Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 194. Arga dan Lioni


__ADS_3

Arga sampai di dalam ruangan ibunya, ia langsung duduk di sofa. Leo langsung mendekati nyonya Lioni yang berada di meja kerja, hingga ia sampai, lalu langsung berbicara pada nyonya Lioni


" nyonya, tuan muda sudah ada di sini."


" Iya."


Lioni langsung berjalan ke arah sofa, hingga ia sampai, lalu langsung duduk di sofa depan anaknya. Setelah ibunya duduk, Arga langsung bertanya pada ibunya


" Ada apa mah?"


" Arga, apa yang kau pikirkan sayang?, kau hampir merusak rumah tangga orang lain, dan sekarang kau mencintai bawahanmu sendiri, ingat, jangan pernah buat malu mamah."


" Mamah, menyuruh aku ke sini hanya untuk mengatakan tentang Jenni?, mamah tidak berhak ikut campur tentang masalah pribadiku."


" Semua yang nentuin itu mamah! Bukan d


kau Arga, mamah tidak suka kau terlalu memanjakan bawahanmu, ingat, sampai kapanpun, mamah tidak akan pernah setuju."


" Mah, setuju atau tidak, itu hak mamah, tapi aku tidak akan pernah melepaskan Jenni!, Jenni adalah Gadis yang aku cintai, dan dia adalah Gadis yang aku cari selama ini, jadi jangan pernah mamah ikut campur tentang urusanku, apa lagi sampai mengancam Jenni langsung!"


Lioni semakin marah, setelah mendengar jawaban dari anaknya, lalu ia langsung mengancam anaknya


" Arga! Kau semakin tidak sopan, kau berani melawan mamah hanya untuk bawahanmu, baik, kalau kau memilih Gadis itu, jangan pernah berharap kau bisa memimpin perusahaan Papahmu lagi, dan jangan pernah berharap, kau bisa melakukkan apapun dengan menggunakan nama YX."

__ADS_1


Lioni mengatakan itu, karena ia yakin kalau Jenni bukan Gadis baik-baik, apa lagi bagi Lioni, Jenni hanya Gadis miskin, dan Jenni sangat cerdas, siap tau, Jenni hanya memanfaatkan anaknya, hanya itu yang ada di pikiran Lioni. Setelah mendengar ucapan dari ibunya, Arga langsung tersenyum, ia paham maksud dari ucapan ibunya, ia takut Jenni hanya memanfaatkan ia, kalau Jenni memang memanfaatkan ia, mungkin Jenni dengan mudah menerima ia, apa lagi mereka sudah saling kenal sejak kecil, tapi Jenni tetap masih menolaknya, bahkan Jenni mengatakan tidak boleh ikut campur dalam keluarganya, dan itu membuat Arga semakin ingin memiliki Jenni, lalu Arga langsung menjawab ucapan dari ibunya


" Lakukan apapun yang ingin mamah lakukan, selama mamah tidak menyakiti hati Jenni, silahkan saja, dan perlu mamah tau, aku juga tidak ingin menjadi CEO di perusahaan papah, tapi papah yang memaksa aku, dan mamah juga tau, aku hanya ingin menjadi dokter kandungan, tidak lebih dari itu, semua aku lakukan hanya ingin membantu papah, papah sudah sangat sibuk, jadi kalau mamah ingin aku berhenti jadi CEO di perusahaan papah, silahkan saja, tapi kalau mamah menyuruh aku untuk tidak mencintai Jenni lagi, aku minta maaf mah, aku tidak bisa lakukan itu, besok aku akan pulang ke Indonesia bersama Jenni, dan jangan lupa, kasus korupsi di perusahaan mamah, Jenni yang melakukannya, Jenni bertaruh nyawa dengan pekerjaannya, dan sekarang Jenni belum sembuh total, Jenni masih sering pusing, aku hanya ingin menjaga Jenni selama hidupku, sejak kecil Jenni yang selalu menjagaku, dan aku sudah mengatakan pada Jenni, aku akan menjaganya, mamah jangan lagi ikut campur dengan urusanku."


