
Setelah kedua orang tuanya keluar, Intan langsung mengunci pintu kamarnya, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya, setelah itu langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, lalu ia langsung menangis di dalam selimut hingga tersedu-sedu
Hiks....hiks...hiks...
Tangisan itu sangat keras, ia tidak bisa menahan suaranya, untuk itu ia menangis di dalam selimut, agar kedua orang tuanya tidak mendengar ia menangis. Setelah sekitar 1 jam ia menangis, tiba-tiba saja ia terlintas ide bodohnya
" Satu-satunya cara hanya bunuh diri, aku tidak sudi melayani pria yang tidak pernah aku cintai." batin Intan
Intan langsung membuka selimutnya, lalu ia langsung mengambil beberapa setok obat di dalam kotak obat, lalu ia langsung mengumpulkan macam-macam obat itu, setelah itu langsung meletakannya di telapak tangannya, tapi tiba-tiba saja seperti ada yang membisikkan sesuatu di telinganya
" Jika kau bunuh diri, maka kau merelakan Yoga dengan wanita lain."
Suara itu sangat jelas di telinganya, seketika itu juga, obat yang ada di tangannya langsung terjatuh ke lantai, lalu ia langsung duduk di atas ranjang lagi, ia memikirkan sesuatu, apa yang harus ia lakukan, hingga ia menemukan cara. Cara satu-satunya adalah kabur, tapi ia ingan kabur bersama Yoga
" Aku harus kabur, aku tidak ingin menikah dengan pria itu, tapi aku harus kabur bersama Yoga, aku harus mengajak Yoga, lalu kita menikah, bukan'kah itu cara yang terbaik." batin Intan
Intan langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung mencari kontak Yoga, setelah itu ia langsung menghubungi Yoga, tapi sudah 20 kali ia menghubungi Yoga, bahkan Yoga tidak mengangkat telpon itu. Namen Intan tidak menyerah, ia tetap menghungi Yoga lagi, hingga Yoga mengangkat telpon itu, lalu ia langsung berbicara lebih dulu
" Hallo Yoga, apa kabar?, apa kau baik-baik saja."
__ADS_1
" Aku baik-baik saja, ada apa Intan?, bukan'kah semuanya sudah jelas, kalau aku sudah tidak mencintaimu, jadi tolong kau jangan lagi menelponku, aku mohon, bukalah lembaran baru, aku sebentar lagi akan menikah dengan Karina, dia adalah gadis yang aku cintai."
Intan yang mendengar suara Yoga sangat dingin, tapi ia tetap percaya, kalau cinta Yoga hanya untuknya, lalu ia langsung memutuskan untuk membicarakan tentang ibunya sambil mencoba menahan tangisannya
" Yoga, kau jangan pernah menipuku lagi, aku tau kau mencintaiku, kau mengatakan sudah tidak mencintaiku, karena kau takut aku tau, bahwa ayahmu tidak menyukaiku, karena aku adalah anak dari Veronica, aku anak dari wanita yang membuat ibumu sakit-sakitan hingga meninggal, sudah cukup kau jangan bohongi perasaanmu lagi! Yoga, aku mencintaimu, aku siap melakukan apapun hanya untuk bersamamu."
Yoga yang mendengar suara Intan menahan tangisannya, hatinya sangat sakit, andai saja saat ini ia dekat dengannya, ia ingin sekali memeluknya, bahkan kebohongan yang ia tutupi selama beberapa hari ini, akhirnya Intan mengetahui semuanya, lalu ia memutuskan untuk minta maaf dan mengakuinya pada Intan
" Intan, aku sebelumnya minta maaf, karena aku telah membohongimu, tapi aku hanya tidak ingin kau menangis, aku tidak ingin melihatmu menumpahkan air mata, kau sudah banyak menderita, aku tidak ingin kau lebih menderita lagi saat kebenaran itu terungkap."
Intan yang mendengar ucapan Yoga, ia langsung bertanya pada Yoga, apa Yoga benar-benar mencintainya
" Yoga, itu artinya semua yang kau ucapkan itu bohong, itu artinya kau masih mencintaiku saat kau mengatakan sudah tidak mencintaiku lagi, apa yang aku katakan sekarang benar?"
