Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 28 Pertama kali masak


__ADS_3

Lisa dan Ardi masih saling menatap di bawah panasnya sinar matahari pagi. Keduanya masih penuh dengan senyuman, terutama Ardi, dirinya sangat bahagia karena sekarang istrinya mulai mau di sentuh oleh dirinya


" Sayang, ayo kita masuk." Ajak Ardi sambil merapihkan rambut istrinya yang berantakan karena ke tiup angin


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ardi dan Lisa berjalan masuk ke dalam rumah. Ardi masih tetap merangkul pinggang istrinya


" Kak, ke ruang tv ya."


" Iya, sayang."


Ardi dan Lisa duduk di ruang tv. Lisa masih tetap menyadarkan kepalanya di dada suaminya


" Sayang, mau nonton apa?"


" Terserah Kaka."


Lisa langsung tiduran di pangkuan suaminya. Ardi menyukai film Action sniper Rusia jadi dirinya melihat film itu. Lisa awalnya biasa saja dirinyatetep melihat film itu, tapi setelah peperangan di mulai dan ada adegan penyiksaan, dirinya mulai gemetar lalu dirinya langsung memutarkan wajahnya pada perut Ardi sambil menutupi wajahnya memakai kedua telapak tangan, dirinya mengingat sesorang yang sama-sama di culik, karena anak itu tidak mau diam, preman itu menyiksanya di depan Lisa, membuat dirinya takut, hingga sekarang dirinya tidak pernah suka melihat film Action, dirinya lebih suka film kartun. Ardi awalnya hanya fokus pada film yang dirinya tonton sambil membelai rambut istrinya, tapi dirinya merasa tubuh istrinya mulai gemetar, lalu dirinya melihat istrinya.


" Sayang, apa kau tidak apa-apa?"


" Kak, tolong ganti, aku tidak suka."


" Iya sayang."


Ardi langsung mematikan Tv, dirinya langsung menatap istrinya, tapi pikirannya tidak karuan, dirinya merasa banyak sekali yang tidak tau tentang istrinya


" Banyak sekali yang aku tidak tau tentangmu, dari mulai kau di culik, lalu sekarang tentang film. Aku juga tidak tau film apa yang kau suka dan tidak suka" Batin Ardi


Setelah tv nya di matikan. Lisa langsung mengangkat kepala dirinya lalu menatap mata suaminya, yang sedang menatap dirinya dari tadi


" Kenapa Kaka menatapku seperti itu?"


" Tidak ada sayang, maafkan aku, bahkan aku tidak tau film apa yang kau sukai dan film apa yang kau takuti."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Ardi lalu memegang kedua tangan istrinya


" Jika ada yang tidak suka, atau membuatmu takut, tolong bicara jujur padaku, agar aku tidak membuat keselahan."


" Iya kak."


Ardi melepaskan tangannya lalu dirinya langsung menindih tubuh istrinya dengan sedikit renggang lalu mulai mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Ardi lalu mulai mencium istrinya. Ciuman Ardi menjadi makin panas. Mirna yang tidak tau ada orang di ruang tv dirinya melangkahkan kakinya ke ruang tv sambil terus menunduk lalu dirinya berdehem,


tapi dirinya masih tidak menjadi kalau ada anak dan menantunya. Ardi dan Lisa yang mendengar suara orang berdehem mereka langsung menengok pada suara itu

__ADS_1


" Mamah." Panggil Ardi dan Lisa berbarengan


Ardi masih di atas tubuh istrinya


" Maafkan mamah, mamah tidak tau ada kalian, kalian lanjutkan di kamar jangan di ruang tv, malu kalau di lihat pelayan."


" Iya mamah." Jawab Ardi


Mirna setelah selesai berbicara dirinya langsung pergi. Mirna tau, wajah anak dan menantunya sangat malu, terlihat jelas dari keduanya wajah mereka yang merah


" Kenapa kelakuan mereka itu ada-ada saja, di kamar luas, ciuman di ruang tv." Batin Mirna


Lisa langsung mendorong suaminya


" Kaka!."


" Apa sih sayang."


