Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 87. Kaka sangat merindukanmu


__ADS_3

Intan masih diam, dirinya masih bingung mau jawab apa. Yoga masih diam dirinya masih menunggu jawaban dari Intan, dirinya sangat penasaran atas jawaban Intan, tapi dirinya juga enggak untuk bertanya lagi. Intan setelah lama berpikir akhirnya dirinya memutuskan menjawab pertanyaan dari Yoga


" Yoga, aku benar-benar tidak tau, saat aku mencintai kak Ardi, lalu aku ke sini hanya untuk dia, dia tetap menolak aku, tapi aku tidak memiliki sakit hati yang mendalam, mungkin juga aku mencintainya karena egois, egois ingin memiliki, bukan karena hati dan perasaanku, jadi aku minta maaf, aku tidak bisa menjawab pertanyaan darimu, aku juga belum pernah pacaran, jadi belum tau banyak tentang cinta."


" Tidak apa-apa Intan."


Wajah Yoga sedikit kecewa, walaupun jawaban itu tidak melukai hatinya, tapi tetap saja, jawaban itu mewakili hati Intan, kalau Intan sama sekali tidak mencintai dirinya, lalu untuk apa Intan datang ke kantor ini?, dan memberikan perhatian-perhatian kecil pada dirinya, lalu apa artinya setiap kali Intan selalu memandangi dirinya?, sekarang dirinya tidak bisa menyimpulkan, dirinya hanya memiliki dua kata yaitu kecewa dan bingung dengan maksud Intan, atau Intan ingin menggali lagi luka yang amat dalam di masa lalu, belum cukupkah cacian dan makian yang Intan lontarkan pada dirinya, apa kejadian 3 tahun yang lalu akan terulang lagi?, membuat Yoga bingung dengan perasaannya sekarang. Intan yang melihat wajah Yoga seperti sedang kecewa, membuat nafsu makan itu hilang seketika, yang awalnya bahagia bisa di suapi oleh pria pujaan hati, tapi kini benar-benar kenyang dan bingung, kenpa Yoga kecewa, yang dirinya tau tadi dirinya tidak menyinggung perasaan Yoga, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya dari pada dirinya bingung dengan raut wajah Yoga sekarang


" Yoga, aku sudah kenyang."


" Kau baru saja makan 5 sendok, kenpa kenyang?"


" Aku memang sudah kenyang. Yoga apa jawaban aku tadi salah?"


Yoga mencoba tersenyum saat mendengar pertanyaan dari Intan, mungkin Intan mengetahui raut wajah dirinya, hingga Intan bertanya pada dirinya


" Tidak salah Intan."


" Oh, aku pikir jawabanku salah."


Yoga hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil tersenyum


" Tidak salah, yang salah itu aku, kenpa aku berharap kau menyukai aku, seharusnya aku tau, kau tidak akan pernah menyukai aku." batin Yoga


Yoga langsung menaro makanan itu di meja, lalu dirinya menyuruh Intan untuk minum


" Minum dulu."

__ADS_1


" Iya Yoga, terimakasih."


Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Intan langsung mengambil air minum bekas dirinya tadi, lalu dirinya langsung meminumnya sambil terus menatap wajah Yoga dengan sedikit bingung, setelah minum, dirinya langsung meletakkan gelas itu lagi di atas maja. Sekarang perasaan Intan dan Yoga menjadi lebih canggung setelah Intan menjawab tidak tau. Intan juga tidak tau, apa maksud Yoga bertanya seperti itu, apa Yoga masih menyukai dirinya, atau Yoga hanya iseng bertanya, membuat hati Intan terus bertanya-tanya. Tidak lama ada suara ketukan pintu


Tok-tok


Yoga yang mendengar ketukan pintu dari luar, dirinya langsung menyuruh masuk


" Masuk."


Seorang Gadis cantik berusia 17 tahun yang masih memakai seragam sekolah itu langsung masuk ke dalam. Yoga yang mengenali Gadis cantik itu langsung berdiri sambil tersenyum. Gadis cantik itu bernama Karina, yang tidak lain adalah Gadis yang pernah Yoga tolong karena Gadis itu memiliki penyakit jantung, saat itu Yoga melihat Gadis itu terduduk di pinggir jalan, lalu Yoga mengantarkan Gadis itu ke rumah sakit, dari situ mereka kenal, kejadian itu sudah 1 tahun yang lalu. Karina langsung mendekati Yoga hingga dirinya sampai di depan Yoga, lalu Karina langsung memeluk Yoga dengan erat. Yoga juga membalas pelukan itu karena Yoga menganggap Karina sebagai adik, termasuk Karina yang menganggap Yoga sebagai Kaka


" Kaka, aku merindukanmu, sekarang sulit sekali ingin bertemu denganmu."


