
Hari ini Ardi sudah masuk lagi ke kantor. Sekarang ia baru saja habis membahas pekerjaan dengan Rahma Ex. Rahma setelah membahas pekerjaan ia mengajak Ardi untuk makan siang, karena sekarang sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, kebetulan mereka juga membahas pekerjaan di restoran tersebut. Ardi juga menyetujui itu, ia juga tidak enak kalau harus terus menolaknya, lagian ia pikir hanya sebatas makan, dan itu makan dengan pratner bisnisnya baginya apa salahnya kalau hanya sekali. Walaupun ia juga merasa tidak nyaman dengan Rahma, apa lagi ia tau Rahma masih saja menaroh hati padanya. Sekarang Ardi dan Rahma sedang makan, keduanya sama sekali tidak ada pembicaraan. Rahma makan sambil sesekali melihat Ardi sambil tersenyum, sudah lama ia menginginkan makan bersama Ardi setelah menyelesaikan pekerjaan, tapi lagi-lagi Ardi selalu menolak, entah apa alasannya, bahkan semenjak pulang dari Inggris, Ardi semakin menjadi dingin, memang Rahma akui, Ardi sekarang jauh lebih segar dari pada dulu, raut wajahnya juga sangat ceria tidak seperti saat di Inggris dan itu selalu menjadi pertanyaan buat Rahma. Rahma memang tidak mengetahui kalau Ardi sudah menikah, karena ia sangat sibuk, untuk itu ia menjadi sulit untuk mengetahui informasi tentang Ardi. Apa lagi asisten pribadinya sudah di pecat oleh ayahnya, saat itu, Rahma menyuruh asistennya untuk melakukan kejahatan, tapi ia menjadi korban karena ayahnya tidak ingin Rahma malu. Setelah sekitar 15 menit, mereka selesai makan. Rahma langsung membuka pembicaraan, ia juga ingin tau tentang Ardi, dan sekaligus ia ingin mengutarakan isi hatinya lagi pada Ardi
" Ardi, apa kau sudah memiliki pacar?"
" Saya sudah memiliki istri, dan sekarang istri saya sedang mengandung."
Ardi mengatakan apa adanya, ia tidak ingin Rahma terus saja menaruh perasaan untuk ia, ia juga tidak ingin ada kesalah pahaman lagi bersama istrinya. Rahma yang mendengar jawaban dari Ardi, seketika dadanya menjadi sesak, bahkan ia sangat sulit untuk bernafas. AC yang sangat dingin itu, berubah menjadi rasa seperti sedang dalam open, tapi ia mencoba mengontrol nafasnya, lalu ia juga berpikir, kalau Ardi sudah menikah, ia juga bersedia menjadi wanita simpanannya, ia yakin Ardi tidak akan menolaknya, apa lagi posisi istrinya yang sedang hamil, pasti tidak akan mungkin memuaskan nafsu birahi Ardi, apa lagi ia paham Jika pria yang sudah menikah, pasti memiliki hasrat yang besar. Rahma langsung memegang tangan Ardi yang Ardi letakkan di atas meja. Ardi yang mendapat perlakuan seperti itu, ia langsung mencoba melepaskannya, tapi kedua tangan Rahma terlalu kuat memegangnya. Setelah memegang tangan Ardi, Rahma langsung berbicara pada Ardi
" Ardi, aku tau kau tidak pernah mencintaiku, dari kita sama-sama SMA hingga kita S2 di Inggris bersama, kau masih tetap tidak bisa mencintaiku, kau tidak bisa melihat sedikit saja rasa cintaku padamu, kau hanya anggap aku orang asing, dan sekarang kau hanya menganggap aku sebagai pratner bisnismu, kau tau, aku mengelola perusahaan itu, agar aku bisa sering bertemu denganmu, apa lagi saat tau, kau menjadi CEO di Setiawan Grup. Aku langsung berambisi untuk menjadi CEO juga, bahkan aku sangat senang saat kau selalu pergi sendiri tanpa sekertaris, karena sekertaris mu selalu memiliki pekerjaan lain bersama Yoga. Aku sangat senang, bahkan ingin makan denganmu saja kau selalu menolaknya. Ardi, sampai kapan kau tidak akan membalas cintaku?, aku sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang, tapi kau tidak bisa menerimaku. Walaupun hanya sesaat, seolah-olah aku ini tidak pernah pantas untukmu, wanita mana yang bisa membuat hatimu bergerak?, apa dia cantik?, apa dia sesuai yang kau inginkan?, apa aku harus menjadi wanita seperti itu?, agar kau membalas cintaku?"
