Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 104. Salah paham


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari keponakannya, Mey benar-benar sangat sedih, entah kenapa Gadis cantik dan baik hati itu benar-benar berubah, ia juga tidak tau, tapi ia juga enggan untuk menanyakan pada keponakannya. Tidak lama Lisa turun dengan memakai gaun sebawah lutut, wajah sangat cerah, dan rambut yang di biarkan terui, membuat seisi rumah itu diam sesaat saat melihat wajah cantik seperti seorang model, hingga Lisa sampai di samping mereka


" Pagi semua."


" Pagi juga." jawab mereka berbarengan


Ardi yang melihat istrinya sambil membawa amplop putih yang di lipat membuat ia sedikit bingung, lalu langsung berpikir, mungkin istrinya akan pergi, tapi jika pergi pasti istrinya membawa tas, membuat Ardi sangat bingung, lalu langsung memutuskan untuk bertanya pada istrinya


" Sayang, kau mau kemana?"


" Tidak kemana-mana."


" Apa kau tidak lupa sesuatu?"


Setelah mendengar pertanyaan dari suaminya, Lisa tau, maksud dari suaminya, karena hari ini adalah hari ulang tahun suaminya, bahkan hari yang Lisa nantikan dari 1 minggu yang lalu, ia bahkan ingin segera tiba hari ulang tahun suaminya, karena sudah tidak sabar untuk mengatakan kabar bahagia itu, tapi ia juga tidak ingin hanya menunjuk hasil tespek saja, untuk itu ia memutuskan untuk menemui Arga, dan agar lebih jelas juga berapa minggu usia kandungannya, walaupun Lisa seorang dokter, tapi ia hanya seorang dokter umum, ia juga ingin memberi surat keterangan kehamilan itu dari dokter, agar suaminya tau, ia sudah hamil berapa minggu, tapi ia sekarang akan pura-pura tidak tau, ia ingin tau bagaimana tanggapan suaminya terhadap dirinya


" Aku tidak lupa sesuatu, hanya saja hari ini aku kesiangan."


Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Ardi benar-benar kecewa dan sedih, jangankan untuk mengingat hari ulang tahunnya, bahkan biasanya memanggil Kaka, tapi sekarang tidak menyantumkan nama itu, dan suaranya juga sangat dingin, seperti dari istana es, entah harus mulai dari mana ia bertanya tentang Arga, dia adalah pria yang membuat istrinya menjadi berubah 100%, harus'kah ia tanyakan tentang pria itu, atau hanya diam membisu dan pura-pura tidak tau, tapi semakin ia memendam perasaan itu, semakin merasakan sakit di dadanya, tapi ia juga tidak berani untuk bertanya pada istrinya, ia takut istrinya akan marah, lalu bertengkar. Ardi tidak ingin itu terjadi. Lisa hanya tersenyum, memasang wajah polosnya di depan suaminya, sebenernya ia tau, suaminya sedang kecewa, karena suaminya pikir ia tidak mengingat hari ulang tahunnya, jangankan sekarang sudah menjadi suami, bahkan saat baru putus saja Lisa selalu ingin hari ulang tahun Ardi, bahkan ia juga selalu menghabiskan waktu sendiri di tempat mereka yang selalu menghabiskan waktu hanya untuk berdua, lalu Lisa langsung pura-pura bertanya pada suaminya

__ADS_1


" Memang, apa yang aku lupakan?"


Setelah mendengar pertanyaan dari istrinya membuat Ardi tidak ingin lagi menahan, ia ingin mengungkapkan semua yang ada di dalam pikirannya, ia tidak peduli ada orang tuanya dan ada om, tantenya termasuk adik sepupunya


" Apa kau benar-benar lupa?, kalau hari ini adalah hari ulang tahunku."


Setelah mendengar ucapan suaminya, Lisa langsung tersenyum sinis pada suaminya, senyuman itu sudah lama tidak ia tampilkan lagi, tapi hari ini ia tampilkan wajah datar, senyuman sinis dan suara dingin


" Apa kau anak-anak?, hingga harus mengucapkan selamat ulang tahun, apa kau juga akan seperti anak-anak meminta kado padaku?"


