Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 151. Di rumah Ria


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 15 menit Ardi sampai di tempat yang ia tuju, ia langsung buru-buru turun dari mobil, lalu langsung berjalan mendekati rumah Ria, ia segera menekan bel


Ting-tong


Ria yang sedang duduk di atas ranjang, sambil memandangi wajah sahabatnya yang tertidur penuh dengan sisa air mata, lalu ia mendengar suara bel, ia langsung melihat jam, yang sudah menunjukkan pukul 23. 45 WIB.


" Siapa malam-malam seperti ini yang datang." batin Ria


Ria langsung keluar dari kamarnya, ia langsung mencari keberadaan pelayannya, tapi ternyata tidak ada, mungkin juga sudah tidur, karena sekarang sudah sangat larut malam. Tidak lama Ria mendengar suara bel lagi


Ting-tong


" Siapa sebenarnya, tidak biasanya ada orang datang malam-malam." batin Ria


Setelah itu Ria langsung mendekati pintu, lalu ia langsung mengintip di sela-sela pintu, setelah melihatnya secara jelas, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung berpikir sejenak


" Apa aku buka saja, atau tidak usah, bagaimana kalau nanti Lisa dan Ardi bertengkar lagi, kasihan Lisa, dia baru saja tertidur, tapi aku juga tidak tega melihat Ardi yang menujukan wajah sangat kuatir." batin Ria


Walaupun Ria sangat kesal dengan Ardi, tapi ia tetap saja tidak tega, ia juga bukan wanita sadis, untuk itu ia melihat Ardi sangat kasihan, lalu ia langsung membuka pintu itu


CKlek...


Ardi yang melihat Ria, ia langsung bertanya dengan perasaan kuatir


" Ria, istriku di mana?"

__ADS_1


" Ardi, masuk dulu, tidak enak Jika terlihat oleh orang lain, bagaimana pun juga aku di sini adalah seorang gadis, apa jadinya jika orang melihat aku mengobrol dengan seorang pria tengah malam."


" Baik."


Ria langsung mengajak Ardi masuk, hingga mereka sampai di ruang tamu. Mereka langsung duduk, lalu Ria langsung membuka pembicaraan


" Ardi, kau tidak perlu kuatir, Lisa baik-baik saja, dia baru saja tidur jam 11."


" Syukurlah kalau Lisa baik-baik saja."


Ria yang penasaran pada Ardi, kenapa Ardi bisa mengetahui rumahnya, ia langsung bertanya


" Dari mana kau tau rumahku sekarang?"


Ria yang mendengar penjelasan dari Ardi, ia sangat terkejut, ia takut masalahnya tambah besar, lalu ia langsung bertanya pada Ardi


" Bagaimana reaksi Tante Lidia, setelah tau kau bertengkar dengan Lisa?"


" Mamah mertuaku menginginkan aku bercerai dengan Lisa, dan aku membujuk mamah mertuaku tidak dengan waktu sebentar, hingga aku dan mamah mertuaku bertengkar, bahkan mamah mertuaku hingga mengusirku, tapi aku beruntung, memiliki ayah mertua yang baik, dia memberiku kesempatan untuk masih bersama Lisa. Walaupun aku tau, rumah tanggaku seperti menikah di usia yang masih sangat remaja, karena banyak orang yang ikut campur dari rumah tanggaku, tapi aku bersyukur, karena ayah mertuaku masih memberiku toleransi."


" Syukurlah Ardi, yang aku takutkan adalah saat Tante Lidia mengetahui ini semua, aku takut kau menyuruh untuk menceraikan Lisa, tapi ternyata dugaanku benar, tapi tetap bersyukur, karena Om Rey memiliki hati yang baik."


Ardi yang mendengar ucapan dari sahabat istrinya, ia sangat penasaran, kenpa sahabat istrinya tidak marah pada ia, biasanya kalau ada masalah dengan istrinya, maka sahabat istrinya akan ikut campur dalam masalah itu, seperti saat mereka berdua, baru saja menikah


" Apa kau tidak marah atas kejadian ini?, apa kau tidak menghasut Lisa untuk meninggalkan aku?"

