Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 60. Aku minta maaf mah


__ADS_3

Mey hanya tersenyum sinis setelah mendengar jawaban dari anaknya itu. Mirna masih diam dirinya masih tidak ingin membuka suara sama sekali, tapi pikiran dirinya terus saja mengucap kata bersyukur karena dirinya tidak salah memilih menantu, bagaimana pun juga Mirna tidak pernah berkumpul menjadi ibu-ibu sosialita tentu dirinya baru mengetahui ada wanita seperti Intan. Intan memegangi pipi yang bengkak sambil menatap ibunya dengan tatapan heran karena ibunya tersenyum sinis pada dirinya, lalu dirinya berpikir apa yang akan ibunya lakukan pada dirinya, tapi dari pada membuat dirinya bertanya-tanya lebih baik dirinya menanyakan langsung


" Kenapa kau tersenyum seperti itu?"


" Hahaha, menurutmu?"


Intan semakin tidak paham dengan ibunya, kenapa ibunya tiba-tiba tertawa. Mey sekarang tersenyum melihat anaknya bingung, lalu dirinya pun memutuskan untuk mengatakan masalah anaknya yang tidak membutuhkan apa pun


" Yakin kau tidak membutuhkan apapun?"


" Iya, aku tidak butuh uangmu."


" Baiklah, mungkin juga kau sudah tau bukan? jika kau mengakui aku bukan ibumu lagi maka kau harus keluar dari rumah ini."


" Tidak masalah, aku sudah bekerja, jadi tidak butuh uangmu, aku bisa cari apartemen."


Menurut Mey jawaban anaknya itu sangat lucu karena anaknya baru saja berurusan dengan dirinya, bahkan anaknya itu sangat sombong karena sudah memiliki pekerjaan, lalu Mey pun menjawab perkataan anaknya sambil tertawa


" Hahaha, jangan kau pikir kau sudah bekerja kau sombong, kau tau, aku yang merekomendasikan kau masuk ke rumah sakit Harapan atas nama Rangga, bukan'kah kau tau, Ayah angkatmu itu dulu dokter terkenal sebelum mengundurkan diri lalu menjadi CEO, kau bisa apa tanpa aku?. Aku bisa dengan mudah mengeluarkan kau dari rumah sakit Harapan dalam sekejap."


Intan tidak bersuara lagi setelah mendengar perkataan ibunya karena dirinya tau kalau dirinya masuk atas nama Ayah angkatnya, tapi dirinya tidak habis pikir kalau ibunya akan mengatakan itu pada dirinya, lalu dirinya juga berpikir bagaimana kalau benar-benar di keluarkan? lalu dirinya harus bekerja apa?. Mey masih tersenyum menatap anaknya yang sudah tidak bersuara lagi, yang awalnya sombong, tapi kini diam membisu setelah dirinya mengatakan akan di keluarkan. Mey juga sebenarnya bukan orang yang tega, tapi karena anaknya yang berbicara keterlaluan membuat dirinya hanya bisa mengancam. Mey berharap setelah kejadian ini anaknya sadar apa yang di lakukan itu salah, lalu dirinya pun memutuskan untuk bertanya pada anaknya karena anaknya belum menjawab pertanyaan dirinya

__ADS_1


" Yakin kau akan keluar dari keluarga Rangga?"


Intan sudah tidak bisa berkata-kata lagi setelah ibunya mengatakan itu, sekarang dirinya hanya diam dan merutuki kebodohannya, seharusnya dirinya tidak mengatakan hal itu, dirinya juga bingung jika di keluarkan dari rumah sakit itu, dirinya akan bekerja sebagai apa? pengamalan kerja saja tidak ada karena semua kebutuhan apa pun ibunya yang menanggung, lalu nanti siapa yang akan menanggung semuanya, apa dirinya nanti akan menjadi gembel yang tidur di jalanan, lalu dirinya memutuskan untuk minta maaf pada ibunya. Intan langsung berlutut di kaki ibunya karena dirinya tidak ada kata-kata lagi untuk ibunya


" Mah, maafkan aku. Aku mohon mamah jangan keluarkan aku dari rumah sakit Harapan."


" Hahaha, kau memang tidak tau diri!"


