Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 92. Tapi apa sayang?


__ADS_3

Semalam Ardi dan Lisa tidak makan malam. Ardi juga memutuskan untuk tidur walaupun ia lapar, tapi karena istrinya masih tidur membuat ia memutuskan untuk tidur. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB, Lisa terbangun lebih dulu, lalu ia melihat suaminya yang tertidur pulas sambil memeluk dirinya. Lisa melihat jam, lalu dirinya langsung mengusap wajahnya dengan kasar, karena mengingat dirinya tidur dari siang hingga pagi, memang kemarin malam adalah hari yang melelahkan menurutnya, seluruh badan seperti terlindas mobil, dan pengalaman pertama yang tidak pernah ia lupakan, lalu ia langsung mengingat kejadian malam itu membuatnya hanya tersenyum, lalu dirinya langsung melihat bibir suaminya


" Ah jadi mau, habis gemes banget lihat bibirmu, Lisa masih pagi sudah mesum." batin Lisa


Lisa terus saja memandangi suaminya hingga tidak terasa perutnya berbunyi


Kruyu....


Lisa langsung melihat ke arah perutnya sambil tersenyum


" Kenapa kemarin sore aku tidur hingga nyenyak, kenapa Kaka tidak membangun aku, sekarang jadinya pagi-pagi sudah lapar."


Ardi juga sebarnya sudah bangun, tapi ia masih memejamkan mata karena menurutnya mungkin istrinya juga belum bangun, tapi ternyata dirinya mendengar ucapan istrinya, walaupun ucapan istrinya itu sangat lirih, tapi masih bisa di dengar, membuat ia hanya tersenyum karena mengingat kemarin malam. Ardi sudah mencoba untuk membangunkan istrinya, tapi istrinya hanya menganggapnya sebagai nyamuk, dan sekarang ia harus di salahkan karena tidak membangunkan istrinya. Lisa langsung mengangkat kepalanya lagi, lalu menatap suaminya yang masih memejamkan mata


" Aku lapar, kenapa Kaka masih saja tidur."


Ardi yang mendengar ucapan istrinya lagi, lalu ia pun langsung membuka mata sambil tersenyum. Lisa yang melihat suaminya tiba-tiba membuka mata, membuat wajahnya mendadak merah karena malu, lalu langsung membalikkan tubuhnya membelakangi suaminya. Ardi langsung menarik tubuh istrinya untuk menghadap ke dirinya, setelah mereka berdua saling bertatap mata. Ardi langsung bertanya pada istrinya


" Apa sayang lapar?"


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum malu


" Mau makan apa?"


" Makan roti tawar isi telur goreng, tapi."


Lisa memberhentikan pembicaraan itu, ia melihat suaminya sambil tersenyum. Ardi yang tidak sabar dengan ucapan istrinya, lalu ia langsung bertanya


" Tapi apa sayang?"


" Tapi aku mau Kaka yang goreng telur."


Setelah mendengar jawaban istrinya, seketika wajah Ardi berubah menjadi bingung, bagaimana mungkin ia belum pernah menggoreng telur dan sekarang harus menggoreng telur untuk istrinya, bahkan masak mie saja baru sekali, itu pun karena permintaan istrinya. Lisa yang menginginkan suaminya yang menggoreng telur, lalu langsung membuka suara lagi sambil mengelus perut ratanya

__ADS_1


" Ayolah Kak, aku mau telur goreng buatan Kaka, kalau tidak, bayi yang ada di dalam perutku marah."


Ardi yang mendengar ucapan istrinya langsung tersenyum, karena menurutnya itu sangat konyol, mana mungkin satu kali langsung hamil itu sangat aneh, apa lagi baru 2 hari yang lalu. Lisa juga ikut tersenyum, ia tau kalau ucapan dirinya memang sangat konyol. Ardi langsung mengakat kepala, lalu langsung mendekati telinga istrinya sambil tersenyum, lalu ia langsung mengatakan sesuatu pada telinga istrinya


" Setelah makan, kita bikin lagi iya?"