" Sekarang tidak seperti 1 tahun yang lalu, sekarang kaka sudah menjadi tangan kanan dari Setiawan Grup, tentu Kaka banyak kesibukan."


Intan yang melihat dan mendengar percakapan mereka sambil berpelukan, membuat jantungnya seperti mendadak berhenti, jantung yang dari tadi ingin loncat, tapi sekarang mendadak berhenti dan dirinya seperti susah sekali untuk bernafas saat melihat dua anak manusia saling berpelukan dan mengatakan rindu, rasanya dirinya ingin sekali lari sekencang-kencangnya dari ruang itu. AC yang dari tadi berasa sangat dingin, tapi kini menjadi mendadak rasa panas. Setelah sekitar 1 menit Yoga dan Karina melepaskan pelukannya. Yoga dan Karina saling menatap sambil tersenyum. Karina lalu mengalihkan pandangannya pada Intan, dirinya mengenali Gadis yang bersama Yoga, karena Yoga pernah bercerita kalau dirinya mencintai Intan dan bahkan Yoga juga pernah menunjukkan foto Intan pada Karina, membuat Karina tersenyum saat melihat Intan. Karina pikir Yoga sudah memiliki hubungan dengan Intan membuat dirinya tersenyum bahagia, lalu dirinya langsung bertanya pada Yoga


" Dia teman Kaka."


Karina belum selesai berbicara, tapi Yoga sudah memotong pembicaraan dari Karina. Karina masih menatap Gadis itu dengan seksama, tapi memang Gadis yang dirinya lihat sekarang, seperti Gadis yang di foto, saat di tujukan oleh Yoga, tapi kenapa Yoga mengatakan Gadis itu teman, membuat dirinya bingung, lalu dirinya langsung bertanya lagi


" Kak, bukan'kah dia."


Yoga yang tau maksud pembicaraan Karina dirinya langsung memeluk Karina dengan erat sambil berkata


" Kaka sangat merindukanmu."

__ADS_1


Karina pun memberhentikan pembicaraan itu, dirinya juga membalas pelukan Yoga, dan menunggu apa yang akan Yoga katakan. Karina tau, Yoga pasti akan berbicara pada dirinya


" Karina, aku tau maksudmu, tapi tolong jangan katakan apa-apa padanya, karena aku dan dia baru saja dekat, aku takut dia menjauhiku lagi."


Walaupun ucapan Yoga lirih, tapi ucapan itu masih di dengar oleh Karina, lalu Karina langsung menjawab ucapan Yoga


" Aku mengerti kak."


Wajah Intan sudah merah saat dirinya melihat mereka, apa lagi sekarang dirinya mendengar ucapan Yoga, yang mengatakan Kaka sangat merindukanmu, membuat hatinya sangat sakit, dirinya sudah ingin menangis, saat melihat pria yang dirinya cintai ternyata merindukan wanita lain, tapi dirinya tau, dirinya bukan siapa-siapa Yoga, dan dirinya juga yang salah telah menolak Yoga, jadi kalau Yoga sudah memiliki pacar itu bukan salah Yoga, tapi salah dirinya. Yoga dan Karina melepaskan pelukan, lalu Karina langsung mendekati Intan, dirinya langsung mengulurkan tangannya pada Intan. Intan pun langsung membalas uluran tangan Karina


" Kenalin aku Karina."


" Iya, salam kenal, aku Intan."


Karina dan Intan lalu melepaskan jabatan tangan mereka. Karina langsung duduk di samping Intan sambil tersenyum, termasuk Yoga juga duduk di samping Karina. Karina langsung bertanya sudah berapa lama di Indonesia


" Kak Intan, sudah berapa lama di Indonesia?"


" Belum lama."


" Oh, begitu."


Intan hanya menjawab dengan anggukan kepala, dirinya ingin sekali bertanya, ada hubungan apa Yoga dengan Karina, tapi mulut itu seperti tidak bisa mengungkapkan, dirinya hanya bisa diam. Yoga yang melihat wajah Intan merah dirinya langsung bertanya


" Intan, wajahmu kenpa merah?"


" AC di ruangan ini kurang dingin."

__ADS_1


" Dingin Intan."


" Tidak, Yoga."


__ADS_2