Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 191. Nyonya muda YX


__ADS_3

Sudah 7 hari berlalu saat Jenni menolak Arga, dan perban yang ada di kepala Jenni juga sudah di lepas, walaupun Jenni belum sepenuhnya sembuh, tapi ia sudah baik-baik saja. Arga dan Jenni juga semakin dekat, dan hari-hari mereka di penuhi canda dan tawa. Jenni sekarang sudah duduk di sofa, sambil menunggu tuan mudanya keluar dari kamar mandi. Walaupun Jenni sudah sembuh, tapi Arga menyuruh Jenni tidur di ranjangnya, sedangkan ia tidur di sofa, dan bahkan Jenni juga belum keluar dari kamar itu hingga sekarang, karena tuan mudanya melarang untuk keluar kamar, dan tuan mudanya juga melarang orang tuanya dan pelayannya masuk kamar, bahkan yang membersihkan kamar juga tuan mudanya. Tidak lama Arga keluar dari kamar mandi, ia masih menggunakan handuk kimono, lalu langsung mendekati Jenni yang masih setia menunggunya, ia langsung berbicara pada Jenni


" Jen, aku membelikan Gaun pendek untukmu, aku ingin kau menggunakan itu saat kita jalan-jalan."


Tadi memang Arga sudah mengatakan akan mengajak Jenni untuk jalan-jalan keliling kota London, dan Jenni juga menyetujuinya. Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia langsung menolaknya


" Arga, aku tidak ingin menggunakan gaun pendek, aku ini hanya bawahanmu, apa jadinya kalau seorang bawahan tampil seperti seorang nona?"


Setelah mendengar jawaban dari Jenni, Arga langsung berjongkok di depan Jenni, lalu ia langsung berbicara pada Jenni sambil tersenyum


" Iya, sekarang kau masih bawahanku, tapi sebenar lagi, kau akan menjadi nonya muda YX."


" Kau selalu saja mengatakan yang tidak jelas, dasar pria cengeng."


" Mungkin sekarang tidak jelas, tapi nanti hubungan kita akan di perjelas dalam ikatan pernikahan."


Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni langsung mengepalkan kedua tangannya. Arga langsung berbicara pada Jenni


" Ingat, tanganmu tidak boleh untuk memukul meja, karena masih sakit."


Setelah mengatakan itu, Arga buru-buru pergi ke ruang ganti baju, masih dengan senyuman di bibirnya. Jenni langsung teriak pada tuan mudanya


" Dasar penakut!"


Arga yang mendengar teriakkan dari Jenni, ia langsung tersenyum lebar. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya


Tok-tok.


Arga yang mendengar ketukan pintu, ia buru-buru menuju pintu, ia tidak ingin Jenni membuka pintu, karena di rumah ini belum ada yang tau kalau Jenni sudah sembuh, bahkan ia juga melarang dokter Calista untuk mengatakan pada keluarganya, ia tidak ingin jauh dari Jenni, walaupun ia dan Jenni tidak tidur satu ranjang, tapi setidaknya, ia bisa menatap wajah polos Jenni saat terlelap, dan baginya itu adalah kenyamanan tersendiri, setiap kali ia menatap wajah Jenni saat tertidur, ia seperti melihat Jenni saat kecil. Arga sampai di pintu, lalu ia langsung membuka pintu. Setelah di buka pintunya, pelayan itu langsung berbicara pada tuan mudanya sambil menyerahkan gaun pendek

__ADS_1


" Tuan muda, ini Gaun pendek yang tuan muda minta."


Arga langsung mengambil gaun pendek itu, sambil menjawab ucapan pelayannya


" Iya."


Setelah itu, Arga langsung menutup pintu lagi, lalu langsung mendekati Jenni


" Jen, ini Gaunmu."


Jenni langsung mengambil Gaun yang di berikan tuan mudanya sambil berbicara dan memutar-mutar gantungan gaun itu


" Arga, tidak bisakah kau membeli Gaun yang sederhana?, ini sangat mahal, dan tidak pantas untuk aku pakai."


" Sudah pakai saja Jen, siapa bilang kau tidak pantas?, sudah aku katakan, sebentar lagi kau juga akan menjadi nyonya muda YX, jadi tidak ada yang tidak pantas, aku akan mengambil bajuku dulu, lalu menggantinya di kamar mandi."