Mey langsung menghempaskan tangan anaknya yang memegangi kaki dirinya hingga Intan terduduk di lantai , lalu Mey menatap anaknya dengan tatapan sinis. Wajah Intan sudah mulai merah karena rasa takut yang akan ibunya lakukan pada dirinya, lalu dirinya berpikir apa yang akan terjadi pada dirinya nanti jika harus tidur di jalanan, bagaimana jika ada hujan? bagaimana jika ada orang yang berniat jahat pada dirinya?. Intan langsung merengkak layaknya seperti suster ngesot mendekati ibunya, setelah di dekat ibunya dirinya langsung memegang kaki ibunya lagi


" Mamah, tolong maafkan kesalahanku, kau boleh menamparku atau memukulku, tapi tolong jangan usir aku mah, aku mohon mah."


Mey hanya mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan anaknya yang menggunakan nada lirih. Mey juga merasa sangat kasihan pada anaknya, tapi mengingat perkataan anaknya membuat dirinya membiarkan anaknya untuk beberapa menit, agar anaknya itu tidak melakukan kesalahan lagi. Mirna dari tadi hanya melihat adegan perdebatan ibu dan anak, apa lagi sekarang anaknya minta maaf membuat Mirna berpikir seperti sinetron yang selalu dirinya tonton


Intan masih memegangi kaki ibunya, kini dirinya sudah meneteskan air mata karena dirinya sangat menyesal, harusnya dirinya tidak perlu melontarkan kata-kata kasar pada ibunya, kini dirinya sadar hanya ibu angkatnya yang menyayangi dirinya dengan setulus hati


" Mamah, aku mohon jangan buang aku, aku janji akan jadi anak baik-baik, aku janji apapun yang mamah minta akan aku turuti selama aku bisa, tapi tolong jangan usir aku mah."


Mey pun akhirnya membuka suara karena anaknya terus saja memegangi kaki dirinya


" Aku tidak sudi memiliki anak sepertimu!"

__ADS_1


Air mata Intan semakin deras karena ibunya sudah tidak mengingkan dirinya lagi, bahkan ibunya mengatakan tidak sudi pada dirinya


" Mamah, aku janji akan menjadi wanita baik-baik."


" Sudah aku bilang, aku tidak sudi memiliki anak sepertimu!"


Tangisan Intan semakin pecah karena ibunya tidak menginginkan dirinya lagi, dirinya benar-benar menyesal telah mengatakan yang tidak seharusnya dirinya katakan, apa lagi dengan kondisi dirinya yang tidak memiliki siapa-siapa lagi, hanya ibunya tempat dirinya bersandar, tapi dirinya baru saja menghina ibunya Karena cinta yang tidak terbalas, bahkan mungkin menurut dirinya hanya mimpi bisa mendapatkan Kaka sepupunya itu. Mey tidak tega pada anaknya yang sedang memohon pada dirinya, lalu dirinya pun menyuruh anaknya untuk bangun, tanpa membangunkan anaknya karena Mey bukan'lah orang yang tega, dirinya saja tidak pernah berbicara kasar pada siapapun, hanya pada Intan dirinya berkata kasar karena Intan yang memulai duluan


" Bangunlah, tapi kau harus janji jadi anak yang baik."


Intan masih berlutat di kaki ibunya walaupun sudah di suruh bangun " Aku janji mah."


" Pertama kau harus minta maaf pada Tante tentang foto itu, kedua kau tidak aku ijinkan untuk bekerja di rumah sakit Harapan, ketiga, kau harus ikut denganku pulang ke Inggris, tidak ada alasan lagi, kalau saja Yoga tidak mengasih tau, mamah benar-benar sangat malu memiliki anak sepertimu!"


" Terimakasih mah aku janji, aku akan menuruti semuanya."


Intan langsung mendekati Mirna hingga dirinya sampai di depan Mirna, lalu Intan langsung berlutut di kaki Mirna


" Tente, aku minta maaf atas semua sikapku, foto itu tidak benar adanya, aku yang mengambil foto itu, lalu Lisa juga marah karena aku."


Mirna langsung mengepalkan kedua tangannya, dirinya memang tidak peduli dengan foto itu, tapi dirinya sangat peduli pada menantunya karena dirinya sangat menyayanginya

__ADS_1


" Kau memang jahat! Kau tidak lebih dari iblis, aku membencimu jika Ardi dan Lisa tidak berbaikan, seumur hidupku tetap membencimu!"


__ADS_2