" Rahma, saya."
__ADS_1
Rahma yang mendengar kata saya, ia langsung memotong pembicaraan Ardi
" Kenapa kau selalu memanggil diri sendiri dengan kata saya?, apa bagimu aku benar-benar orang asing?, hingga kau tidak bisa memanggil diri sendiri dengan panggilan aku, seperti kau bersama Yoga."
" Rahma, saya tidak bisa memanggil diri saya dengan panggilan aku, kita tidak memiliki hubungan apa-apa, selain hubungan kerja sama sesama perusahaan, kau juga bukan sahabat saya, jadi jika kau menginginkan saya memanggil diri sendiri dengan panggilan aku, saya benar-benar tidak bisa. Rahma, saya sudah menikah, dan saya sangat mencintai istri saya, jadi tolong lupakan saya, kau cari saja pria yang masih belum beristri, karena saya sudah memiliki istri."
" Ardi, kau sekarang beralasan karena sudah memiliki istri, dulu sebelum kau memiliki istri kau juga tetap menolakku, kurang aku di mana Ardi?"
" Tidak ada yang kurang di dalam diri kau, kau wanita yang sangat sempurna, kau pintar, tegar dan tangguh, tapi hati saya tidak pernah bisa di bohongi, saya tidak pernah memiliki perasaan, jadi jangan pernah buang-buang waktu untuk mengutarakan isi hatimu, apa lagi saya sekarang sudah memiliki istri, dan sebenar lagi saya juga akan memiliki anak."
Ardi yang mendengar ucapan itu, ia langsung menghempaskan tangan Rahma dengan kasar, lalu ia langsung menjawab ucapan dari Rahma
__ADS_1
" Rahma, bagaimana kau berpikir sempit seperti itu, kau adalah wanita yang paling bodoh yang aku temui, kau itu masih gadis, jangan berpikir sempit seperti itu, dan sampai kapanpun, saya tidak akan pernah mengkhianati istri saya, karena saya sangat mencintainya, dan ingat, kau harus bisa menjaga kehormatanmu hingga saatnya tiba, saat kau sudah menikah."
" Ardi, aku rela memberikan apapun untukmu, termasuk keperawanku, selama aku bisa di sampingmu, bagiku hal itu tidak penting, aku sangat mencintaimu, dan aku sudah berusaha menjadi yang terbaik, aku lakukan segalanya untukmu, tapi kau tidak bisa melihat sedikit saja ketulusan cintaku."
" Rahma, saya sudah menikah, dan saya tidak akan mengkhianati istri saya."
" Kenapa kau sulit sekali menerimaku?, kenapa kau seperti merasa aku ini tidak layak untukmu! Aku tidak meminta lebih darimu, aku hanya ingin menjadi wanita simpanamu!"
Ardi yang mendengar suara Rahma sedikit emosi, dan dengan nada berteriak, ia langsung melihat orang di sekelilingnya, yang melihat ia dan Rahma sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ardi langsung menghela nafas berat, lalu ia langsung mengakhiri pembicaraannya, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang
" Sudahlah, jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, semoga kau bisa mendapatkan pengganti saya, yang jauh lebih baik, kalau begitu saya permisi, saya masih banyak urusan."
__ADS_1
Ardi langsung mengambil beberapa lembar uang, lalu ia letakkan di meja, setelah itu ia langsung pergi dari restoran itu. Rahma hanya menatap Ardi yang pergi sambil meneteskan air mata, entah apa kesalahannya, apa kekurangannya, bahkan Ardi lagi-lagi menolaknya, bahkan hanya ingin menjadi wanita simpanan saja Ardi menolaknya
" Ardi, kenapa kau tidak pernah bisa mencintaiku, bahkan kau sekarang sudah menikah, kau memang pria kejam." batin Rahma