" Iya Intan, aku sangat mencintaimu hingga sekarang, cinta itu masih tetap sama, tidak pernah berubah sedikitpun, terimakasih banyak, karena kau sudah membalas cintaku, tapi aku minta maaf Intan, aku tidak bisa bersamamu."
" Yoga kau bilang mencintaiku, tapi kau tidak ingan bersamaku! Kau sangat jahat, cintamu itu sangat palsu."
" Intan, harus dengan cara apa agar kau percaya, bahwa aku sangat mencintaimu, bahkan setiap menit, ingatanku selalu ada namamu."
__ADS_1
" Yoga, mari kita kabur, setelah itu kita menikah, kita jangan lagi ada di kota ini, bukan'kah itu cara satu-satunya agar kita bisa bersama?"
Yoga yang mendengar jawaban Intan, ia tidak menyangka bahwa Intan begitu percaya bahwa ia tidak akan menyakitinya, hingga ia rela untuk kawin lari hanya untuknya, tapi ia tetap tidak ingin membawa kabur anak gadis orang, bagaimana pun juga, ia tidak ingin di cap jelek oleh keluarga Intan, ia tidak ingin masalahnya semakin rumit, untuk itu ia memutuskan menolak keinginan Intan
" Maafkan aku Intan, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu, aku memang sangat mencimu, tapi kau tidak boleh langsung percaya padaku, apa kau tidak takut, kalau aku hanya menginginkan sesuatu yang ada di dalam tubuhmu, lalu setelah itu aku meninggalkanmu, apa kau tidak takut itu terjadi?, Intan, kau tidak boleh percaya dengan seorang pria semudah itu."
" Yoga, aku percaya bahwa kau bukan pria seperti itu, tapi jika kau pria seperti itu, aku sangat rela, karena aku mencintaimu sangat tulus. Yoga, aku mohon, mari kita kabur dari kota ini, lalu kita menikah."
" Sudah aku bilang, aku tidak bisa melakukan itu Intan, aku tidak ingin membawa kabur anak gadis orang, aku tidak ingin di anggap kelakuanku sangat tidak berpendidikan, sekali lagi aku minta maaf Intan."
Intan yang mendengar jawaban Yoga, yang menolaknya, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia memutuskan untuk berbicara tentang perjodohannya, ia tidak ingin Yoga mengetahui dari orang lain, lalu Yoga membencinya, ia tidak ingin itu terjadi
" Yoga, aku mau jujur padamu, aku sudah di jodohkan oleh mamah, besok pagi aku akan menikah, untuk itu aku mengajakmu untuk kabur, tapi ternyata keinginanku yang ingin memilikimu hanya sebuah angan-anganku, mungkin kita tidak jodoh. Yoga, jika memang kau tidak bisa kabur denganku, dan kau memilih menikah dengan Karina, semoga kau selalu bahagia bersamanya, tapi perlu kau tau, hingga maut menjemputku, aku tetap mencintaimu, itu bukan sebuah kata-kata, tapi itu murni ungkapan hatiku."
Yoga yang mendengar penjelasan Intan, ia langsung meneteskan air mata, ia tidak percaya kalau Intan juga sudah di jodohkan oleh orang tuanya, bahkan sekarang peluang untuk bisa bersamanya sangat sulit, ia yang harus terikat pernikahan dengan Karina, dan Intan yang harus terikat pernikahan dengan pria lain
" Apa ini yang kita dapatkan, kita berdua dengan susah payah berjuang, dulu aku yang memperjuangkan Intan, lalu Intan yang memperjuangkan aku, tapi pada akhirnya kita tetap tidak bisa bersama." batin Yoga
Intan yang tidak mendengar jawaban Yoga, ia sangat sedih, ia memutuskan untuk mengakhiri panggilan telponnya
__ADS_1
" Yoga, lebih baik kita akhiri telepon kita, aku berharap keputusan yang kau ambil tidak kau sesali, selamat tinggal."
Setelah mengatakan itu, Intan langsung mengakhiri sambungan telponnya