
Sudah 3 hari semenjak suaminya itu datang ke rumah Lisa. Sudah 3 hari juga Lisa seperti mayat hidup yang hanya berjalan tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut dirinya. Lisa memang mencoba percaya pada suaminya, tapi rasanya selalu saja sakit hati jika mengingat foto-foto itu, bahkan dirinya tidur saja menaro dua guling di tengah-tengah ranjang, tapi kini dirinya benar-benar sedih telah mendiamkan suaminya karena tadi ibu mertuanya sudah menelpon dirinya dan menjelaskan semua tentang foto itu, bahkan Intan saja berbicara dengan dirinya tentang foto itu lalu minta maaf pada dirinya. Lisa pun ingin menebus kesalahan yang mendiamkan suaminya, akhirnya dirinya memutuskan untuk mengunjungi kantor suaminya sambil membawa bekal makan siang karena sekarang baru saja pukul 12.00 WIB. Lisa berharap suaminya itu belum makan karena tadi dirinya sudah memasak untuk suaminya. Lisa menuruni tangga dengan memakai dress biru sebawah lutut dengan rambut yang di biarkan terurai, lalu dirinya melihat ibunya sedang melamun. Lidia memang melamun atas sikap anaknya yang tidak suka bicara pada suaminya, bahkan suaminya pulang kerja, anaknya tidak menyambut suaminya membuat Lidia kepikiran dengan rumah tangga mereka yang sudah 1 bulan lebih, tapi tidak ada kemajuan. Lisa mendekati ibunya hingga sampai di depan ibunya
" Mah, Lisa mau pergi ke kantor dulu."
Lidia lalu melihat anaknya yang memakai dress sambil menenteng tas bag
" Kantor? bukan'kah kau sudah mengundurkan diri dari rumah sakit, kenapa harus bekerja di kantor?"
Lisa tersenyum saat melihat ibunya yang bingung karena perkataan dirinya
" Mah, Lisa mau pergi ke kantor kak Ardi, mau nganterin makan siang."
Lidia setelah mendengar jawaban anaknya lalu dirinya tersenyum. " Baiklah sayang, hati-hati."
" Iya mamah."
Lisa langsung berjalan ke luar rumah hingga dirinya sampai di garasi mobil, lalu dirinya pun masuk ke dalam mobil, setelah di dalam mobil Lisa sedikit bingung, apa dirinya mengabari suaminya saja agar tau sibuk atau tidak, atau langsung ke kantor saja, lagian dirinya juga belum pernah pergi ke kantor suaminya, setelah berpikir Lisa memutuskan pergi ke kantor suaminya, tanpa mengabari suaminya dulu, dirinya langsung melajukukan mobilnya pergi ke kantor suaminya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit Lisa sampai di kantor suaminya, lalu dirinya langsung turun dari mobil sambil menenteng tas bag. Lisa berjalan masuk hingga sampai di depan resepsionis lalu dirinya pun memutuskan bertanya
" Selamat siang mbak, apa pak Ardi ada?"
Resepsionis itu bernama Rita. Rita mengenali orang yang bertanya pada dirinya karena Lisa adalah seorang dokter yang sudah terkenal di kota itu tentu Rita tau
" Siang juga dokter Lisa, kebetulan pak Ardi sedang miteeng bersama Kelayan di luar, apa dokter Lisa sudah membuat janji?"
" Belum."
" Mohon maaf dokter Lisa, anda harus membuat janji terlebih dahulu."