Setelah menjelaskan panjang lebar, Arga langsung pergi dari ruangan ibunya, tanpa menunggu jawaban dari ibunya lagi, menurut Arga, ia percuma juga berdebat dengan ibunya, ia tidak akan menang adu mulut bersama ibunya, yang jelas ia yakin kalau papahnya akan setuju ia bersama Jenni, ia tau betul betapa papahnya sangat memperhatikan kuarga Jenni, dan mungkin juga papahnya sudah tau identitas Jenni yang sebenarnya. Lioni yang melihat anaknya pergi dari ruangannya, ia hanya diam, ia masih memikirkan ucapan dari anaknya yang mengatakan sejak kecil Jenni yang menjaganya, entah siapa Gadis itu, bahkan ia juga belum mendengar anaknya memiliki teman bernama Jenni, apa lagi ia tau betul kalau Jenni lebih mengenal suaminya dari pada anaknya membuat ia bingung


" Siapa Jenni, bukan'kah Gadis itu di perkerjakan oleh suamiku, kenapa anakku seolah-olah mengenal Gadis itu." batin Lioni


Setelah lama berpikir, Lioni langsung bertanya pada asisten pribadinya


" Leo, apa kau tau sesuatu tentang Jenni?, selama kau ada di samping Arga?"


Leo yang dari tadi mendengar perdebatan nyonya Lioni dan tuan mudanya sudah takut, dan sekarang ia mendapat pertanyaan dari nyonya Lioni, membuat ia bingung haruskah ia menceritakan tentang Jenni yang ia dengar di mobil saat menjemput Jenni yang terluka bersama tuan mudanya, atau ia berbicara bahwa Gadis itu memiliki gelang yang di berikan tuan mudanya, membuat ia bingung harus bagaimana. Lioni yang belum mendengar pertanyaan dari asistennya, ia langsung bertanya lagi


Setelah mendengar pertanyaan dari nyonya Lioni lagi, Leo memutuskan untuk berbohong, ia tidak ingin suasananya semakin kacau


" Tidak nyonya, saya tidak tau apa-apa tentang mereka."


Lioni yang mendengar jawaban dari asistennya, ia pun langsung percaya, apa lagi Leo adalah asistenya, dan selalu bersama ia di London, sedangkan anaknya selalu di Indonesia


" Baiklah, kau boleh pergi."


" Baik, nyonya."

__ADS_1


Setelah asistennya pergi, Lioni langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung menghubungi asisten anaknya, setelah di angkat, ia langsung bertanya pada Romi


" Romi, apa kau tau tentang Jenni?, kenapa Arga mengatakan Jenni adalah Gadis yang menjaganya sejak kecil?"


" Saya minta maaf nyonya, saya tidak tau apa-apa tentang Jenni dan tuan muda, setau saya tuan muda sangat kesal pada Jenni, karena Jenni pernah mengancam tuan muda, hanya itu yang saya tau nyonya."


" Ceritakan yang jelas, mengancam bagaimana?"


" Saat itu tuan muda menyuruh Jenni untuk merusak rumah tangga nona Lisa, tapi Jenni menolak, lalu tuan muda bilang akan memecat Jenni, tapi Jenni bilang pada tuan muda, jangan lupa saya di pekerjakan oleh pak CEO Argantara, dan setelah itu tuan muda sangat kesal, lalu langsung mengirim Jenni ke Tajima YX Grup, tapi Jenni tetap menerima pekerjaan itu, karena Jenni tidak ingin merusak rumah tangga nona Lisa, hanya itu yang saya tau nyonya."


Setelah mendengar penjelasan dari asisten anaknya, Lioni hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung berbicara lagi


" Besok mereka akan kembali ke Indonesia, kau terus pantau mereka berdua, jangan sampai mereka memiliki hubungan seperti sepasang kekasih, sampai kapanpun saya tidak akan pernah menyetujui mereka!"


Setelah mendengar ucapan dari nyonya Lioni, Romi hanya menggaruk-garuk kepalanya, ia tidak mengerti apa maksudnya, apa lagi hubungan sebagai sepasang kekasih, menurut Romi sangat tidak mungkin, tuan mudanya tidak mungkin mencintai Jenni, dan Jenni tidak mungkin mencintai tuan mudanya, ia sangat tau betul tentang Jenni, Jenni sampai sekarang belum pernah memiliki kekasih, dan bahkan Jenni selalu menolak setiap orang yang menyatakan perasaannya, tanpa memberikan alasan terlebih dahulu, dan itu yang selalu menjadi pertanyaan untuk Romi hingga sekarang, lalu Romi langsung menjawab ucapan dari nyonya Lioni


" Baik nyonya."


" Baik, saya percayakan tugas ini padamu."


" Baik nyonya."


Setelah mengatakan itu, Lioni langsung memutuskan sambungan telponnya

__ADS_1


__ADS_2