
Sudah 1 Minggu berlalu dari Arga melamar Jenni, ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh mereka berdua. Hari ini hari pernikahan Jenni dan Arga, seluruh tamu undangan sudah pada di hotel tersebut, walaupun mereka berdua tidak menyebarkan bumi undangan, tapi mereka tetap mengundang pekerjaan kantornya. Seluruh tamu di buat terkesan dengan pasangan keduanya, karena Arga adalah terkenal baik sedangkan Jenni terkenal Gadis yang tidak memiliki perasaan, sudah banyak yang menyatakan cinta padanya, tapi selalu berakhir dalam penolakan, dan itu membuat semua kariwan terkesan pada mereka. Arga sudah berdiri di depan para tamu undangan sambil menunggu pengantin wanita, ia sedang berbicara dengan sahabat-sahabatnya sambil terus tersenyum, senyuman di bibirnya seperti tidak ada habisnya, semenjak Jenni menerima lamaran itu, semenjak itu juga bisa tersenyum tak jelas, mungkin karena sangat bahagia, apa lagi saat Jenni menerima lamarannya yang sengaja tiba-tiba, agar ia tidak terus menunda pernikahannya. Jenni masih di meja rias, ia menatap diri sendiri dari pantulan kaca, rasanya ia tidak percaya kalau ia akan menikah dengan pria yang ia anggap, hanya pria cengeng, begitu hebat takdir Tuhan, hingga ia bisa di pertemukan kembali dengan pria yang ingin ia temui, dan tidak menyaka pria itu adalah atasannya sendiri, dan menurut Jenni waktu begitu cepat berputar, hingga ia akan di ikat dalam janji suci pernikahan. Jonathan dan Mika langsung mendekati putrinya yang hanya memandang diri sendiri dari pantulan kaca. Jonathan langsung bertanya pada putrinya
" Sudah siap sayang?"
" Pah, Jenni takut, ini pertama kalinya Jenni takut pah."
" Takut apa sayang?"
" Bukan takut persisnya pah, tapi gugup."
Jonathan yang mendengar jawaban dari putrinya, ia langsung menggoda putrinya
" Duh putri papah bisa gugup juga ternyata."
Jenni yang di goda oleh ayahnya, ia langsung menjawab sambil kerucutkan bibirnya
" Ih papah, kenapa jadi menggoda aku, ngeselin banget sih."
Jonathan dan Mika yang melihat tingkah putrinya, ia langsung terkekeh-kekeh, membuat Jenni semakin kesal. Setelah puas mentertawakan putrinya. Mika memutuskan mengajak Jenni untuk segera turun
" Ayo, turun sayang."
" Pah, Jenni gugup."
" Sudah ayo."
Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala. Jonathan dan Mika langsung mengandeng putrinya, lalu langsung keluar dari kamar, setelah di tangga. Jenni menghentikan langkah kakinya, ia melihat Arga yang sedang berbicara pada temen-temennya, membuat Jenni langsung berbicara di dalam hatinya
__ADS_1
" Kenapa si cengeng itu tidak gugup?, kenapa hanya aku yang gugup?, Jenni atur nafasmu, si cengeng saja tidak gugup." batin Jenni yang memperingatkan diri sendiri
Jonathan langsung mengajak anaknya untuk meneruskan langkah kakinya
" Ayo lanjutkan sayang."
Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah Jenni melanjutkan langkah kakinya, Jenni menjadi pusat perhatian semua orang, mereka sangat kagum dengan kecantikan Jenni, yang memakai gaun pengantin itu, membuat siapa saja bilang pantas pak CEO Arga menyukai Jenni, banyak yang bilang seperti itu. Jenni yang menjadi pusat perhatian, ia sangat malu, ia terus saja mengatur nafasnya, ia mencoba untuk bersikap biasa saja, walaupun ia sangat gugup. Setelah terus berbicara dengan teman-temannya, Arga langsung melihat ke arah Jenni yang mendekatinya, ia langsung tersenyum manis ke arah Jenni, kebahagiaan Arga terpancar di bibirnya. Jenni sampai di depan Arga. Mereka berdua saling bertatap mata. Setelah itu pak pendeta langsung bertanya
" Apa sudah bisa di mulai?"