Setelah mendengar ucapan istrinya, Ardi semakin kecewa, ini adalah hari ulang tahun pertama ia memiliki istri, tapi nasibnya begitu sangat buruk tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dan kesannya seperti mengharapkan kado, ia sebenarnya tidak mengharapkan apa-apa, ia hanya butuh penjelasa ada hubungan apa dengan pria yang di temuinya, hingga akhir-akhir ini begitu berubah, lalu Ardi mencoba memberanikan diri untuk mengatakan tenteng pria yang ia lihat saat itu


Mirna yang mendengar pertanyaan anaknya, benar-benar semakin kuatir, ia tidak menyangka, bahwa anaknya juga melihat Lisa dengan pria lain, tapi ia tidak bisa ikut campur, ia hanya mencoba menahan air matanya. Lisa tidak menyangka, bahwa suaminya tau, kalau ia menemui Arga, tapi ia bersyukur karena suaminya belum mengetahui kebenarannya, lalu ia pun memutuskan untuk bertanya pada suaminya, apa yang suaminya inginkan


" Memang apa yang kau inginkan?, apa kau ingin aku menjelaskan ada hubungan apa aku dengan Arga?"


Setelah mendengar pertanyaan istrinya, detak jantung Ardi semakin kencang, setelah istrinya mengatakan kata Arga, bukan dokter Arga, ia langsung berpikir seberapa jauh hubungan istrinya dengan pria itu, hingga istrinya hanya mengatakan kata Arga, setelah sedikit lama berpikir, Ardi memutuskan tidak ingin bertanya ada hubungan apa istrinya dengan pria lain, ia langsung mengatakan pada intinya saja, ia tidak ingin berbelit-belit. Ia sudah benar-benar lelah dengan rumah tangganya, yang selalu saja banyak masalah


" Tidak, aku tidak butuh penjelasanmu, aku hanya butuh kado."

__ADS_1


Semua orang di buat bengong dengan ucapan Ardi, dan semuanya berpikir apa Ardi bodoh, rumah tangganya akan di ambang kehancuran, tapi ia masih santai, dan bertanya tentang kado, benar-benar pikiran yang tidak masuk akal. Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa langsung memutuskan untuk bertanya, minta kado apa karena ia juga tidak tau, apa yang suaminya inginkan


" Minta kado apa?"


" Aku hanya minta kau jauhi Arga, aku tidak ingin kau dekat dengan Arga, ingat kau seorang istri, bukan sendiri."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa langsung memberi amplop putih itu pada suaminya


" Ini adalah kado terindah untukmu."


Setelah mendengar jawaban dari istrinya, lalu istrinya memberi amplop, membuat Ardi tambah kecewa, ia dengan ragu-ragu mengambil amplop itu, wajah yang mulai pucat, dan badan mulai gemetar, rasanya ia sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat tubuhnya sendiri, dengan perlahan ia duduk di lantai, ia sudah tidak bisa lagi berkata-kata, lalu ia pun langsung berpikir tentang istrinya


" Tidak, ini pasti mimpi, Lisa tidak mungkin memberi surat permohonan cerai, tidak mungkin Lisa minta cerai hanya untuk pria itu, kalau benar karena pria itu, lalu kenapa mereka baru pacaran sekarang, bahkan aku sudah tidak bisa lagi untuk berpisah dengannya." batin Ardi


Ardi duduk sambil kedua tangannya untuk menahan tubuhnya yang benar-benar gemetar, ia masih tidak berani untuk membuka isi amplop yang istrinya berikan, lalu ia mengatakan untuk memohon pada istrinya, karena ia benar-benar tidak ingin kehilangan istrinya untuk yang kedua kalinya, sudah cukup dulu berpisah karena harus pergi ke Inggris


" Sayang, aku mohon tolong jangan minta cerai, aku akan melakukan apapun yang kau minta, asalkan kau tetap bersamaku dan tinggalkan pria itu, aku tidak sanggup hidup tanpamu, aku tidak ingin lagi kehilanganmu untuk kedua kalinya."


Suara Ardi memohon pada istrinya sangat lirih, semua orang yang ada di situ sangat terkejut, melihat Ardi yang memohon pada istrinya

__ADS_1


__ADS_2