Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 32. Gagal


__ADS_3

Lisa masih tiduran di pangkuan suaminya, hingga pukul 22.00 WIB. Lalu Lisa melirik jam sudah sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB


" Cepat sekali." Batin Lisa


" Sayang, ayo ke kamar sekarang sudah jam 10."


" Iya kak."


Lisa langsung bangun, dirinya sudah tidak ada alasan lagi, karena sudah pukul 22.00 WIB. Mau tidak mau dirinya harus masuk kamar. Ardi dan Lisa berjalan menaiki tangga Ardi menegang tangan istrinya yang penuh keringat dingin


" Sayang, apa gerah, bukankah AC tadi dingin, dan sekarang juga lagi hujan?" Tanya Ardi masih sambil berjalan


" Iya Kaka."


Lisa dan Ardi sampai di kamarnya. Lisa langsung berjalan ke sofa


" Sayang, kenapa tidak tidur di ranjang bersamaku?"


Lisa diam sebentar pikiran dirinya sudah tidak karuan, dirinya tidak tau harus melakukan apa, dan apa yang akan terjadi nanti


" Sayang." Panggil Ardi lagi, karena istrinya tidak menjawab pertanyaan dirinya


" Iya kak."


Lisa langsung berjalan ke ranjang. Lisa dan Ardi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ardi dan Lisa tiduran saling berhadapan. Ardi langsung memeluk istrinya. Tubuh Lisa makin gemetar


" Apa aku sudah benar-benar siap. Tidak. Lisa tidak boleh." Batin Lisa yang memperingatkan diri sendiri

__ADS_1


Ardi mencium istrinya sekilas, istrinya tidak ada penolakan. Ardi menciumnya lagi. Lisa membalas ciuman suaminya. Ardi langsung menindih tubuh istrinya, dirinya langsung mencium istrinya lagi. Lisa sudah lupa dengan kata hatinya tadi. Ciuman itu semakin panas. Ardi dan Lisa berciuman hingga 10 menit, ciuman Ardi turun ke leher istrinya. Lisa masih merasakan ke nikmatan, nafas dirinya sudah memburu, hingga Ardi akan membuka kancing baju istrinya. Lisa menahan tangan Ardi, karena dirinya berpikir yang di lakukan sekarang itu salah, walaupun dirinya merasakan ke nikmatan, tapi dirinya tetap menahan diri, karena mengingat suaminya belum menjalankan kenapa dia tidak pulang 1 tahun yang lalu


" Kak, tolong jangan lakukan ini, aku belum siap."


Ardi langsung duduk di sisi istrinya, menatap wajah istrinya dengan penuh kecewa, bagaimana mungkin, bukankah tadi istrinya merasakan hal yang sama, tapi istrinya mengatakan belum siap. Ardi lalu menurunkan kakinya langsung berdiri, dirinya melangkahkan kakinya, tapi terhenti saat istrinya bertanya


" Kak, mau kemana?" Tanya Lisa, dirinya masih tiduran di ranjang


Ardi membalikkan badannya, langsung melangkah ke ranjang lagi


" Aku mau mandi." Jawab Ardi sambil membelai rambut Lisa


Lisa melirik ke jam di meja, sudah menujukan pukul 23.00 WIB


" Kak, sekarang sudah malam, kenapa mandi?"


Lisa langsung memegang tangan kanan suaminya, yang sedang membelai rambut dirinya


" Kaka, kenapa tidak di jawab?"


" Aku gerah sayang." Jawab Ardi dengan tersenyum pahit


" Tapi sekarang hujan kak?"


" Iya, tapi Kaka gerah sayang, kau tidur saja dulu, tidurnya di ranjang saja, aku tidak akan melakukan apa pun, aku akan menunggu hingga kau siap."


Ardi berjongkok lalu mencium kening istrinya, walaupun dirinya kecewa, tapi dirinya tetap menujukan sikap seperti biasa saja pada istrinya, karena istrinya juga baru menerima dirinya hari ini.

__ADS_1


" Aku mandi dulu."


" Iya kak."