Wajah Lisa benar-benar sangat kecewa karena dirinya ke kantor itu dengan ragu-ragu, takut mengganggu suaminya bekerja, tapi ternyata suaminya tidak ada di kantor, apa lagi resepsionis bilang suruh membuat janji dulu membuat dirinya tambah kecewa, lalu dirinya menatap ke jalan dengan perasaan kecewa. Rita menatap dokter Lisa dengan tatapan bingung karena seorang dokter hingga datang ke kantor. Rita tidak tau kalau Lisa adalah istri dari pak CEO karena semua karyawan di kantor itu tidak ada yang tau kalau pak CEO sudah menikah. Lisa masih berdiri saja di situ sambil menunduk karena sangat kecewa apa lagi dirinya sudah masak untuk suaminya, tapi ternyata suaminya tidak ada, dirinya juga tidak berani menelpon karena takut menganggu pekerjaan suaminya. Tidak lama Ardi pun datang dengan para menejer dan Santi, mereka berjalan masuk ke dalam kantor. Lisa setelah lama menunduk lalu dirinya melihat ke jalan lagi, ternyata dirinya melihat suaminya yang berjalan masuk ke kantor itu, yang awalnya kecewa kini dirinya tersenyum melihat suaminya. Lisa langsung berlari kecil mendekati suaminya lalu dirinya langsung memeluk suaminya dengan mengalungkan tangannya pada leher suaminya sambil mengangkat kedua kakinya. Para menejer dan Santi hanya menunduk di belakang pak CEO. Ardi tersenyum bahagia karena sudah 3 hari istrinya itu tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut istrinya, lalu Ardi menyuruh para menejer itu untuk lebih dulu
__ADS_1
" Kalian duluan saja."
" Baik pak CEO." jawab para menejer berbarengan
Para menejer itu pergi lebih dulu hanya ada Santi yang masih di belakang Ardi. Lisa lalu melepaskan pelukannya, dirinya menatap wajah suaminya sambil tersenyum. Ardi juga masih tersenyum
" Sayang, kau dari tadi di sini?
" Iya, tapi katanya Kaka tidak ada di sini, aku mau menelpon juga takut mengganggu, jadi aku hanya berdiri di sini karena aku belum membuat janji."
" Maafkan aku karena semua karyawan di sini tidak ada yang tau kalau kita sudah menikah."
" Tidak apa-apa Kaka."
Santi yang melihat nona muda membawa tas bag dirinya pun memutuskan untuk membawakannya
" Nona muda, tas bag itu biar saya yang bawa."
Lisa langsung mengasih tas bag itu, lalu Santi pun mengambil tas bag yang di serahkan nona muda. Ardi membelai rambut istrinya memakai kedua tangannya sambil berbicara
" Kenapa kesini tidak mengasih tau dulu sayang?"
" Memang tidak boleh kesini?"
Lisa langsung menundukkan kepala karena takut suaminya melarang dirinya datang ke kantor. Ardi masih tersenyum, dirinya tau kalau istrinya takut tidak di perbolehkan
" Bukan tidak boleh sayang, tapi biar sayang tidak menunggu di luar."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa langsung mengangkat kepala lalu dirinya menatap mata suaminya sambil menggelengkan kepala, itu menandakan dirinya tidak apa-apa, lalu Lisa menanyakan pada suaminya sudah makan siang apa belum karena sekarang sudah menujukan pukul 13.00 WIB
__ADS_1
" Kaka sudah makan?"
" Belum sayang, aku belum sempat makan, tadi sangat sibuk, apa sayang juga belum makan?
" Belum kak."
" Sayang kenapa belum makan, jangan pernah telat makan."
" Aku ingin makan sama Kaka."
" Ya sudah mau makan apa?"
" Aku sudah bawa, di tas bag itu bekal makan siang untuk kaka."
" Apa sayang yang masak?"
" Iya Kaka."
" Baiklah, ayo masuk."
" Iya kak."
Ardi dan istrinya pun berjalan masuk di ikuti Santi, setelah di depan resepsionis Ardi pun mendekati resepsionis itu hingga di depan Rita. Rita langsung membukukan badan pada pak CEO itu sambil sesekali melihat dokter Lisa
" Rita, jika nanti saya pergi lalu istriku datang, kau suruh istriku menunggu di ruanganku."
Ardi langsung mengatakan kata istri karena tidak mungkin bawahannya itu tidak mengenal Lisa karena Lisa adalah seorang dokter
" Baik pak CEO."
__ADS_1
Ardi merangkul pinggang istrinya lalu berjalan masuk ke dalam life kusus CEO, masih di ikut Santi. Rita melihat pak CEO dan dokter Lisa dengan tatapan tidak percaya kalau mereka itu sudah menikah, apa lagi menurut Rita sangat cocok. Ardi yang terkenal CEO tampan, tapi dingin sedangkan Lisa terkenal dokter cantik, tapi dingin
" Sangat cocok, suaminya dingin, istrinya juga dingin, tapi berasa tidak percaya kalau mereka itu ternyata suami istri."