__ADS_1


Ria yang mendapat pertanyaan dari Ardi, ia langsung tersenyum sambil menjawab pertanyaan itu


" Tidak Ardi, kalian sudah akan memiliki anak, aku juga sebenarnya sudah menasehati Lisa, agar tidak memperpanjang masalah ini, bagaimana pun juga, masalah ini hanya sepele, dan aku juga minta padamu, tolong kau harus percaya pada Lisa, Lisa hanya mencintaimu, kasihan Lisa, dia seorang ibu hamil, tapi tidak mendapatkan kasih sayang darimu, karena kau selalu sibuk di kantor, dan sekarang di tambah lagi, kau tidak percaya denganya, pasti banyak pikiran yang harus dia pikirkan, belum lagi ibumu yang tidak percaya dengan hal itu, jadi aku minta, kau harus lebih perhatian lagi, aku tidak ingin, melihat Lisa meneteskan air mata lagi, sudah cukup 5 tahun yang lalu, dia menderita karenamu Ardi, jangan sampai Lisa menderita lagi, kasihan Lisa, dalam kehidupannya, dia hanya mendapatkan penderitaan dari pria yang sama."


Ardi yang mendengar penjelasan dari Ria, ia sangat sedih, dan benar-benar sedih, ia memang tidak seharusnya mengatakan itu, apa lagi dulu, ia sudah membuat luka yang paling dalam di hati istrinya, dan istrinya begitu mudah memafkannya, tapi ia membuat luka baru lagi untuk istrinya


" Tuhan, aku memang pria yang sangat bodoh, aku selalu saja menyakiti perasaan istriku, dari masa-masa kita menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, dan sekarang menjalin hubungan sebagai sepasang suami istri, tapi aku masih saja melukai hatinya yang sangat tulus mencintaiku, harusnya aku tidak marah hanya masalah itu, Lisa sudah mengubur dalam-dalam impiannya hanya untuk menjadi istri yang baik, dan sekarang Lisa juga memberiku sebuah kebahagiaan yang tidak pernah ternilai harganya, tapi aku masih saja menyakitinya, hanya karena rasa cemburu." batin Ardi


Setelah berpikir, ia langsung menjawab ucapan dari Ria


" Iya Ria, aku akan belajar menjadi suami Lisa yang baik dari sekarang. Aku juga akan memberinya kepercayaan penuh padanya, dan aku juga akan lebih perhatian lagi terhadap Lisa, terimakasih, karena kau sudah menasehati istriku, dan terimakasih juga, karena kau menasehatiku juga."


" Tidak perlu berterimakasih Ardi, aku tau kau dan Lisa, memang sangat mencintai dan sangat menyayangi, hanya saja, kalian berdua memiliki sifat egois yang tidak bisa kalian rubah. Ardi ingat, kau sekarang akan menjadi ayah, kau harus belajar sabar untuk menghadapi sikap Lisa, apa lagi kau juga tau sikap Lisa seperti apa dari dulu, di tambah lagi sekarang Lisa sedang hamil, pasti pikiran Lisa sangat sensitif, Lisa tidak bisa ada orang yang marah padanya sedikit saja, jadi kau tidak boleh egois, kau harus mengalah, untuk mempertahankan rumah tangga kalian berdua, kalau salah satu dari kalian tidak mau ada yang mengalah, rumah tangga kalian tidak akan bertahan lama. Aku takut kalian menyesalinya setelah bercerai, dan setelah bercerai, kau jangan berharap bisa kembali dengan Lisa, kau juga pasti tau, sikap ibu mertuamu. Jika sudah menyangkut putrinya, walaupun Tante Lidia sangat baik, tapi Jika sudah masalah putrinya, akan sulit untuk di luluhkan."


" Aku mengerti Ria."


" Kau lebih baik menginap saja di sini, agar saat Lisa bangun, kau bisa langsung berbicara dengannya baik-baik, kau bisa tidur di kamarku bersama Lisa, lalu supirmu, suruh tidur di kamar tamu."


" Lalu kau tidur di mana Ria?"


" Tenang saja, di sebelah kamarku masih ada kamar kosong, kau lebih baik menyuruh supirmu untuk tidur."


" Baik Ria."


Ardi tidak menyangka, setelah beberapa bulan tidak bertemu dengan Ria, sekarang sikap Ria jauh lebih dewasa, bisanya Ria akan membencinya. Jika sudah menyangkut kesedihan sahabatnya

__ADS_1


__ADS_2