Ardi langsung berjalan ke dalam dalam kamar mandi, dirinya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya untuk menghilangkan nafsu birahinya, tapi pikiran dirinya tidak karuan, bukan karena gagal malam pertama, tapi dirinya memikirkan tentang hati istrinya


" Apa yakin aku bisa mendapatkan hati Lisa lagi, bahkan Lisa belum siap untuk melakukannya, aku juga ingin segera punya anak, tapi ke inginan itu harus aku kubur dalam-dalam. Lisa saja belum bisa menerimaku seutuhnya. Lisa pasti sangat mencintai Livino, tapi aku akan berusaha mendapatkan hatinya lagi, dengan berjalannya waktu aku yakin Lisa bisa menerimaku lagi." Batin Ardi


Lisa tidak bisa tidur pikiran dirinya gelisah, dirinya merasakan sangat bersalah pada suaminya. Lisa mengambil ponsel dirinya, menekan layar ponselnya, di situ tidak ada pesan dari Livino. Lisa membuka bekas pesan, dirinya ingin lihat sudah di baca atau belum, ternyata pesannya sudah terbuka


" Pantas saja Ardi mengetahui kunci layar ponselku, ternyata Ardi membuka pesan dari kak Livino." Batin Lisa


Lisa membaca pesan dari Livino, lalu langsung membalas pesan itu, setelah membalas pesan, dirinya mematikan nada ponselnya, karena dirinya takut suaminya membuka pesan dari Livino lagi. Lisa menaro ponselnya lagi di atas meja, lalu dirinya memutuskan untuk tidur. Setelah selesai Ardi langsung keluar dari kamar mandi, dirinya berjalan mendekati ranjang. Ardi duduk di sisi ranjang, dirinya menatap wajah istrinya yang sudah tertidur pulas


" Aku akan berusaha, agar bisa mendapatkan hatimu lagi." Batin Ardi


Ardi langsung mematikan lampu. Ardi baru saja mau merebahkan tubuhnya, tiba-tiba ponsel istrinya menyala. Ardi langsung mengambil ponsel itu, ternyata pesan dari Livino. Ardi membuka pesan dari Livino dan membaca isi pesan itu


Terimakasih sayang, karena kau sudah mau menuruti ke inginanku, Kaka hanya ingin kau bahagia dengan suamimu, Kaka sangat senang jika kau sudah mulai bisa menerimanya, karena Ardi orang yang baik, untuk itu Kaka percaya dia bisa membahagiakanmu. Itulah isi pesan dari Livino


Ardi menaro kembali ponselnya di atas meja, dirinya semakin merasakan rasa bersalah pada Livino, dulu Livino mengajak untuk bersaing untuk mendapatkan hati Lisa, tapi ternyata tidak, Livino bahkan merelakan Lisa untuk dirinya, Livino juga mengatakan sudah tidur bersama Lisa, tapi ternyata perkataan Livino itu di luar dugaan dirinya, dirinya pikir saat itu Lisa dan Livino melakukan berhubungan badan, tapi ternyata salah, bahkan dirinya sampai memukul Livino habis-habisan. Ardi sekarang mengerti Livino mengatakan itu, agar dirinya berusaha untuk mendapatkan hati Lisa lagi


" Apa yang harus aku lakukan, Lisa masih mencintai Livino, belum bisa menerimaku sepenuhnya, Livino merelakan Lisa untukku, seharusnya aku yang mundur dari kisah cinta segitiga ini, aku juga ingin melihat Lisa bahagia dengan orang yang Lisa cintai, tapi aku belum siap untuk kehilangannya, apa aku berjuang lagi untuk mendapatkan cintanya. Jika aku berjuang lagi bagaimana dengan Livino." Batin Ardi


Ardi langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dirinya terus saja menatap wajah istrinya yang tertidur pulas


" Seandainya aku tau, kau memiliki kekasih kecil, aku tidak akan pernah memutuskan hubungan denganmu, aku tau, saat itu kau baru semester 2. Aku pikir akulah cinta pertamamu, ternyata itu salah, aku memutuskan karena aku sangat yakin, kau tidak akan pernah dekat dengan pria mana pun, tapi ternyata yang mendapatkan hatimu adalah kekasih kecilmu lagi, sekarang hubungan kita semakin rumit, aku merasa memiliki rasa bersalah, hadir di hubunganmu, bahkan aku merenggut ke bebasanmu, karena kau sekarang mejadi istriku." Batin Ardi

__ADS_1


Ardi membelai pipi istrinya yang sedang tidur, dirinya terus menatap wajah istrinya dengan tatapan kecewa dan sangat bersalah, harus menjadi orang ke tiga di hubungan istrinya, walaupun dirinya menjadi suaminya, tapi tetap saja Lisa menjalin hubungan dengan Livino sudah 1 tahun lamanya, tapi cinta itu harus kandas karena dirinya. Ardi terus berpikir hingga tertidur


__ADS_2