" Sudah pak." jawab Jonathan
" Arga YX, bisakah kau berjanji bahwa kau selamanya akan baik pada Jenni? di dalam dunia maupun senang, atau di kepahitan. Kau bersedia selalu berdiri menjaga dan selalu di samping Jenni selamanya?"
" Saya bersedia." jawab Arga sambil tersenyum
" Jenni, bisakah kau berjanji bawa kau selamanya akan baik pada Arga YX? di dalam duka maupun senang, atau di kepahitan. Kau selalu bersedia di samping Arga YX selamanya?"
" Saya bersedia."
Setelah saling memasangkan cincin ke jari Arga dan Jenni. Pak pendeta langsung berbicara lagi
" Arga YX, silahkan cium Jenni sebagai bukti kasih sayang yang tulus."
Arga hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu ia langsung mencium bibir Jenni sekilas. Setelah itu langsung terdengar suara bergemuruh tepuk tangan. Jenni yang mendengar tepuk tangan, ia langsung menunduk kepalanya, jantungnya berdetak lebih kencang, sudah seperti ingin lompat, wajahnya sudah merah merona karena malu. Arga yang melihat pipi Jenni merah seperti kepiting rebus, ia langsung tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya, karena menurut Arga sekarang Jenni lebih menggemaskan, berbeda saat belum tau siapa Jenni sebenarnya. Jenni selalu tersenyum dan berbicara seadanya, tidak ada rasa malu sedikitpun, tapi akhir-akhir ini, Jenni sering sekali tersipu malu. Semua orang yang ada di situ langsung memberikan selamat pada Jenni dan Arga. Setelah 5 jam, akhirnya selsai juga, keduanya merasa sangat kelelahan, terutama Jenni, setelah selsai ia tidak peduli dengan suaminya, ia langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa, dengan gaya telentang dan kaki yang masih menginjak lantai, membuat Arga langsung bertanya sambil menaikkan satu alisnya
" Sayang, apa kau sedang menggodaku?, apa kau tidak capek?"
__ADS_1
Jenni yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia langsung memiringkan tubuhnya ke arah samping sofa. Setelah melihat istrinya membelakangi, Arga langsung pergi ke dalam kamar mandi, masih dengan senyuman mengambang di bibirnya, setelah Arga selsai mandi, tidak lama Jenni juga masuk ke dalam kamar mandi. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, mereka berdua sudah tiduran di atas ranjang, keduanya merasa sangat canggung, terutama Jenni, ia sangat canggung ada seorang pria di sampingnya. Arga hanya melihat Jenni dengan tatapan bingung, lalu ia langsung bertanya pada Jenni yang seperti sedang memikirkan sesuatu
" Sayang, apa yang kau pikirkan?"
" Tidak ada Arga."
" Apa kau merasa canggung?"
Jenni Hay menjawab dengan anggukan kepala, ia memang sangat canggung. Arga juga sama, ia merasa canggung, tapi ia menyembunyikan rasa canggung itu, lalu ia langsung bertanya lagi
" Sayang, ingin punya anak berapa?"
" Tidak tau, aku terserah kau saja Arga, yang penting kau bahagia, aku lebih bahagia lagi, saat melihatmu bahagia."
Setelah mendengar jawaban dari Jenni, Arga langsung bertanya pada istrinya lagi
" Jen, apa kau sudah siap untuk melakukan itu?"
Jenni yang mendengar Pertanyaan dari suaminya, ia sedikit bingung, ia berpikir sesaat, hingga akhirnya, ia tau maksudmu dari pertanyaan suaminya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Maksudmu, kita melakukan itu?"
Arga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Jenni yang melihat suaminya mengiyakan ucapannya, ia pun langsung berbicara pada suaminya
" Aku siap Arga."
Arga yang mendengar ucapan dari istrinya, ia sangat senang, seperti menemukan mas balokan, lalu Arga langsung memulai dari ciuman, hingga mereka melakukan layaknya yang harus mereka lakukan
__ADS_1
...****************...
Haii semua, mungkin bab ini penyampaiannya singkat padat, karena Author akan up sekitar 1 bab lagi, setelah itu author end, Author juga yang nulis udah bosen kalau terus melebar kemana-mana