi kau segera melacak keberadaan Jenni, saya akan mengirim bukti-bukti itu pada Erick, untuk segera menangkap orang-orang itu, dan kau coba cek, tiket pesawat, apa ada untuk penerbangan jam 2."


" Baik tuan muda."


Setelah mereka berdua selesai berbicara, Romi langsung melajukan mobilnya untuk pulang, di perjalanan tidak ada yang berbicara, apa lagi Arga. Arga terus mencoba menelpon nomer telpon bawahnya, tapi sudah berkali-kali bawahannya tidak mengat telponnya, dan ia juga sudah mengirim bukti-bukti korupsi itu pada Erick, agar Erick segera menangani kasus itu. Setelah menempuh perjalanan 1 jam, Arga dan Romi sampai di hotel. Arga langsung masuk ke dalam di ikuti dengan Romi. Setelah sampai, Romi langsung memesan tiket pesawat lewat ponselnya, setelah itu ia langsung mencoba melacak keberadaannya Jenni. Setelah sekitar 1 jam, Romi mendapatkan tempat di mana Jenni berada, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya


" Tuan muda, ini lokasi Jenni terakhir."


Arga langsung melihat komputernya, setelah itu, ia langsung bertanya


" Jam berapa saya pergi?"


" Jam 2 tuan muda, saya akan siap-siap dulu."


" Romi, kau tidak perlu ikut."


" Tapi saya sudah memesan 2 tiket tuan muda."


" Kau tidak perlu ikut, kau di sini saja, dan seperti biasa, kau sering datang ke rumah Sella, kasihan dia, dan kalau perlu apa-apa kau gunakan saja kartu atmku."


Setelah mendengar perintah dari tuan mudanya, Romi akhirnya mengiyakan perintah dari tuan muda, walaupun ia sangat kuatir pada tuan mudanya, tapi ia juga memiliki janji pada Jenni, akan sering datang ke rumahnya untuk menemui Sella


" Baik tuan muda."


" Kalau begitu saya akan pergi sekarang, kau tidak perlu mengantar saya, saya akan naik taksi."


" Iya tuan muda, hati-hati."

__ADS_1


" Iya."


__ADS_2