Ardi tersenyum, dirinya tau, kalau istrinya sangat malu. Lisa lalu duduk dirinya langsung memeluk suaminya. Ardi masih terus tersenyum, senyuman Ardi tidak pernah pudar


" Kaka, aku sangat nyaman hari ini, apa itu artinya aku sudah memaafkanmu dengan semudah itu, setelah membuat diriku hampir gila, apa aku ini bodoh, cepat sekali menerimamu." Batin Lisa


" Lisa, aku berharap kau sudah menerimaku, dan memaafkan aku, karena aku juga tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu saat itu." Batin Ardi


Lisa lalu .melepaskan pelukannya, dirinya melihat mata suaminya sambil memikirkan bener atau tidak. Jika dirinya menerima pria yang pernah menyakiti dirinya


" Tidak ada kak."


Ardi langsung memegang kedua bahu istrinya


" Tanyakan jika itu membuat pikiran kau tidak tenang, jangan terus memikirkannya, aku tau kau sedang berpikir sesuatu."


Lisa langsung memegang kedua tangan suaminya


" Kaka."


Ardi hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, dirinya masih menunggu pertanyaan apa yang akan istrinya tanyakan


" Aku."


Lisa belum selesai bicara, tapi perut Lisa berbunyi


kruyuk..

__ADS_1


Ardi langsung tersenyum, mendengar perut istrinya


" Sayang, kau laper?"


Lisa hanya menganggukkan kepala sambil menunduk karena malu dengan suaminya. Ardi semakin tersenyum melihat tingkah istrinya yang malu pada dirinya


" Ayo makan." Ajak Ardi sambil memegang tangan kanan istrinya. Lisa dan Ardi berjalan ke meja makan


" Sangat memalukan, masih jam 11.00 sudah laper, tidak biasanya aku laper jam segini, apa karena ciuman jadi laper, apa lagi kalau enak-enak, ah kenapa pikiranku jadi mesum." Batin Lisa sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dengan menggunakan tangan kirinya


Ardi masih terus tersenyum, dirinya tau pasti istrinya sangat malu, karena mengacak-acak rambutnya sendiri, tapi dirinya tetap tidak bersuara. Ardi menarik kursi untuk istrinya, lalu Lisa langsung duduk


" Sayang, mau makan apa?" Tanya Ardi yang masih berdiri di samping istrinya


" Mie instan kak, kasih potong cabai rawit 8 biji." Jawab Lisa sambil tersenyum


Ardi diam sebentar setelah mendengar jawaban istrinya


" Apa dia akan mengerjaiku lagi." Batin Ardi


" Iya sudah, nanti aku panggil bibi dulu."


Lisa langsung memegang lengan kanan suaminya


" Tidak mau, aku mau Kaka yang masak."


" Iya sayang, kau tunggu di sini dulu."


Lisa menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Ardi lalu berjalan ke dapur untuk memasak mie instan, ini pertama kali nya dirinya memasak, meski hanya mie instan dirinya tidak pernah memasak. Jika dirinya mau hanya minta pada pelayan, karena ini permintaan istrinya mau tidak mau dirinya tetap menuruti permintaan istrinya yang terpenting bagi Ardi adalah istrinya sudah bisa menerima dirinya. BI Asih melihat tuan mudanya sedikit bingung lalu dirinya mendekatinya


" Tuan muda, mau masak apa?"


" Saya mau masak mie instan Bi, ambilkan cabai rawit 8 biji." Suruh Ardi sambil tersenyum


" Iya, tuan muda." Jawab BI Asih sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, karena ini pertama kalinya, tuan muda mau memasak


Ardi mulai memasak mie instan sambil terus tersenyum. BI Asih yang melihat tuan mudanya terus tersenyum dirinya semakin bingung


" Kesambet apa tuan muda. tuan muda mau memasak, apa lagi sambil tersenyum sangat aneh." Batin BI Asih


" Ini tuan muda cabainya." Ucap BI Asih sambil menaro cabai di atas talenan


" Iya Bi."

__ADS_1


Ardi mulai memotong cabai masih terus tersenyum. Senyuman Ardi tidak pernah pudar, tapi dirinya masih terus memikirkan tentang mie instan yang dirinya masak, dirinya tidak tau, mie instan ini bener untuk istrinya atau akan mengerjai dirinya, hanya itu yang terus ada di pikiran Ardi


" Apa tuan muda memasak untuk istrinya, tidak mungkin untuk dirinya yang tidak suka cabai, hebat anak mamih mau masak." Batin BI Asih


__ADS_2