Setelah mengucapkan kata itu, Ardi langsung menjauhkan wajahnya lagi masih dengan senyuman. Lisa tidak menjawab ucapan suaminya, namun mata Lisa langsung tertuju pada bibir suaminya yang dari tadi menurut dirinya sangat manis


" Sekarang juga tidak apa-apa, aku juga sangat menginginkan itu." batin Lisa


Setelah mengucapkan kata itu, Lisa langsung mengelus dadanya sendiri karena ia bersyukur hanya ngecupkan kata itu di dalam hatinya, kalau sampai terdengar suaminya, bukan'kah itu sangat memalukan. Ardi hanya mengerutkan keningnya melihat istrinya mengelus dadanya sendiri, bahkan pertanyaan dirinya saja, tidak di jawab oleh istrinya membuat Ardi berpikir, apa yang istrinya pikiran, setelah beberapa detik ia berpikir akhirnya menemukan jawaban yang mungkin juga salah atau mungkin juga benar, Ardi juga tidak tau, tapi ia langsung mendekati telinga istrinya lagi


" Apa sayang sedang memikirkan hal mesum?"


Setelah mendengar ucapan suaminya, mata Lisa membulat sempurna, bagaimana mungkin suaminya bisa tau yang ada di dalam pikirannya. Ardi langsung menjauhkan wajahnya lagi masih sambil tersenyum, apa lagi saat melihat ekspresi wajah istrinya membuat ia yakin kalau istrinya memang sedang memikirkan hal mesum, lalu ia langsung memutuskan mengajak istrinya makan, karena kemarin istrinya makan pukul 10.30 WIB, setelah itu dirinya dan istrinya tidak makan lagi


" Sayang, ayo makan."


Lisa yang mendengar ucapan suaminya yang salah, ia langsung menjawab ucapan suaminya


" Iya, iya sarapan sayang."


Ardi langsung duduk


" Ayo sayang."


Lisa rasanya malas untuk bangun, apa lagi sekarang masih terlalu pagi, tapi dirinya juga lapar, membuat dirinya hanya diam dan tidak menjawab ajakan suaminya. Ardi yang tidak mendengar jawaban istrinya, lalu ia langsung menarik tangan istrinya untuk duduk karena Ardi tau, istrinya pasti sangat malas untuk bangun, apa lagi tingkah malas itu dari kemarin, bahkan kemarin malam saja istrinya sampai tidak mandi, setelah istrinya duduk. Ardi langsung turun dari ranjang, lalu langsung bertanya pada istrinya


" Mau sarapan di kamar, atau di meja makan sayang?"


" Di meja makan dan aku juga mau liat Kaka menggoreng telur, tapi kakiku malas untuk jalan."


Setelah mendengar jawaban istrinya, Ardi langsung mengulurkan ke dua tangannya

__ADS_1


" Ayo aku gendong sayang."


Lisa yang mendengar ajakan suaminya langsung tersenyum, tapi ia mengingat ucapan suaminya yang masih terdengar jelas di telinganya, membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk di gendong suaminya


" Tidak kak, aku akan jalan sendiri saja."


Ardi langsung merapihkan rambut istrinya yang berantakan sambil berkata


" Kenapa, bukan'kah tadi malas, kalau malas jangan di paksa sayang."


" Tidak apa-apa kak."


Lisa langsung menurunkan kakinya ke bawah ranjang. Ardi yang melihat istrinya berprilaku seperti itu membuat ia berpikir sejenak, lalu ia langsung mengingat ucapan saat itu, saat ia mengatakan tidak suka wanita cengeng dan tidak suka wanita manja. Ardi langsung mengulurkan kedua tangannya lagi


" Ayo sayang, kalau tidak mau gendong, aku akan marah."


Lisa yang mendengar ucapan suaminya, lalu ia langsung mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar, lalu menuruni tangga hingga mereka sampai di meja makan. Ardi langsung menurunkan istrinya, lalu menarik kursi untuk istrinya


" Duduk saja sayang."


" Aku ingin lihat Kaka goreng telur."


" Baiklah sayang."


Ardi langsung ke dapur di ikuti istrinya hingga mereka sampai di dapur. Ardi langsung mengambil telur dari kulkas, lalu langsung mengambil teflon, ia letakkan di atas kompor, tapi ia langsung melirik ke arah istrinya meminta pertanyaan, bagaimana caranya goreng telur. Lisa tau suaminya meminta pertanyaan, tapi ia hanya tersenyum pada suaminya. Tidak lama BI Asih datang ke dapur, lalu ia langsung mendekati majikannya


" Pagi tuan muda, pagi nona muda."


" Pagi juga bi."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Tuan muda dan nona muda, mau sarapan apa?"

__ADS_1


" Tidak perlu, bibi kerjakan yang lain saja."


" Baik nona muda."


__ADS_2