" Kenapa tidak mengganti di ruang ganti saja Arga?"


" Apa kau mau ganti baju bersamaku?"


" Arga, sejak kapan kau menjadi tidak waras?"


" Sejak kau adalah Sunmei, aku menjadi tidak waras."


Setelah menjawab pertanyaan dari Jenni, Arga langsung berjalan ke arah ruang ganti, tanpa menunggu jawaban dari Jenni lagi, ia langsung mengambil baju gantinya, lalu ia langsung berjalan ke arah kamar mandi. Jenni hanya diam membisu, hanya air mata yang mengalir saat mendengar tuan mudanya mengatakan Sunmei, mungkin tuan mudanya hanya merayunya, dan ia juga tidak masalah dengan rayuan itu, tapi setiap mendengar Sunmei, hatinya menjadi sakit, ia selalu mengingat bayang-bayang masa lalunya


" Arga, aku tau kau hanya merayuku, tapi hatiku sangat sakit, setiap kali mendengar panggilan Sunmei, nama itu sangat aku benci." batin Jenni


Air mata Jenni terus mengalir di pipinya, ia hanya berdiri di situ. Arga selsai menggati baju, ia langsung berjalan mendekati Jenni yang hanya diam mematung, hingga ia sampai, ia melihat Jenni menangis, lalu ia langsung bertanya pada Jenni

__ADS_1


" Jen, kenpa kau menangis."


Jenni hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil terus menangis. Arga langsung mengambil gaun yang Jenni pegang, ia langsung meletakannya di sofa, lalu langsung menarik Jenni dalam pelukannya, ia langsung berpikir tentang Jenni


" Jenni kenpa menangis, apa ada sesuatu yang terjadi padanya?" batin Arga


Arga terus saja berpikir, bahkan pelukan ia juga tidak di balas oleh Jenni, hingga ia ingat, kalau tadi ia mengatakan nama Sunmei


" Apa Jenni menangis karena aku memanggilnya Sunmei?, bagaimana pun juga Jenni sangat membenci namanya sendiri." batin Arga


Setelah itu Arga langsung minta maaf pada Jenni sambil mempererat pelukannya


" Jen, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih, aku benar-benar lupa Jen, tolong jangan menangis lagi, aku akan mengingat kata-kata yang kau benci, aku tidak akan mengulanginya lagi."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung membalas pelukan dari tuan mudanya, setelah tuan mudanya minta maaf. Arga yang merasakan Jenni membalas pelukannya, ia benar-benar merasa sangat menyesal


" Tidak seharusnya aku mengatakan kata Sunmei pada Jenni, kenapa aku lupa tentang hal itu, maafkan aku Jen, belum apa-apa aku sudah membuatmu menangis lagi." batin Arga


Setelah tenang, Jenni langsung melepaskan pelukannya, lalu ia memutuskan untuk membatalkan pergi jalan-jalan, ia sudah tidak ingin kemana-mana lagi


" Arga, bisakah kita tidak perlu jalan-jalan?, aku ingin istirahat."


" Iya tidak apa-apa Jen, kau lebih baik istirahat."


Arga langsung merangkul pinggang Jenni sambil memegang pergelangan tangan kiri Jenni, lalu langsung membawanya ke ranjang lagi, hingga mereka sampai di ranjang. Jenni langsung duduk di ranjang. Arga langsung berbicara pada Jenni sambil menghapus air mata Jenni


" Istirahatlah, kau jangan menangis lagi."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah tuan mudanya selsai menghapus air matanya, Jenni langsung menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Arga langsung melepaskan baju mantelnya, lalu ia letakkan di kursi, setelah itu ia langsung duduk di kursi dekat ranjang sambil memegang tangan kanan Jenni, ia berharap Jenni tidak sedih lagi pada ucapan yang tidak sengaja ia keluarkan dari mulutnya, ia memang ingin memanggil Jenni dengan panggilan Sunmei, tapi mau bagaimana lagi, Jenni sangat membenci nama itu

__ADS_1


" Maafkan aku Jen, tapi aku sangat lega, telah melihatmu menangis, dan tidak terus pura-pura tegar." batin Arga


__ADS_2